Terpaksa Pacaran Berakhir Kebahagiaan

Terpaksa Pacaran Berakhir Kebahagiaan
Sederhana namun penuh dengan Arti


__ADS_3

tak terasa waktu berjalan di penghujung semester. satu bulan sudah berlalu setelah kejadian yang naas tersebut, satu bulan berlalu juga hubungan pacaran mereka yang sekarang di mulai dengan rasa cinta satu sama lain.


"as,, sebentar lagi masa jabatan ku akan segera berakhir. jadi, selanjutnya kamu akan naik menjadi ketua BEM kampus favorit".


ucap Kevin saat di dalam mobil


"emang aku harus naik?"


tanyak Asti, yang memang tidak ingin mengambil dan menepati jabatan ketua BEM kampus favorit.


"iya,,, di harus kan. tapi itu balik lagi ke kamu nya siap atau tidak? kalau gak siap yang berarti kita akan ada kan pemilihan ketua BEM lagi"


jawab Kevin.


Asti pun merasa ragu, dia terdiam. Kevin yang mengerti saat ini posisi Asti pun memberikan pendapat, agar pacar nya Asti tidak ragu dalam mengambil keputusan.


"ya,, kalau kamu minta pendapat ku,, maka aku akan kasih pendapat agar kamu mengambil jabatan ketua tersebut"


Kevin menoleh kearah Asti memberikan keyakinan pada Asti.


"tapi kev,, aku masih tidak yakin akan bisa menjadi ketua BEM kampus"


ucap Asti.


"kenapa kamu tidak yakin?"


"karena aku,, aku tidak bisa menanggung beban menjadi ketua BEM kampus, kev?"


jawab Asti dengan nada tinggi.


"kamu anggap ketua BEM kampus ini menjadi beban bagi mu?"


tanya Kevin lagi mencoba mengajak Asti berpikir.


"Asti,, dengarkan aku. kamu tau kenapa aku memaksa kamu untuk menjadi wakil ketua BEM? karena aku yakin dan percaya bahwa kamu akan bisa menanggung sandang ketua BEM, aku yakin kamu bisa melakukan tugas tugas ketua BEM. aku yakin kamu bisa Asti"


Kevin memegang tangan Asti perlahan memberikan keyakinan pada Asti.


Asti pun menoleh ke arah Kevin.


"tapi ingat sayang,,, jika kamu tidak merasa sanggup. maka jangan di ambil, aku tidak ingin kamu merasa susah"


ucap Kevin.


Asti yang melihatnya tersenyum, karena selama ini pemikiran dia tentang laki laki itu semua sama. namun, ternyata Kevin tidak seperti itu.


"as,, kata nya kamu akan kenali aku ke sahabat kamu?"


tanya Kevin mengingat janji Asti.


"iya,, nanti Minggu depan aku kenali kamu sahabat sahabat ku"


ucap Asti tersenyum.


"oo iya,, mungkin aku agak telat untuk jemput kamu ke depan nya gapapa kan?"


Asti terdiam sesaat.


"yaudah gapapa. tapi kalau memang gak bisa jangan di paksa,,, aku takut kamu kecapean".


••••


hari ini adalah hari yang membuat Kevin, deg degan.


karena tepat hari ini dia akan jumpa dengan orang-orang yang spesial di mata Asti.


dia tak ingin, sahabat Asti melihat Kevin biasa saja.


namun dia ingin sahabat Asti melihat Kevin berbeda dari yang lain.


sesampainya di Mall.


"kev,, kok kamu beda ya?"


tanya Asti sambil menggandeng tangan Kevin.


"beda apa?"


"beda, kamu lebih harum. kamu mandi farfum ya??"

__ADS_1


tanya Asti sambil tertawa, namun Kevin hanya diam saat di kasih pertanyaan seperti itu.


"hai,, as"


sapa Dewi sesampainya Asti di cafe makanan Jepang yang berada di dalam Mall.


Asti pun memeluk Dewi, tak lupa memeluk Vivi dan sahabat nya Reza.


Kevin yang melihat nya hanya terpaku diam.


"kev,, ayo duduk di sini"


perintah Asti dituruti oleh Kevin.


"siapa tuh?"


tanya Vivi dengan tatapan menggoda.


"dia pacar ku"


jawab Asti dengan senyuman manis, sahabat Asti yang mendengarnya langsung kaget.


"bukannya.."


"iya,, tapi dia mampu membuatku percaya pada nya. dia mampu mengubah pemikiran ku tentang laki laki"


ucap Asti menatap Kevin penuh cinta di balas juga dengan Kevin.


"o,, iya kev. kenali dia sahabat ku Dewi, ini Vivi dan ini sahabat laki laki ku yang paling terbaik Reza"


Asti memperkenalkan Kevin satu persatu sahabatnya.


Kevin pun menyapa mereka satu persatu, tak lama kemudian pesanan telah datang, yang mereka pesan sebelum Asti dan Kevin sampai.


"kev,, satu pintaku. jaga baik baik ya sahabat ku! dia baik hati dan begitu polos. emang sih dia agak keras kepala dan susah di atur, tapi itu lah dia yang membuat dia jadi diri nya sendiri"


ucap Reza menatap dalam Kevin di depan yang lain.


"aku titipkan Sahabat ku satu sama mu,, di antara yang lain dia yang paling aku jaga dulu"


lanjut Reza.


jawab Kevin dengan senyuman sambil menepuk nepuk tangan Reza, agar Reza percaya dan yakin pada nya.


