Terpaksa Pacaran Berakhir Kebahagiaan

Terpaksa Pacaran Berakhir Kebahagiaan
Pergi bareng Kevin


__ADS_3

"as Lo kenapa?"


tanya Sindi.


yang kaget, melihat Asti tersedak tiba tiba.


Asti pun segera melambaikan tangannya memberikan kode bahwa dia tidak apa-apa. segera Julia memberikan botol air putih pada Asti.


"wah, kalau kata orang sih. kalau tersedak, berati ada yang sedang ceritain kamu nih as?"


ucap Julia.


"kamu tuh, apa apaan. udah ah, ayo lanjut makan"


sahut Asti yang merasa kesal dengan Julia.


mereka pun melanjutkan makan lagi.


"as, kamu sama Kevin sebenarnya kenapa sih? kalian berantam?"


tanya Sindi kepo.


Asti langsung menatap Sindi, aktivitas makannya pun terhenti.


"kamu kenapa tanya gitu? kenapa kalian bolak balik menanyakan hubunganku dnegan Kevin? apa tidak ada topik lain selain itu?"


tanya Asti balik.


Sindi terdiam


"abisnya aku heran. orang punya pacar itu pamer kemesraan! ini enggak mala jauh jauhan. macam gak pacaran aja"


kesal Sindi.


"iya as, benar tuh. kamu tuh sebenernya serius gak sih jalinin hubungan ini sama Kevin? kalau gak serius kasih aku saja as, aku siap"


sahut Julia.


namun tatapan sinis yang Julia dapat kan dari ketiga temannya. Julia hanya cengengesan, merasa malu dengan ucapannya.


"heh!! dasar kamu! nyosor aja!!"


ucap Jefri sembari menunjuk kenik Julia, hingga membuat Julia hampir jatuh.


"aku lihat selama seminggu ini, Kevin jalan sama perempuan lain. perempuan nya sama gak ganti ganti"


ucap Sindi yang tidak bisa menutupi nya lagi.


"dia pasti selingkuh! bahkan dia bergandengan tangan loh as? tidak hanya kami saja yang tau. teman sekampus juga tau, karena mereka sering bersama. apalagi malam Minggu kemarin"


sahut Julia yang tak kalah.


Asti hanya diam, dia sudah menduga sebelumnya dari awal. bahkan dia sebenarnya sudah tau perempuan itu siapa. siapa lagi kalau bukan Lulu.


"as, kok Lo diam aja?"


tanya Jefri, mulai panas.


"aku harus apa Jef.."


ucap Asti pasrah.

__ADS_1


"ya, Lo apa gitu. kasih dia pelajaran! atau putusi Kevin? lagian kan kalau Lo putus darinya, masih banyak yang mau sama Lo as"


sahut Jefri yang tidak terima mendengar jawaban pasrah temannya.


"iya as, mau sampai kapan kau akan terus begini? apa kau rela membiarkan dia bersmaa perempuan itu?"


tanya Sindi menatap Asti.


"sudahlah, aku tau kok dia jalan dengan perempuan siapa. aku tau perempuan itu siapa. tenang saja, bahkan sebelum kalian bilang dia sudah kasih tau aku duluan. dia izin kepada ku kalau setiap kali dia pergi dengan perempuan"


ucap Asti jujur, menenangkan hati mereka.


"aku yakin dengan Kevin, dia tidak akan mungkin mengkhianati ku. dulu iya, aku bisa berfikir bahwa dia akan mengkhianati ku, tapi sekarang tidak dengan hal hal yang selalu dia buktikan pada ku. agar aku dapat mempercayainya dengan ketulusannya"


ucap Asti dalam hati sembari tersenyum, tanpa di sadari Asti.


"as! Lo kenapa? udah kayak orang Gilak aja"


ucap Julia yang khawatir dengan Asti.


"eh, enggak, gapapa. aku tadi hanya melihat kupu kupu yang terbang disana"


Asti menunjuk dengan tangannya ke arah sembarangan.


seketika mata Sindi, Julia, dan Jefri pun langsung mengikuti arah tunjuk tangan asti


"mana,, gak ada"


kata Sindi, sembari mencari cari kupu kupu tersebut.


