Terpaksa Pacaran Berakhir Kebahagiaan

Terpaksa Pacaran Berakhir Kebahagiaan
TPBK 185


__ADS_3

David yang diberi pertanyaan bertubi tubi oleh Reza pun hanya bisa diam tak berniat meladeninya. karena disini pun ia merasakan sakit yang sama dengan Asti, bahkan mungkin lebih sakit dari Asti. tapi yang mengetahui hatinya David saat ini hanya lah David.


"benar kata Asti, lebih baik dia sendiri dari pada menikah!! setelah ini, aku gak akan biarkan dia merasakan rasa sakit ini lagi, tidak akan ku biarkan!!"


ucap Reza yang siap menjadi benteng Asti.


"Asti, percaya lah. aku tidak seburuk yang kau pikirkan, aku mengambil keputusan ini setelah aku mempertimbangkan semuanya! ini yang terbaik untuk mu dan aku Asti. aku ingin kau menyadari orang yang setia menunggu mu"


ucap David dengan tulus.


"diam kau David!!!"


teriak Jaka kali ini lepas kendali, namun segara di halang oleh Reza dan Billy.


"ini bukan yang terbaik David, bukan! ini yang terburuk bagi boss ku! kau salah bermain main dengan bos ku David, kau salah!!"


sambar asisten pribadi Asti yang tak terima melihat Asti yang hancur.


"Apri, kau tak boleh seperti itu. ini perintah"


ucap Asti yang lemas.


"apa yang ingin kau buktikan bang? kau ingin aku apa?"


tanya Asti yang pasrah.


"aku ingin kau menyadari Asti, bahwa hanya ada Kevin di dalam hidup mu. hanya Kevin. bahkan Kevin sudah menjadi jati dirimu. aku tidak ingin membuktikan apapun"


jawab David yang blak-blakan di depan para tamu.


"kau tau kan Kevin.."


"selama ini kau salah paham dengan Kevin, asti? Kevin tidak meninggalkan mu? kau menyimpulkan sesuatu hanya dari sudut pandang mu"


sambung David dengan nafas yang tak teratur.


"dia menghilang, bagiku itu sudah membuktikan seberapa pentingnya aku dalam hidupnya!!"


balas Asti yang kali ini terisak-isak.


"dia menghilang karena ada alasan dibalik itu. dan kau tidak berusaha mencari tau alasan itu walaupun sekarang orang itu ada di hadapan mu"


timpal David yang menyadari kedatangan Kevin, sembari tersenyum menatap wajah Kevin.


Kevin yang tau apa apa hanya bingung menyaksikan pemandangan ini, kini semua mata tertuju padanya.


"tanyakan, Asti pada nya! apa alasannya menghilang? tanyakan Asti!! kau tidak bisa selama nya membenci dia, tidak bisa!! kau akan gila, jika terus terusan membencinya!!!"


ucap David yang kali ini darah mendidih.

__ADS_1


Asti pun menoleh kearah Kevin dengan tatapan yang sedih.


"heiii!! bajingan Lo juga!! ngapain Lo dateng?!"


tanya Jaka yang marah saat melihat kehadiran Kevin.


"kau lihat sekarang, hidup adikku seorang dokter Asti, dijadikan bahan tontonan karena ulah mu!!!"


ucap Jaka yang meluapkan ke marahannya kala mengingat bagaimana adiknya menderita.


"sekarang kau puas kan? karena kau!!!! adikku tidak bisa hidup dengan normal"


ucap Jaka lagi.


Billy yang menyadari suasana semakin tak terkondisikan pun meminta kepada pihak WO agar membubarkan tamu undangan untuk sementara waktu. hanya dalam lima belas menit para tamu undangan pun di bubar kan untuk sementara waktu.


"stop bang!! stop!!!"


ucap Asti menghentikan ocehan abangnya yang tidak bisa dikendalikan lagi.


"Asti, yang punya masa lalu. Abang gak boleh ikut campur!"


ucap Asti tegas lagi saat ia sudah berdiri tepat di depan Jaka.


