Terpaksa Pacaran Berakhir Kebahagiaan

Terpaksa Pacaran Berakhir Kebahagiaan
Terpesona dengan Asti


__ADS_3

setelah pemilihan tersebut, Asti seperti mendapatkan beban lagi. kali ini bebannya bertambah, dia bukan hanya menjadi asisten dosen melainkan dia juga adalah wakil ketua BEM kampus favorit.


••••


setelah beberapa hari menanggung beban baru nya, Asti merasa sangat capek. bahkan dia sudah tidak sanggup.


padahal dia masih menanggung beban nya selama seminggu.


dia sangat lelah, urusan kuliahnya kali ini sangat berantakan. seharusnya dia bisa fokus pada pembelajaran namun kali ini tidak. belajar nya di kampus sangat berantakan.


bahkan tak jarang Asti sering ketinggalan pelajaran, seminggu ini juga dia harus keluar izin dan masuk ke kelas karena urusan organisasi ini.


ada sedikit kesenangan namun lebih banyak sengsaranya.


"permisi buk"


ucap Kevin mengetuk pintu.


"iya, ada apa vin?"


"saya mau minta izin Asti Bu, biasalah Bu?"


jawab Kevin cengengesan.


"oo, asti. kamu di panggilkan keluarlah"


ucap ibu dosen yang sudah mengerti maksud dan tujuan dari Kevin.


Asti pun melangkah keluar sambil tersenyum dengan ibu dosen. jujur, Asti sangat malu karena selama seminggu ini Asti selalu di panggil di saat jam pelajaran seperti ini.


Asti pun keluar dan berjalan bersama Kevin.


"apalagi kali ini kev?"


tanya Asti kesal menatap wajah Kevin.


"biasalah, kita harus mengatur dan menyusun program kita"


jawab Kevin Santai.


"apa kita akan rapat sampai jam kelas berakhir?"


tanya Asti ragu.


"mungkin, bisa jadi"


mereka pun berjalan menuju ruang rapat. disana sudah terlihat beberapa anggota yang sudah berkumpul.


setelah semua anggota berkumpul, akhirnya pertemuan kali ini di buka membahas tentang program program yang akan dibuat demi mencapai visi misi yang telah mereka buat.


tak terasa, siang pun tiba. Kevin memutuskan untuk menunda rapat nya sampai jam dua siang, setelah itu mereka lanjut rapat lagi.


"baiklah, gunakan waktu ini dengan sebaik mungkin. selamat makan"


ucap Kevin, lalu meninggalkan ruangan.


seketika semua yang dalam ruangan pun keluar dan berbubaran.


kevin memegang tangan Asti, Kevin berencana mengajak Asti untuk makan. namun Asti menolak.


"aku, aku nanti saja makannya.. aku mau ke toilet dulu"


"yaudah cepat aku tunggu!"


ucap Kevin.


"gak usah kev, kalau mau duluan.. duluan saja. mungkin aku akan lama. jadi kamu duluan saja"


tolak Asti.

__ADS_1


tanpa aba aba lagi Asti pun pergi meninggalkan Kevin sendiri.


Kevin yang merasa heran dengan sikap Asti yang aneh, membuatnya penasaran


apa yang akan dia lakukan di toilet? kenapa lama?


pertanyaan penasaran itu terus menerus muncul.


awalnya Kevin ingin meninggalkan dan pergi makan, namun rasa penasaran yang begitu besar membuat Kevin tak bisa menahan nya.


akhirnya Kevin berencana untuk mengikuti Asti pelan pelan dan melihat Asti dari kejauhan.


•••••


Asti pun pergi mengambil wudhu nya, ia berencana untuk sholat Zuhur dulu baru makan.


karena menurutnya jika dia sholat Zuhur nanti, pasti membuat dia tidak akan sempat karena seperti nya kali ini dia akan pulang sore.


yang ada nanti dia gak sholat Zuhur lagi.


Asti berwudhu, selesai wudhu Asti pun ke mushola h yang kebetulan di kampus sudah di sediakan.


