Terpaksa Pacaran Berakhir Kebahagiaan

Terpaksa Pacaran Berakhir Kebahagiaan
Ngprank!!!


__ADS_3

tepat pada hari dimana Asti naik untuk lanjut ke semester selanjutnya, tepat disitulah acara pernikahan Jaka dan Clara akan di adakan.


hari ini adalah hari terakhir dia di kampus, karena besok dia akan libur dalam satu bulan lebih.


"eh,, teman teman ku yang baik Budiman! aku mau nyampai kan sesuatu nih!!"


teriak Asti di ruang kelas.


"apa?"


tanya Sindi yang penasaran.


"ini aku mau kartu undangan, Dateng ya?"


ucap Asti sembari memberikan kartu undangan satu persatu ke teman kelasnya.


salah satu di antara mereka ternyata ada yang membaca surat undangan itu duluan.


"yaelah,, aku kira kau sama Kevin yang mau nikah. ternyata tidak?"


ucap Vian yang membuat satu kelas tertawa.


"eh,, tapi tunggu kan masih lama lagi as,, seminggu lebih lagi. kenapa bagiinnya cepat?"


tanya Sindi.


"iya,, biar teman teman ku yang Budiman ini merasa terhormat. gak mungkin kan aku kirim ke Wa pribadi kalian? nanti dibilang gak sopan lagi?"


jawab Asti.


"untuk kamu Vian!! masih banyak mimpi yang harus aku kejar? paham!! satu lagi hari ini undangan bangku yang aku berikan sama kamu, tapi suatu saat nanti aku akan berikan kartu undangan lengkap dengan nama ku dan calon imam ku disana!!"


jawab Asti yang tegas.


membuat satu kelas pun bertepuk tangan karena ucapan Asti.


"Dateng ya,, jangan lupa!! bye tinggal dulu,, mau bagiin yang lain"


ucap Asti mengingatkan kembali sembari pergi meninggalkan ruangan kelas.


Asti pun membagikan semua undangan nya ke seluruh mahasiswa/i yang mengenal abangnya.


dan ya hampir rata rata semua mengenal abangnya karena abangnya merupakan alumni dari kampus ini yang cukup terkenal.


tak lupa juga Asti meminta bantuan jenny agar menyebarkan undangan ini ke teman teman SMA nya dulu.


"Jen,, minta tolong ya buat nyebarin ini!"


pinta Asti sembari nyodorkan undangan tersebut.


"apa ini as?"


tanya jenny.


"oh abang mu mau nikah?"


tanya jenny antusias, setelah membaca sampul depan halaman tersebut


"iya,, jadi minta tolong ya?"


pinta Asti.


"iya pasti!"


jawab jenny dengan senyum bahagia.


Asti pun pulang di jemput oleh Jaka.


keesokan harinya


"ma,, mama capek ya ngurusi semua perlengkapan untuk acara Jaka?"


tanya Jaka yang melihat mamanya duduk dengan lemas tapi masih dengan hitungannya.


"enggak,, mama gak capek. mama Mala senang karena sebentar lagi di rumah ini akan mempunyai menantu"


jawab mama tersenyum.


"ma,,, bilang aja capek, sini Jaka kusukin ya kaki mama?"


Jaka pun mengangkat kaki mama dan meletakkan kaki mama nya di atas kaki nya.


"Jaka??"


ucap mama yang tidak mau merepotkan anaknya.


"ma,, ini bentuk rasa terima kasih Jaka ma"

__ADS_1


Jaka pun terus memijati kaki mama dengan pelan dan lembut.


sedangkan mama hanya pasrah melihat Jaka.


dia tak menyangka, sekarang anak anaknya sudah tumbuh besar. dulu, rasa nya dia masih ingat dimana Jaka merengek meminta ini itu, bahkan makan susah, mau nya dekat mama terus.


eh sekarang dia sudah besar, minta ini itu sudah bukan kebiasaan dia lagi, dia sudah mapan, sudah ada perempuan yang bisa menggantikan posisi mamanya.


sekarang dia serba bisa semua. ada perasaan sedih di dalam lubuk hati seorang ibu namun lebih banyak senangnya.


menurut mereka kebahagiaan seorang anak adalah hal yang pertama.


sedangkan kesedihan mereka adalah hal yang kesekian, yang jangan sampai anaknya tau tentang kesedihan mereka.


"Jaka,, pesan mama satu ya nak?"


ucap mama serius.


"jangan pernah sekali pun kamu nyakitin hati istri mu nak,, jika dia salah maka tegur dia dengan pelan. kalau bisa bimbing Clara menjadi pribadi yang lebih baik lagi? paham!! dia menantu pertama ku, menantu ku adalah anakku juga!! jika kamu menyakiti nya kamu kamu juga menyakiti ibumu!"


lanjut mama memberikan wejangan buat Jaka dengan tegas.


"iya ma,, doa kan anak mu ini ya ma,, semoga bisa menjadi kepala rumah tangga yang adil terhadap keluarga dan istri ku,, sakinah mawadah warahmah ma"


pinta Jaka kepada mama.


"pasti,,, seorang ibu pasti akan mendoakan anaknya sebaik mungkin, walaupun kamu nanti sudah berkeluarga tapi kamu tetap anak mama,,"


jawab mama sembari memeluk anak laki-laki nya yang menurutnya masih kecil, masih butuh bantuan dia.


"ma,, ini mau ditaruh dimana ma?"


tanya Asti, memecahkan kesedihan diantara ibu dan anak.


"itu taruh situ aja sayang,, hati hati ya,, jagan sampai ke senggol orang lain"


jawab mama sembari memperhatikan Asti.


