
matahari mulai tenggelam, hari tampak mulai gelap.
saatnya Asti pulang dari kampus, Asti ingin segera pulang agar dia bisa mandi dan membersihkan tubuhnya. karena hari ini dia merasa sangat lelah, Asti berjalan melewati lorong kampus mempercepat langkah nya.
dari kejauhan Kevin melihat Asti berjalan melewati lorong kampus. Kevin merasa heran dengan Asti
kenapa Asti pulang di jam segini, tumben?
Kevin terus memperhatikan Asti berjalan.
disana hanya ada Asti sendiri.
Kevin pun segera bergegas menghampiri Asti,
Kevin lari mengejar asti.
"Asti!"
teriak Kevin.
Asti pun menoleh ke belakang, ia melihat Kevin lari mendekati nya.
"kenapa?"
tanya Asti, yang kali ini melihat Kevin sampai didepannya dan mengatur nafas.
"tumben, kau pulang jam segini"
"terus kenapa kalau aku pulang jam segini?"
jawab Asti cetus.
"yaelah aku cuma heran. tumben saja biasa nya kan kau gak pulang jam segini"
jawab Kevin santai.
Asti yang mendengar nya mala jalan meninggalkan Kevin.
"Asti jawab!"
teriak Kevin sambil berjalan cepat mengejar Asti.
"iya iya kamu kepo banget jadi orang. tadi aku habis ada praktek, terus di panggil pak Adi dia memerintah kan aku untuk bantu merekap nilai"
jawab Asti melas.
"oo"
kini Kevin berjalan di samping Asti.
"lah, kamu kenapa belum pulang?"
tanya Asti melirik ke Kevin.
"aku, ya wajar lah aku banyak kegiatan. aku juga kan ketua BEM universitas favorit ini, jadi wajar bukan"
sombong Kevin, membanggakan diri.
"iya iya yang sibuk ketua BEM, canda ketua"
ejek Asti merasa kesal melihat Kevin yang membanggakan diri nya.
"Asti"
panggil Kevin pelan.
"ha, ada apa?"
jawab Asti yang masih jalan menuju parkiran bersama Kevin.
"aku mau ngajak kamu besok"
"kemana?"
Asti langsung menatap mata Kevin.
"ke lapangan. besok kan hari Minggu jadi aku ngajak kamu untuk lari pagi"
jawab Kevin masih menatap mata Asti.
"oo,, aku kira mau kemana. yaudah lagian aku juga udah lama gak lari pagi semenjak kuliah ini. tapi jemput ya!"
perintah asti pada Kevin.
"iya aku jemput"
__ADS_1
jawab Kevin.
"emang terakhir kapan lari pagi? aku kira kamu gak pernah lari pagi"
ucap Kevin.
Asti pun memijak kaki Kevin membuat Kevin kesakitan.
"Auh,, kebiasaan ya"
"maka nya jangan suka buat orang kesal. aku gini gini juga sering kali lari pagi, hanya saja semenjak kuliah selama tiga bulanan ini aku gak pernah. karena sibuk"
Asti pun marah memasang wajah yang cemberut, membuat Kevin yang melihatnya merasa gemes sendiri.
Pagi tiba, matahari mulai muncul menunjukkan sinarnya, burung mulai menunjukkan kicauannya dengan merdu.
Asti bangun dari tempat tidur nya, membersihkan ranjang tidurnya dan segera bergegas mandi.
•••
Asti pun keluar dari kamarnya, terlihat dia memakai pakaian stely olahraga.
saat keluar mata nya langsung tertuju pada Kevin.
"Asti, cepat nak Kevin sudah menunggu mu dari tadi"
panggil mama saat melihat Asti.
Asti pun berjalan cepat menghampiri mama.
"yaudah om, Tante. saya izin pergi sama Asti dulu ya om?"
ucap Kevin meminta izin dan bangkit dari duduknya.
"iya iya hati hati ya Vin. titip anak om"
senyum ayah.
Kevin dan Asti berjalan memasuki mobil, lalu melaju ke tempat tujuan.
sesampainya.
mereka pun melakukan pemanasan terlebih dahulu. setelah selesai mereka berlari bersama, berdampingan.
saat berlari mereka sambil mengobrol.
Asti meminta maaf.
"iya gapapa,, lagian kenapa kamu bisa bangun jam segitu?"
"iya, tadi malam aku Vidio call an sama sahabat ku. sampai larut malam. biasanya aku bangun gak jam segitu, tapi memang kemarin aku tidurnya ke malaman banget"
Asti pun senyum menoleh ke Kevin.
