Terpaksa Pacaran Berakhir Kebahagiaan

Terpaksa Pacaran Berakhir Kebahagiaan
TPBK 175


__ADS_3

David pun terlibat obrolan bisnis bersama dengan Kevin. sesekali Kevin melirik ke arah Asti yang tampak di anggurin. saat Asti mengambil minuman miliknya, tanpa sengaja mata Kevin melihat cincin yang masih melingkar manis di jari manis Asti.


sangat manis, cincin yang dimana dulu sebagai bukti tanda keseriusan Kevin masih dikenakan oleh Asti. tanpa sadar Kevin pun tersenyum untuk beberapa detik. ada harapan bagi Kevin untuk menggapai Asti yang memang hanya menjadi miliknya seorang.


sementara Asti yang melihat Kevin tersenyum menatapnya pun merasa aneh. ia pun kembali mengecek dirinya. dan tersadar dengan cincin yang ia kenakan. dengan cepat Asti pun berniat untuk melepaskan nya.


tapi entah kenapa cincin itu tidak bisa dilepas dari jemari Asti, membuat Asti mau tak mau harus bersikap bodoh amat. menahan rasa malu itu lah yang mungkin harus ia lakukan.


"kapan acara tunangan kalian?"


tanya Kevin, mengganti pembicaraan topik.


"kita akan menikah seminggu lagi, asti mengatakan ia tak ingin lama lama. karena katanya lebih cepat lebih bagus, bukan kah begitu as?"


Asti pun hanya tersenyum tanpa menjawab pertanyaan David.


"oh, selamat ya. semoga hubungan kalian langgeng sampai kakek nenek. dan untuk Asti, aku bahagia kau memilih laki laki yang tepat"


balas Kevin menatap Asti penuh arti.


tatapan itu tanpa sengaja David melihatnya, tatapan yang aneh menurut David. David merasa tidak nyaman dengan tatapan Kevin kepada Asti, seperti ada rahasia besar yang disembunyikan, seperti mereka pernah jumpa sebelumnya dan berhubungan sebelumnya.


"apa kalian pernah jumpa sebelumnya?"


tanya David yang tak ingin berfikir negatif tentang hubungan mereka berdua.


"tidak..."


"ya, kita pernah jumpa"


jawab Asti dan Kevin dengan kompak namun berbeda jawaban.


David pun semakin bingung karena ada dua opsi yang berbeda.


"kita pernah jumpa dan punya hubungan dua hari yang lalu"


jawab Kevin dengan santai, membuat Asti deg degan tak karuan. takut jika Kevin mengatakan semuanya.


David pun langsung menatap Asti seperti meminta penjelasan.


"kita punya hubungan atasan dan bawahan. saya bertemu dengan beliau pertama kali saat kita ada janji dnegan direktur rumah sakit. dia dokter Asti bukan?"


lanjut lagi Kevin, kali ini membuat Asti merasa lega, begitu juga dengan David.


namun ia merasa ada sesuatu yang disembunyikan oleh Asti dan Kevin, karena terlihat jelas dari ekspresi Asti yang sangat tegang dengan jawaban Kevin pertama kali.


"baiklah, ini sudah sore. aku harus pulang"


Kevin pun berpamitan pulang duluan meninggalkan mereka berdua disana.


setelah Kevin pergi dari sana, David dan Asti masih diam. David pun segera menanyakan berbagai pertanyaan yang ada dibenaknya.

__ADS_1


"Asti boleh kah aku bertanya"


Asti pun mengangguk kepalanya.


"kenapa kau berbohong? mengatakan bahwa kau tidak pernah jumpa Kevin sebelumnya?"


Asti pun menjawabnya dengan berusaha untuk tenang


"aku takut kau marah bang"


"apa kau sebelumnya pernah berhubungan dengan Kevin? maksud aku, aku merasa ada yang kau sembunyikan dari ku. kau tak ingin mengatakannya pada ku?"


"apa yang harus aku sembunyikan? aku tidak menyembunyikan apapun. itu hanya firasat Abang aja, jika aku menyembunyikan sesuatu pasti aku akan mengatakannya pada mu, karena sekarang kau adalah calon suami ku"


jawab Asti dengan senyuman palsu agar terlihat menyakinkan.


