
Lulu yang masih terdiam di tempatnya menangis sesesak sesaknya. ya, hati perempuan mana yang tidak patah jika di tolak oleh laki laki yang kita cintai.
berubah dari setiap sudut hanya demi laki laki tersebut. namun, ternyata laki laki tersebut sama sekali tidak menghargai rasanya. mana ada perempuan yang tidak sakit mendengar jawaban laki laki yang menolak secara mentah mentah.
isakan demi isakan sekarang terjadi, air mata yang tidak bisa dibendung lagi oleh Lulu kini semakin deras. pipi yang membasahinya kini juga mulai menunjukkan mata yang sembab.
ya, malang sekali nasib percintaan Lulu yang bertepuk sebelah tangan.
setelah dirasa cukup untuk berjalan. Lulu pun segera memanggil pelayan untuk meminta tagihannya dan membayarnya, lalu pergi meninggalkan restoran tersebut.
dia berjalan sangat lunglai. bahkan orang orang yang melihatnya seperti orang linglung, mereka yang melihat kondisi Lulu yang berjalan dengan tatapan kosong, saat ini merasa sangat iba.
Lulu masih berjalan dengan setengah kesadaran. ucapan dari Kevin, mampu membuat goresan di hatinya.
Lulu pun segera memesan taxi dan meminta taxi agar membawanya ke sebuah apartemen.
dia pun turun dan membayar taxi saat sudah sampai tepat di depan gedung apartemen
"mbak ini uang nya lebih mbak!"
panggil pak supir, ingin memberikan kembaliannya.
Lulu pun menoleh dan menatap pak supir dengan tatapan yang masih kosong
"ambil saja pak. itu bonus untuk bapak"
Lulu kembali meninggalkan taxi tersebut dan berjalan.
dia pun menaiki lift untuk menuju ke apartemen yang berada di lantai lima. sesampainya di lantai lima, Lulu memasukkan pin akses apartemen tersebut.
dia pun masuk, ke dalam dan membaringkan tubuhnya di sofa yang berada tak jauh dari sana. dan dia kembali lagi menangis dengan histeris disana.
"aku membenci mu Kevin aku membenci mu!!!! kenapa kau tega membalas semua nya dengan rasa ini!!! apa salah ku Kevin? apa??"
ucap Lulu yang sangat sakit hati dengan penolakan Kevin tadi.
••••••••••
sementara itu Alex yang baru pulang dari rumah sakit, pun sudah sampai di apartemen nya dalam waktu tiga puluh menit.
__ADS_1
ia sekarang sudah sampai di lantai lima melewati lorong, karena apartemen nya terletak paling ujung.
saat beberapa langkah Alex sudah sampai apartemen nya, ada yang membuatnya menghentikan langkahnya. Alex terhenti karena pintu apartemen nya terbuka.
Alex merasa bingung, pasalnya sebelum pergi dia sudah memastikan pintu apartemen terkunci dan yang mengetahui pin akses pintu apartemen nya cuma dia sendiri.
Alex pun melangkah perlahan, takut jika itu adalah perampok yang membobol apartemen nya. dia berjalan dengan sangat pelan pelan, berwaspada kepada sekelilingnya.
namun saat sudah sampai di ambang pintu Alex hanya mendengar suara tangisan. ya, tangisan yang histeris. membuat Alex mengeryitkan keningnya
"suara tangisan siapa ini?"
tanya Alex dalam hati.
dia pun mengintip, melihat ke dalam. ternyata itu adalah adiknya. ya, adiknya yang sedang menangis histeris disana. memaki maki seseorang disana. Alex yang melihatnya seperti tidak mengenal adiknya saat ini.
ada tatapan yang kaget ketika Alex melihat adiknya yang sudah bersiap dengan pisau yang ada di piring buah. dia pun segera bergegas berlari dan mengambil pisau tersebut sebelum pisau itu mencelakai adiknya.
"apa yang kau lakukan!!!"
bentak Alex marah.
"kak....
Lulu pun segera memeluk kakak nya dengan erat. membuat Alex merasa heran
"katakan pada ku apa yang terjadi?"
tanya Alex yang khawatir.