"oo iya gapapa. aku pikir kamu gak punya sahabat ternyata punya"
ejek Kevin dibalas dengan senggolan sikut Asti yang mengenai perutnya, membuat Kevin kesakitan.
bukannya berhenti Asti mala meninggalkan Kevin yang kesakitan.
sialan tuh cewe..
ucap Kevin dalam hati sambil tersenyum menahan rasa sakit.
"eh,, ayok!! kata nya mau lari pagi"
teriak Asti dari ke jauhan melihat Kevin hanay diam.
Kevin pun segera berlari menyusul Asti.
saat lari ternyata ada sepasang mata dari kejauhan yang memperhatikan kebersamaan mereka.
saat melihatnya dia merasa marah, tak senang melihat mereka lari pagi bersama.
aku harus segera menyatakan perasaan ku pada nya jika tidak,,,
aku akan kehilangan dia selama nya.
gumam kesal dalam hati.
ya orang tersebut adalah jenny.
entah kenapa dia merasa tidak senang melihat Asti dan Kevin bersama. bahkan, dia tak rela jika Asti menunjukkan senyuman nya ke Kevin. menurutnya, Kevin bukanlah orang yang pantas mendapatkan senyuman dari Asti.
Kevin pun memutuskan untuk pergi dari sana dan meninggalkan mereka berdua.
__ADS_1
setelah dapat lima kali putaran seperti biasa, Asti merasa tidak sanggup.
"tunggu,, tunggu udah yuk"
ajak Asti sambil mengatur nafasnya berulang kali.
"lah, baru dapat lima kelilingan masa udahan?"
Kevin melihat Asti.
"aku gak sanggup lagi Vin"
Asti menoleh ke Kevin dan menatap nya sebentar, lalu pergi mendekati bangku taman.
Kevin yang melihatnya hanya mengikuti Asti.
"yaudah tunggu sini, aku mau ke mobil bentar"
Kevin pun pergi ke parkiran mobilnya. dia mengambil air minum yang di bawah nya dari rumah, sedang kan Asti terus mengatur nafasnya agar tidak sesak. dia juga melakukan pendinginan saat Kevin pergi ke mobil nya.
sesampainya Kevin, langsung menyodorkan botol minum ke Asti.
Asti yang melihatnya ragu untuk mengambil.
"ambil? dan minumlah"
Asti pun mengambilnya dan meminumnya.
saat meminumnya Asti merasa asem. dia melirik ke Kevin.
Kevin pun paham maksud lirikan mata Asti.
"itu air putih yang aku campurkan sama jeruk lemon. biar sehat dan tenaga mu vit kembali"
Asti yang mendengar nya hanya diam dan meminumnya perlahan, tak jarang juga Asti menunjukkan ekspresi ke kecutan saat meminumnya.
"Vin, aku laper"
rengek Asti.
Kevin pun menggelengkan kepalanya melihat ulah Asti.
"wajar aku laper, kan tadi aku gak makan Vin"
jawab cetus Asti.
"kita makan dulu ya?"
bujuk Asti sambil menatap mata Kevin dalam.
tanpa kata kata, Kevin pun menarik tangan Asti.
awalnya Asti senang karena dia mengira pasti dia akan makan.
namun ternyata, dugaan Asti salah
"Vin, mau kemana? kan warungnya disitu?"
Kevin tak menjawab pertanyaan Asti, dia mala menyuruh Asti untuk segera masuk ke dalam mobil.
Asti pun tak melakukan penolakan dia masuk kedalam mobil.
lalu tak lama kemudian mobil melaju meninggalkan lapangan tersebut.
dalam perjalanan Asti ngomel ngomel, memberi pertanyaan yang sama pada Kevin. namun Kevin hanya diam saja bahkan dia tidak berbicara sama sekali, membuat Asti sebal.
ternyata Kevin membawa nya ke chicken Kentucky.
Asti yang merasa bersalah pun merutuki dirinya sendiri, karena dia salah paham dengan kevin. dia kira Kevin akan membawa nya pulang ternyata tidak.
Asti pun turun dari mobil mengikuti Kevin di samping.
Kevin pun masuk langsung memesan makanannya.
dia memesan paket berdua, air minum, kentang goreng dan es krim.
saat pesanan selesai Kevin membawa nya dan mengajak Asti pergi ke salah satu sudut dekat jendela.
mereka duduk dan makan.
saat ingin menyantapnya Kevin melarang Asti makan.
"ini punya ku banyak dagingnya dari pada yang itu. kulit nya sudah aku pisahin"
Kevin menukar ayamnya dengan Asti.
__ADS_1
Asti merasa baru pertama kalinya dia diperhatiin oleh laki laki dengan hal sedetail ini. membuatnya sedikit kagum dengan Kevin.
Kevin pun memakan dan menikmati makanannya begitu juga dengan Asti yang ikut menikmati makanan nya. tak jarang mereka saling melirik satu sama lain, tak jarang juga mereka bercerita.