"baiklah aku percaya"


balas David yang sebenarnya tidak mempercayai ucapan calon istri nya itu.


••••••••


tok tok tok tok


"haduh.. siapa sih masih pagi gini udah ganggu aja!!"


ucap bibi yang merasa kesal dengan suara ketukan pintu berulang-ulang.


"ada yang bisa dibantu mbak?"


tanya bibi dengan lembut.


"mbak, mbak!! panggil saya nona putri Andara!"


jawab Andara dengan sombong.


"Kevin ada?"


"ada non putri Andara"


jawab bibi yang memaki maki Andara dalam hati.


tanpa aba aba Andara masuk membawa kopernya dengan tidak sopan. membuat bibi berteriak pagi pagi demi mengusir tamu yang tak dikenal tersebut. satu rumah pun terbangun akibat suara teriakan teriakan yang terdengar menggema sampai lantai dua.


"ada apa ini bi?"


tanya kakak Kevin dari atas tangga.


"ini non, tamu nya main nyelonong masuk aja. saya bilang den Kevin nya masih istirahat. tapi ngotot minta jumpa!"


jawab bibi yang kesal dengan Andara.

__ADS_1


"Andara!!!"


ucap Kevin yang baru keluar dari kamarnya.


"hai, baby. aku rindu sama kamu. jadi aku minta sama Tante untuk mengirimkan ku pada mu"


ucap Andara sembari berjalan menaiki tangga mendekati Kevin.


kakak Kevin yang melihat sikap perempuan ini merasa jengkel. karena berani beraninya ia masuk tanpa izin, dan naik tangga tanpa permisi.


"Lo ngapain kesini? kan aku udah bilang jangan kesini?"


"sayang, aku disuruh Tante tau. kita kan mau tunangan, jadi aku hanya ingin menjaga tunangan ku"


jawab Andara yang bertingkah manja membuat kakak Kevin merasa jijik.


"aku bilang gak ada hubungan apapun diantara kita!! sejak kapan juga aku setuju dengan perjodohan ini. lebih baik kau pergi lah dari rumah ini!!"


usir Kevin yang murka dengan sikap Andara yang menjijikkan.


"enggak!! aku mau disini!! dimana kamar mu? aku akan tidur di kamar mu"


"ini rumah ku, bukan rumah pribadi ku atau rumah momi Kevin! kau tidak bisa bersikap seenaknya disini!"


tegas kakak Kevin yang kali ini ikut turun tangan.


"bibi, panggil security untuk mengusir perempuan ini!! dan jangan biarkan dia masuk lagi kesini!"


"kau!!!"


bentak Andara sambil mengangkat telunjuknya ke arah kakak Kevin.


"kau tidak kenal aku siapa?!! aku ini calon adik ipar mu!!! kau harus bisa menghargai dan menerima ku!!"


"tapi masalah nya adikku tidak menganggap mu sebagai calon istrinya, jadi bagaimana bisa aku menghargai dan menerima mu? perlu ku ingatkan, selera Kevin bukan lah perempuan seperti mu. yang menunjukkan aurat dari atas sampai bawah. selera Kevin sungguh jauh dari mu, jadi jangan pernah berharap untuk bisa menjadi istri adikku"


balas kakak Kevin dengan kata kata yang pedas.


"dari mana kau tau bahwa aku bukan selera Kevin?"


"aku tau, karena aku adalah kakaknya. jika kau ingin tau seperti apa selera Kevin, maka temui lah orang yang bernama Asti, kau akan tau seperti apa selera Kevin. setelah itu jangan lupa berkaca terhadap dirimu sendiri"


jawab kakak Kevin dengan santai.


Kevin yang melihat adu mulut itu pun hanya bisa diam. karena yang ia ingin kan adalah agar Andara bisa segera pergi dari rumahnya.


diusir dan ditarik dengan paksa oleh security membuat Andara hanya bisa pasrah, karena jelas tenaga nya akan kalah. tapi dalam pikiran Andara, terngiang nama Asti.


"aku akan mencari tau tentang Asti! bagaimana pun aku harus cari tau"


ucap Andara dalam hati.

__ADS_1


__ADS_2