"yaudah yuk,, kita pergi buat nyarik perlengkapan apa lagi yang belum ada untuk hantaran abangmu"


ajak mama.


"yaudah ma, Jaka keluarin mobil dulu ya ma, sekalian manasin mobil"


ucap Jaka meninggalkan rumah menuju halaman rumah. sedangkan Asti dan yang lainnya bersiap siap untuk pergi.


setelah semua selesai, semua pun masuk ke dalam mobil tinggal lah Asti yang terlambat.


"kak, sudah pastikan semua di kunci?"


tanya mama mengingatkan Asti.


"sudah ma,, aman"


jawab Asti.


tak berapa lama pun mobil berjalan, yang nyupir biasa lah Jaka.


setelah sampai sana mama Asti langsung mencari nama nama barang yang sudah dia buat di kertas.


mama Asti langsung menglist barang barang yang sudah dia dapat.


setelah selesai mencari barang-barang yang dibutuhkan, ternyata waktu sudah menunjukkan makan siang.


Jaka pun memutuskan untuk ke salah satu makanan BBQ an gitu.


sebenarnya, Jaka ingin melihat Asti marah dan merasa kesal. namun, saat masuk Asti Mala terlihat seperti biasa saja.


dalam pikiran Jaka mungkin Asti sekarang sudah mulai menyukai daging.


"ma,, Asti ikut!! Asti mau ngambil sendiri"


ucap Asti yang berdiri bangkit dari tempat duduknya saat melihat mama nya berdiri.


setelah selesai tampak dari kejauhan Asti membawa beberapa daging, awalnya Jaka masih berpikiran yang sama.


setelah sampai Asti menaruhkan semua nya di meja.


saat di baca oleh Jaka ternyata bacaannya daging ayam.


"oo pantes ngikut,, ternyata kamu milih daging ayam toh"


ejek Jaka.


"hhahha,, lucu"


ucap Asti yang merasa kesal.

__ADS_1


"yaelah kak,, di bawa ketempat BBQ an gini kok makan nya Mala milih daging ayam sih, dirumah banyak kali kak!!"


ucap reysa ikut ikutan mengejek Asti.


"sssttt,, diam!!"


jawab Asti singkat.


mereka pun memanggang daging dan menyantapnya dengan nikmat. tidak hanya itu saja di sana Asti dan keluarga nya memesan beberapa menu makanan yang lain.


setelah selesai makan, mama dan papa Asti beserta reysa sengaja pergi duluan.


meninggalkan Asti dan Jaka.


Jaka yang tau kenapa papa dan mama nya pergi duluan hanya tersenyum melihat ulah kedua orang tuanya.


"kak,, saya lupa bawa uang nih gimana dong?"


ucap Jaka yang terdengar di telinga Asti, membuat Asti kaget bukan main.


"ya gimana ya mas,, ini harus wajib bayar mas?"


ucap pelayan tersebut cengengesan yang tidak mengerti harus apa.


sedangkan Asti masih terus melototi abangnya yang membuat Asti kesal bukan main.


"ya gini aja ya mbak,, kalau gini deh,, saya jamin dulu kartu ini sama mbak nanti saya kembali lagi saya ambil"


Jaka menyodorkan kartu tanda penduduk ke pelayan tersebut.


"enggak bisa mas maaf, mas nya harus bayar dulu"


ucap pelayan tersebut yang sudah mulai ketakutan.


"ya gimana dong mbak,, gini aja deh ini kan saya punya adek nih satu. mbak suruh aja dia ngapain,, pokoknya sampai saya nanti kembali dengan uang"


ucap Jaka dengan wajah yang meminta bantuan.


sedangkan Asti yang melihatnya langsung mencubit Jaka dengan kuat.


Jaka dengan wajah polosnya membuat Asti harus mengerti dengan keadaan sekarang.


"bang,, gak lucu!!! gak aku gak mau!!"


ucap Asti yang ingin meninggalkan tempat, namun ditahan oleh Jaka.


"jadi ini gimana dong?"


ucap Jaka.


"ya aku gak mau tau!! yang ngajak kesini siapa!! tanggung jawab sekarang!!"


amarah Asti tak tertahankan lagi.


"ya!! kamu juga makan kan?"


tanya Jaka dengan nada tinggi.


"tapi gak gini Jaka!!! aku gak mau di jadiin bahan jaminan?? kamu tega liat aku dijadiin barang jaminan!!!"


dalam sekejam asti menangis.


Jaka yang melihatnya merasa sedih dan iba. menurut ajak ini sudah terlalu berlebihan.


"mbak,, ini uangnya"


Jaka menyodorkan uang dan memberikannya kepada pelayan tersebut.


lalu Jaka memeluk adik nya Asti yang menangis.


"it's ok. aku cuma ngprank tadi?"


ucapan Jaka membuat Asti terdiam dan memukul Jaka sekuat kuatnya.


"tega banget dah buat adiknya nangis!!! gak suka akhh becanda nya kek gini!!!"


ucap Asti masih kesal dengan Jaka.


"iya maaf,, sekali kali lah ngerjain dark sendiri"


jawab Jaka cengengesan.


"gak lucu tapi,,, masak kamu mau jadiin aku bahan jaminan!!! kalau aku di gituan orang gimana? kamu terima!!"


tanya Asti dengan nada tinggi.


"enggak,, jelas aku gak terima!! gak akan pernah kubiarkan adikku ini menjadi bahan jaminan baik keluarga atau siapapun itu, gak akan pernah!!"

__ADS_1


jawab Jaka dengan tegas.


Asti yang mendengar nya langsung memeluk Abang nya Jaka, walaupun suka jail tapi abangnya selalu siap dan menjadi terdepan kalau soal adik adiknya.


__ADS_2