Terpaksa Pacaran Berakhir Kebahagiaan

Terpaksa Pacaran Berakhir Kebahagiaan
Gugup


__ADS_3

Persiapan menjelang acara wisudanya sudah sangat matang. dua hari lagi adalah acara wisuda nya yang akan menjadikannya resmi sebagai seorang dokter, bukan calon dokter.


Asti pun mempersiapkan nya begitu matang. sudah lima hari yang lalu ia mengabari kepada Kevin tentang acara wisudanya yang seminggu lagi akan di mulai.


namun, pesan tersebut tak mendapat kan respon dari pihak sana. pesan tersebut hanya berakhir dengan centang satu. membuat Asti sedikit sedih, namun baginya acara wisudanya lebih harus di dahulukan dari pada isi hati nya.


karena dari dulu ia sangat menginginkan wisudanya ini.


"ma, Asti pergi dulu ya ma!!"


teriak Asti sembari membawa beberapa paperbag di tangannya.


"kemana sayang?"


tanya mama tak kalah teriak nya.


"nganterin baju buat keluarga Kevin ma!! dan sahabat sahabat Asti ma"


teriak Asti dari luar.


kini ia sudah berada di dalam mobil. dengan cepat Asti pergi meninggalkan rumah nya tersebut dan berjalan menuju rumah kediaman milik Kevin.


tak butuh waktu lama, hanya memakan waktu sekitar lima belas menit saja, Asti sudah sampai tepat di depan rumah Kevin. ia pun memarkirkan mobilnya di halaman Kevin, dan turun mendekati pintu rumah Kevin.


"tok,, tok,, tok,,"


suara ketukan pintu yang Asti buat. tak ada jawaban dari dalam membuat Asti mengetuknya lagi.


"tok,, tok,, tok,,,"


tak ada juga jawaban dari dalam. membuat Asti sedikit kesal. karena sudah hampir lima belas menit ia memanggil orang di dalam rumah tersebut.


"assalamualaikum, Tante?? kak??"


teriaknya kali ini.


"assalamualaikum kak ini aku Asti kak.. Tante.."


teriak Asti sekali lagi.


saat putus asa kini sudah melanda Asti tiba tiba pintu rumah terbuka. membuat Asti tersenyum kembali.


"eh ada nona cantik. ada apa ya nona?"


tanya bibi yang bekerja di rumah Kevin, yang cukup familiar dengan Asti.


"ini bi, ee.. Tante nya ada?"


tanya Asti ragu.


"oh ibu, ibu sedang tidak ada non. begitu juga dengan kakaknya den Kevin"


jawab bibi sopan.


jawaban bibi membuat Asti sedikit merasa curiga.


"emang pada kemana bi? kok tumben gak ada semua orang di rumah?"


tanya Asti kali ini.


bibi yang di tanya terlihat gugup. namun, rasa gugupnya tak ia tunjukkan kepada tamu nya yaitu Asti.

__ADS_1


"emm,, itu ibu sekeluarga pergi menjenguk Kevin"


jawab bibi berbohong.


"sejak kapan bi? kok mama Kevin tidak ada bilang ke Asti?"


tanya Asti kali ini yang menyelidiki nya.


"sejak, sejak seminggu yang lalu non. kalau soal tidak mengabari si non, ya bibi kurang tau non"


jawab bibi berbohong lagi berusaha menutupi semuanya.


"eh, emang non cantik ada perlu apa?"


tanya bibi kali ini, mengubah topik pembicaraan.


"oh ini bi, saya mau ngasih baju buat wisuda saya untuk Kevin, dan sekeluarga. tapi, karena bibi bilang Tante dan sekeluarga sedang pergi menjenguk Kevin. maka ya sudah lah. bibi simpan saja, setidaknya Asti tau alasan mereka yang tidak dateng di acara wisuda Asti"


jawab Asti sembari menyodorkan paperbag tersebut yang berisikan baju untuk keluarga Kevin.


"iya non. nanti jika pulang bibi akan sampaikan"


jawab bibi meraih paperbag tersebut.


