
Yhanko, pagi pagi sekali sudah sampai berada di depan rumah Asti. membuat Asti sedikit terkejut. dia pun segera keluar dan pergi dengan Yhanko tanpa pamitan dengan orang tuanya.
karena ini hari libur, jadi orang tuanya pasti akan bangun sedikit kesiangan ditambah lagi dengan kegiatan malam mereka yang habis pulang dari pesta temannya yang lumayan memakan waktu lama.
"kenapa kamu sepagi ini menjemput ku?"
tanya Asti ketika sudah berada di dalam mobil.
"ya, karena jika kesiangan sedikit itu bukan waktu yang bagus untuk kita lari"
jawab Yhanko singkat sembari fokus pada jalanan yang sepi.
sesampainya disana, Asti dan Yhanko pun memulai pemanasan sendiri sendiri. mereka berlari disana. disana mereka melihat beberapa orang yang juga melakukan aktivitas yang sama dengan mereka. ada yang menggunakan sepeda, atau ada yang berjalan kaki, ada yang sarapan.
mereka berkeliling lapangan sudah hampir dua jam lebih. kali ini mereka berniat untuk makan di pinggiran. ya, makanan langganan Asti yang sudah lama tidak dia kunjungi.
mereka makan bersama, tak jarang juga mereka berbincang bincang tentang banyak hal.
di sisi lain, tanpa sengaja seseorang melihat mereka dari ke jauhan. membuat orang tersebut merasa kesal melihat mereka berdua. karena kesalnya, dia pun memantau pergerakan mereka dari kejauhan.
"baiklah, ko. kita pulang!"
ajak Asti.
"tidak.. enak saja kau pulang secepat ini.. naiklah"
Yhanko membukakan pintu mobil untuk asti, sedangkan Asti merasa bingung dengan jawaban Yhanko.
"memang kita mau kemana?"
tanya Asti setelah Yhanko berada di dalam mobil.
"diam dan ikutlah!!"
jawab Yhanko sembari menghidupkan mesin mobilnya.
dan jalan.
••••••••••••••••••••••
mereka telah sampai di pusat pembelanjaan mall yang terkenal dengan harga yang fantastis.
ya Asti tahu pusat ini. ini adalah pusat pembelanjaan dengan berbagai merek brand terkenal dan ternama.
"untuk apa kita kesini?"
tanya Asti heran, namun yang di lakukan Yhanko hanya menarik tangan Asti masuk.
"Yhanko!! jelaskan padaku?"
tanya Asti kembali.
"kau lihat ini apa? ini mall! sudah pasti kita akan berbelanja disini!"
"kenapa tidak mall yang biasa saja?"
tanya Asti lagi.
Yhanko tak menjawabnya. kali ini mereka sudah sampai di toko perhiasan terkenal tersebut.
"bisa tunjukkan perhiasan yang keluaran baru kepada ku, untuk wanita yang berada di samping ku"
ucap Yhanko kepada pramuniaga disana.
Asti melongo tak percaya.
tak berapa lama mereka menunjukkan beberapa perhiasan, Yhanko meminta Asti memilih di antara perhiasan tersebut.
__ADS_1
namun Asti masih tidak bisa memilih. dia tidak tertarik. dia pun mengajak Yhanko untuk menjauhi pramuniaga sebentar.
"apa yang kau lakukan?"
tanya Asti dengan nada menekan.
"aku hanya ingin membuat mu bahagia. anggap saja ini sebagai kado pertemanan kita"
ucap Yhanko enteng.
"aku tidak mau membeli apapun dari mall ini!"
tegas Asti meninggalkan Yhanko disana.
Yhanko pun segera mengejarnya.
"lalu apa yang kau mau? bukankah perhiasan itu mampu membuat para perempuan bahagia?"
Asti membalik badan menatap Yhanko, kali ini mereka sudah berada diparkiran.
"aku tidak sama dengan perempuan yang kau jumpai itu! kau mau tau apa yang membuatku bahagia?"
Yhanko mengangguk.
"baiklah, ikut denganku sekarang!"
mereka pun segera pergi meninggalkan parkiran mall tersebut.
di dalam perjalan Yhanko terus bertanya, namun Asti hanya diam. dia menyuruh Yhanko untuk berhenti di beberapa rumah makan. dia banyak sekali membawa bungkusan nasi di bagasi mobil.
bahkan mobil tersebut hampir seluruhnya di isi dengan makanan. membuat Yhanko semakin tidak paham dengan isi pemikiran Asti.
lalu Asti menyuruh Yhanko untuk pergi ke pantai asuhan.
sesampainya disana, Asti segera menemui penjaga panti meminta izin. setelah di dapatkan izin, Asti menyuruh Yhanko untuk menurunkan beberapa plastik berisi makanan.
jelas ibu penjaga itu kepada anak anak.
asti dan Yhanko pun segera membagikannya kepada anak anak tersebut dengan tertib.
lalu ikut gabung dengan mereka yang menikmati makanan tersebut.
disana terlihat jelas Asti sangat bahagia, sekarang Yhanko paham. apa yang membuat Asti bahagia. Yhanko pun juga ikut merasakan hal yang sama dengan Asti.
selesai dari panti asuhan, Asti mengajak Yhanko ketempat yang tak layak untuk dihuni. namun, itu layak bagi mereka yang ingin bertahan hidup.
