Terpaksa Pacaran Berakhir Kebahagiaan

Terpaksa Pacaran Berakhir Kebahagiaan
Sulit? pasti lah.


__ADS_3

setelah hari itu Asti dan Kevin benar benar tidak bertemu dalam beberapa bulan. Kevin sibuk dengan kesibukan nya, begitu juga dengan Asti yang sibuk dengan kegiatan nya.


Kevin begitu sibuk dengan tugas penelitian nya, sedangkan Asti sibuk dengan tugas kuliah yang diberikan oleh dosen.


sampai sibuknya terkadang mereka berjumpa di kampus dan berpapasan langsung, namun hanya saling membalas senyuman satu sama lain tanpa ada percakapan di antara mereka. sebenarnya Asti tidak begitu sibuk, namun Kevin terlihat begitu sangat sibuk dengan tugasnya.


awal awal mereka tidak bertemu atau tidak berkomunikasi satu sama lain itu sangat sulit. bahkan sehari saja tidak berjumpa rasanya itu bagaikan kopi tanpa gula, ada rasa gelisah yang terlintas dipikiran mereka satu sama lain.


namun, Asti sangat menghargai keputusan atau tindakan yang diambil Kevin.


begitu juga dengan Kevin, menurutnya ini adalah tindakan yang benar.


semua ini dilakukan juga demi Asti. Kevin ingin segera tamat, agar dia ada waktu untuk mengumpulkan uang, menjadi mapan lalu datang ke rumah Asti membawa lamaran.


Sulit? pasti sulit. awalnya Asti kira ini begitu mudah, Asti mengira bahwa waktu berjalan dengan cepat sehingga menurut nya hanya beberapa bulan saja itu mudah. namun, saat menjalani nya ternyata diluar dugaan.


Asti selalu merasa ingin menelpon Kevin, ingin mengchat Kevin, ingin menanyakan kabar Kevin namun di tahannya. Asti takut tindakan kecil itu akan mengganggu konsentrasi.


namun, jika tidak seperti itu rasa gelisah dan kehilangan terus menerus menghantui Asti.


tidak Asti saja Kevin pun juga merasakan hal yang sama dengan Asti. yang membedakannya adalah jika Asti takut Kevin terganggu, Kevin mala menahannya dengan alasan dia harus bisa menepati janji pada dirinya.


menurutnya keputusan yang diambil dia adalah tanggung jawab dan janji bagi dirinya yang harus di jaga dan tepati.


menurut Kevin, laki laki sejati adalah laki laki yang bisa menepati janjinya.


tak jarang juga, kedua orang tua mereka saling menanyakan kabar mereka masing masing.


•••••


"ti,,, mama lihat kamu sekarang jarang ya dijemput Kevin? kenapa? kalian berantam ya?"


tanya mama Kevin.


"enggak kok ma,,, gak ada yang berantam. tapi memang beberapa bulan ini Kevin sibuk ma,, jadi gak bisa nganter atau jemput aku"


jelas Asti.


"alah alasan tuh ma?"


sambar bang Jaka dari jauh.


"ma,, Abang??"


rengek Asti.


"sssttt! sibuk apa?"


tanya mama lagi.


"sibuk ngurusin penelitian nya ma,, dia kan sebentar lagi mau tamat ma?"


jawab Asti.


"oh iya,, mama lupa kalau Kevin sebentar lagi akan tamat. ya udah pastilah dia akan sibuk dengan penelitian nya"


ucap mama, sambil memegang keningnya.


•••••


"Vin,, kok mama lihat Asti jarang main kesini ya,, semenjak kamu buat surprise di hari ulang tahun dia? apa dia masih marah sama kamu?"

__ADS_1


tanya mama Kevin saat makan siang berlangsung.


"iya Vin? kamu berantam ya sama Asti?"


kompor kak Yuni.


semua orang yang berada dimeja makan pun langsung menatap Kevin seolah olah sedang menunggu makanan mereka.


"kenapa? kok natap Kevin seperti itu?"


tanya Kevin yang merasa tidak enak.


"Vin??"


tegas mama ke Kevin.


"iya ma iya,, oke Kevin jawab. Kevin sama Asti itu sebenarnya gak ada berantam kok ma,,"


jawab Kevin.


"lalu kenapa Asti tidak pernah main kemari semenjak dia ulang tahun?"


tanya kak Yuni penasaran.


