Terpaksa Pacaran Berakhir Kebahagiaan

Terpaksa Pacaran Berakhir Kebahagiaan
Terimakasih


__ADS_3

Kevin yang disana sibuk dengan dunia bisnis, sedangkan Asti disini sibuk dengan dunia medisnya, di dunia dimana menjadikan tempat pelampiasan dia, disaat ia merasa sedih, rindu.


pagi hari seperti biasa kebiasaan seorang dokter adalah mengecek seluruh pasien nya. Asti mendatangi satu persatu ruangan mengecek kesehatan pasien nya sekaligus menyapa pasiennya yang bersama seorang perawat yang setia mengikutinya dari tadi.


"ana, apakah hari ini saya akan temu janji dengan pasien?"


tanya Asti sembari berjalan menuju ruangannya, karena baru saja mereka selesai mengecek keadaan seluruh pasien.


"hari ini hanya dengan beberapa pasien saja dokter Asti"


jawab Ana, perawat yang sering bersama dengan Asti.


"oh iya satu lagi saya lupa dok. dokter Asti masih ingat dengan pasien yang beberapa hari yang lalu Operasi? yang dokter Asti bantu untuk biaya operasi nya itu?"


tanya Ana yang baru mengingatnya tadi.


"kenapa? apa terjadi sesuatu dengan pasien tersebut?"


tanya Asti yang mulai khawatir.


"tidak dok, hanya saja mereka menyampaikan pesan pada saya. bahwa mereka ingin bertemu dengan dokter, sebelum mereka pulang. karena nanti sore mereka sudah bisa pulang"


jawab Ana yang memberitahukan pesan mereka.


"oo, itu.. yaudah nanti saya akan menemui mereka, setelah jadwal janji saya berjumpa dengan pasien telah selesai"


sahut Asti yang terus melangkah menuju ruangannya.


waktu terus berputar jam sudah menunjukkan pukul sebelas lewat. Asti pun berjalan keluar dari ruangannya setelah janji ketemuan dengan pasien pasien nya telah usai. Asti berjalan hendak menuju ruangan dimana pasien yang ia bantu ingin bertemu dengannya.


"assalamualaikum"


ucap Asti sembari mengetuk pintu dan membuka pintu dengan perlahan.


"waalaikumsalam"


jawab semua orang dari dalam ruangan yang tampak sangat antusias.


"bagaimana keadaan kamu?"


tanya Asti pada seorang laki laki yang terkapar di berangkar.


"Alhamdulillah baik buk dokter"


jawab laki laki itu dengan senang.


"Bu, saya mau ngucapin terima kasih ya Bu, atas bantuan yang ibu berikan. jika tidak ada ibu yang membantunya, saya tidak tau lagi bagaimana nasib saya dan anak saya"


ucap seorang perempuan yang memiliki perut besar, yang menangis tersedu-sedu sembari mengusap perutnya yang membesar.


Asti yang melihatnya pun tersenyum, lalu menghampirinya, ia pun mengusap perut perempuan tersebut dengan lembut. entah mengapa ia ingin sekali mengelusnya, ada rasa senang dan terharu di dalam hatinya.

__ADS_1


sedangkan si perempuan yang menangis tersedu-sedu tadi sedikit terkejut melihat tingkah dokter tersebut, yang tiba-tiba menyentuh perutnya tanpa aba-aba.


Asti pun segera tersadar, ia pun dengan cepat menarik tangannya dari perut tersebut, dan bertingkah gelagapan seperti seseorang yang bersalah


"maaf, maaf.. sa saya hanya hanya terbawah suasana. oh iya, kamu tidak perlu berterima kasih. ini sudah menjadi tugas ku sebagai seorang dokter. jadi, tenang saja. seharusnya kamu berterima kasih kepada Allah karena melalui dia saya bisa membantumu"


jawab Asti.


"andai semua dokter memiliki kebaikan seperti mu, saya yakin negara ini akan aman. terimakasih ya nak, saya yakin bahwa kamu akan menjadi guru terbaik nantinya bagi anak anak kamu. terima kasih nak"


sambar wanita paruh baya itu.


Asti tersenyum kaku, tak mengerti harus bereaksi seperti apa.


"yaudah, kalau begitu. nanti saya akan suruh asisten saya untuk menyediakan transportasi kepulangan bapak dan ibu. jadi saya permisi dulu ya pak buk, saya masih ada urusan lain"


ucap Asti berpamitan.


