Terpaksa Pacaran Berakhir Kebahagiaan

Terpaksa Pacaran Berakhir Kebahagiaan
kehidupan Kevin


__ADS_3

pagi ini Kevin seperti biasa pergi ke kantor miliknya sendiri, yang memang perusahaan nya sangat terkenal dimana mana. ya seperti biasa Kevin pergi menggunakan jas berwarna Dongker dengan kemeja putih dan celana yang senada dengan jasnya.


membuat Kevin setiap paginya, menjadi pusat perhatian karyawan nya. karena aura ketampanan Kevin sangat menggoda banyak karyawan wanitanya.


walaupun Kevin terkenal dengan sikap yang dingin saat ini, beda dengan Kevin yang dulu suka menaburkan pesona kebanyak wanita, tapi tetap saja aura ketampanan yang dimiliki Kevin masih mampu memikat hati wanita. mala dengan sikapnya yang semakin dingin Kevin terlihat lebih tampan tiga kali lipat dari sebelumnya.


"pagi pak"


sapa resepsionis yang melihat kedatangan Kevin dari jauh.


"pagi"


sapa Kevin yang tersebut tipis, lalu berjalan melewati bagian resepsionis.


ya, hanya resepsionis lah yang sering mendapatkan balasan sapaan dari Kevin. selebihnya tidak sama sekali, apalagi perempuan jangan harap untuk dibalas oleh Kevin. jadi, jangan heran jika karyawan sini sangat iri dengan penjaga resepsionis.


author ralat, hanya resepsionis dan sekretaris kevin lah yang bisa mendapat balasan sapaan dari Kevin.


masih dibalas sapaan udah pada iri aja;v


ya, seperti itu lah sikap Kevin yang sekarang. dulu ia sangat ramah kepada semuanya tanpa memandang lawan jenis, sekarang ia sangat dingin seperti kulkas, bahkan jika ada yang melebihi nya mungkin bisa disandingkan dengan sikapnya yang sekarang.


Kevin yang dulu sudah tidak ada lagi dalam jati diri Kevin yang sekarang. hari hari Kevin hanya sibuk dengan bisnis bisnis dan bisnis. tanpa mengenal rasa lelah. itu semua Kevin lakukan agar ia bisa menghilangkan rasa rindunya kepada sang kekasih yang mungkin tak menganggap nya lagi.


"jam berapa kita akan bertemu dengan klien klien kita?"


tanya Kevin saat sampai di ruangannya yang sedang duduk di bangku kebesaran nya sembari melihat jam di tangannya.


"sebentar lagi tuan. sekitar lima belas menit lagi. pertemuan dengan klien klien akan di mulai, nanti jika mereka sudah sampai di sini pasti bagian resepsionis akan menghubungi kita"


jawab Joan yang masih setia berdiri di samping Kevin.


"baiklah, oh iya Joan. pastikan dengan proposal proposal yang akan kita ajukan, dan materinya tolong dipastikan! jangan sampai ada kesalahan saat menyampaikan materinya nanti"


perintah Kevin kepada Joan yang menyuruhnya memastikan berkas berkas yang akan dibawa meeting dengan klien nanti.


"baik tuan. saya tinggal sebentar"


jawab Joan yang menuruti perintah atasannya.


Joan pun keluar untuk memeriksa segala perlengkapan yang akan digunakan saat berjumpa dengan klien klien nanti.


sedangkan Kevin ia sibuk dengan beberapa berkas yang menumpuk di mejanya. berkas berkas tersebut adalah berkas berkas yang memerlukan tanda tangan miliknya, sebagai pemimpin perusahaan tersebut.


kring...

__ADS_1


suara telpon kantor berbunyi, membuat Kevin sedikit kesal. Kevin pun segera mengangkat nya.


"maaf tuan, saya dari bagian resepsionis. ini tuan ada yang ingin bertemu dengan tuan. dia memaksa untuk masuk, saya sudah coba untuk menghalanginya"


ucap resepsionis tersebut yang memberitahukan Kevin.


"siapa?"


"dia ibu Andara tuan"


jawab resepsionis itu yang ketakutan.


