Terpaksa Pacaran Berakhir Kebahagiaan

Terpaksa Pacaran Berakhir Kebahagiaan
Serius


__ADS_3

malam semakin larut kini acara mulai di ganti dengan acara berdansa bareng. dimana setiap pasangan suami istri atau kekasih bisa saling berdansa bareng di tempat yang telah di sediakan.


ya, saat ini Kevin hanya sebagai penonton di pojok ujung sana. ia melihat Clara yang berdansa dengan Jaka tanpa malunya, juga kedua orang tuanya yang tak mau kalah, dan beberapa temannya itu dan jangan lupa dengan sepasang pengantin yang berdansa dengan bahagia nya.


"kamu gak dansa?"


tanya Asti, membuat Kevin terkejut dan keluar dari lamunannya.


"eh kamu as. enggak. aku gak dansa"


jawab Kevin tersenyum tipis.


"kenapa?"


tanya Asti seolah menggoda Kevin.


"karena pasangan ku pasti tidak akan mau di ajak dansa. jika belum muhrim kan?"


jawab nya Kevin sembari bertanya kembali.


Asti perlahan tersenyum lebar menatap mata milik kekasihnya itu.


"iya, tapi kan kamu bisa dansa dengan yang lain?"


tanya Asti lagi.


"jika aku berdansa dengan yang lain. maka yang ada nanti singa yang ada disini akan mengamuk. dan aku tidak akan bisa menenangkan singa tersebut"


jawab Kevin sembari tertawa renyah.


"kau menganggap ku singa?"


tanya Asti yang kini kesal.


"enggak. aku.. aku cuma bilang. kalau kamu merasa berarti.. bisa kamu simpulkan sendiri"


jawabnya menahan tawa. namun tawa nya tak bisa tertahan lagi melihat ekspresi wajah milik kekasihnya itu.


"bukan bukan gitu. maaf. aku cuma gak mau pemilik hati ku ini marah pada ku, itu saja"


ucap Kevin lagi merasa bersalah.


"iya aku tau kok. aku cuma bercanda. lagian kan bentar lagi juga kamu akan menikahi ku kan? akan membuatku menjadi muhrim mu kan? setelah kita muhrim, kita baru bisa berdansa bareng seperti mereka mereka"


tunjuk Asti kepada beberapa pasangan yang sedang asik dengan dansanya itu.


Kevin menarik nafas, dan mengeluarkan nya secara perlahan lalu tersenyum perlahan.


"Vin, aku mau pulang? soalnya besok aku harus temui pak Adi buat revisi skripsi ku"


ajak Asti kepada Kevin Yangs Edang berbicara dengan teman temannya setelah acara dansa nya sudah berakhir.


"baiklah. oh iya gue tinggal duluan ya. nikmati ya bro!!"


pamit Kevin kepada teman temannya itu. lalu menarik tangan Asti menjauh dari sana.


"kita pamit dulu sama Billy dan Dini, baru kita pulang. takutnya mereka nanti ke carian kita lagi"


ucap Kevin membawa Asti pergi menghampiri pelaminan tersebut.


sesampainya disana.


"bro pulang duluan ya.."

__ADS_1


ucap Kevin berpamitan kepada sahabat nya itu.


"lah. kok cepat banget!!"


balas Billy dengan wajah terkejut.


"biasa nganterin Asti pulang. kata nya besok dia harus masuk kampus karena harus memperlihatkan hasil revisinya kepada dosen pembimbing nya"


jawab Kevin.


"Asti... kok cepat banget?"


tanya dini yang tak terima jika Asti pulang cepat.


"maaf. aku harus pulang duluan Din. besok aku ada jadwal jumpai pembimbing ku. aku gak mungkin gak hadir. soalnya kan dia punya kesibukan sendiri, lagian juga waktu nya sudah di atur dua Minggu yang lalu dan dia baru punya kesempatan besok untuk jumpa dengan ku"


Jawab Asti dengan jelas.


"kau lebih mementingkan revisi mu itu ke timbang aku??"


tanya dini kesal.


"bukan gitu.."


jawab Asti, ia pun menarik tubuh dini ke dalam pelukannya, lalu mengelus bahu milik temannya itu. pertama kali nya dini di peluk Asti setelah penolakan yang beberapa kali ia dapatkan.


dini pun mempererat pelukannya tersebut.


