Terpaksa Pacaran Berakhir Kebahagiaan

Terpaksa Pacaran Berakhir Kebahagiaan
Terbongkar


__ADS_3

"gimana?"


tanya Kevin saat sedang menelpon.


"yaudah, gini aja! aku kepengen kamu atur jadwal aku jumpa dengannya"


"oo baiklah,,"


Kevin pun mematikan hp nya dan pergi meninggalkan rumah, dia bergegas pergi tanpa berpamitan kepda kedua orang tua nya.


Kevin segera menyalakan mobilnya, dan pergi memecah jalanan.


Kevin membawa mobilnya dengan laju kecepatan yang tinggi, di malam hari yang semakin hari semakin dingin.


saat Kevin fokus menyetir tiba tiba di tengah jalan Kevin mendapatkan telpon dari Asti.


sebenarnya, Kevin tidak ingin mengangkat nya namun Asti bolak balik telpon seperti ada hal yang penting.


Kevin pun memasang headset bluetooth nya ke telinganya dan mengangkat nya.


"halo, kenapa?"


tanya Kevin ketus.


membuat Asti merasa kesal, tanpa jawab Asti pun memutuskan telponnya.


Kevin yang melihat tingkah Asti, merasa sadar bahwa dia berbicara kasar tadi pada Asti.


Kevin pun menelpon Asti kembali.


Asti mengangkatnya.


mau bicara namun


"assalamualaikum"


ucap Asti dari sebrang sana, membuat Kevin menarik nafas dalam agar bisa mengontrol amarahnya saat ini.


"waalaikumsalam, ada apa as?"


"kev,, tadi kenapa kamu jawab kasar gitu. kamu emang lagi sibuk ya sekarang? atau aku ganggu kamu?"


tanya Asti.


Kevin pun bingung harus menjawab apa.


"enggak, bukan gitu. tadi aku main game baru kalah karena tim nya pada gak pandai semua"


jawab Kevin bohong.


"oo,, kamu yakin gak ada yang kamu sembunyikan kan?"


"iya, yakin"


sengaja Kevin menyembunyikan hal ini, karena menurutnya Asti belum boleh tau tentang ini. di saat yang tepat nanti Asti akan diberi tahu.


"yaudah, sekarang kenapa?"


tanya Kevin.


"aku,, perut ku sakit,,"


"kamu sakit apa? kita ke dokter ya?"


tanya Asti khawatir.


"engga,,, gak perlu. aku lagi mens,,"


jawab Asti.


"yaudah sekarang mau nya apa?"


tanya Kevin sedikit merasa lega.


"kev,, bisa tolong beli kan aku makanan yang pedes pedes gak? kayak sate Padang gitu atau nasgor,, apa lah gitu.. sama coklat. aku lagi kepengen ngemil"


perintah Asti dari sebrang sana.

__ADS_1


"nanti aku ganti deh,, janji aku ganti. please,,, aku lagi mager"


lanjut Asti.


"yaudah, nanti aku belikan. tapi aku minta kamu kuat kan suara nya, dekatkan di bagain perut mu yang sakit"


"mau ngapain?"


tanya Asti penasaran.


"lakukan saja dulu"


Asti pun melakukan apa yang diperintah kan Kevin, lalu ucapan manis pun keluar dari mulut Kevin.


"aku tau,, ini di akibatkan karena mens nya. karena memang ini sudah di takdir kan oleh perempuan. tapi aku mohon, tolong jangan menyiksa dia dengan rasa sakit yang kau berikan akibat mens ini. kasian,, dia pacarku. aku saja tidak berani menyakitinya masa kamu berani sih?? kasihani dia ya?? tolong jangan kasih lagi rasa sakit itu. setidaknya sampai aku Dateng nanti, bawa makanan oke."


Asti yang mendengar nya merasa terharu, baru kali ini dia sangat di lindungi oleh orang yang ia sayang.


"gimana masih sakit as??"


tanya Kevin membuyarkan lamunan Asti.


"iya udah agak lumayan kok kurangnya",


"yaudah bentar lagi aku Dateng bawain pesanan kamu"


Kevin pun mematikan hp nya dan menyelesaikan urusan dia dan Asti terlebih dahulu.


•••••


sesampainya dirumah Asti.


Kevin pun memberikan pesan singkat pada Asti.


"aku udah di depan nih"


Asti yang membaca nya langsung bergegas keluar.


terlihat mobil Kevin sudah ada diluar pagar, Asti pun mendekat dan menghampiri nya.


"nah ini semua,, untuk mu biar dia gak nyakitin kamu lagi"


"ini banyak banget,, aku kan gak minta segini,, terus gimana dong? aku punya uangnya cuma segini"


Asti menunjukkan uang di dalam dompet nya yang hanya berisi lima puluh ribu.


