Terpaksa Pacaran Berakhir Kebahagiaan

Terpaksa Pacaran Berakhir Kebahagiaan
Menjalankan Kewajiban


__ADS_3

WARNING!! 21+++


yang jomblo skip ae..


kalau mau baca jangan berhalusinasi yang berlebih;v


πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚


pagi yang indah, udara di luar yang sejuk, ditambah pemandangan di luar yang indah di pandang oleh mata, membuat pagi ini sangat lah indah.


ya tak terasa pasangan dua sejoli ini sudah hampir seminggu di negara orang yaitu negri yang dikenal dengan negri gingseng.


"morning Jaka"


ucap Clara sembari membentangkan tirai jendela.


"morning"


sahut Jaka, sembari duduk memulihkan nyawanya.


"ayo, bangun kita akan segera turun untuk sarapan"


perintah Clara dengan lembut, sembari memegangi pipi Jaka dengan telapak tangannya.


"apa rencana mu hari ini?"


tanya Jaka masih dengan separuh nyawa.


"aku akan memberitahu mu setelah kau selesai mandi"


jawab Clara tersenyum.


"baiklah"


Jaka pun bangun dan segera pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri dan menyegarkan dirinya.


lima belas menit Jaka berada dalam kamar, akhirnya di selesai.


"katakan pada ku apa rencana mu kali ini?"


tanya Jaka yang melihat Clara berbaring di tepi ranjang sambil memainkan hp nya.


Clara pun meletakkan hp nya dan mengganti posisinya. kali ini dia duduk di tepi ranjang


"baiklah, rencana ku hari ini aku ingin membelikan oleh oleh untuk semua orang. untuk keluarga kita, dan aku ingin pergi nanti malam ke tempat yang sangat indah jika di malam hari"


jawab Clara tersenyum manis.


membuat Jaka ingin sekali mencubit pipi Clara yang menggemaskan.


"baiklah, ayo aku sudah siap"


sahut Jaka yang sudah selesai dengan penampilan nya.


β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’


mereka pun turun untuk sarapan. sesuai yang dikatakan Clara sebelum sebelum mereka pergi mereka akan sarapan pagi terlebih dahulu.


karena Clara tau perjalanan kali ini akan membuatnya ke lelahan.


tidak hanya Clara saja yang akan kelelahan tetapi Jaka juga. itu sudah pasti.


selesai makan mereka pun pergi ke salah satu pasar tradisional yang ada di negri gingseng ini. bahkan pasar itu sangat terkenal di negri gingseng tersebut.


"kamu ingin ngasih oleh oleh apa buat mereka?"


tanya Jaka.


"entah lah aku tidak tau, kita lihat lihat dulu saja. jika ada yang menarik aku akan membelinya"


jawab Clara yang masih bingung dengan pilihannya sembari melihat lihat barang barang yang di pajang tersebut.


ya, semua barang barang tersebut di akui oleh Clara sanaht lah lucu dan unik unik. ingin rasanya dia memborong semua, namun sadar tidak semua orang pasti akan menyukai apa yang dia sukai.


mungkin memilih oleh oleh untuk perempuan itu gampang, namun memilih oleh oleh untuk laki laki itulah yang sulit.


Clara berfikir dia harus mencari oleh oleh untuk laki laki, karena itu pasti akan sulit. apalgai dia tau laki laki yang akan dia berikan oleh oleh itu sifatnya gimana.


siapa laki laki itu?


ya, yang pasti nya adalah sahabat Clara. Kevin dan Billy. kalau ayah mertua dan ayah Kevin itu gampang. tapi untuk kedua sahabat laki lakinya itu pasti sulit...


setengah jam mereka berjalan, namun Clara belum juga menemukan barang yang tepat membuat Jaka sedikit kesal.


"Ra, sebenarnya kau mau cari apa sih! begitu banyak barang yang di pajang kenapa kau seperti tidak ada yang tertarik dengan pajanagn itu?"


"diamlah Jaka, akusedang bingung"

__ADS_1


"kenapa bingung?"