dia dan Asti mendatangi satu persatu rumah rumah mereka yang tak layak tersebut. memberikan makanan yang mereka bawa. setelah selesai Asti mengajak Yhanko untuk pergi ke salah satu tempat belajar anak anak pemulung yang tau jauh dari lokasi tersebut.
disana terlihat anak ank itu sedang membaca dengan giat. ya, itu sekolah bagi anak anak tersebut. sekolah yang tak beratap dan tak berijazah. hanya ada bangku dan kursi disana. dan rak buku yang hampir hancur dan beberapa buku yang mulai robek atau hilang.
disana Asti membagikan makanannya kepada mereka. terlihat jelas raut bahagia di wajah mereka. membuat Yhanko yang melihatnya merasa terharu. karena wajah mereka tampak senang, padahal itu hanya makanan yang sederhana yang mungkin ia jarang makan karena itu bukan level nya jika dilihat dari kekayaan nya.
Asti pun mendekati Yhanko yang terduduk jauh dari kerumunan mereka.
"kau kenapa?"
tanya Asti.
Yhanko kaget, dia menatap Asti dalam.
Asti paham akan tatapan Yhanko tersebut.
"apakah kau merasa bahagia sekarang as?"
"ya..
jawab Asti singkat.
__ADS_1
"bahkan sangat bahagia"
kali ini Asti menatap Yhanko sembari tersenyum.
"kenapa kau ingin berbagi dengan mereka yang tidak kau kenal?"
"itu karena aku tidak ingin merasakan kebahagiaan ku sendiri. aku ingin kebahagiaan ku itu juga bermanfaat bagi mereka yang membutuhkan. ingatlah Yhanko. dalam agamaku dengan berbagi, maka itu tidak akan mengurangi sedikit pun kebahagiaan mu. dan ingat di setiap rezeki mu itu ada sebagian rezeki orang lain disana"
jelas Asti
Yhanko menatap Asti mengaguminya. lagi lagi Asti berhasil membuat nya tersadar.
"kau tau as, kau adalah orang pertama yang membuat ku sadar dengan hidup. kau benar, kau adalah wanita yang berbeda, yang pernah aku jumpai. bagaimana kau bisa mengetahui tentang agama?"
"karena dulu aku sedikit mempelajari ilmu agama, dan aku sekarang hanya berusaha mengamalkannya. kau harus tau, dengan bersedekah tanpa pamrih atau ikhlas. itu tidak akan pernah mengurangi harta mu, bahkan itu akan melipatkan ganda hartamu"
"ikhlas?"
Yhanko tak paham.
"kau tau tentang ikhlas?"
tanya Asti balik.
"aku tau, setau aku ikhlas itu merelakan bukan? seperti kayak kita kehilangan seseorang maka kita harus merelakannya bukan?"
"ya kau benar..
Asti tersenyum sebelum melanjutkan penjelasannya.
"tapi ikhlas itu tidak mudah. ikhlas bukan berati harus tentang merelakan, dalam bentuk kematian bukan!. ikhlas itu bisa dalam bentuk setiap hal. ikhlas itu mungkin mudah di ucapkan namun sulit di lakukan. contoh nih, kau bersedekah berharap bahwa sedekah mu akan dilipatgandakan, kau bilang kau ikhlas. tapi sebenarnya tidak?"
Yhanko makin tidak mengerti dengan penjelasan Asti. karena sebelumnya Asti bilang bahwa dengan ikhlas maka imbalan yang kita dapatkan akan dilipat gandakan.
"itu bukan ikhlas namanya. ikhlas itu ya karena allah. benar karena allah. dalam ikhlas dia tidak pernah mengharapkan hal lain, tidak pernah. bahkan mengharapkan ridho Allah pun tidak. karena dia sudah tau, bahwa ikhlas yang dia lakukan itu pasti Allah akan memberikan imbalannya dengan suka rela. jadi tanpa diharapkan pun Allah akan memberinya"
"bagaimana kau mengetahui tempat ini as?"
tanya Yhanko heran.
"aku tau, karena beberapa tahun yang lalu, aku pernah tanpa sengaja menemukan seorang anak yang duduk lemas di dekat trotoar. aku mengantarkan nya kerumah, rumahnya berada di sini. dan ya, karena mengantarkan nya aku juga berkeliling di area ini"
jawab Asti singkat.
"beberapa tahun yang lalu?"
"iya saat aku masih SMA"
jawab Asti singkat
"as, aku ingin serius. aku ingin belajar tentang agama"
ucap Yhanko dengan tatapan serius.
Asti kaget.
"ya, mungkin ini akan membuat mu terkejut. tapi, itu benar as. sejak dekat dan berteman dengan mu aku jadi sadar tentang hidup. bukan dunia saja yang harus kita kejar. ternyata ada yang jauh lebih penting dari dunia, yaitu akhirat"
ucap Yhanko lagi.
Asti tersenyum.
"baiklah, aku akan mengajarimu tentang ilmu agama. tapi, kau tidak belajar dengan ku"
Yhanko mengeryitkan keningnya.
"aku akan menitip mu kepada sahabat laki laki ku. dia lebih paham tentang agama dari pada aku. apa kau mau?"
__ADS_1
Yhanko mengangguk.