"yaudah gak usah di bayar. aku pacar mu semua kebutuhan mu aku yang nanggung"


ucap Kevin sambil mengelus kepala Asti.


Asti pun memeluk Kevin dengan senang.


"kamu gak masuk?"


tanya Asti.


"gak lah,,, lagian aku mau kumpul dulu sama teman teman"


jawab Kevin.


"yaudah aku pergi ya?"


lanjut Kevin.


"iya hati hati"


Kevin pun tersenyum dan segera masuk mobil lalu meninggalkan Asti sendiri dengan jajanan yang dibeli Kevin untuk Asti.


sesampainya di suatu gedung kosong.


"maaf saya lama,,, ada yang harus saya urus terlebih dahulu"


ucap Kevin.


"iya boss gapapa. mari boss dia sekarang sedang berada di dalam"


ajak orang suruhan kepercayaan Kevin.

__ADS_1


Kevin pun berjalan bersama beberapa orang suruhannya.


sesampainya diruangan tersebut Kevin melihat satu laki laki yang sedang diikat di kursi, Kevin menatap wajah nya geram.


"boss dia adalah orang suruhan boss nya"


ucap suruhan terpercaya Kevin.


"baiklah, tinggalkan saya sendiri"


perintah Kevin.


semua suruhan dan anak buahnya pergi meninggalkan Kevin sendiri di dalam ruangan tersebut, namun mereka di luar juga berjaga jaga.


Kevin melangkah menghampiri laki laki yang terikat tersebut.


"aku,, tau kamu adalah suruhan boss mu. aku bisa diam saat kamu mencelakakan ku, tapi aku gak akan biar kan kamu sedikit pun untuk menyenggol atau menatap orang orang yang aku cinta"


ucap Kevin membuka pembicaraan.


"kata kan pada ku siapa bos mu?"


tanya Kevin masih dengan nada pelan. namun tak ada jawaban dari laki laki tersebut.


"kata kan padaku!!! siapa bos mu??"


mulai meninggi.


"katakan..!!!!!"


kali ini Kevin sudah di atas ke marahannya. dia menampar wajah laki laki tersebut dengan kuat, hingga sedikit berdarah.


"di bayar berapa kamu sama boss mu? hah!! hingga kau tidak mau memberitahu ku!!!"


tanya Kevin.


"oke,, karena kamu tidak menjawab. jalan satu satunya adalah.."


Kevin mengambil hp nya dan menelpon nomor polisi. seketika, laki laki itu langsung ketakutan.


"baik pak,,, tapi tolong jangan masukkan data ke dalam penjara,,, saya akan kasih tau siapa boss saya yang menyuruh mencelakai Asti"


jawab laki-laki tersebut dengan ketakutan.


"iya, ayo kata kan?"


"dia adalah Laras pak. dia tidak suka dengan Asti karena menurutnya Asti merebut Kevin dari nya"


ucap laki laki tersebut perlahan.


Kevin yang mendengar nama Laras, semakin di puncak kemarahannya. kali ini dia lampiaskan pada bangku, dia angkat bangku tersebut lalu dia banting dengan kuat hingga bangku tersebut patah.


suruhan nya yang mendengar suara bantingan keras langsung masuk ke ruangan memastikan


semua nya baik baik saja.


"boss ada apa boss?"


Kevin menahannya.


"suruh anak buah mu untuk beri kan dia makanan, kasian dia tidak makan"


Kevin memberikan uang pada suruhan nya dan anak buahnya pun pergi dan bergegas membeli makanan untuknya.


"oo iya,, kamu ingat aku akan tetap masukkan kamu ke dalam penjara. namun, aku akan cabut setelah seminggu. aku ingin hal ini di jadi kan pembelajaran bagi mu, agar tidak main main dengan ku!! paham!!"


ucap Kevin bentak, dijawab dengan anggukan dari laki laki tersebut.


setelah itu Kevin keluar dari ruangan tersebut dan dibuntuti oleh orang kepercayaan nya.


"aku ingin!! agar kau pasti kan dia tidak laper atau kekurangan apapun. pasti kan dia tetap aman, besok kau bawa dia ke polisi. seminggu ini cabut!! namun tetap awasi dia, sampai dikira dia cukup aman dan tidak akan mengulanginya lagi"


perintah Kevin.


"baik boss"


jawab suruhan terpercaya Kevin.

__ADS_1


"aku akan transfer uang buat nya dan buat kerja mu"


ucap Kevin, di jawab dengan anggukan dari suruhan kepercayaan Kevin.


__ADS_2