Terpaksa Pacaran Berakhir Kebahagiaan

Terpaksa Pacaran Berakhir Kebahagiaan
Keputusan


__ADS_3

sudah hampir seminggu Asti magang di rumah sakit tersebut. ya, dia sangat menikmati magang dia kali ini, bahkan Asti tidak sadar bahwa dia sudah hampir magang seminggu di rumah sakit tersebut.


Asti pun bergegas berjalan menemui dokter Yani yang merupakan salah satu dokter di rumah sakit ini. dia akan membantu Asti dalam magangnya. dia diberi tanggung jawab langsung oleh Alex, pemilik rumah sakit ini.


di melewati lorong, tak jarang juga dia menyapa para pasien dan beberapa perawat yang lewat berlalu lalang di lorong tersebut. iya, Asti dikenal di rumah sakit ini sebagai anak magang yang ramah tamah terhadap semua orang. bahkan tak jarang, ia membantu para perawat dalam menjalani tugasnya. padahal, ia sangat sibuk dengan tugasnya yang di beri tanggung jawab oleh dokter Yani.


dia bahkan tak sungkan untuk menawar kamdiri membantu mereka. selain itu juga, Asti selalu berbaur dengan mereka saat waktu senggang atau jam makan siang. ya, begitu lah Asti. menurutnya, Asti harus berbaur dengan mereka. karena dengan lebih dekat kepada mereka maka Asti akan memiliki banyak teman, tidak itu saja bahkan dari mereka Asti bisa dapat pelajaran hidup, dia bisa jadi lebih dewasa lagi.


namun, kali ini jalannya di percepat dengan membawa berkas berkas penting yang harus Asti berikan kepada dokter Yani, karena dia memintanya semalam.


saat sedang berjalan karena sampai terburu burunya


Brakk,,,,,,


seketika berkas yang di genggam itu jatuh ke lantai tanpa tersisa.


"iiii jalan itu lihat lihat dong!! gak tau apa orang lagi buru buru?"


bentak Asti kesals sembari mengutip berkas berkas yang berjatuhan di lantai.


"hei!! kamu yang jalan lihat lihat!! apa kamu tidak melihat ada orang di depan kamu? punya matakan? dipakai!! udah kamu yang salah Mala nyalahin orang"


suara laki laki seperti tidak asing di telinga Asti, Asti pun melihat ke atas. ya benar, itu adalah suara Alex. Asti pun jadi merinding ketakutan, dia segera bangkit setelah selesai mengumpulkan berkas yang berceceran.


"ma ma maaf pak, saya tidak sengaja. tadi saya hanya terburu buru karena berkas ini harus segera saya serahkan kepada dokter Yani. ini salah saya pak, saya minta maaf"


ucap Asti yang menunduk ketakutan.


"baiklah saya maafkan, untung saja kamu mahasiswa kesayangan teman saya? jika tidak!! say tidak akan segan segan untuk menyerahkan kamu kembali kepada dosen mu"


Asti yang mendengar nya semakin merinding bukan main.


"lain kali jangan di ulangi! saya tidak suka dengan orang yang mengulangi kesalahan yang sama, padahal masih banyak lagi kesalahan yang belum kamu coba!!"


Alex pun melangkah meninggali Asti yang masih berdiri mematung disana.


setelah Alex menghilang dari hadapan nya, Asti pun segera bergegas ke ruangan dokter Yani.


"buk ini adalah berkas berkas yang ibu minta kemarin"

__ADS_1


Asti menyodorkan berkas tersebut temapt di meja Yani. Yani pun tersenyum dan mengambil nya.


"baiklah, kamu sekarang kembali ketugas awal mu. pastikan semuanya kamu periksa"


Asti mengangguk dan keluar dari ruangan dokter Yani.


ya,. seperti itu lah pekerjaan Asti saat magang. dia di beri tanggung jawab untuk memeriksa keadaan pasien sehari dua atau sampai tiga kali. Asti sangat menikmati peran dia sekarang.


dia pun bersama salah satu suster tersebut membantu Asti dalam menangani pasien, Asti selalu di tunggu tunggu oleh semua pasien yang ia tangani.


semua pasien yang di tangani oleh Asti, rata rata sangat menyukai sikap dan sopan santunnya Asti. bahkan mereka selalu menunggu Asti untuk dateng memeriksa mereka.


seperti biasa kali ini dia akan ke salah satu pasien yang di rawat inap di ruang mawar 3.


"pagi, buk"


ucap Asti sembari tersenyum


"pagi dokter"


"saya periksa dulu ya buk, gimana ibu merasa baikan gak dari yang sebelumnya?"


