
"pagi calon ibu dokter"
ucap Kevin saat melihat Asti yang sedang menutup pintu mobil.
"pagi calon pengusaha"
balas Asti sembari duduk dengan manis.
"sudah siap calon ibu dokter?"
tanya Kevin.
Asti mengangguk kan kepala.
mereka pun berangkat memecah jalanan dan meninggalkan jejak di depan halaman rumah Asti.
"apa kau sudah sarapan?"
tanya Asti.
Kevin menggelengkan kepala sembari fokus pada jalanan.
melihat Kevin menggeleng, Asti pun langsung mengeluarkan bekal makanannya. disana terdapat dua sandwich, di memakan satu di antara nya. setelah habis dia pun memberikan satu sandwich satu nya lagi ke Kevin.
"aa.."
kata Asti.
Kevin kaget melihat tangan Asti menyodorkan sandwich tersebut. lalu Kevin perlahan membuka mulutnya, dan memakan sandwich yang ada ditangan Asti.
sembari fokus pada jalanan luar.
•••••••••••••
"turun kan aku di sini aja Vin. gak enak kalau kamu turuni aku di depan gedungnya. takut nanti jadi bahan omongan"
ucap Asti.
Kevin pun langsung menghentikan mobilnya di depan halaman rumah sakit. lalu Asti turun dari mobil.
"kalau apa apa bilang hubungi aku ya as. jangan lupa!! nanti pulang aku jemput kamu jam berapa?"
tanya Kevin.
"emm,, aku akan hubungi kamu jika aku sudah mau pulang"
jawab Asti dan meninggalkan Kevin.
••••••••••••••
"as!"
teriak Sindi dari belakang, Asti menoleh dan menghentikan langkah.
"Lo tadi dianter sama kevin?"
tanya Sindi.
Asti mengangguk.
"lah bukannya....
"nanti aku ceritakan setelah tugas mu dan tugas ku selesai"
potong Asti melanjutkan langkahnya.
"baiklah, aku pegang janji mu!"
ucap Sindi.
mereka pun berjalan bersama menuju lemari mereka yang satu arah, sembari bercerita tentang skripsi mereka dan pengalaman mereka masing masing. karena sejak magang mereka, mereka sangat sibuk satu sama lain. bahkan mereka jarang jumpa.
tak lama kemudian datanglah sepasang kaki yang ikut melangkah di samping mereka.
"pagi Asti..
sapa Alex sembari tersenyum
__ADS_1
"dan pagi Sindi"
Sindi pun tersenyum
"pagi pak"
namun Asti mala diam tidak menjawab sapaan dari Alex. dia mala pindah posisinya di samping Sindi. sehingga Sindi pun bersampingan dengan Alex.
"maaf pak, kami harus keruangan kami. permisi"
ucap Asti dan menarik tangan Sindi untuk menjauhi Alex.
"Lo kenapa si as? kok tumben Lo diam aja saat di sapa sama pak Alex. biasanya Lo jawab dengan senang hati"
ucap Sindi curiga, saat mereka sudah jauh dari Alex.
"diam lah. nanti aku akan ceritakan. sebaiknya segera bergegas lah untuk mengerjakan tugas mu, semakin cepat semakin kau bisa mendengar jawaban nya"
jawab Asti menarukan tas nya ke dalam lemari nya dan berjalan keluar meninggalkan Sindi disana.
"as. dipanggil pak Alex tuh as diruanga nya!"
ucap Sinta yang diberi tahu oleh resepsionis.
mendengar nya Asti mengambil nafas dalam dalam dan mengeluarkan nya dengan kasar.
"mau ngapain lagi sih tuh Alex!!"
gerutu Asti dalam hati.
"baiklah. aku akan kesana"
Asti berjalan meninggalkan tugasnya menuju ruangan Alex.
tok,, tok,, tok,,
"masuk"
ucap Alex.
Asti masuk kedalam ruangan, pintu memang sengaja dibuka Asti. agar jika terjadi sesuatu Asti bisa langsung lari.
tanya Asti tutup point.
Alex berdiri dari bangku kebesaran nya.
