Terpaksa Pacaran Berakhir Kebahagiaan

Terpaksa Pacaran Berakhir Kebahagiaan
Restu


__ADS_3

Reysa pun menarik nafasnya dalam dalam, ia meyakinkan dirinya untuk mengatakannya. setelah ia merasa mempunyai cukup keberanian Reysa pun menjawabnya


"kak, seminggu yang lalu Reysa di lamar oleh seorang pria yang hendak menikahi Reysa dalam waktu dekat ini"


jawab Reysa membuat Asti sedikit terkejut. namun, dengan cepat ia mengendalikan rasa terkejut nya itu, dengan bersikap tenang.


"kenapa tidak ada yang mengatakan nya padaku, jika kau di lamar seminggu yang lalu?"


tanya Asti yang merasa kecewa, karena pihak keluarga tak memberitahu kan prihal sepenting itu kepada nya.


"bukankah Kakak sibuk? kami udah bilang kok sepuluh hari sebelum acara lamaran sama kak Apri, tapi kak Apri bilang kakak sibuk"


jawab Reysa.


Asti pun seketika menoleh ke arah Apri yang dari tatapan nya seperti meminta kejelasan.


"nona sendiri yang mengatakannya, tidak dapat hadir di acara tersebut. karena saat itu pasien anda sedang melonjak, makannya saya bilang anda sibuk, dan saya mengatur jadwalnya diganti dengan hari ini"


jawab Apri dengan jelas tanpa perlu Asti bertanya.


Asti pun mengakui memang benar jika saat itu ia sangat sibuk karena pasien yang harus ditangani nya sangat banyak.


"lalu? kau menerima lamaran itu?"


tanya Asti kepada Reysa.


"Reysa belum menjawabnya kak"


"kenapa kau belum menjawabnya?"


tanya Asti yang terkejut.


"karena Reysa tak ingin gegabah kak"


"maksud mu?"


tanya Asti lagi yang masih bingung dengan pemikiran adiknya itu.


"iya kak, Reysa belum menerimanya karena kakak. karena kakak Reysa belum bisa menjawab nya, Reysa menghargai kakak. jika Reysa menerima nya tapi kakak gak menerima nya maka percuma saja kan kak? jadi Reysa gak mau gegabah"


jawab Reysa menatap bola mata milik Asti.


terlihat mata Asti berkaca-kaca mendengar jawaban Reysa. ia tak menyangka si kecil yang dulu manja, ceroboh, kini sudah menjadi seorang yang dewasa.

__ADS_1


"kenapa kau melakukannya?"


tanya Asti.


"itu karena aku takut jika melangkahi kakak tanpa izin kakak, aku takut ke depannya akan berdampak pada hubungan kita. jadi Reysa bilang sama calon suami Reysa keputusan hanya ada di tangan kakak. karena Reysa gak mau melihat kesedihan nantinya dimata kakak, ketika Reysa melangkahi kakak"


jawab Reysa panjang lebar.


"baiklah jadi kakak harus apa?"


"kak yang harus kakak lakukan adalah merestui pernikahan ku ini kak. tanpa restu dari kakak, pernikahan ini tidak akan terjadi. ini semua balik ke tangan kakak. jika kakak tidak ingin dilangkahi, maka aku siap kak untuk menolaknya"


jawab Reysa yang pasrah.


"kau mencintainya?"


tanya Asti tiba tiba setelah beberapa saat diam


Reysa pun menjawab dengan anggukan kepalanya.


"papa dan mama sudah merestui hubungan mu?"


tanya Asti lagi.


Asti pun tersenyum


"baiklah jika begitu aku juga merestui mu dek. aku izin kan kau untuk melangkahi diriku, seharusnya kau tidak perlu meminta izin atau restu dari ku. jika mama dan papa sudah merestuinya, maka mereka berdua sudah mewakili diriku. yang penting bagiku asal kau yakin bahwa dia adalah laki laki yang tepat untuk menuntun mu, dan membuat mu bahagia, pasti aku akan merestui nya"


Reysa yang mendengar jawaban Asti yang merestuinya itu pun merasa senang, air mata kini perlahan menetes membasahi pipinya.


"kak, kakak beneran merestui ku untuk melangkahi kakak?"


dengan segera Asti menganggukkan kepalanya sambil tersenyum lebar.


