Terpaksa Pacaran Berakhir Kebahagiaan

Terpaksa Pacaran Berakhir Kebahagiaan
Suprise di Ulang Tahun Asti


__ADS_3

acara sudah resmi sudah selesai tinggal lah acara bebas, tak berapa lama Asti melihat segerombolan orang yang Asti kenal Dateng dan menghampiri Asti.


semakin dekat semakin jelas, ia itu adalah segerombolan Kevin. disana terlihat ada Kevin, perempuan itu, dini dan Billy.


Asti pun bingung harus melakukan apa, dia tak ingin melihat wajah wajah pengkhianatan tersebut.


"aku harus bisa keluar dari sini, jika tidak ingin jumpa dengan mereka, bagaimana pun cara nya"


itulah yang ada dipikiran dan dibenaknya Asti saat ini.


"ma,, Asti mau ke kamar mandi dulu ya ma"


ucap Asti meminta izin pergi kepada mama nya.


"bentar lagi ya,, tunggu mereka salaman dulu baru kamu pergi"


jawab mama yang tidak memberikan Asti pergi.


"ma,, tapi ini udah sesak!!"


desak Asti.


"sayang tahan ya,, kalau kamu salaman dulu kan enak. jadi kamu mau lama dikamar mandi pun gak ada masalah"


kali ini Asti tidak bisa membantah.


ya, saat ini yang harus dia lakukan hanyalah pasrah dan mengikuti alur nya saja.


dari kejauhan terlihat perempuan itu sangat akrab dengan keluarga Kevin, membuat Asti menjadi curiga. sebenarnya perempuan itu siapa? kenapa bisa dekat dengan keluarga Kevin?.


sekarang begitu banyak pertanyaan yang terlintas di dalam pikiran Asti. namun, Asti Mala langsung berfikir bahwa mungkin Kevin sudah memperkenalkan perempuan itu kepada keluarga nya sehingga terlihat lebih akrab.


dan sekarang adalah hal yang paling membuat Asti deg degan. karena mereka akan Dateng dan bersalaman sembari mengucapkan selamat, yang sebenarnya Asti sendiri tidak ingin ucapan selamat terlontar kan dari mulut pengkhianatan.


Asti pun menarik nafasnya dalam-dalam, tak berapa lama kemudian mereka sampai pada hadapan Asti.


tepat di depan Asti adalah Kevin dan samping sebelah kanannya adalah perempuan tersebut.


"as,, selamat ya umurnya udah bertambah"


ucap Kevin datar sembari menyodorkan tangannya


"iya sama sama"


jawab Asti seadanya membalas sodoran tangan Kevin.


"selamat"


ucap perempuan tersebut dengan senyuman.


"iya"


balas Asti sedikit dengan senyuman.


setelah satu selesai sekarang giliran dini dan Billy.


dini bingung harus mulai dari mana, karena selama ini mereka tidak pernah diaman selama ini. sehingga saat jumpa terciptalah jurang di antara mereka.


Asti pun juga merasakan hal yang sama, Asti merasa apa yang dirasakan dini. namun, balik ke prinsip Asti yang tidak pernah suka dengan pengkhianatan.


"as,, selamat ya,,"


ucap dini dengan mata berkaca-kaca, karena dihari ulang tahun Asti mereka sedang tidak akur.


"iya "


jawab Asti singkat tanpa senyuman sama sekali.


ingin rasanya Asti menangis namun ditahannya, karena dia harus terlihat kuat agar tidak ada orang lagi yang bisa menyakitinya.


begitu juga dengan Billy, dia sadar saat ini kondisi nya berbeda. ada tembok yang kini memisahkan mereka.


lalu dini pun memberikan kado untuk Asti


"ini dari kami berdua"


"makasih"


Asti pun mengambil kado tersebut dan meletakkan nya di atas meja.