"saya,, saya cuma ingin mengajak kamu makan siang nanti. apa kamu bisa?"
tanya Alex sembari berjalan dekat menuju Asti.
Asti pun perlahan mundur
"maaf pak saya tidak bisa"
"kenapa tidak bisa?"
tanya Alex menyelidiki.
"karena saat jam makan siang saya harus kembali ke kampus untuk menyerahkan tugas tugas saya, dan menyerahkan skripsi saya meminta pendapat pada dosen pembimbing saya"
jawab Asti mencari alasan yang tidak bisa dibantah.
"baiklah. tapi kalau besok gimana?"
tanya Alex lagi, seperti memaksa.
"maaf pak. besok saya tidak bisa, banyak yang harus saya kerjakan. sampai dokter Yani belum pulang atau belum selesai dari cutinya maka saya tidak punya waktu"
jawab Asti menunduk.
"permisi pak saya kembali bekerja".
ucap Asti meninggalkan ruangan.
jantungnya Asti yang tadi merasa ingin copot kini lega telah keluar dari ruangan tersebut.
"begitu banyak alasan mu Asti! lihat saja sampai kapan kau akan bisa membuat alasan"
__ADS_1
ucap Alex sembari tersenyum jahat.
•••••••••
jam makan siang.
"as!!"
teriak Sindi.
mendengar suara tersebut membuat Asti malas.
"aku mau nagih janji aku as!"
ucap Sindi yang melihat Asti tidak merespon nya.
"baiklah ikut aku!!"
jawab Asti sembari melangkah keluar rumah sakit.
"as kita mau kemana?"
tanya Sindi yang heran, kini mereka sudah berada di dalam taxi.
"kau akan tau. ingin tau jawabannya kan?"
jawab Asti dengan pertanyaan lagi.
Sindi mengangguk.
mereka pun sampai di cafe dan memesan makanan untuk mereka.
"katakan as?"
tanya Sindi antusias.
"baiklah, tapi sebelum itu aku mau ngabarin Kevin dulu ya? kemarin aku sudah janji untuk selalu mengabarinya dimana pun dan bersama siapapun"
ucap Asti meraih ponselnya lalu, mengirim pesan pada Kevin.
"Kevin, Asti izin ya keluar sama Sindi doang kok ke cafe dekat rumah sakit. Kevin gak perlu kesini sebentar lagi juga akan pulang"
pesan Asti.
sementara Kevin yang merasa ponselnya berbunyi pun langsung membuka pesan nya dan pesan itu ternyata dari Asti. tanpa disadari senyuman kecil membingkai di bibirnya.
"baiklah"
balas Kevin singkat.
membaca balasan Kevin yang dengan segera membuat hati Asti merasa lega.
"baik selesai!. jelaskan padaku?"
ucap Sindi sembari merebut ponsel Asti dan menaruhkan nya di meja depannya.
Asti yang terkejut pun terdiam melihat ulahnya.
"baiklah..
jawab Asti dengan kesal.
"dari mana aku harus memulai. oh dari, yang kau tanyakan awal pada ku! kenapa tumben aku di anter dengan Kevin? itu karena Kevin yang mau. tiba tiba saja dia yang mengatakan pada ku ia ingin mengantar jemput ku setiap hari, seperti dulu"
"lalu yang kenapa kau men....
belum selesai Sindi bicara Asti sudah memotong nya.
"kalau sikap ku pada pak Alex? itu,,, karena aku hanya tidak ingin jadi bahan gosipan di rumah sakit. bayangkan saja jika jadi gosipan pasti itu akan membuat Kevin sakit hati"
jawab Asti berbohong. karena dia tidak mungkin mengatakan yang sebenarnya tentang sifat Alex kepada Sindi.
menutupi aib saudara itu lebih baik, karena niscaya jika kau menutupi aib saudara mu sendiri maka allah pasti akan berusaha menutupi aib mu juga.
pesanan pun dateng.
"ayo lah makan. waktu kita tidak lama untuk jam makan"
__ADS_1
ajak Asti yang sudah mulai melahap kan makanan di mulutnya.
mendengar ajakan sekaligus sebagai peringatan bagi nya membuat dia pun mempercepat makan nya, karena melihat waktu yang berjalan cepat.