Terpaksa Pacaran Berakhir Kebahagiaan

Terpaksa Pacaran Berakhir Kebahagiaan
Pertemuan Makan Malam Part 2


__ADS_3

"wah, gimana pak masakannya, enak?" tanya Zain.


"enak Zain" jawab bapak Denny yang lagi menyantap makanannya.


"di habisin ya buk, pak. soalnya nanti ada yang marah pak kalau gak di habisin"


canda Zain.


"wahh pasti ini bapak habisin" jawab bapak Denny membuat tawa.


saat makan Zain pun memperkenalkan istri dan keluarga nya.


"kenali pak ini istri saya Yuni, ini ayah mertua saya papa derwin, dan ini ibu Yani, nah itu yang laki laki adik ipar saya Kevin dan ini si mungil adek ipar kecil keysa"


mereka pun tersenyum satu sama lain.


"oo iya iya" balas bapak denny mengangguk.


"wah ternyata adek Asti sama Jaka sudah besar juga ya" ucap Zain membuka pembicaraan.


"iya kak" balas Asti dengan senyum malu.


"emang dulu kayak mana kak?" tanya Clara curiga.


"dulu waktu kakak masih di sekolah SD, astaga Asti itu masih kecil banget umur satu, dua tahun keknya. sedangkan Jaka, masik TK"


jawab Zain dengan tawa saat mengingat mereka.


"dulu, Asti itu sering dibawa ke sekolah. jadi dia dulu sering digarahi Sama teman teman kakak yang lain. dulu dia juga dekat dengan kakak. wah pokoknya dulu kakak suka lihat Asti".


jelas kakak.


"wah emang dulu Asti gimana sih kak" tanya Kevin dengan tawa ejekan.


Asti yang melihatnya langsung memasang wajah yang melas.


"wah dulu Asti jelek banget, badannya gemuk, pipinya menutupi hidungnya, makannya cemang cemong. wah paket komplit. tapi dia dulu ke sayangan semua orang"


jelas kakak.


membuat semua orang tertawa, Asti semakin malu.


kali ini kau bisa senang Kevin!!, lihat saja kau besok Kevin!


dendam Asti dalam hati.


tak terasa makanan yang dimeja pun habis, kini mereka melanjutkan obrolan mereka.


mama, ayah Asti dan papa, mama Kevin duduk diruang tamu untuk mengobrol. di susul dengan Zain dan Yuni.


kini tinggal Asti, Kevin, Clara dan Jaka.


beserta dua adik mereka yaitu Keysa dan reysa.


Jaka dan Clara sibuk dengan pembahasan mereka.


sedang kan, reysa sibuk dengan handphone nya Asti.


begitu juga dengan Kevin yang sibuk dengan game nya.


sampai sampai Keysa yang berusaha mengajak Kevin main, hanya dibiarkan begitu saja.


Asti yang melihatnya tidak tega akhirnya mengajak keysa bermain bersama barengnya.


"sini, kemari!" perintah asti dengan lembut.


awalnya Keysa tidak mau, karena memang Keysa juga pemalu dan penakut. tapi akrena melihat sikap abangnya yang sibuk dengan game akhirnya Keysa berjalan pelan menuju ke Asti.


Asti pun membuka tangannya, saat sampai Asti langsung memeluk Keysa. Keysa, merasa senang. lalu, mereka bermain bersama.


"ini siapa namanya?"


tanya Asti lembut.


"Keysa"

__ADS_1


jawab Keysa pelan.


"oo,, Keysa umur berapa?"


tanya Asti lagi.


Keysa pun seperti sedang menghitung menggunakan jari nya.


lalu keysa menunjukkan jari angka tujuh.


"nihh,," ucap Keysa.


Asti pun tertawa melihat tingkah Keysa, Keysa yang melihatnya juga ikut tertawa.


"yaudah kalau gitu kita main apa?" tanya Asti.


"main,,," Keysa pun langsung memperagakannya. Keysa menutup mata Asti. lalu keysal lari.


"kejal Keysa wekkk" ejek Keysa.


mereka pun bermain tak jarang mereka juga tertawa.


Asti memang senang dengan anak anak kecil, bahkan keponakan Asti semuanya lengket dengan Asti.