Asti membuka tas nya dan mengambil telkung nya, lalu memakai nya dan langsung sholat


dari kejauhan Kevin melihat Asti yang sholat, merasa adem. menurutnya, Asti yang murahan di mata Kevin kini menjadi Naik tingkatan.


adem banget liat Asti kayak gini,, perempuan yang sempurna. Tuhan,, apakah ini salah satu bidadari yang kau utuskan di dunia?


wanita yang aku pikir dia adalah wanita murahan, ternyata aku salah lagi.


perempuan yang sempurna...


sudah baik, sayang anak anak, rajin ibadah lagi


apa aku terpesona sama Asti..


gumam Kevin dalam hati sambil menatap dalam Asti yang lagi sholat.


"kenapa kau tidak mengatakan kalau kau ingin sholat? apa payahnya coba!"


ucap Kevin tiba tiba mengagetkan asti yang lagi memakai sepatu.


"hah!.. astaga kev,, kamu ngagetin aja!"


ucap Asti kesal masih kaget.


"maaf, abisnya kamu buat orang penasaran"


"oo atau jangan jangan kamu ngikuti aku ya dari tadi!!"


bentak Asti.


"iya"


jawab Kevin singkat, sambil cengengesan membuat Asti kesal.


"gak sopan ya,, ngikuti orang kayak gitu! lain kali gak boleh kek gitu!!"


"yaudah, kalau gitu kita makan yuk? aku laper"


ajak Kevin.


"lah,,, kamu aja yang makan. kan aku suruh tadi kamu makan duluan. aku sengaja gak ikut karena aku bawa bontot dari rumah"


jawab Asti menolak.


"yaudah kita makan di ruangan saja. nanti kita bagi dua"


ucap Asti, kali ini dia menarik tangan Kevin karena Asti sudah merasa lapar.

__ADS_1


saat dijalan Asti sedikit mengeluh kepada Kevin.


"kev, kapan ya aku gak sibuk kayak gini? aku mau fokus sama pembelajaran ku,, sudah banyak mata pelajaran yang tertinggal"


"lah, kenapa kamu tanya gitu? ini adalah resiko menjadi wakil ketua BEM"


jawab Kevin.


"kamu apa gak pernah ikut ikut organisasi seperti ini?"


tanya Kevin yang melihat Asti diam.


"aku, aku gak pernah ikut organisasi sekolah. tapi kalau yang ekstrakurikuler aku selalu ikut"


Jawab Asti.


"yaudah deh gini ya, aku gak pasti sih kamu sibuk gini akan sampai kapan. tapi aku yakin seiring dengan berjalannya waktu, kamu pasti akan terbiasa"


Kevin memberikan sedikit semangat pada Asti.


Asti hanay menatap mata Kevin.


semoga saja begitu kev,,,


ucap Asti sambil terus menatap mata Kevin.


tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul dua lewat.


rapat pun segera dibuka kembali, mereka pun kembali membahas program program yang mereka ingin buat.


hampir dua jam sudah, akhirnya rapat di tutup.


waktu menunjukkan pukul empat sore. terlihat matahari yang mulai meredupkan sinarnya, kemacetan jalan yang mulai menguasai seluruh jalan.


"Asti,, ayo pulang bareng"


ajak Kevin.


"gak usah kev, aku bisa naik kendaraan umum kok"


"kamu yakin? jam segini mana ada taxi? kalau naik kendaraan umum juga belum tentu bisa masuk di daerah kamu? udah ayo,,"


Kevin menarik tangan Asti dan memaksa Asti untuk naik.


"makasih ya kev"


ucap Asti membuat Kevin senyum.


mereka pun pergi meninggalkan parkiran kampus.


saat dijalan kemacetan terjadi begitu padat, membuat mereka akan pulang telat. Kevin melihat Asti yang sibuk dengan tugasnya.


"kamu kenapa as?"


"eh, ini aku di telpon kawan ku. besok harus pengumpulan tugas dari dosen Adi, aku belum selesai lagi"


jawab Asti yang masih sibuk dengan ponselnya.


"yaudah besok aku bilang sama dosen Adi, untuk memberikan kamu tambahan waktu"


"emang bisa?"


tanya Asti kaget.


"bisalah, itu gampang"


jawab Kevin.


"eh tapi gak usah, aku yakin aku bisa siap besok"

__ADS_1


"terserah"


jawab Kevin.


__ADS_2