Terpaksa Pacaran Berakhir Kebahagiaan

Terpaksa Pacaran Berakhir Kebahagiaan
Bujuk Asti, Kevin!


__ADS_3

hari ini, Asti ingin pergi ke kantin kampus. ia berencana untuk makan disana, karena perutnya merasa lapar.


rasa lapar yang tidak bisa dia tahan, membuat dia wajib ke kantin.


Asti tidak ke kantin sendirian tapi ditemani sama Sindi dan Julia.


mereka pun berjalan menuju kantin.


sesampainya, mereka langsung memesan makanan dan minuman. karena Asti belum makan jadi dia mesen nasi goreng dan jus alpukat.


tak lama kemudian pun pesanan mereka Dateng.


mereka pun memakannya sambil berbincang bincang, tentang masalah yang lagi happening di kampus.


"as, lu gak mau coba ajukan diri untuk ketua BEM?"


tanya Sindi.


"iya kamu cocok loh jadi ketua BEM kampus ini, apalagi selama tugas jadi asisten dosen aja kamu bisa nangani dengan mantap nih kelas kita"


ucap Julia yang setuju jika Asti jadi ketua BEM kampus.


Asti yang mendengarnya, merasa malas.


"aduh,, gak ada niat deh mau Ngajukan diri jadi ketua BEM kampus. ngurus kalian satu kelas aja kepala ku sudah puyeng,, ditambah jadi ketua,, bisa bisa mati aku"


jawab Asti mengeluh.


"emang kami sebegitu susahnya ya di atur?"


tanya Julia pelan.


Asti hanya mengangkat bahu sambil memasang wajah yang puyeng.


"pikir aja sendiri"


ucap Asti di akhir tingkahnya.


di lain sisi, Kevin masih resah. gimana cara nya agar Asti mau menjadi wakil ketua. karena menurutnya Asti sangat tepat untuk menjadi wakil ketua.


"woy, ngelamun aja"


Kevin kaget mendengar suara Billy.


"eh, Billy kapan Dateng?"


"barusan, kamu mikir apa sih? kok kamu sampai ngelamun gini?"


tanya Billy penasaran.


"enggak, aku lagi mikir gitu siapa yang tepat buat jadi calon wakil ketua ku"


"oo yaudah sama Laras aja"


canda Billy membuat kesal Kevin.


"enggak, enggak aku bercanda kok. emang saat ini kamu sudah punya pilihan atau kira kira orangnya?"


tanya Billy mulai serius.


"ada sih, tapi.. dia gak mau"


jawab Kevin.


"gak mau kenapa?"


"gak mau karena kata nya beban. tugas kuliah saja sudah banyak konon ditambah tugas menjadi wakil ketua"


Jawab Kevin jelas.


"emang siapa?"


tanya billy penasaran.


"Asti"


jawab singkat Kevin.


Billy yang mendengarnya terkejut.


"lah,, emang iya sih dia cocok buat jadi wakil ketua mu. tapi kapan kamu bilang sama dia?"

__ADS_1


"kemarin pas kita three date. aku langsung tutup point mengatakannya sama Asti. tapi Mala Asti jawab begitu"


jelas Kevin lagi.


"yaudah, kan masih banyak yang lain. kenapa gak kamu coba aja yang lain?"


tanya Billy enteng.


"loh enak bilang, ngelakuinnya? gak bisa lah asal asal milih orang Billy,, aku merasa gak ada yang pantes buat jadi wakil ketua ku selain Asti"


tegas Kevin.


"yaudah kalau itu yang menurutmu pas sama kamu. berarti jalan satu satunya ya kamu harus bujuk Asti, Kevin!"


jawab Billy enteng.


"itu masalah nya, aku gak ngerti cara bujuk dia. tapi, aku gak mau ah.. dimana harga diri ku jika aku bujuk perempuan seperti dia"


Kevin menolak masukan dari billy.


"yaudah kalau gitu, kamu cari aja yang lain. gampang kan?"


kesal Billy melihat keras kepala nya Kevin, yang memang tidak mau mengalah.


"atau pilihan kedua nya kamu mundur dari calon ketua ini"


Kevin yang mendengar nya tidak terima.


benar juga sih, kata Billy. masa iya dia mundur,, aku kan masih ingin berkarya. akan jadi apa aku jika aku tidak sibuk.


gumam Kevin dalam hati.


mau tidak mau Kevin harus membujuk Asti.


hingga dia mau dan wajib mau.


saat Kevin berjalan menuju kantin, Kevin melihat Asti yang lagi duduk bersama teman teman Asti.


Kevin pun ingin mendekati nya, namun mengurungkan niat nya karena menurut nya keadaan nya tidak mendukung.