Astipun mulai memeriksa sembari mengajak ngobrol pasiennya dengan ramah dan telaten.


senyum Asti, sedangkan wanita itu tampak begitu bahagia mendengar penjelasan Asti tentang keadaan nya.


"saya tinggal dulu ya buk, perawat jangan lupa agar memberikan ibu ini tepat waktu!"


Asti berjalan meninggalkan ruangan tersebut beralih ke ruangan yang lain, begitulah tugasnya.


setelah selesai tugasnya, biasanya di akan ke taman untuk mengerjakan skripsi nya. karena hanya itulah waktu dia untuk mengerjakan nya. kalau di rumah biasanya dia hanya pulang, makan dan tidur, dia tak punya waktu untuk mengerjakan skripsi nya.


namun, terkadang Asti meninggalkan skripsi nya ketika ada pasien yang tidak mau makan atau minum obat, atau ketika ada pasien yang berjalan sendiri dan terjatuh geletak di taman.


sepasang mata dari kejauhan terus memperhatikan gerak gerik Asti. bukan menaruh kecurigaan pada Asti, tapi melainkan ingin membuktikan apa kata temannya. bawa Asti merupakan mahasiswa kedokteran andalan mereka.


ya sejak pertama kali dia masuk, dia sudah memperhatikan Asti dan ingin membuktikan sendiri.


"tidak ku sangka bahwa apa yang dikatakannya itu benar. kau bahkan telaten dalam mengurus pasienmu dengan baik, melebih para dokter yang sudah bekerja bertahun tahun"

__ADS_1


ucap Alex memuji Asti dalam hati, tanpa disadari ia tersenyum bahagia.


ya Alex terus menatap wajah Asti dari layar monitor, yang terhubung dengan CCTV yang berada di setiap sudut ruangan.


saat lagi waktu jam makan siang, Asti yang sedang santai pun kini dibuat panik karena terjadi kecelakaan besar. para perawat yang makan siang pun bergegas membantu para korban kecelakaan yang telah di evakuasi ke rumah sakit.


Asti pun ikut turun serta, karena Asti merasa bahwa ia juga bertanggung jawab. jiwa kedokteran nya mungkin memanggilnya.


"bagaimana ini dok, semua dokter pada pergi untuk jam makan siang. sementara dokter yang berjaga sedang melakukan operasi"


ucap perawat tampak panik.


Asti pun mulai melihat perawat perawat yang panik karena tidak ada satu dokter pun yang akan menangani korban tersebut.


sedangkan Alex yang menatapnya dari monitor pun merasa tegang. ia sebenarnya ingin ikut turun langsung membantu, tapi sebelum itu dia ingin melihat keputusan apa yang akan di ambil Asti.


Asti berpikir sejenak, ia bukanlah seorang dokter namun ia adalah calon dokter. menangani hal seperti ini, jika terjadi sesuatu dnegan pasien maka nama nya yang akan di tuntut. bisa bisa dia akan di keluarkan dari kampus.


namun jika menunggu para dokter, maka banyak nyawa yang tidak akan terselamatkan. tapi tiba tiba, jiwa kedokteran nya pun muncul dia mengambil keputusan untuk menangani nya. dia pasrah, dia akan ikhlas jika dia akan dituntut Jiak terjadi sesuatu pada korban.


"baiklah sus, segera tangani luka luka mereka! yang parah segera bawa ke ruangan ICU. sementara saya akan memanggil teman teman saya untuk membantu kita"


Asti pun segera menelpon teman temannya, namun tampaknya teman temannya tak berani mengambil langkah yang besar seperti Asti. dia pun memutuskan untuk tidak menghiraukan dan segera menangani korban kecelakaan tersebut.


melihat keberanian Asti membuat Alex kaget.


"ternyata kau berani juga mempertaruhkan sarjana mu demi menyelamatkan nyawa manusia. aku salut dengan mu jiwa kedokteran mu sangatlah tinggi, baiklah akau akan membantumu"


ucap Alex dan kembali tersenyum saat melihat Asti di layarnya.


•••••••


"apa yang terjadi?"


tanya Alex kepada Asti yang terlihat panik.


"ada korban kecelakaan besar pak, para dokter yang berjaga sedang melakukan operasi. sedangkan yang lain sedang makan siang, jadi saya jadi saya mengambil keputusan untuk menangani nya pak"


Alex tersenyum dengan jawaban Asti yang masih berkutak Katik dengan alat alat dokternya.

__ADS_1


"pak, sebaiknya bapak menangani pasien yang ada di ruang IGD pak!! saya akan menangani yang ada disini. di IGD nyawanya jauh lebih penting"


perintah Asti masih memainkan alat alat tersebut, Alex pun segera pergi menangani pasien yang berada di ruang IGD.


__ADS_2