"Kevin kak.. Kevin..."
"ada apa dengan Kevin!!!"
"dia menolak ku lagi kak.. dia bahkan menghinaku kak.. dia jahat kak jahat!!!"
jawab Lulu dengan merintih sembari menangis histeris lagi.
Alex yang mendengarnya merasa geram, lagi lagi adiknya di sakiti oleh Kevin.
__ADS_1
"tenang lah lu, kakak gak akan biarkan kamu merasakan rasa ini lagi. kamu tenang lah"
ucap Alex menatap mata Lulu yang kosong, dan kembali memeluk adiknya dengan erat.
"awas saja kau Kevin!! kau sudah berani menyakiti adikku? maka kau harus siap dengan konsekuensinya!! aku akan membuatmu menderita sederita mungkin!! sampai kau merasakan apa yang adikku rasakan bahkan lebih dari itu!!!"
ucap Alex dalam hati penuh dnegan dendam.
kali ini Alex tidak akan membiarkan adiknya di sakiti lagi. ya, rasa tidak suka Alex kepada Kevin semakin bertambah. sekarang hanya kebencian lah yang akan dia tujukan kepada Kevin.
"kak, jika Kevin tidak bisa dimiliki oleh ku. maka siapapun tidak berhak memilikinya"
ucap Lulu menatap kakaknya dengan mata yang sembab.
Alex pun mengangguk.
sekarang keadaan Lulu jauh lebih tenang dari sebelumnya. bahkan Lulu tertidur di dalam pangkuan kakaknya. ia merasa lelah karena hampir setengah harian lebih dia menangis dan memaki Kevin.
saat Lulu sudah tertidur di pangkuannya, Alex pun membawa Lulu ke dalam kamar. dia mengangkat badan Lulu dengan pelan agar tidak mengganggu tidurnya Lulu. lalu meletakkan Lulu di kamar tamu.
selesai meletakkan nya, sebelum keluar dari kamar Alex sempat menatap wajah adikku itu dari dekat, lalu mencium kening adiknya agak lama dengan lembut.
dia pun keluar bergegas ke dapur. setelah melihat adiknya yang menangis histeris bahkan hampir membahayai adiknya, rasa kantuk pun jadi hilang dalam sekejap.
ia membuat secangkir kopi cappucino, dan membawanya ke balkon. entah apa yang sedang ia pikirkan. dan entah mengapa balkon adalah tempat yang mampu membuatnya tenang.
ya, bukan hanya sekali atau dua kali dia menjadikan balkon sebagai tempat penenangnya, melainkan sudah sering ia jadikan balkon sebagai penenang hatinya yang sedang gundah atau suntuk.
dari balkonnya ia menatap jalanan yang masih lumayan ramai di lewati oleh kendaraan bermotor beroda dua atau empat, bahkan bisa lebih. tak itu saja dia juga bisa melihat banyak gedung gedung yang tinggi menjulang, dan rumah rumah yang berjejer rapat disana.
ditambah lagi dengan langit yang hampir berwarna biru langit dan dihiasi oleh bintang yang bertaburan ditambah dengan bulan yang sempurna menetap disana dan tak lupa angin malam yang membuat suasana malam ini semakin mendukung.
"akhhhhhh"
jerit Alex sekuat kuatnya, dia tidak perduli dengan orang orang yang mendengarnya.
"kau lihat saja Vin. aku akan membalasmu! kau lupa sedang berhadapan dengan siapa? kau lupa sedang menyakiti hati siapa! kali ini aku tidak akan membiarkan mu bahagia bersamanya. aku akan pastikan kau akan sengsara"
ucap Alex dengan intonasi yang penuh dengan dendam.
__ADS_1
ya malam ini Alex menikmati malamnya dengan berfikir, cara untuk membalas semua perbuatan Kevin kepada adiknya.
Abang mana yang terima jika melihat adik kesayangannya disakiti oleh orang lain. mana ada Abang yang terima melihat adiknya seperti ini. itulah yang dirasakan oleh Alex sekarang.