"yaudah ya bi, Asti pamit dulu. assalamualaikum"


ucap Asti meninggalkan sang bibi.


"waalaikumsalam"


jawab bibi, dan segera menutup pintu kembali.


di balik pintu bibi berkata dalam hatinya


••••••••••


"hai, sorry ya aku dateng telat"


ucap Asti saat sampai di cafe, kepada teman temannya.


"iya gapapa santai aja lah as"


jawab Vivi.


Asti pun duduk tepat di samping Vivi.


"ini aku mau ngasih baju untuk acara wisuda ku nanti. di pakai loh ya? soalnya kan ini hari bahagia ku"


ucap Asti menyodorkan satu persatu paperbag yang sudah Asti beri nama.


"wah, ternyata Asti ku akan menjadi seorang dokter"


goda Dewi.


"iyalah. kata bang Jaka biar aku bisa nyuntik orang orang yang berniat jahat pada ku"


jawab Asti sedikit angkuh, membuat gelak tawa di sana.


seperti biasa mereka sudah memesan makanan dan minuman untuk Asti. kali ini, yang menjadi panutan untuk pesanan makanan dan minuman Asti adalah Reza.


"wah, pas kali ini sama yang aku mau"

__ADS_1


ucap Asti ketika melihat menu pesanan untuknya yang telah dihidangkan.


"iya lah pilihan Reza"


jawab Hendrik membanggakan sahabat laki lakinya itu.


"emm,,, makasih Reza"


ucap Asti lembut kepada Reza.


Reza hanya tersenyum


"yaudah makan"


perintah Reza pada Asti.


Asti pun segera melahapnya.


"as!! gimana sama Kevin? Lo udah coba lagi buat ngehubungi dia lagi?"


tanya Dewi membicarakan hal yang sensitif bagi Asti.


Asti diam, tak melanjutkan aktivitas nya lagi.


"gue, gue kemarin udah ngasih tau kok tentang wisuda ku ini"


jawab Asti singkat, dan kembali pada kegiatan nya.


"terus dibalas? atau masih sama?"


tanya Dewi penasaran.


Asti terdiam lagi saat hendak menyuapkan makanan ke dalam mulutnya.


"Dewi... kok bahas masalah itu? gak tepat tau!!".


ucap Vivi memperingati Dewi.


ya, kali ini Vivi takut melihat ekspresi wajah Asti yang tak terlihat mulai kesal. terlihat dingin. begitu juga dengan Reza yang dapat merasakan aura dingin yang keluar dari Asti.


"bukan gitu as. maksudku baik. kau akan menikah dengannya! dia sudah berjanji pada mu akan menikahi mu setelah kau tamat wisuda, dan ini sudah akan terjadi. tapi kenapa dia menghilang selama wisuda itu akan terjadi"


jelas Dewi pada Asti.


"aku sudah katakan pada mu kan wi. bahwa dia tidak bisa menepati janjinya tahun ini, karena dia harus mengurus perusahaan papa nya yang berada di luar negri"


jelas Asti yang tak mau berdebat untuk masalah ini lagi. ya, sejak kepergian Kevin yang tidak ada kabar dari Asti. membuat Dewi dan Asti sering berdebat hanya karena gara gara masalah pesan yang tak terbalas.


"terus gimana sama keluarga nya? apakah mereka masih sama seperti mereka yang dulu?"


tanya Dewi lagi menggantikan topiknya.


Asti menarik nafas perlahan ia keluarkan, ia tak ingin amarahnya membeludak.


"tadi aku kerumah Kevin, tapi kata bibi mereka satu keluarga pergi seminggu yang lalu untuk berkunjung menjenguk Kevin disana. jadi kemungkinan besar yang terjadi keluarga Kevin tidak akan hadir nantinya"


jawab Asti datar.


Asti pun melanjutkan makannya lagi.


"oh iya satu lagi wi. aku gak mau bahas bahas ini. aku gak mau gara gara pembahasan ini mood ku nanti rusak sampai wisuda"

__ADS_1


ucap Asti memperingati Dewi.


Dewi pun hanya diam, dia mengerti sahabatnya kali ini.


__ADS_2