Terpaksa Pacaran Berakhir Kebahagiaan

Terpaksa Pacaran Berakhir Kebahagiaan
gak enak


__ADS_3

pagi ini hari sangat mendukung Asti, ia bisa dateng cepat karena kali ini dia membawa mobil tanpa harus melewati kemacetan lalu lintas.


Asti pun segera pergi masuk ke rumah sakit menuju lemarinya. masih pagi hari dia sudah harus bertemu dengan pak Alex. ya, sejak pertemuan makan malam itu Asti merasa tidak enak dengan Alex.


"pagi Asti"


sapa Alex yang berjalan di sampingnya.


Asti hanya tersenyum menundukkan sedikit badan.


ya, sikap Asti kali ini tentu Alex tahu. ia paham betul dengan sikap Asti pagi ini, ia yakin Asti merasa tidak enak dengan nya.


"permisi pak, saya ke lemari saya. mari pak"


ucap Asti sebelum meninggalkan Alex disana.


Asti menuju lemarinya yang berada di lorong sebelah kanan, sedangkan Alex menuju ruangannya yang berada di lantai paling atas.


dia menatap Asti penuh harapan. ia tak tahu apa yang terjadi dengan dirinya, apa lagi saat dia mengetahui bahwa Asti berbohong padanya tentang hubungannya dengan Kevin. itu sedikit menyayat hati nya.


dia pun kembali berjalan menuju ruangannya.


di dalam ruangan Alex segera menjatuhkan diri nya ke sofa panjang yang ada disana. kebenaran tadi malam, itu masih terngiang jelas di pikiran Alex.


"akhhhh kenapa jadi seperti ini!! apa yang terjadi denganku! kenapa aku merasa sangat marah mendengar kebenaran hubungan Asti dengan Kevin!!"


ucap nya kesal di dalam ruangan.


"tenang, tenang Alex. jangan marah dulu, dia kan bukan siapa siapa bagimu. dia hanya bocah ingusan yang magang di tempat mu. ayo lah tenang"


Alex kembali lagi mencoba menenangkan dirinya, berulang kali dia mengatur nafasnya agar bisa sedikit rileks.


"tapi,, kenapa aku merasa tidak terima mendengar hubungan dia dengan Kevin. apakah aku menyukainya? aku sudah sering bergonta-ganti pacar. namun kenapa rasa ini sangat berbeda dari yang sebelumnya?"


tanya Alex dalam hati setelah tenang dengan dirinya beberapa saat yang lalu, sembari termenung.


"apa benar aku menyukainya? tapi bagaimana bisa... selama ini aku hanya mengintainya di layar, hanya demi melihat seberapa bisa dia di andal kan. sampai semua dosen di kampus sangat mengaguminya, memberikan pujian nya yang berlebih? apalagi kak Adi!!"


tanya Alex lagi dalam hati, mencoba mencari jawaban dari ke marahan nya.


"tapi,, kenapa waktu itu kak Adi bilang bahwa aku menyukainya? akhhh!! sudahlah. jika di pikirkan itu hanya akan membuat ku pusing. banyak pekerjaan yang harus aku selesaikan"


ucap lagi Alex dalam hati, sembari melihat di atas mejanya yang bertumpukan kertas kertas dokumen penting yang harus segera dia kerjakan.


••••••••••••••••••


"hai, Asti"


sapa seorang perawat.


"hai, mau kemana sin?"


Asti kembali sapa perawat tersebut yang bernama Sinta.


"saya mau jumpa sama kamu as, saya di suruh sama dokter Yani untuk menangani pasien pasien nya karena dokter Yani bilang dia tidak akan masuk hari ini, urusan keluarga yang mendadak. selama beberapa hari ke depan as"

__ADS_1


jelas perawat tersebut.


Asti mengangguk paham dengan ucapan perawat tersebut.


"baiklah, terima kasih sin. oh iya, apakah kamu di tugaskan menemani saya juga?"


tanya Asti kembali.


"iya, tenang saja as. itu sudah jadwal ku. yaudah aku ambil dulu ya berkas berkas riwayat pasien, kau pergilah duluan menemui pasien"


Asti mengangguk dan Sinta berjalan meninggalkan Asti disana.


Asti pun segera bergegas berjalan menuju ruangan pasien satu persatu. lalu, tak lama kemudian Sinta dateng menghampiri nya dan membantunya.


dua jam telah berlalu, akhirnya mereka selesai juga. mereka pun berencana untuk ke kantin sekedar menghilangkan penat disana sembari menyeruputi kopi. dan ya, Asti tentu saja ditemani dengan laptopnya.


