
"suster suruh anak magang yang bernama Asti untuk menjumpai saya"
ucap Alex kepada resepsionis melalui telponnya.
"baiklah, jika sudah selesai dengan tugasnya segera jumpai saya"
sahut Alex mematikan teleponnya.
•••••••••
Asti yang baru kelar dengan tugasnya pun akhirnya memutuskan untuk keluar dari gedung rumah sakit. sebelumnya Asti sudah memesan kepada Kevin untuk membelikan nya makanan siang, karena semenjak pulang dari kampus Asti belum makan siang. membuat perutnya lapar bukan main.
Asti berjalan, melewati resepsionis.
"Asti!!"
teriak salah satu resepsionis yang melihat Asti.
Asti pun berhenti dan menoleh kearah resepsionis tersebut. seolah dari tatapannya bertanya ada apa.
"tadi pak Alex bilang, katanya kamu harus keruangan pak Alex setelah tugas mu selesai"
resepsionis tersebut memberitahu kan niatnya.
Asti seketika mengeryitkan keningnya.
"kata pak Alex tadi ada urusan penting. aku juga kurang tau penting bagaimana? karena pak Alex tidak menjelaskan nya"
lanjut lagi resepsionis tersebut.
Asti menghirup udara sedalam dalamnya dan mengeluarkan nya dengan sedikit kasar.
"baiklah. bilang sama pak Alex aku akan menjumpai nya lima belas menit lagi. aku ingin keluar mengambil bekal makan siang ku"
jawab Asti dan kembali melangkah keluar.
tok,,, tok,,, tok,,,
"mas, pesanan saya mana ya maa?"
tanya Asti berpura-pura kepada Kevin.
"ia mbak, ini sesuai dengan pesanan ibu kan? nasi Padang satu, dan burger cheese ayam satu sama kentangnya dan tak lupa minumannya"
jawab Kevin mengikuti permainan Asti.
Asti dan Kevin pun tertawa, karena peran yang mereka mainkan sangat lah totalitas.
"oh iya, ngomong ngomong mbak nya cantik juga ya? udah ada yang punya mbak?"
tanya Kevin menggoda.
"hah. masak sih mas? bapak buat saya malu saja mas"
tersipu malu.
"iya beneran mbaknya udah ada yang punya belum? kalau belum punya biar sama saya saja"
sahut Kevin masih berusaha menggoda Asti.
Asti tersenyum dengan pipi yang merona
"udah kok mas saya udah ada yang punya. maaf ya mas"
"siapa yang punya?"
"yang punya Kevin Wijaya Nugroho. yang calon pengusaha itu loh mas, yang bentar lagi mau wisuda"
kini dia dan Kevin kembali tertawa lagi, tidak kuat jika harus memainkan peran mereka terlalu lama.
"yaudah dimakan? jangan tekat entar sakitloh? kalau calon dokter sakit malu lah sama pasiennya"
__ADS_1
ucap Kevin mengingatkan jam makan siang.
Asti mengangguk paham.
"makasih"
ucap Asti.
"yaudah aku berangkat dulu, kalau ada apa apa bilang. nanti pulang aku jemput, jangan keluyuran lagi!!"
"iya Kevin. kau ini sudah melebihi mama ku saja"
jawab Asti yang memanyunkan bibirnya.
"kamu cuma ingin menjaga mu saja, tidak lebih"
ucap Kevin yang kini sudah memegang pipi Asti dengan lembut. sedangkan Asti merasa terharu dengan ucapan Kevin.
Kevin pun segera pergi setelah di usir oleh Asti, dan Asti kemabli lagi masuk ke dalam gedung rumah sakitnya.
Asti kembali ke ruangannya untuk menarukan bekal makan siangnya dan segera pergi menuju ruangan pak Alex. sejujur nya, Asti sudah malas untuk dateng, tapi ia menghargai Alex sebagai atasannya.
"assalamualaikum pak"
memberi salam Asti saat sudah berada diambang pintu ruangan Alex yang terbuka.
"eh iya masuk as"
Alex bangkit dari duduknya, mempersilahkan Asti masuk.
"ada apa ya pak? kenapa bapak memanggil saya?"
tanya Asti terus terang.
"ini, saya dapat kabar bahwa katanya kedua teman kamu itu tidak masuk. kamu tau kenapa mereka tidak masuk? karena kamu kan temannya? kalian juga satu kelompok kan?"
tanya Alex balik.
jawab Asti.
"izin ngapain?"
tanya Alex mengeryitkan dahinya.
