Terpaksa Pacaran Berakhir Kebahagiaan

Terpaksa Pacaran Berakhir Kebahagiaan
Miris


__ADS_3

"yaudah yuk kita makan, makanan sudah siap untuk di santap!"


ajak mama Asti kepada seluruh anggota keluarga.


mereka pun segera melangkah menuju meja makan, dimana di atas meja makan tersebut sudah dihidangkan dengan berbagai jenis makanan.


"wah, ini mama masak?"


tanya Asti yang sedikit terkejut saat melihat banyak menu makanan di atas meja.


"iya, tadi dibantu oleh adik mu"


jawab mama Asti sembari menarik kursi untuk duduk.


"kakak!!"


teriak seorang perempuan yang tadi tak menyambut kedatangan nya di depan.


Asti pun menoleh ke arah orang yang tak asing baginya, siapa lagi kalau bukan adik kesayangannya yaitu Reysa.


"sini, sini, sini.."


ucap Asti yang membentangkan kedua tangannya.


dengan cepat Reysa mendekat dan masuk kedalam pelukan sang kakak yang sangat ia rindukan. begitu juga dengan Asti yang memeluk erat sang adik, ketika sudah berada di bekapan nya.


"Reysa kangen sama kakak"


ucap Reysa manja.


"sama. Kakak juga"


balas Asti.


"yaudah yuk makan. kalau pelukan terus kapan mau makan nya nih? entar yang ada makanan nya jadi dingin nanti gak enak kalau udah dingin"


sahut sang mama yang menghentikan kegiatan kakak adik tersebut.


"iya ma"


jawab serempak Asti dan Reysa.


keduanya pun duduk bersampingan di meja makan. mereka semua sibuk mengambil lauk pauk yang telah dihidangkan.


setelah itu mereka makan dengan khidmat, lalu sesekali juga mereka berbincang bincang kecil.


tentang kehidupan sehari-hari. setelah itu Asti, Clara dan Reysa membantu mama membersihkan sisa makan mereka tadi. sedangkan papa dan Jaka sedang duduk santai di ruang tv dengan ketiga malaikat kecil.


"dek, gimana sama kesibukan mu?"


tanya Clara yang sedang membersihkan meja makan.


"ya, gitu gitu aja sih kak. sibuknya sama pasien mulu"


jawab Asti santai sembari fokus pada piring kotor nya.

__ADS_1


"hah. kalau kamu gak heran sibuk itu mulu. pasien mulu!! sampai keluarga sendiri di nomor kesekian kan"


sambar mama yang kesal dengan putrinya itu.


"mama.."


ucap Reysa yang memperingatkan mama nya.


Asti yang mendapat kan cibiran kekesalan dari mama nya hanya bisa menghela nafas dalam, ini sudah menjadi makanan Asti setiap hari nya saat bertemu dengan kedua orang tuanya.


"Reysa!! kali ini mama gak bisa diam lagi. mau sampai kapan sih kakak kamu sibuk dengan pasien nya? apa seumur hidup nya dia hanya memperhatikan pasien pasien nya itu? apa seumur hidupnya dia akan mengabdi mulu dengan tugas nya? sampai kapan dia sibuk dengan kerjaan nya. apa dia gak mau berkeluarga?"


tanya mama yang kesal.


Asti hanya diam, tak ingin menanggapi mama nya itu.


"ma, nama nya jodohnya belum dateng? jadi bisa apa Asti kalau jodohnya belum menjemput?"


sahut Clara yang mencoba membuat mama mertua nya itu mengerti.


"mama tau, jodohnya belum dateng. tapi bisa kan di cari dulu? kalau kita gak jemput Giman jodoh nya mau dateng? kita juga harus berusaha. jangan bisa nya hanya pasrah pasrah saja!!"


jawab mama Asti.


Asti yang telah menyelesaikan tugas nya pun lebih memilih untuk pergi dari dapur dan duduk bersama kedua laki lakinya itu dan ketiga keponakan kecil nya yang sibuk dengan tingkah yang menggemaskan itu.


"gitu tuh kakak mu. kalau di bilangin selalu merengkel!! gak pernah mau dengerin mama"


ucap mama yang tidak terima akan tingkah putrinya, yang mengacuhkan dirinya saat diberi nasehat.


