
malam pengantin yang penuh dengan kemesraan, melepaskan rasa rindu satu sama lain pun sudah terlewatkan.
Asti yang masih pulas tertidur di atas ranjang pun, membuat Kevin merasakan ketenangan yang tak pernah ia rasakan selama ini. Asti terlihat beribu ribu kali cantik pagi ini dimata Kevin karena aksi malam mereka yang menggairahkan.
jangan tanyakan sama author, gimana suhu mereka malam itu? author nya gak tau, soalnya gak boleh ngintip;)v.
balik ke topik.
waktu sudah menunjukkan pukul sepuluh pagi, Asti yang baru bangun karena merasakan perut nya yang meronta-ronta minta makan pun segera mengedarkan matanya ke sekeliling sudut berharap ada makanan yang bisa ia makan, saat sibuk mencari makanan, tiba tiba Kevin datang membawakan nampan berisi makanan yang ia pesan melalui pelayanan hotel. Kevin pun menyerahkannya pada istrinya itu, dengan senang hati Asti mengambilnya.
"makasih Kevin"
ucap Asti yang tak sabar ingin melahap makanan tersebut.
Kevin pun membalasnya dengan senyuman sembari mengelus elus kepala istri nya.
"Asti, setelah ini kau mandi ya!. kita akan ke rumah mama hari ini. semua keluarga berkumpul disana menunggu kedatangan kita"
perintah Kevin.
Asti pun menganggukkan kepalanya.
"Vin, boleh aku bertanya?"
tanya Asti yang ingin menagih janji Kevin.
"apa?"
tanya Kevin balik.
__ADS_1
"Vin, kau janji pada ku untuk menceritakan semuanya pada ku tentang apa yang terjadi sebenarnya. aku tagih janji itu!"
Kevin yang baru ingat pun menganggukkan kepalanya, ia pun mulai bercerita.
"kau tau Asti, malam sebelum acara pernikahan Billy dan dini adalah malam yang paling aku benci. kebenaran yang begitu besar disembunyikan oleh mereka orang yang aku sayang selama bertahun-tahun. malam itu aku tidak sengaja mendengar percakapan mama dengan momi. momi yang tiba tiba nelpon mama setelah begitu lama, dari aku masih bayi sampai saat itu baru kali ini ia menelpon mama"
"terus?"
tanya Asti yang penasaran.
"saat itu aku merasa hancur, karena mama dan Momi saling berebut tentang ku. saat selesai mama telpon.. aku segera menanyakan rasa penasaran ku pada mama, dan mama menjawab semuanya. kata mama, aku bukan lah putra kandungnya. aku bukan putra yang dilahirkan dalam rahimnya, tapi aku adalah putra yang diasuh olehnya. mendengar jawaban itu entah mengapa aku merasa hancur dan kecewa dengan dunia. mama bilang, momi menitipkan ku pada nya karena saat itu situasi mental momi tidak bagus"
jawab Kevin melanjutkan ceritanya.
"memang, apa yang terjadi pada momi?"
tanya Asti yang menyimak sembari menikmati makanan nya.
"kata mama, dulu momi menjadi orang stress karena gak lama setelah kelahiran ku, ayah ku meninggal karena kecelakaan. lebih parahnya lagi, ayah ku ternyata meninggalkan banyak hutang di perusahaan. itu membuat momi ku hampir stress, karena psikisnya terganggu. momi belum siap kehilangan ayah, ditambah momi harus membayar hutang perusahaan dan merawat ku, jadi saat itu momi berfikir untuk memberikanku pada mama"
"hubungan momi dan mama apa?"
"momi dan mama adalah kakak adik. momi ku adalah kakak mama ku. mendengar cerita itu, aku benar benar hancur as, tapi aku harus kuat kan? karena pernikahan Billy? jadi aku berusaha untuk tegar as. yang lebih parahnya lagi, momi ingin aku ikut dengannya, mengembangkan perusahaan miliknya yang ia besarkan sendiri selama ini hanya untukku. saat itu aku sempat menolak dengan tegas. namun mama bilang, mama gak pernah ngajarin aku untuk menjadi anak yang durhaka, mama bilang Kevin harus nurut karena gimana pun momi adalah ibu kandung ku. dia punya hak atas diriku. mendengar nasehat mama membuat ku luluh, walaupun hati ku masih tidak bisa menerima ini dengan ikhlas"
jawab Kevin, yang tanpa sadar membuat setetes air mata jatuh membasahi pipinya.
dengan sigap Asti pun mengelap air mata itu, ia tak tega melihat suaminya yang seperti ini.