"aku bingung harus memberikan kedua sahabat ku itu apa. jika barang itu tidak ada manfaatnya bagi mereka pasti mereka akan membodohi ku. kau taukan gimana Kevin dan Billy"


jawab Clara sedih.


"baiklah, kenapa kau tidak bilang pada ku! ayo untuk selera mereka dua aku yang pilih"


β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’


"Jaka, ayolah kita pergi ke tempat Naksan Park. disana sangat indah jika malam hari"


rengek Clara, mencoba membujuk suaminya Jaka.


"Ra, aku capek. setelah belanja tadi badanku pegal pegal semua. kita istirahat aja ya"


jawab Jaka masih memejamkan mata nya di tempat tidur.


"Jaka,, bukan kah kau tadi sudah berjanji?"


Clara mulai menangis kini matanya mulai berkaca-kaca.


Jaka yang mendengar isakannya pun langsung bangun dari tidurnya. ia tak tega melihat Clara menangis.


" baik lah ayo!! tapi hentikan dulu tangisanmu atau kita tidak akan jadi pergi"


Jaka pun bangkit dari tidurnya, dan mulai bersiap-siap.


mereka pun pergi menuju Narsan Park yang dimaksud oleh Clara.


β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’


sepulangnya mereka dari Narsan Park, Kevin pun segera ganti baju dan tidur karena hari ini dia sangat kelelahan, ya sangat lelah.


sedangkan Clara pun mulai ke kamar mandi untuk bergegas mengganti pakaiannya. tak lama kemudian saat Clara keluar, Clara melihat Jaka yang malang, ya ia tampak sangat capek bahkan itu terpampang nyata di wajahnya.


dia bisa sangat jelas melihat rasa capek di wajah Jaka. Clara sedikit merasa egois. seharusnya honeymoon ini Jaka merasa senang tapi tidak. ada sedikit kesedihan yang dirasakan Clara sebagai seorang istri.


selama ini Jaka selalu menuruti smeua permintaan nya bahkan sangat menjaga hati Clara, namun Jaka tak mendapatkan apapun, Clara merasa egois sebagai seorang istri.


dia pun beranjak mendekati suaminya itu, ditatapnya wajah Jaka yang tampan dan tampak kelelahan itu.


"apa ini sudah saat nya aku melakukan tugas ku sebagai seorang istri?"


tanya Clara dalam hati, yang merasa ragu.


Ra? lho mau dapat pahala kan? maka laksanakan lah tugas mu sebagai seorang istri? kenapa ragu? ayo laksana kan lah! percaya dia tidak akan pernah menyakiti mu. percaya lah! apa gak cukup pengorbanan Jaka untuk mu selama ini. pikir Clara?! dia bisa saja melampiaskan nya kepada yang lain, tetapi dia tetap ingin menunggu mu? apa kurang bukti? ;v


"Jaka"


ucap Clara pelan di teling suaminya itu.


"apa lagi Ra? ini sudah malam, sebainya tidurlah besok kita akan berangkat untuk pulang"


jawab Jaka masih dengan mata yang memejam.


"Jaka"


ucap Clara mulai kesal.


"iii Jaka!!"


kali ini Clara menggoyangkan tubuh Jaka.


"ada apa?"


tanya Jaka menatap Clara sembari menahan amarahnya.


namun, Jaka kaget ketika melihat Clara yang tidak dengan piyama nya.


"Ra, kamu kenapa? kamu kepanasan?"


tanya Jaka dengan wajah polos, sembari menelan Saliva dengan pelan.


Clara menggeleng.


"lalu kenapa? pakailah piyama mu? nanti kau akan skait karena dinginnya AC"


Jaka hendak berjalan mengambil piyama Clara, namun tangannya di tahan oleh Clara.


Clara menggeleng lagi.


"kenapa sih dengan mu hari ini Ra? sikap mu Aneh banget? apa kau tidak tau jika adik ku ini naik dia tidak akan bisa menahannya? jangan menyiksa ku Clara!!"


ucap Jaka dalam hati.