•••••


di satu sisi mama Kevin merasa ada yang aneh dengan mereka berdua, biasanya mereka berdua kalau jumpa sudah kayak pasangan, tapi kali ini kenapa tidak? ada apa dengan mereka berdua?


begitulah pemikiran mama Kevin melihat reaksi Anatar Kevin dan Asti.


seperti orang yang sedang berantam dan tidak mau cakapan.


"Vin, kamu baik baik saja kan sama Asti?"


tanya mama Kevin selepas Kevin selesai bersalaman.


"iya ma,, baik kok. tenang saja,, yaudah Kevin tinggal dulu ya ma"


Kevin pun pergi bersama dengan dini, Billy dan perempuan tersebut.

__ADS_1


•••••••


tak beberapa lama kemudian, Kevin Dateng dengan membawakan bolu ulang tahun ditangan nya dengan tulisan happy birthday untuk Asti sayang dan dimeriahkan oleh suara dini, Billy dan perempuan tersebut.


tak lupa juga mereka memakai topi ulang tahun dan membawa beberapa balon ditangan mereka.


Asti pun yang melihatnya merasa heran, dia merasa bingung dengan apa yang dilakukan Kevin.


setelah sampai dihadapan Asti, Kevin meminta Asti untuk meniup nya, namun Asti menolaknya karena Asti ingin minta kejelasan dari Kevin.


"aku kasih tau semua nya, tapi tiup dulu"


jawab Kevin dengan lembut.


Asti pun segera meniup nya.


setelah selesai, Asti langsung meminta penjelasan dari Kevin.


"sekarang jelaskan?"


ucap Asti.


"baiklah,,"


jawab Kevin sambil tersenyum dan mengelus kepala Asti dengan lembut.


"jadi ceritanya..


flashback on


"dek,, aku perlu bantuan kamu nih"


ucap Kevin lewat telpon.


"perlu bantuan apa bang?"


tanya perempuan tersebut.


"aku perlu ide"


"ide apa? buat apa?"


"buat acara ulang tahun gitu"


"emang siapa yang ulang tahun?"


"adalah yang jelas dia tuh orang yang spesial bagi Abang"


"oo yaudah kasih aja dia cincin, atau sekalian aja dilamar?"


"kepengen nya sih gitu,, tapi.."


"masalah nya Abang sama dia lagi gak akur nih. gara gara salah paham gitu. Abang sih udah mantap, tapi kalau dia Abang belum yakin"


"oo yaudah tenang saja nanti aku Dateng ke rumah dan bantu Abang. oke!"


"oke"


"yaudah aku tutup dulu ya,, bye,,"


telponan pun berakhir.


flashback off


"dari situ lah awal mula nya?"


ucap Kevin.


"terus dia siapa?"


lirik Asti ke arah perempuan tersebut.


"dia itu adik aku,, jadi mama aku tuh punya adik nah dia itu adik aku. namanya Sonya"


jelas Kevin.


"ini semua ide dia, pas kamu ngepergokin aku waktu itu,, sebenarnya aku udah mau jujur. tapi ditahan sama dia, katanya ini bagian dari rencana. nurut!!"


jelas Kevin lagi.


"yaudah aku nurut aja, ikuti alur nya. namanya minta tolong masa aku gak nurut"


lanjut Kevin.


"terus berarti,, dini sama Billy tau?"


"iya tau lah. ceritanya,,,


flashback on


"tenang dulu lah jangan marah marah,, jangan nuduh bang Kevin yang enggak enggak lah"


ucap Sonya yang tidak terima dengan ocehan dari dini.


"hey dasar PHO diam lah!!"

__ADS_1


bentak dini yang makin emosi karena Sonya ikut campur.


"apa apaan tuh mulut,, dijaga ya!!! aku gak PHO!! kamu dengerin dulu penjelasan dari ku!!! jangan asal nuduh!!"


balas Sonya yang tak mau kalah.


"apa yang mau dijelasin?"


ucap dini masih menahan emosi.


"oke,, tenang dulu baru aku jelasin"


ucap Kevin.


setelah menurut Kevin dini dan Sonya sudah merasa tenang, Kevin pun menjelaskannya baik baik kepada dini.