"lalu, bagaimana dengan kakak?"


tanya Reysa yang tiba-tiba mengkhawatirkan keadaan Asti.


"tenang saja dek, jodoh gak akan kemana. kakak yakin jodoh kakak disana sedang berusaha mencari kakak juga, kakak yakin itu"


jawab Asti yang menenangkan hati Reysa.


"kak, makasih ya kak. ini adalah hal yang paling berharga bagi Reysa kak"

__ADS_1


ucap Reysa memberikan ucapan terimakasih kepada Asti.


"kamu tidak perlu berterima kasih kepadaku dek. ini semua sudah di atur oleh Allah. ini sudah jalannya dek, lagian juga kakak gak akan mungkin tidak merestui mu? kakak tidak ingin menjadi orang ketiga yang merusak hubungan mu dengan nya. apalagi hubungan kalian akan segera di halalkan. mana mungkin kakak tidak merestuinya?"


balas Asti dengan lembut.


"kak, makasih sekali lagi. Reysa doakan semoga jodoh kakak cepat menjemput kakak, semoga kakak mendapatkan jodoh terbaik karena kakak adalah orang yang baik, dan semoga dalam waktu dekat jodoh kakak akan dateng menjemput"


ucap Reysa yang mendoakan kakaknya agar segera mendapatkan jodohnya.


jujur Reysa sendiri merasa kasian melihat kisah cinta kakak nya yaitu Asti yang tidak lancar seperti karir dan rezekinya. Reysa selalu melihat wajah kesal dan capek, jika harus berdebat dengan mama nya akhir akhir ini hanya karena masalah nikah.


"amin.."


jawab Asti yang mengaminkan doa adiknya.


Apri yang menyaksikan pemandangan kakak adik tersebut pun ikut kedalam suasana yang haru tersebut. malam hari, ditambah dengan angin malam membuat suasana haru tersebut semakin terasa.


Apri sangat beruntung bisa menyaksikan pemandangan ini. ia mengakui Asti sebagai perempuan yang tangguh. Apri mengakui kebaikan Asti yang merata kepada semua orang dan keluarga nya.


"mulia sekali hati mu as. bahkan kau rela dilangkahi oleh adikmu,, jika aku menjadi dirimu aku pasti tidak akan terima jika dilangkahi oleh adikku sendiri. hati mu memang seperti malaikat Asti, aku sangat bangga menjadi asisten mu"


ucap Apri dalam hati yang mengagumi bos nya itu.


ya, itu harus Apri akui. memang hati Asti bersih bak seperti malaikat yang tak bersayap. Asti memang sosok yang sangat baik dan royal terhadap siapapun. kebaikannya tidak usah diragukan lagi. selama ia bekerja dengan Asti, Apri selalu melihat Asti yang sering melakukan hal hal baik.


Asti yang selalu menghadapi masalah dengan kepala dingin, Asti yang selalu bertahan saat fitnah menyebar tentang dirinya. ya, Asti bisa dibilang sosok perempuan yang tangguh. karena banyak orang yang berniat jahat padanya namun Asti tak pernah membalasnya dengan kejahatan. justru ia membantu lawannya saat dalam keadaan terpuruk sekali pun.


bahkan perlu kalian ketahui bahwa Asti sendiri lah yang meminta Apri memanggil namanya saat sedang berdua. awalnya Asti meminta hak yang lebih dari itu, tapi Apri menolak nya ia tak bisa melakukan hal yang berlebih itu di depan banyak orang. alhasil Asti memerintahkannya untuk memanggil nama ketika berdua saja.


"yaudah ini udah malam. kamu balik ke kamar gih, kakak ngabisin cappucino ini dulu, baru balik ke kamar"


perintah Asti kepada Reysa.


"iya kak, yaudah Reysa balik kamar ya kak. good night"


jawab Reysa yang menuruti perintah kakaknya.


setelah Reysa menghilang dari hadapan nya, tak lama kemudian Asti menyuruh Apri untuk segera istirahat.


"kamu juga Ap! tidur lah sana, kau memerlukan banyak istirahat untuk besok"


"baik as, saya permisi"

__ADS_1


balas Apri yang meninggal Asti sendiri.


__ADS_2