"bukan gitu Din, kasihan kan jika aku gak dateng besok? sedang kan dosen pembimbing ku sudah menentukan jadwal jumpa yang cocok dengan ku besok. setelah dua Minggu loh. dia itu sangat sibuk. sudah pasti untuk meladeni ku itu hanya membuang sia sia waktu nya bukan. jadi kau paham kan? lagian juga kita masih bisa jumpa kok, jadi istri yang benar!!"


jawab Asti masih memeluk dini.


tak mendapat kan jawaban dari temannya dini. Asti pun tersadar, bahwa mereka sudah pelukan cukup lama. ia pun berusaha melepaskan pelukannya, namun dini mala tak mau melepaskan nya.


"Din, nanti malam aja kau lakukan itu pada Billy jangan pada ku!!"


sontak dini pun melepaskan nya dan menjitak kening Asti dengan pelan.


"dasar mesum!!"


dengus nya kepada Asti.


•••••••••••••


jalanan sungguh sangat hening malam ini. malam semakin larut hanya beberapa pengendara motor yang lewat dan berlaku lalang di jalanan.


diiringi dengan musik yang galau, menambah kesan kesunyian malam.


sampailah mereka pada halaman depan rumah Asti.


"makasih ya Vin"


ucap Asti saat hendak membuka sabuk pengaman nya.


Kevin mengangguk dan tersenyum pada Asti.


"yaudah aku Luan ya"


ucap Asti tersenyum, lalu tangannya bergerak untuk membuka pintu mobil, namun tangannya kaki ini ditahan oleh Kevin saat pintu mobil sudah berhasil terbuka.


"kev, kenapa?"


tanya Asti bingung.

__ADS_1


"aku cuma ingin bicara sebentar sama mu as"


jawab Kevin tanpa menatap Asti.


Asti pun kembali menutup pintu mobil.


"kau ingin bicara apa?"


tanya Asti penasaran.


"aku ingin bicara serius as"


jawab Kevin kali ini menatap Asti.


"katakan? apa yang seriusnya?"


tanya Asti balik.


"aku ditugaskan oleh ayahku untuk mengelola perusahaan nya yang ada di luar negeri. besok keberangkatan ku. jadi aku mungkin gak bisa nganter kamu"


ucap Kevin tak menatap Asti kali ini.


ada rasa sedih menghinggap seketika di hati Asti. namun segera di tepis Asti dengan senyuman lembutnya.


"ya, terus? sebagai anak yang baik pasti kamu akan menurutkan? lagian juga gak ada masalah. aku yakin ini yang terbaik"


"kamu it's okey?"


tanya Kevin menatap Asti dan menggenggam kedua telapak tangan Asti.


"Vin, aku gak masalah. untuk masalah pernikahan kita, tenang saja. aku juga gak terburu buru kok. aku akan tunggu kamu di sini kev. berjanji lah pada ku kau akan pulang, karena aku akan setia menunggu mu disini"


jawab Asti dengan lembut sembari tersenyum.


Kevin mengangguk dan tersenyum tipis.


"iya aku pasti akan pulang kok. tapi kamu juga harus janji sama aku"


balas Kevin menatap dalam mata sang kekasihnya.


"janji apa?"


tanya Asti yang penasaran.


"janji bahwa kau akan melangsungkan kehidupan mu tanpa aku"


jawab Kevin.


Asti tertawa kecil.


"Vin, itu sudah pasti lah. aku akan melanjutkan hidupku tanpa mu. mungkin aku akan melanjutkan hidupku dengan kesibukanku meraih apa yang belum aku raih. mengumpulkan uang sebanyak banyaknya agar saat nanti,, amit amit deh jangan sampai. tapi jika sampai aku tak akan kuwalahan untuk hidup sendiri"


jawab Asti santai.


"maksud aku...


"udah lah Vin. masalah gini kok di bawa serius. aku percaya sama mu sepenuhnya. kau melakukan ini juga demi masa depan keluarga kita kan? pokoknya kamu fokus aja sama di sana. aku disini akan setia menunggu mu"


ucap Asti memotong ucapan Kevin.


Kevin pun menundukkan kepalanya. lalu kembali menegakkan kepalanya menatap wajah milik kekasihnya itu.


"oh iya maaf ya besok aku gak bisa nganterin kamu ke bandara. satu lagi jika aku wisuda nanti kau hadirkan? kau harus hadir titik!!"

__ADS_1


ucap Asti yang membuka pintu mobil lalu turun dan menutup nya kembali.


dan melambaikan tangan ketika mobil milik kekasihnya itu pergi meninggalkan nya.


__ADS_2