"mereka izin tidak masuk karena tiba tiba teman sekelas ngadain acara kumpulan dadakan pak"
jawab Asti lagi.
"oo baik lah"
balas Alex singkat.
"apakah bapak cuma ingin menanyakan hal itu saja?"
tanya Asti lagi
Alex mengangguk.
"baiklah pak saya permisi keluar dulu, karena ini sudah waktunya jam makan siang. permisi pak"
ucap Asti yang hendak meninggalkan ruangan Alex.
"Asti!!"
panggil Alex.
Asti pun seketika berhenti di ambang pintu saat namanya dipanggil oleh Alex. ia membalikkan badannya dan menundukkan kepalanya.
"ada apa pak?"
tanya Asti.
__ADS_1
"em,,, saya cuma mau bilang"
"bilang apa?"
tanya Asti yang mulai merasa tidak enak.
"saya sudah sama kamu as"
jawab Alex yang sedikit gugup.
sedangkan Asti yang mendengarnya nya seperti terkena samberan yang dahsyat di siang hari yang bolong.
"maaf pak sebelumnya. saya bukan lancang tapi mohon maaf bapakkan sudah tau bahwa saya sudah ada kekasih. tidak seharusnya bapak mengatakan hal tersebut, dan saya harap bapak tidak mengulangi kesalahan ini lagi. saya disini karena magang, bukan hal yang lain. jadi saya minta tolong bapak jangan membawa perasaan dalam pekerjaan, dan saya minta tolong masalah pribadi jangan dibahas di pekerjaan, saya menganggap bapak tidak lebih dari atasan saya. jika pun lebih saya hanya menganggap bapak sebagai guru saya, karena saya disini magang. gunanya magang bukan hanya untuk mempraktekkan ilmu yang sudah kita dapat, tapi juga mencari ilmu Barus an pengalaman pengalaman baru"
jawab Asti panjang lebar, mencoba untuk menjelaskan nya kepada Alex.
Alex hanya terdiam mendengar penjelasan Asti. jujur hati nya sangat terluka. bahkan bisa dikatakan hatinya saat ini hancur melebihi apapun itu.
"ya maaf, saya sudah membawa masalah pribadi dalam pekerjaan. tapi,, saya paham kok apa yang kamu katakan itu. seharusnya saya tidak membicarakan hal ini, tapi saya cuma mau nyampaikan aja. mana tau...
belum lagi menyelesaikan kata katanya Asti sudah memotongnya, Asti seperti tau arah pembicaraan Alex.
"stop. pak!! saya tau bapak ingin mengatakan apa. tapi saya bilang sekali lagi kepada bapak. saya tidak akan berpaling dari kekasih saya. terima kasih pak, maaf ini sudah waktunya jam makan siang, saya pamit"
Asti berjalan meninggalkan ruangan pak Alex dengan penuh amarah. ya, kekasih mana yang tidak marah melihat orang lain mengharapkan hubungan mereka hancur.
"as, Lo kenapa?"
tanya Sinta.
"iya as, muka mu semrawut kali? Lo gak kesambetkan?"
tanya salah satu perawat yang berada disamping Sinta.
Asti duduk, meletakkan bekalnya di atas meja dengan sedikit membantingnya.
"bisa bisa nya ya!! ada orang yang berani mengharapkan hubungan orang lain berakhir? bicara blak blakan lagi di depan orangnya!"
ucap Asti yang masih terbawa emosinya.
Sinta dan satu perawat itu saling tatap tatapan, mencoba mencerna ucapan Asti.
"emang siapa as?"
tanya Sinta penasaran.
Asti pun segera tersadar saat mendengar pertanyaan Sinta.
"eh,,, apanya siapa?"
tanya Asti memalingkan topik.
"yang Lo maki tadi?"
jawab Sinta mencoba mengingatkan Asti.
"emang tadi gue maki ya?"
mereka berdua mengangguk.
"oo itu, gue terikut sama suasana Drakor tadi. jadi agak kebawa dikit marahnya. sebel gue lihat pelakor dimana mana, semakin meraja lela!!"
jawab Asti mencari alasan yang masuk akal.
"oo,, aku kira siapa as"
ucap salah satu perawat yang berada disamping Sinta setelah mendengar jawaban Asti.
ya, padahal sebenarnya Asti tidak pernah suka dengan yang namanya Drakor. menurutnya, karya bangsa juga jauh lebih bagus ketimbang Drakor. akting mereka tidak kalah jauh dari Drakor dan pemain pemain nya juga gak kalah cakep dari Drakor.
kalau gak cantik gak bakalan lulus testing;v
__ADS_1