"iii kenapa Jaka masih gak mau juga sih paham!! apa aku harus bilang? dan memulainya sendiri?, kan gak mungkin!! mau di taruk dimana harga diriku?"

__ADS_1


ucap Clara dalam hati merasa kesal dengan Jaka.


gengsi amat si loh Ra..;v


mau dapat surga apa enggak? ;v


"jadi mau nya apa?"


tanya Jaka sembari mengusarkan wajahnya dengan kasar.


"ayo Clara kau berani?? ayo bisa Clara! bisa!!"


Clara pun langsung menarik tangan Jaka hingga badan Jaka jatuh di ranjang tepi.


"aduh aku pasti akan malu maluin diri ku jika begini? tapi.. tapi kan dia suami ku,, akhh!!! udah terlanjur ku tari lagi. sudah lah mainkan saja"


Clara pun mulai menjatuhkan badan Clara pada Jaka. kini posisi Clara lah yang berada di atas, Clara menatap wajah Jaka dalam dalam.


hingga kedua jantung mereka sangat terdengar jelas.


deg,, deg,, deg,,,


"apa yang kau lakukan Clara?"


tanya Jaka mencoba tenang.


Clara pun terdiam


"sudah lah per setan malu maluin gapapa sekali kali sama suami"


"kau ingin?"


tanya Jaka menggoda melihat ekspresi wajah istri nya.


Clara terdiam.


"apa kau yakin? aku tidak memaksa mu? jangan nanti tidak yakin kau sudah membangunkan si kecil ku ini?"


Jaka menggoda Clara.


seketika Clara tersipu malu, pipinya merah merona.


perlahan Clara pun mengangguk sembari menunduk, menahan rasa malu.


"baiklah, karena kau yang ingin maka hari ini aku akan melayani ratu ku"


ucapan Jaka mampu membuat Clara tambah malu, dengan sekejap Jaka kini sudah berada di atas Clara.


"aku tidak memaksa mu, jika kau belum siap maka jangan di paksakan"


lagi lagi Jaka bangun lalu di hentikan oleh Clara.


"aku udah siap jadi milik mu seutuhnya"


jawab Clara spontan.


Jaka tersenyum tipis, ia sangat senang mendengar ucapan istri nya.


perlahan Jaka mendekati Clara, ia menatap bibir Clara. Jaka pun memulai peperangan nya cukup lama disana, Jaka pindah ke leher Clara. men***** setiap bagian dari sana meraba ke bawah dan bawah.


ia mulai memainkan kembaran disana milik Clara. Clara hanya bisa mendesah, saat Jaka memainkannya. ia tak mampu berkata kata lagi. itu sangat sakit namun terasa nikmat bagi Clara.


kini Jaka meraba ke bawa lagi ke area sen***** milik Clara.


"Ra, tahan lah. ini sedikit sakit hanya sekali saja kok setalh itu tidak"


ucap Jaka.


Jaka pun mulai menerobos masuk ke dalam


"akhhh,, sakit Jaka"


lirih Clara.


Jaka tersenyum, saat melihat da*** segar milik Clara. itu pertanda Clara masih sangat perawan.


kini mereka pun menikmati malam mereka dengan sangat nikmat, semakin malam permainan mereka semakin hebat.


yah author gak mau ngelanjuti lagi deh cukup sampai situ aja ya? entar pikiran author jadi kacau nih. hadehh 🀦🀦;v


lanjutkan sendiri lah ya apa yang mereka lakukan.


sampai lah mereka berhenti kelelahan dan mereka pun tidur dengan sehelai selimut.


author: jujur ya gaes, sebenarnya aku paling males banget buat yang kayak ginian( yang berbau ✌️✌️ itu) aku takut gak bisa bawa kalian ke dalam ceritanya. aku gak pandai memilih kata yang tepat, tapi .... membayangkannya pandaiπŸ™ˆπŸ™ˆ. jadi maaf ya jika halusinasi nya gak memuaskan. jujur aku gak pede buat bab ini. tapi masa iya, Jaka tetap akan menahannya saja;v


makasih

__ADS_1


__ADS_2