"Din, perkenalkan dia adalah adik sepupu ku Sonya. dia bukan PHO enggak,, dia disini ngebantu aku Din"


"ngebantu apa? kalau ujung ujungnya ngerusakin"


jawab dini cetus yang masih tidak terima.


"dia ngebantu aku untuk ngasih kejutan buat Asti. alasan kenapa harus kejutan yang kayak gini? itu semua karena aku ingin Asti ngerasain apa yang aku rasain ketika pergi dengan laki laki yang tidak aku kenal tanpa sepengetahuan ku. itu aja gak lebih kok"


jelas Kevin.


"iya kak, aku juga gak mau kali kak jadi orang ketiga dalam hubungan. ini kan kejutan sekaligus ngasih pelajaran sama kak Asti"


sambar Sonya.


"oo,, kalau gitu aku minta maaf ya Son"


dini pun memeluk Sonya.


"aku kepengen dong ikut dalam rencana kalian?"


pinta dini saat melepaskan pelukannya dari Sonya.


"boleh kak boleh,, pasti ini akan tambah seru"


ucap Sonya dengan wajah licik.


flashback off


"jadi yaudah semua terlaksana kan sesuai dengan rencana. maaf ya,, buat kamu sakit hati sampai teriak cakap cakap yang gak bagus"


ejek Kevin.


namun, Asti merasa heran kenapa Kevin tau kalau dia teriak teriak dan berkata kata kasar.


"kamu?.."


"iya aku tau, tau nya dari Jenny. jenny cerita semua sama aku,, karena dia gak tega lihat kamu yang kayak gitu,, dia sempat marah sama aku. cuma kan aku jelasin semua biar gak jadi salah paham. baru aku minta dia buat nyembunyiin hal ini dari kamu, yaudah dia nurut"


sambar Kevin dan menjelaskan semua nya pada Asti.


"kamu jahat,,,"


rengek Asti dan menangis di pelukan kevin, karena merasa bersalah dengan Kevin yang selalu ada buatnya bahkan selalu melindunginya.


tak lama kemudian dini Dateng dan memeluk Asti.


"Din aku minta maaf ya,, aku tarik deh omongan ku yang kemarin"


ucap Asti di pelukan dini sambil menangis sejadi jadinya


"iya gapapa namanya juga kejutan,, tapi kejutan nya berhasil gak?"


"berhasil buat emosi!!"


jawab Asti kesal, mereka pun tertawa dan kembali berpelukan.


setelah selesai, tiba tiba Kevin menarik tangan Asti dan memasangkan cincin di jari manis Asti.


Asti yang melihatnya kaget dan matanya berkaca, seharusnya dia bersyukur mempunyai pacar sebaik dan seganteng Kevin.


betapa bodohnya dia yang selalu berpikir negatif tentang pacarnya, padahal pacarnya tidak pernah berpikir negatif apapun tentang nya.


"ini apa?"


tanya Asti.


"ini hadiah dari ku untuk mu,, ini adalah tanda keseriusan ku pada mu as"


ucap Kevin tersenyum.


dan Asti hanya terdiam merasa terharu sambil menatap mata Kevin dalam.


Asti pun memeluk Kevin dengan erat.


ketika pelukan


"kak as,, kakak beruntung loh bisa jadi pacarnya bang Kevin,,bang Kevin baik, ganteng, penyanyang sekalinya sayang gak akan pernah dilepas. kakak adalah wanita yang paling beruntung,, karena bang Kevin belum pernah nyakitin perasaan seorang wanita apalagi Tante Yani, mana berani dia nyakiti hati tante. tanya aja sama Tante kalau gak percaya?"


ucap Sonya membuat Asti dan Kevin melepaskan genggaman nya dan mendengar ucapan Sonya.

__ADS_1


dalam hati Asti berkata


"iya aku beruntung bisa dapat laki laki sebaik dia dan selembut dia, ganteng lagi. aku beruntung dapat laki laki seperti kamu Kevin Wijaya Nugroho"


__ADS_2