"bunda"


panggil Rio saat melihat kehadiran Asti.


Asti menoleh dan tersenyum.


"bunda lihat mainan ini, tadi Daddy memberikan ku mainan ini, keren kan bunda?"


tanya Rio yang meminta pendapat dengan mainan baru nya itu.


"keren sayang, Daddy mu ternyata memiliki selera yang bagus juga ya"


jawab Asti menyindir sang Abang.


"heh.. gue emang selalu punya selera yang bagus ye"


sambar Jaka yang merasa tersindir.


membuat gelak tawa bagi asti dan kedua anaknya itu.


"bunda, bunda gak bawa apa gitu buat adek?"


tanya Sela yang polos.


"heh!! kakak. gak boleh gitu, pantang!"

__ADS_1


sambar Clara yang mendengarnya tadi, membawa nampan berisi teh manis dan beberapa cemilan untuk di santap.


"gapapa kak. itu hak mereka. lagian juga aku kan bunda nya, itu memang sudah menjadi kewajiban ku kak"


jawab Asti dengan santai.


"maaf ya sayang, bunda lupa beli kan mainan buat kalian. gini aja, sebagai gantinya nanti bunda akan belikan mainannya besok, bunda akan kirimkan ke rumah kamu, gimana?"


tawar Asti, ketika melihat wajah wajah kedua keponakan nya itu terlihat kecewa.


"baiklah bunda"


jawab kedua nya kompak.


tak lama kemudian suara tangisan dari malaikat kecil pun menggema, membuat Clara dengan sigap mengangkat nya dan menggendong nya untuk menenangkan sang bayi.


karena sang bayi yang tak kunjung juga tenang, membuat Asti pun turun tangan.


"sini kak, biar sama Asti saja. mana tau dia tenang"


tawar Asti memberikan bantuan.


Clara pun menyerahkan nya langsung tanpa kata kata sekali pun, dengan lembut Asti membawanya ke pelukannya.


"kenapa sayang? kok nangis? anak ganteng gak boleh nangis, cup cup cup cup.. diam ya ganteng. kenapa nih anak bunda, haus? ya?"


begitu lah Asti menenangkan sang bayi, ia terus saja mengoceh dengan keponakan nya itu yang bahkan belum bisa bicara.


sedangkan di sisi lain, seluruh keluarga yang menyaksikan nya merasa terharu dengan cara Asti yang menenangkan seorang bayi. seperti Asti yang sudah siap untuk menjadi seorang ibu yang telaten.


dalam lubuk hati kedua paruh baya tersebut merasa sedih melihat kisah cinta anak nya yang tak seberuntung karir nya. tak tega melihat putri pertama nya, membuat satu tetesan membasahi pipi mereka.


begitu juga dengan Clara dan Jaka, yang terharu melihat sang adik yang menenangkan anaknya. jika diingat sangat miris sekali nasib cinta sang adik, yang penantian nya seakan sia sia. padahal, dari segi apapun sang adik sangat telaten namun masih berkata lain membuat keluarga tak bisa melakukan apapun. yang mereka bisa lakukan adalah mendoakan yang terbaik buat Asti.


setelah selesai menidurkan sang bayi, Asti pun meletakkannya kembali ke tempat tidur semulanya. perlahan ia menarukan nya, saat selesai Asti terkejut dengan tatapan keluarga nya yang seperti ingin menerkamnya.


"kenapa?"


tanya Asti yang Kikukan.


semua pun kini memalingkan tatapan nya.


"gapapa. Abang cuma mau pastiin aja kalau anak Abang di jaga dengan baik oleh bundanya"


jawab Jaka langsung.


"pa, bunda memang baik. gak seperti aunty Reysa, galak!!"


sahut Rio yang menatap sinis ke arah Reysa.


"iii enak aja. aunty gak galak, aunty cantik, baik.."


"iii cantik, cantik apaan. serem yang ada aunty"


sambar Rio yang memotong ucapan Reysa.

__ADS_1


membuat gelak tawa di keluarga ini. ya, entah kenapa Reysa selalu tidak akur dengan kedua keponakan nya itu. ada saja pertengkaran yang mereka lakukan seperti Tom and Jerry jika bertemu, namun ketika jarang bertemu mereka pasti selalu kangen kangenan satu sama lain saat vidcall.


__ADS_2