"Vin, jika ini membuat mu sedih maka jangan lanjutkan lagi ceritanya.."
__ADS_1
"Asti, aku gak sedih. karena sekarang aku sudah ikhlas, setelah aku mendapat kan cinta ku. lagian ini harus ku tepati"
timpal Kevin dengan senyum wajah yang cerah.
"malam pernikahan Billy itu adalah awal penderitaan bagi ku as, karena aku dijauhkan dari orang orang yang aku sayang. waktu pertama kali aku serumah dengan momi, membuat ku ingin kabur dan kembali pada mama! karena momi selalu mengekak ku, dalam segala hal. aku dilarang berkomunikasi dengan mama dan sekeluarga, karena momi bilang ia takut jika aku pergi darinya. hp ku disita, karena ia takut kamu akan membawa ku pergi darinya. parahnya lagi aku dipaksa di jodohkan oleh anak anak teman arisan nya, ya salah satunya Andara. dia adalah perempuan yang masih bertahan, setelah ku tolak berulangkali"
ucap Kevin lagi, melanjutkan kisahnya yang belum selesai.
"Uluh uluh.. kasian sekali suami ku ini! di tambah lagi Asti nya yang menilai buruk tentang mu. serasa dilempar berulang ulang kali.."
sahut Asti yang berniat mengejek suaminya itu.
"kenapa kamu gak terima perjodohan momi? bukan kah cewek cewek disana, lebih cantik dan lebih lebih se** dari pada disini?"
tanya Asti yang ngasal.
"oh iya ya, kenapa aku baru berfikir kesitu ya? cewek sana kan lebih cantik cantik, bahkan mereka lebih terbuka, kayak gitar spanyol. seharusnya sih aku terima aja ya kan? mana tau keturunan ku nanti, pencetak yang apik?"
jawab Kevin yang sengaja membuat Asti panas, untuk membalas ejekan Asti.
Asti yang mendengar jawaban suaminya itu pun menjadi murka dan mengamuk, memukul mukul tubuh Kevin dengan rasa kesal dan mata yang hampir berkaca kaca. melihat Asti seperti itu, membuat Kevin seperti mendapat kan kepuasan sendiri.
melihat Asti yang semakin memukulnya tak terkendalikan, akhirnya Kevin memeluk Asti untuk menenangkan sang istri.
"engga, mana mungkin aku berfikir untuk menerima mereka. sedangkan hati ku aja saat itu dan sekarang, masih bersangkar di hati mu"
ucap Kevin memeluk Asti semakin erat.
Asti yang mendapat jawab Kevin pun meluluh dan kembali tenang, rasanya kekesalan yang ia rasakan hilang begitu saja.
__ADS_1
"aku gak akan mungkin menerima mereka Asti. walaupun mereka seaduhai apapun, aku tidak akan tertarik! karena bukan itu yang ku cari dari mereka. yang ku cari dari mereka adalah kamu, yang tak akan pernah mungkin ada didalam diri mereka. aku cari kamu, karena akhlak dan iman mu yang kuat kepada sang pencipta. aku hanya ingin menebus kesalahan ku karena memaksa mu untuk menerima ku menjadi pacar mu saat itu. aku tau sekarang, kalau itu adalah hal yang salah! apalagi saat itu, Asti ku punya komitmen untuk tidak pacaran. eh, datang aku rusak. saat aku tau, aku adalah penyebab kerusakan itu, maka aku berniat untuk bertanggung jawab memperbaiki nya sejak saat itu juga, dengan menjadikan hubungan kita resmi Dimata Allah dan hukum"
ucap Kevin yang membuat hati Asti tersentuh, apa lagi kini Kevin menatap nya dengan tatapan yang sangat dalam.