"as, aku ingin tanya sesuatu"


ucap Sinta membuka percakapan.


"tanyakan saja"


jawab Asti yang masih sibuk dengan layar di depannya.


"aku pernah melihatmu pergi bersama pak Alex, tidak hanya sekali, tapi sering..


seketika Asti yang fokus langsung menatap Sinta, ia seperti tau topik pembicaraan nya akan kemana.


Sinta yang biasa saja melanjuti bicaranya.


Sinta berhenti menatap Asti menunggu jawabannya.


Asti masih terpaku dengan pertanyaan Sinta. ya memang di akui oleh Asti selama magang akhir akhir ini, ia semakin dekat dengan pak Alex. namun, ada alasan dan tujuan tertentu. itu dilakukan Asti hanya sebatas pemenuhan kebutuhan skripsi nya saja, tidak lebih. kalau pun lebih, itu hanya sebagai balas jasa saja.


"as!!"


panggil Sinta, mencoba membangunkan Asti dari lamunan.


"eh iya, maaf"


Asti berhenti sejenak.


"untuk yang pertanyaan mu tadi, sebenarnya aku sama pak Alex gak ada hubungan spesial kok. ya memang kami dekat, tapi itu hanya sebatas kebutuhan skripsi ku. dan menurutku sih itu fine aja. aku rasa kamu nya yang berlebihan. apa jangan jangan kamu diam diam..


"iii enak aja!! walaupun dia tampan, kaya, mapan, enggak kali!!. tresno ku iki hanya untuk kang mas ku seorang"


sambar Sinta yang tak menerima.


"emang siapa kang mas mu?"


tanya Asti penasaran.


"iii kok jadi kamu yang penasaran sih!! itu urusanku yang jelas bukan dia. hati ku juga sadar diri kok. aku gak pantas sama pak Alex. ya walaupun aku bahkan gak aku aja semua di sini menginginkan nya tapi, tapi tetap saja itu gak mungkin. pasti dia akan memilih pasangannya jauh lebih dari kami yang dibawah"


jawab Sinta merasa insecure.

__ADS_1


"eh, gak boleh gitu. jalan takdir hidupkan kita gak ada yang tau baik kamu atau aku. bisa saja ternyata jodoh pak Alex itu kamu, bukan kang mas mu itu"


ucap Asti sembari tersenyum.


"heee kamu mengejekku kan? sudah lah aku tidak mau berekspetasi terlalu tinggi! paham!!"


Asti hanya mengangguk menahan tawanya melihat ekspresi wajah Sinta.


tak lama dari percakapan mereka, tiba tiba Asti mendapat pesan dari Yhanko.


"Asti, besok kita pergi ya? aku bosen"


Asti yang membacanya langsung mengeryitkan keningnya


"aku tidak bisa besok"


balas Asti singkat.


tak lama Yhanko membalas


"kenapa? aku mohon, besok mau ya? sekalian kita lari pagi"


"baiklah"


balas Asti singkat setelah membaca pesan dari Yhanko, dia tak ingin berdebat hari ini.


tak lama Asti mendapatkan pesan lagi, Asti kira itu dari Yhanko ternyata bukan.


"apalagi sih! aku udah jawab iya"


balas Asti tanpa melihat nama, atau foto profil nya.


"kamu kenapa?"


membaca balasan nya Asti langsung mengeryitkan keningnya. saat melihat namanya ternyata itu dari Kevin, Asti pun memukul keningnya dengan refleks.


"aduh,,,"


Asti segera membalasnya


"enggak. gak papa. kenapa Vin?"


"besok kita lari pagi bersama ya, sudah lama kita enggak lari bareng"


balas Kevin dari sebrang.


"tapi Vin, aku gak bisa. aku besok fokus untuk skripsi ku"


balas Asti yang bingung mencari alasan untuk menolak.


Kevin yang membacanya mengerti


"baiklah, jika tidak bisa. semoga cepat selesai ya skripsinya"


Kevin mengirim stiker emot penyemangat di tambah dengan hati.

__ADS_1


membuat Asti merasa tidak enak. tapi mau bagaimana lagi, Asti tidak punya pilihan karena sebelumnya dia sudah janjian dengan Yhanko.


__ADS_2