"ah, mata kalian buta. yaudah lah aku pergi dulu, aku harus mengechack pasein ku terlebih dahulu"


Asti pun meninggalkan meja mereka.


teriak Sindi kuat menatap kepergian Asti.


Asti yang mendengarnya pun, seketika langsung berbalik badan.


"bilang pada mereka nanti setelah kita gak sibuk dnegan magang, satu lagi suruh fokus saja pada magang mereka"


Asti pun pergi, dia sebenarnya ingin menghindari telinganya dari ucapa gosipan Sindi dan Julia. dan pertanyaan pertanyaan yang mereka lontarkan.


•••••••••


setelah hampir sebulan lebih mereka jarang komunikasi, apalagi semenjak Asti magang ini. tiba tiba Asti mendapatkan pesan siang ini.


ya pesan tersebut siapa lagi kalau bukan dari Kevin.


"Kevin ngapain kirim pesan? tumben tuh anak kirim pesan"


Asti pun segera membuka isi pesan tersebut.


"nanti malam aku jemput kamu, siap siap lah. aku akan jemput jam delapan malam"


"kenapa Kevin jemput aku? ada urusan apa! dia suka sekali membuat janji dadakan begini"


ucap Asti sebal sembari menaruhkan kembali hpnya ke dalam saku kantongnya.


•••••••••••••••


"Asti, mau kemana? tumben kamu tapi sekali?"

__ADS_1


tanya mama yang melihat Asti sedang duduk menunggu seseorang di ruang tamu.


"Asti mau pergi ma"


jawab Asti sembari memainkan ponselnya.


"sama siapa?"


tanya mama yang penasaran, karena semenjak magang Asti sangat jarang keluar, apalagi buat janjian pergi dengan orang.


jangan kan keluar untuk pergi janjian, keluar dari rumah untuk membeli kan gula saja Asti sudah tidak mau. atau hanya sekedar duduk di depan teras saja dia tidak mau, alasannya capek.


"sama Kevin ma"


jawab Asti santai sambil tetap fokus pada HP-nya.


"lah, tumben. mama kira kalian sudah putus"


"ih mama!! bisa benget mikirin gituan"


ucap Asti kesal seraya meletakkan hpnya di meja.


"ya, lagian kalian tidak pernha lagi mama lihat untuk jalan bersama, atau komunikasi, atau setidaknya pulang jemput kamu"


jawab mama jujur.


"iya kan Asti sudah bilang, bahwa Asti sama Kevin memang sudah janji untuk fokus dulu pada kuliahnya ma"


jawab Asti menatap mama nya.


"iya mama paham"


ucap mama Asti sambil mengelus kepala anak perempuan nya itu dengan lembut.


saat suasana antara ibu dan anak ini menjadi romantis.


tin,, tin,, tin,,


tiba tiba suara klakson pun berbunyi dari luar pagar halaman Asti.


"seperti nya itu suara mobil Kevin. pergi gih nabati Kevin nunggu kamu lagi. kasian"


ucap mama.


Asti pun tersenyum dan bangkit, tak lupa menyalami punggung telapak tangan kedua orang tuannya itu.


Asti pun segera keluar dan berpamitan dengan orang tuanya.


"ingat, pulang nya jangan terlarut malam. kasian tubuh mu pasti akan capek!!"


teriak mama.


Asti pun mengangkat tangannya membeei kode jempol sembari berlalu menuju mobil Kevin.


Asti masuk ke dalam mobil Kevin.


"mau kemana?"


tanya Asti.


namun Kevin hanya diam tidak menjawab pertanyaan Asti. Asti yang tak paham dengan Kevin pun jadi ikutan diam.

__ADS_1


"kangen banget sama aroma mobil dia yang khas. andai saja kau tau kev, aku sangat merindukan mu, rasanya aku ingin sekali memutuskan janji kita. pasti aku tidak akan perlu merasakan rindu ini. semua nya sekarang sudah terlihat berubah, dia mengganti hiasan di depan mobilnya. tapi kenapa aku lebih suka yang dulu dari pada yang ini"


ucap Asti dalam hati sembari melirik isi dalam mobil Kevin, yang sudah lama ia rindukan. apalagi orangnya, dia sangat merindukannya.


__ADS_2