Asti pun keluar dari ruangan tersebut. tak lama kemudian Asti mendapatkan panggilan dari asisten pribadi nya itu.


"waalaikumsalam, ada apa?"


"oo, oke tunggu aku disana lima belas menit lagi"


jawab Asti yang terus melangkah keluar dari gedung rumah sakit tersebut.


Tut... Tut...Tut...


•••••••••


"maaf saya dateng telat"


ucap Asti ketika sampai di cafe yang telah dijanjikan.


"gapapa, ibu dokter Asti saya memaklumi nya"


jawab seorang laki laki yang memakai almamater kampus favorit tersebut yang tersenyum ramah pada Asti.


"mari buk duduk!"


ajak seorang perempuan yang masih muda.


mereka pun duduk bersama saling berhadap-hadapan.


"jadi gimana?"


tanya Asti yang bingung.


"jadi gini Bu, kami dari universitas favorit akan mengadakan seminar di kampus buk. tujuan kami membuat seminar ini adalah untuk memotivasi anak anak muda di zaman sekarang ini buk. jadi setelah ada musyawarah dengan ketua dan panitia panitia. ada yang mengajukan ibu untuk memberikan motivasi kepada mahasiswa yang ikut seminar nanti. banyak, dari mereka yang ingin ibu untuk ikut berpartisipasi di dalam seminar ini. mereka menjadikan ibu sebagai panutannya"


jelas laki laki tersebut yang menyampaikan tujuan dan maksud mereka.

__ADS_1


"iya buk, generasi muda zaman sekarang banyak yang terinspirasi dengan ibu. mereka terinspirasi karena kerja keras ibu, selain ibu sukses dalam menggeluti bidang medis ibu juga sukses dalam hal bisnis. dan walaupun ibu sukses ibu tidak pernah sombong, ibu sering membantu mereka yang kesulitan"


sambar perempuan disampingnya.


"baiklah. tapi sebelum nya saya harus mengatakan ini, jujur. ini pengalaman pertama saya sebagai motivator, jadi saya mohon maaf sekali jika nanti nya tidak sesuai dengan ekspektasi kalian. karena saya sebelumnya tidak pernah menjadi motivator. jadi saya harap jika nanti ada kekurangan harap maklum ya"


jawab Asti yang jujur sembari tersenyum.


"iya Bu, gapapa"


jawab laki lak tersebut yang sedikit kaku.


"baiklah. untuk masalah jadwal dan lain lain kalian bisa bicarakan ini kepada asisten pribadi saya, dia akan mengurus semuanya"


balas Asti yang merasa lega.


"Bu, boleh kah kita foto bersama?. mengabadikan moment Bu"


tanya perempuan tersebut sedikit ragu.


"oh iya ayo ayo ayo. tolong ambilkan ya!!"


jawab Asti yang sangat antusias dan menyuruh asisten nya itu untuk mengambil fotonya.


setelah itu mereka pun berbincang bincang dengan ringan sembari menghabisi makanan dan minuman yang telah di pesan.


•••••••


"oh iya, apa lagi jadwal ku hari ini?"


tanya Asti di menatap pemandangan diluar jendela mobilnya.


"jadwal mu sore ini sudah habis, tinggal nanti malam. bertemu dengan sahabat sahabat mu"


jawab asisten pribadi Asti yang melakukan hal yang sama dengan Asti.


"baiklah"


jawab Asti yang merasa lelah.


malam hari telah tiba, Asti pun bersiap siap untuk berangkat menemui sahabat-sahabat nya itu. dia begitu antusias dengan pertemuan ini, semenjak ia menjadi seorang dokter, ia jarang sekali jumpa dengan para sahabat nya. karena jadwal yang terus menerus padat. sehingga untuk bertemu dengan Asti saja mereka harus menunggu.


"Apri!! saya akan pergi sendiri. kamu tidak perlu ikut"


perintah Asti kepada asisten nya itu.


"tapi..."


"tidak ada tapi tapi, yang jelas sekarang saya ingin berangkat sendiri. kamu terserah mau ngapain, atau kemana, pokoknya saya mau berangkat sendiri!!"


jawab Asti dengan tegas yang segera memotong ucapan Apri.

__ADS_1


Apri pun menganggukkan kepalanya


__ADS_2