•••


Bel berbunyi bertanda jam pelajaran selesai.


tak lama kemudian Asti keluar dari kelas nya, betapa kagetnya Asti ketika Kevin sudah berada di depan kelasnya.


Asti pun mendekati Kevin


"kenapa kamu disini?"


tanya Asti pelan.


"aku mau ngajak kamu"


Kevin pun menggenggam tangan Asti, dia membawa Asti dengan paksa.


kali ini mereka sudah berada di salah satu cafe.


"kamu mau ngapain sih?"


tanya Asti kesal melihat sikap Kevin.


"aku mau serius, aku mau kamu jadi wakil ketua kampus"


jawab Kevin jelas.


"udah aku bilang kev, aku gak mau, dan akan tetap tidak mau"


"plis... kali ini aku minta tolong sama kamu as"


"apa alasan kamu memilih aku?"


tanya Asti.


"kamu tuh tepat buat jadi wakil ketua. aku sering mendengar dosen dosen selalu memuji kerjaan mu yang cekatan"


jelas Kevin.


"aku rasa kamu bisa menjadi wakil ketua ku? pliss,,, kali ini aja. sebagai balas jasa atas semua nya yang aku lakukan kepada mu"


"jadi kamu gak ikhlas kemarin kemarin bantu aku?"

__ADS_1


tanya Asti makin kesal.


"bukan gitu,,, "


Kevin merasa bersalah dengan kata katanya tadi.


hampir ada lima belas menit akhirnya pesanan mereka Dateng. Asti pun menikmati pesanan nya.


"baik lah, begini. aku akan pikirkan lagi, aku gak bisa janji aku akan jadi wakil ketua atau tidak. tapi aku akan pikirkan lagi"


"kapan kamu bisa kasih jawaban nya?"


tanya Kevin memastikan.


"mungkin besok"


jawab Asti.


"baiklah, aku akan nunggu jawaban kamu besok"


jawab Kevin.


•••••


malam hari tiba, Asti pun menidurkan tubuh nya di ranjang setelah dia membaca buku buku tentang ilmu kedokteran selama tiga puluh menit.


sejenak dia melamun, tentang tawaran Kevin. dia merasa bingung harus menerima atau tidak, karena disisi lain yang jarang teman temannya ketahui Asti memiliki sifat yang pemalas dalam berorganisasi.


stress mikirin itu, tiba tiba Asti berfikir tentang masa depannya.


gimana ya sama masa depan ku, apakah aku akan sibuk saat kerja sehingga waktu ku bersama keluarga menjadi sedikit? bahkan Abang aja sekarang sudah jarang dia jumpai.


siapa ya kira kira pasangan ku nanti? apakah dia ganteng? atau dia kaya?


apakah dia dari masalah lalu ku atau masa depanku. atau orang yang bahkan aku tidak kenal sama sekali?


lamunan tersebut buyar karena suara ponsel berbunyi, Asti pun segera mengangkatnya.


"halo"


panggil asti.


"halo as, kok lama banget ngangkatnya?"


tanya jenny dari sebrang sana.


"iya maaf tadi aku lagi fokus banget sama baca buku, ada apa Jen?"


"oo iya, aku cuma mau bilang. aku akan mencoba menyalonkan diri sebagai calon ketua BEM kampus. menurut mu gimana?"


"oo bagus, yang penting kamu tanggung jawab jangan ngecewain nanti nya"


balas Asti yang langsung ingat dengan tawaran Kevin.


"Asti, kamu gak mau Ngajukan diri sebagai calon ketua?"


tanya jenny dari sebrang namun tak ada jawaban dari Asti.


"Asti"


panggilan jenny membuat Asti keluar dari lamunannya.


"eh iya,, aku gak tau. tapi kalau boleh jujur aku tidak tertarik dengan itu"


jawab Asti singkat.


"yah,, padahal aku harap kamu bisa ikut nyalon kan diri. kamu kan ada jiwa kepemimpinan. aku juga dengar dosen dosen selalu memuji kerjaan mu yang cekatan. sayang tau jiwa kepemimpinan mu itu"


Asti hanya diam, ada benarnya juga jenny ucap Asti dalam hati paling dalam.


namun, Asti selalu merasa bahwa dia tidak pantas.


"yaudah lah Jenn, eh iya siapa calon wakil ketua mu?"


tanya Asti mengalihkan topik.


"oo calon wakil ketua ku si Rara loh, yang pernah aku ceritakan ke kamu"


ucap jenny dengan bahagia.


"oo bagus tuh si Rara, cocok dengan mu"

__ADS_1


mereka pun berbicara hingga tak terasa malam semakin gelap dan membuat mereka mengakhiri telponnya.


__ADS_2