"iya karena,, Kevin ngelarang dia aja. Kevin kan udah mau wisuda ma,, walaupun tinggal dua semester lagi,, tetap aja kan dekat dengan wisuda? jadi Kevin memutuskan untuk tidak bertemu atau berkomunikasi dengan Asti untuk sementara ini. sampai skripsi penelitian Kevin selesai ma! lagian juga ini Kevin lakukan demi Asti juga kan ma?"


jelas Kevin secara blak-blakan.


"bagus,, cakep!! papa setuju dengan keputusan mu kali ini! ini baru anakku"


ucap papa bangga terhadap Kevin.


tanya kak Yuni.


"terinspirasi dari papa lah,, satu lagi? Abang ipar ku yang ganteng dan baik hati ini"


jawab Kevin dengan bangga dan senyuman yang manis.


•••••


tak hanya keluarga saya yang menanyakan tentang mereka, namun teman teman Asti juga menanyakan kepada Asti tentang hubungan mereka yang seperti nya sudah retak. apalagi banyak berita yang beredar tentang retaknya hubungan mereka.


"as,,, Lo gak ada masalah lagi kan sama si ganteng Lo, Kevin?"


tanya Julia sewaktu istirahat.


"iya as,, kami dengar dengar Lo putus sama Kevin,, katanya kevin selingkuh! emang ya playboy gak akan pernah berubah!!"


sambar Sindi yang sudah mulai merasa marah.


Asti yang mendengarnya tak menjawab pertanyaan mereka, karena Asti sibuk dengan membersihkan tangannya. karena mereka habis selesai praktek.


"as,, jawab dong? kepo nih!!"


rengek Julia.


"iya jawab as,, teman kan? atau jangan-jangan itu benar lagi!! kalau benar aku akan datengin dia dan memarahi dia habis habisan!! lihat saja"


ucap Sindi yang berusaha membujuk Asti untuk cerita.


"eh,, apa apaan sih kok ngeri gitu!!"

__ADS_1


jawab Asti tidak terima.


"ya makannya ceritain? jadi kami gak kemakan berita hoax nih!!"


ucap Sindi.


"iya,, aku sama Kevin Itu sebenarnya lagi baik baik aja,, ya memang kami sekarang gak ada komunikasi atau apapun itu. ya karena si Kevin mau fokus buat skripsi penelitian nya! dia kan bentar lagi mau tamat? dua semester lagi loh? pasti banyak tugas yang harus dia selesai kan? jadi yaudah dia minta untuk gak saling jumpa dulu sampai skripsi nya benar benar siap"


jelas Asti.


"oo gitu,, berarti berita yang beredar dikampus ini hoax dong? wah!! siapa nih yang buat berita kayak gini? yang buat udah pasti gak senang sama hubungan kalian as!!"


ucap Julia.


"mungkin"


jawab Asti singkat.


•••••


"Kev,, nanti malam nongkrong yok,, dah lama nih gak nongkrong. ajak juga si Asti"


ajak Billy.


"enggak ah bil,, gue males,, lebih baik gue di rumah siapkan penelitian skripsi ini,, pening gue dosen pembimbing banyak kali tuntutan nya"


tolak Kevin.


"ya elah Vin,, skripsi penelitian kayak gini mah gampang,, ayo lah biar fresh pikiran nya. itung-itung cari inspirasi"


bujuk Billy.


"enggak bil,, lebih baik gue di rumah aja"


jawab Kevin kekeh.


"kamu kenapa sih Vin kok gak mau di ajak? kamu berantam ya sama Asti? makannya kamu gak mau di ajak? takut ketahuan berantam nya?"


tanya Billy penasaran dengan tolakan Kevin.


"enggak,, bukan gitu?"


Kevin mencoba menjelaskan pada Billy.


"enggak salah lagi? aku lihat juga kamu akhir-akhir ini jarang bersama Asti,, kalau pun ketemu paling cuman senyum aja,, apa jangan-jangan kalian putus!!"


ucap Billy kaget saat mulai memikirkan tentang Kevin dan Asti yang putus.


"eh,, amit amit,, gak akan pernah ku lepas kan Asti. dengerin aku, aku memang sengaja gak komunikasi atau jarang ketemuan akhir akhir ini sama dia. aku mau fokus untuk skripsi ku, biar cepat kelar cepat santai"


jawab Kevin.


"mosok?"


tanya Billy tidak yakin.


"astaga,, kamu gak percaya? tanya saja sama Asti! pasti dia akan jelaskan hal yang sama kok kayak yang aku bilang"


jawab Kevin kesal.


melihat wajah Kevin yang kesal membuat Billy merasa yakin, bahwa hubungan mereka sebenarnya belum retak walau banyak gosip yang bilang hubungan mereka sudah retak.

__ADS_1


__ADS_2