"katakan padanya, untuk pulang. bilang saya sedang ada meeting, dan tidak bisa di ganggu! jika dia tidak mau juga, maka kebijakan ada di tangan mu. yang jelas jangan sampai dia masuk ke dalam ruangan saya, paham!!"


perintah Kevin sedikit marah karena sikap Andara, namun resepsionis yang malang lah yang menjadi korbannya.


"hah.. dasar Andara Gilak!! gara gara dia aku kena marah oleh tuan Kevin!!"


gerutu resepsionis itu dalam hati, lalu mematikan panggilan telponnya.


"maaf Bu Andara, tuan Kevin sedang ada meeting dengan kliennya. jadi ibu sebaiknya pulang saja. karena mengingat jadwal tuan Kevin yang padat hari ini"


ucap resepsionis tersebut masih dengan rasa hormat.


ucap Andara yang masuk begitu saja.


dengan cepat resepsionis itu mengejar nya dan menghalangi langkah Andara.


"kau berani menghalangi ku? kau tidak tau aku siapa Kevin? aku ini pacarnya!! menyingkir lah!! karena kau akan aku beri pelajaran jika nanti aku menikah dengannya"


jawab Andara yang kesal dan angkuh.


"maaf ibu Andara. tuan Kevin sudah mengatakan kepada saya untuk tidak mengganggunya. Anda bisa pergi dan membuat janji terlebih dahulu baru kembali lagi kesini untuk bertemu dengan tuan Kevin"


balas resepsionis tersebut tanpa rasa takut sama sekali, karena disini ia hanya menjalankan tugasnya saja.


"kau!!"


"jika anda tidak keluar juga. maka jangan salahkan saya untuk bermain kasar dengan anda. jangan salahkan saya jika anda dipermalukan"


potong resepsionis tersebut yang memberi ancaman.


bukannya takut dan pergi dari sana Andara justru mala ingin menerobos resepsionis tersebut. dengan segera resepsionis tersebut berteriak memanggil security


"satpam!! satpam!!"

__ADS_1


tak lama kemudian satpam dateng dengan sigap.


"usir perempuan ini dari sini. pastikan dia tidak muncul lagi, ini perintah tuan Kevin!!"


ucap resepsionis memberikan perintah kepada keuda satpam tersebut dengan dalil perintah Kevin.


dengan senang hati mereka menarik paksa Andara. Andara sempat memberontak tapi alhasil nihil, tenaganya akan kalah dengan tenaga security tersebut.


membuat Andara kesal dan memutuskan untuk pulang dan mengadukan perbuatan tersebut kepada mommy nya Kevin.


kembali ke Kevin, akhirnya pertemuan dengan klien klien pun selesai dengan maksimal. Kevin sangat senang bisa bekerja sama dengan mereka mereka, karena itu semua akan menguntungkan bagi perusahaan mereka.


"oh iya Joan, Lo kasih bonus sama karyawan yang telah mempresentasikan materi tadi dengan sangat baik"


ucap Kevin yang memang memuji karyawan yang memang berprestasi.


"baik tuan"


jawab Joan singkat.


"satu lagi, gajinya dinaikkan lima persen"


perintah Kevin lagi. ya begitulah Kevin sekalinya memuji dia akan menghargai orang tersebut.


"baik tuan segera dilaksanakan"


jawab Joan meninggalkan Kevin sendiri.


•••••••••


"tuan, tadi pak Alex menelpon saya, bahwa jadwal nya hari ini dia tunda karena ada beberapa urusan mendadak yang harus ia selesai kan"


ucap sekretaris tersebut ketika melihat Kevin melangkah untuk masuk ke dalam ruangannya.


ya, Kevin sangat tidak suka dengan orang yang tidak disiplin. Kevin bahkan tidak perduli walaupun orang tersebut merupakan sosok yang dibutuhkan sekalipun.


"baiklah. katakan pada pak Alex, bahwa saya juga tidak memiliki waktu untuk meladeninya karena ada beberapa urusan yang mendadak"


jawab Kevin yang menahan kesalnya.


"baik pak saya akan segera menelpon sekretaris pak Alex"


balas sekretaris Kevin yang takut jika melihat amarah di wajah kevin walaupun itu hanya sedikit.


Kevin pun kembali masuk ruangan dan mengistirahatkan tubuh nya untuk sesaat.

__ADS_1


__ADS_2