"Vin, aku rasa kau hanya tamu disini. jadi kau bisa pulang!!"


"Asti, aku akan jelaskan semuanya. aku mohon kasih aku waktu untuk menjelaskan semuanya!"


pinta Kevin, namun tak di dengar oleh Asti.


Mala yang Kevin dapat kan adalah ocehan dari ayah Asti.


"pergi kau dari sini!!! gara gara kau putriku tidak bisa hidup layak nya manusia!!"


"Asti, Tante mohon tolong denger kan dulu penjelasan Kevin?"


bujuk mama Kevin, membantu Kevin.


"Asti sudah saat nya kau harus tau yang sebenarnya, aku tau ini menyakitkan, tapi ini adalah kenyataan"


timpal David yang membantu Kevin juga.


"as, ada baiknya kau dengerin dulu penjelasan Kevin"


timpal dini juga.


"enggak!!! enggak!! Asti tidak akan mendengar penjelasan apapun dari mu Kevin!! sudah cukup, cukup, kau menyakiti hati Asti!! aku memang sahabat mu, tapi ini cukup Vin aku juga kakak ipar Asti. aku gak mau lihat Asti tersakiti lagi! enggak"


ucap Clara yang juga tak ingin mendengar alasan Kevin.

__ADS_1


"aku setuju dengan kak Clara. kali ini aku gak akan biarkan Asti terluka lagi, dia sahabat ku!! sudah cukup dua laki laki brengsek yang menyakitinya. dia tidak akan mengulangi kesalahan yang sama"


sahut Dewi yang setuju dnegan keputusan Asti.


"nak, kali ini kau harus mendengarnya sayang"


ucap seseorang dari belakang Kevin yang tak lain adalah momi Kevin.


membuat Asti sedikit terkejut karena wanita paruh baya itu ikut campur dalam hal ini. bukan hanya Asti yang terkejut, melainkan semua orang yang berada di dalam gedung tersebut kecuali David dan Billy beserta istri nya.


"siapa kau!!"


bentak Jaka.


melihat Jaka yang membentak momi nya membuat Kevin tak terima


"pelan kan nada bicara mu!!!"


"aku adalah ibu Kevin"


jawab Momi Kevin sembari menahan putranya yang ingin memperkeruh keadaan.


yang mendengar jawaban momi Kevin pun merasa bingung. karena setau Asti dan yang lainnya mama Kevin adalah orang yang mereka kenal, bukan orang asing.


"Mak maksud nya?"


tanya Asti yang tak mengerti.


"iya aku adalah ibu kandung Kevin. aku yang melahirkan Kevin tapi bukan aku yang membesarkan Kevin"


jawab Momi Kevin yang kini berlinang air mata mengingat kesalahan terbesar dalam hidupnya.


Asti yang tak percaya dengan pernyataan itu kini kembali menatap Kevin, meminta jawaban langsung pada orangnya. Kevin yang di tatap pun langsung menganggukkan kepalanya. Asti yang kaget kini hanya bisa terduduk di kursi karena kepalanya terasa ingin pecah.


masalah satu belum selesai masalah baru muncul.


"iya nak Asti, dia adalah mama kandungnya Kevin. dan aku adalah Tante nya Kevin yang merawatnya sejak kecil"


sambung mama Kevin menjelaskan nya dengan perlahan.


"Kevin meninggalkan mu itu bukan karena keinginannya nak. itu karena aku yang memaksanya untuk kembali ke pelukan ku!"


timpal momi Kevin.


namun, lagi lagi rasa kecewa dateng karena Kevin tak membagikan cerita ini padanya.


"aku ngerti as, apa yang saat ini Asti ku rasakan. tapi ini lah kebenaran nya. kau harus tau Asti, bukan aku tak mempercayai mu, tapi ini terlalu cepat terjadi hingga aku tak punya waktu untuk berbagi. aku ingat kok dengan janji kita yang akan terbuka satu sama lain. aku ingat Asti!"


ucap Kevin yang ini tak dapat menahan rasa tangisnya yang pecah.

__ADS_1


__ADS_2