"oo iya emang kalian dulu sedekat apa sih?"


tanya Kevin penasaran.


"oo,,, jangan tanya dulu mereka dekat banget..."


jawab Dewi.


"iya emm,, pokoknya sampai dulu orang mengira mereka itu pacaran. padahal mah enggak"


sambar Vivi seperti tak mau kalah.


"ada yang bisa cerita kan?"


tanya Kevin.


Dewi pun mulai bercerita tentang Reza dan Asti yang memang menjadi saksi mata atas pertemanan mereka.


flashback on


Asti dan reza awalnya tidak dekat walaupun satu sekolah dan satu kelas. mereka dekat di persatu kan dalam sebuah les belajar yang memang dulu guru les nya adalah papa Asti.


singkat cerita saat di les, Asti dan reza tak jarang berantam, bercekcok hanya karena masalah jawaban soal atau tugas sekolah yang tidak sama.


terkadang Reza yang salah, terkadang juga Asti yang salah.


karena memang Asti adalah orang yang ceroboh, ingin cepat cepat siap namun tidak teliti.


sampai akhirnya, Dewi dan Vivi ikut gabung les bareng.


saat melihat Reza dan Asti berdebat, Dewi dan Vivi yang tak tau hanya diam dan menyaksikan mana yang benar dan mana yang salah.


kalau sudah di pasti kan jawaban mana yang benar, baru mereka menyalin jawaban yang benarnya.


tapi tak jarang juga, saat ada soal yang sulit. mereka berdua mampu mengatasi dan mencari jalan keluarnya bareng bareng.

__ADS_1


ya begitu mereka dalam hal pendidikan, mereka bersaing dalam pendidikan secara sehat.


dulu Asti dan reza selalu berganti tempat menduduki juara dua dan tiga.


beda hal nya kalau sudah main.


kalau main, pasti lupa waktu. mulai main jam dua siang setelah selesai pulang sekolah, siap main jam enam lewat, tepat nya mau menjelang magrib.


permainan yang mereka main kan banyak, main lempar selop, main petak umpet, main peperangan.


namun ada hal yang semua tidak tau tentang Asti dan reza.


pengalaman paling seru dan menyenangkan.


"as,, liat tuh! ada hewan babi. ayo kejar"


tiba tiba Reza sudah berlari saja dan meninggalkan Asti, Asti pun pasrah dan ikut di belakang Reza.


"za,, udah lah yuk pulang. lihat tuh,, babi nya lihatin kita.."


omongan terputus karena babi nya mengejar mereka balik.


"tenang,, ayo kejar lagi gapapa jangan takut"


ucap Reza setelah babi balik lagi dan pergi berlari bersama anaknya.


mereka pun mengejar lagi, dan lagi.


wajar ya gaes, dulu Asti pernah tinggal di sebuah perusahaan minyak. jadi terdapat banyak kebun kelapa sawit, sehingga binatang binatang tersebut sudah pasti ada.


balik ke topik


mereka pun mengejar babi tersebut. bolak balik mereka di kejar babi dengan hal yang sama namun mereka tidak menyerah mengejar babi tersebut.


dari yang tadi nya mereka di jalan bertemu, sampai masuk hutan dan keluar hutan lalu masuk ke dalam permukiman warga, Reza dan Asti masih mengejar babi tersebut.


ada lagi, ini adalah hal yang tak akan pernah mungkin di lupa kan Asti.


ketika itu zaman permainan bulu tangkis.


Asti di ajak Reza untuk bermain, namun Asti kata kan jujur pada Reza bahwa dia tidak bisa bermain bulutangkis.


tepat jam dua siang, saat mata hari mulai panas panas nya.


Reza menjemput Asti bermain bulutangkis, berdua.


karena Asti tidak tau kalau mau main berdua, Asti pun mengajak Vivi untuk ikut, yang kebetulan Vivi tidak pandai bermain bulutangkis juga.


mereka pun pergi ke lapangan bulutangkis yang tak jauh dari rumah mereka. pelan pelan Reza mengajari Asti tanpa memperdulikan Vivi sama sekali.


Vivi pun asik dengan belajar sendiri, sambil sesekali Reza mengajarinya.


namun Reza lebih memperhatikan Asti dari pada Vivi.


hingga Asti bisa namun Vivi belum bisa. tapi, saat Asti bisa Mala Reza berhenti mengajari Vivi.


hingga akhirnya Asti dan reza pun bermain bersama.


tak jarang Reza memuji Asti yang berhasil mengalahkan nya, Asti yang mendengar nya tertawa tersipu malu.


bukan itu saja, ketika Asti dalam bahaya atau terluka pasti Reza selalu ada membantu Asti dan melarang Asti untuk melakukan sesuatu. tak jarang juga, Asti bermain ke rumah Reza, karena Reza yang memintanya.


pokoknya Reza selalu membuat Asti aman dan nyaman saat Asti berada bersama Reza.


flashback off


",, begtulah mereka. jadi aku harap kamu tidak cemburu jika mereka sangat akrab dan mungkin mengacangi kamu nanti nya"


ucap Dewi.


Kevin hanya tersenyum.


namun, sekarang menurut Kevin itu adalah hak yang wajar. jika Asti menganggap Reza adalah sahabat segala-galanya baginya.


orang yang selalu ada buat nya dan selalu memuji nya.


karena berkat Reza, Asti bisa mendapatkan pengalaman yang memang jarang orang dapat kan.


sederhana namun, penuh dengan arti. itu adalah hal yang Kevin tangkap dari sosok Reza.

__ADS_1


__ADS_2