
setelah sadar dan di rawat inap saat nya Kevin pulang.
Asti mengantarkan Kevin ke rumah nya Kevin bersama keluarga Kevin dan sahabat Kevin.
Kevin pun diangkat dengan menggunakan kursi roda, ia didorong oleh Asti.
setelah sampai bawa, mobil telah mempersilahkan Kevin untuk masuk dan duduk di dalam mobil.
sesampainya di rumah Kevin.
Asti membantu mama Kevin untuk menurunkan Kevin dari mobil, lalu Kevin masuk masih dengan kursi rodanya.
terlihat reysa berlari ke arah Kevin, reysa sangat senang ketika Kevin pulang.
Kevin pun menyambut reysa dengan tangan terbuka, mereka pun berpelukan, melepaskan rindu satu sama lain
"bang kenapa Abang duduk di sini?"
tanya reysa dnegan wajah polosnya, namun Kevin hanya tersenyum menatap reysa.
reysa bertanya lagi
"Abang sudah sehat kan? Abang gak kenapa Napa kan?"
"iya Abang sehat, adik Abang ini seperti nya sangat mengkhawatirkan abangnya ya?"
jawab Kevin bercanda.
namun reysa langsung memeluk Kevin tanpa aba aba.
"reysa?"
panggil mama Kevin.
reysa yang merasa terpanggil menoleh.
"sudah dulu ya,, nanti lagi. sekarang abang mu ini perlu istirahat. biar bisa bermain dengan Reysa lagi"
ucap mama Kevin membujuk reysa.
reysa pun segera menjauhi Kevin dan kembali di gendong oleh art rumah
Asti pun kembali mendorong Kevin.
"Asti, anterkan Kevin ke kamarnya! dia butuh istirahat agar cepat sembuh. Billy, Clara bisa bantu Asti kan!"
ucap mama Kevin.
"bisa Tante"
jawab Clara dengan senang hati.
"yaudah kita anter Kevin dulu ya Tante"
ucap Asti meninggalkan mama Kevin dan mendorong Kevin untuk masuk ke dalam kamar Kevin.
saat ingin masuk ke dalam kamar Kevin, Asti tiba tiba berhenti mendadak di depan pintu kamar Kevin.
Kevin, Billy dan Clara yang melihat nya merasa heran. mengapa Asti berhenti tiba tiba seperti ini.
"Asti ada apa?"
tanya Clara.
"kak seperti nya Asti hanya bisa anter sampai sini deh"
Billy dan Kevin yang mendengar nya merasa kaget.
"kenapa?"
tanya Kevin.
"gapapa, aku hanya merasa tidak biasa saja masuk kamar orang lain"
jawab Asti.
Kevin menoleh ke arah Asti.
"aku orang lain bagimu?"
tanya Kevin yang mendengar jawaban Asti.
__ADS_1
"tidak, bukan begitu maksudku kev.."
"jadi apa?"
tanya Kevin.
pertanyaan Kevin membuat Asti terdiam.
"ayo, masuk. aku pacar kamu bukan? maka kamu berhak mengetahui kamar pribadiku"
"iya as,, ayo kita masuk"
ajak Billy.
Clara yang melihat sikap Kevin ke Asti merasa senang.
setelah sekian lama, akhirnya sahabat nya ini tertarik pada perempuan dan bisa melupakan perasaan cinta Kevin pada diri Clara.
ini juga pertama kali nya, Kevin mengajak teman perempuan atau pacar Kevin untuk masuk kedalam ruang pribadinya.
bahkan dia memaksa, sungguh Asti dapat merubah Kevin dalam sekejap.
perubahan Kevin sangat di dukung oleh Clara.
Asti pun perlahan masuk ke dalam kamar sambil mendorong kursi roda Kevin.
saat masuk, Asti seperti merasa was-was dia mengedarkan mata nya ke seluruh penjuru kamar Kevin.
terlihat kamar Kevin begitu besar, bahkan didalam kamar Kevin terdapat sofa untuk sekedar nongkrong atau nonton.
kamarnya begitu rapi, membuat Asti takjub dengan Kevin.
semua tampak indah di mata, warna cat dinding yang menyatu dengan seluruh perabotan menambah kesan yang mewah.
"Asti kenapa?"
tanya Billy yang melihat Asti terdiam sambil mengedarkan mata nya.
"eh,, gapapa. aku hanya melihat detail kamar yang indah"
"dan rapi"
sambung Asti.