Kevin yang diam diam memperhatikan asti yang lagi bermain dengan Keysa pun merasa kagum dengan Asti.


karena jarang, di zaman sekarang cewek suka anak kecil. Kevin pun kadang ikut tertawa melihat mereka tertawa.


seketika Kevin lupa dengan game nya.


merasa seru akhirnya Kevin juga ikut, begitu juga dengan reysa.


mereka semua pun bermain kejar kejaran. walaupun usia sudah dewasa mereka tak perduli.


ada satu jam mereka bermain akhirnya mereka berhenti bermain. Asti pun bangkit dan mengambilkan minum untuk mereka berempat. saat minum sampai reysa langsung ambil begitu juga dengan Kevin yang memang sudah haus. namun beda dengan Asti, justru Asti memberikan Keysa minuman dulu abru ia meminumnya.


sepertinya memang Asti telaten dalam mengurus anak kecil.


dari kejauhan mama Kevin dan mama Asti yang melihatnya sangat bahagia.


tanya mama Kevin.


"iya buk, bahkan di keluarga saya, semua keponakan dekat dengannya. enggak heran sih buk"


jawab bangga mama Asti.


"buk, Asti sudah punya pacar?"


tanya mama Kevin, yang penasaran. membuat mama Asti sangat terkejut.


melihat reaksi mama Asti


"gak usah dijawab Bu.." omongan terputus.


"enggak, enggak gitu buk. maaf tadi kaget saja.


Asti memang belum punya pacar buk, pada hal saya sudah paksa dia berulang kali. tapi jawaban nya dia gak mau pacaran dulu. membuat hati saya kadang agak sedih"


jawab jujur mama Asti.


"lah,, kenapa Asti gak mau pacaran Bu?"


tanya mama Kevin penasaran.


"saya gak tau buk, setiap ditanya alasannya jawabannya. karena memang lagi gak mau"


jawab mama Asti.


aku yakin dia adalah orang yang tepat buat anakku Kevin


gumam mama Yani dalam hati.


menurut mama Yani, Asti adalah menantu yang tepat buat anaknya kevin.


Yani sangat yakin, bahwa Asti yang akan membuat Kevin berubah.

__ADS_1


Yani yakin bahwa Asti adalah perempuan yang baik dan sopan.


menurutnya Asti adalah paket komplit menjadi menantu.


"kevin,,, Asti,,,"


teriak Clara.


"iya" jawab mereka serentak.


"kenapa Clara?" tanya Kevin.


"kalian dipanggil Tante"


jawab Clara singkat.


mereka pun pergi menemui Keuda orang tua mereka.


"ada apa ma?"


jawab mereka serentak lagi membuat mereka kesal.


"Asti" panggil Tante Yani.


"iya tan" jawab Asti.


"kamu kenapa gak mau pacaran sih, Tante kepengen tau!"


penasaran Tante.


sebelum menjawab Asti duduk di lantai.


lalu Asti jawab


"karena Asti ingin mencintai diri Asti dulu Tante, setelah menurut Asti sudah puas. maka Asti akan coba buka hati buat mencintai seseorang"


Kevin yang mendengar jawaban Asti semakin kagum. pikiran yang jeleknya tentang Asti ternyata salah.


"sampai kapan kamu akan mencintai diri mu sendiri?" tanya Tante Yani lagi.


kali ini Asti hanya menggeleng tidak tahu sampai kapan.


"sayang kamu sebenarnya sudah mencintai diri kamu sendiri, tapi kamu gak mau cinta itu terbagi menjadi dua"


jelas Tante Yani.


"ma, kenapa mama tanya itu?"


merasa heran dengan pertanyaan dan penjelasan mama.


"enggak ada,,"


jawab mama Kevin.


"gini gini, mama kamu Vin. kepengen kalian dekat dan pacaran"


jelas mama Asti.


Asti yang melihatnya langsung melototi mata mama. tapi mama hanya bereaksi biasa saja.


"oo maksud mama Asti dijodohin gitu?"


tanya Asti yang sedikit kesal dengan mama nya.


"enggak sayang, enggak bukan itu maksud mama. mama Kevin melihat kamu adalah calon yang tepat buat Kevin. tapi selebihnya itu masih kamu yang menentukan"


jelas mama Asti.


Kevin dan Asti diam. sesaat mereka saling melihat satu sama lain, tapi dengan tatapan kesal.


"aku setuju Tan, lagian kalian cocok kok"


ikut kompor Clara.


apanya yang cocok

__ADS_1


gumam dalam hati mereka tanpa sadar gumaman mereka sama.


__ADS_2