"yaudah karena sudah selesai, aku turun duluan ya"
Asti pun beranjak dan pergi namun lagi lagi ditahan oleh tangan Kevin.
"kenapa harus cepat cepat?"
Asti menoleh ke arah Kevin.
"iya as,, santai aja kali"
sambar Billy.
"kenapa harus cepat keluar, lagian ini juga akan menjadi kamar mu suatu saat nanti kan?"
ucapan Kevin membuat Asti malu bukan main pasalnya di situ ada Clara dan Billy.
pipi Asti merah merona seperti udang rebus, sedangkan billy dan Clara yang mendengar nya merasa, saat ini temannya lagi sangat bucin.
"ehem,, ada kita nih! tolong lah jangan umbar kan kemesraan kalian di depan kami!"
ucap Billy memberi kode pada Kevin.
Clara yang mendengar nya tertawa.
"ya,, elu bill gangguin aja! orang lagi bahagia juga! syirik loh ya??"
kesal Kevin, membuat Asti dan Clara tertawa.
"Clara, mari kita keluar. kita ganggu! di bilang nyamuk!!"
Billy mengajak Clara keluar, namun Asti menahan tangan Clara karena dia tidak ingin ditinggal berdua dengan Kevin.
"yaudah karena Asti gak mau Clara pergi jadi kamu saja yang pergi Billy"
ucap Kevin yang mengerti maksud Asti.
"ihh apaan sih!!"
__ADS_1
kesal Billy.
"becanda becanda. ayo kemari temani aku"
Billy dan Clara pun tak jadi pergi.
"oo iya ada film baru nih di bioskop,, kita nonton yuk?"
ajak Kevin.
"enggak, kamu lagi sakit!"
bantah Asti yang mendengarnya.
"apa hubungannya as? kita nonton dari sini kok"
jawab Billy, membuat Asti malu.
Kevin pun hanya menggeleng kepala saat melihat ulah Asti.
"film action ya? jangan film horor!"
ucap Clara.
mereka pun menonton film action keluaran terbaru di bioskop.
saat adegan tembak tembakan Asti mengepal tangan nya erat erat, apalagi ketika tembakan itu disorot hingga menembus tubuh membuat Asti takut bukan main.
jujur, Asti lebih baik nonton horor dari pada harus nonton action.
karena menurutnya, adegan adegan berbahaya yang di sorot camera membuat Asti takut.
Kevin yang menyadari perubahan Asti, memegang tangan Asti.
saat film habis, selesai Kevin bertanya pada Asti.
"kamu kenapa?"
"aku,, aku kenapa?"
tanya Asti balik.
"kok kamu seperti ketakutan saat menonton nya?"
"oo,, enggak bukan ketakutan. tapi lebih tepatnya, aku gak suka nonton film action"
"kenapa? itu kan seru?"
tanya Clara.
"iya aku tau kak itu seru, tapi aku paling gak bisa lihat kayak tadi. apalagi pas camera menyoroti peluru saat masuk ke dalam tubuh dan peluru itu menembus. itu nanti akan terus ku ingat. membuatku jijik kak"
jelas Asti.
"jadi kamu suka film apa?"
tanya Kevin.
"kalau disuruh antara action dan horor aku lebih milih horor. aku suka film yang komedi, mungkin romantis, kek gitu lah"
jawab Asti.
"kamu suka romantis? tapi kenapa kamu bisa cuek? seharusnya kamu bisa romantis dong?"
pertanyaan Kevin tak mampu di jawab Asti karena itu akan membuatnya mengingat masa lalunya yang sedikit kurang baik.
Asti, Clara dan Billy pun pulang karena waktu sudah mulai gelap.
saat mereka keluar dari kamar, Kevin segera mengambil telponnya.
dan menelpon suruhannya untuk mengetahui perkembangan dari orang yang ingin membahayakan Asti.
"halo, gimana?"
"iya saya Alhamdulillah sudah sehat, sekarang gimana?"
"baiklah, temu kan saya dengan suruhan dari pelaku itu. karena dia saya sampai masuk rumah sakit, paham!!"
"oke saya tunggu kabar dan info selanjutnya nya. saya ingin pelaku nya segera terungkap"
Kevin pun mematikan panggilannya dan kali ini dia merasa geram.
__ADS_1
karena gara gara pelaku tersebut Asti menjadi merasa bersalah atas kecelakaan yang menimpah nya.