
Asti merasa bersyukur, hari ini ia merasa menjadi perempuan yang paling bahagia di dunia dengan menjadi milik Kevin seutuhnya.
Asti pun segera menyalami Kevin, sebagai bentuk penghormatan seorang istri kepada suami. setelah itu mereka pun menanda tangani beberapa dokumen, lalu memasangkan cincin pernikahan mereka.
cincin pacaran Asti yang memang tak bisa dibuka, dibiarkan begitu saja. menurut Kevin cincin itu lebih berarti ketimbang cincin pernikahan nya ini, karena cincin itu adalah bukti seberapa besar Asti mencintai Kevin, hingga tanpa sadar Asti menjadikan Kevin sebagai bagian dari jiwa raga nya.
Kevin pun memasangkan nya di jari tengah Asti bersampingan dengan cincin itu, sedangkan Asti memasang kan cincin itu dijari manis Kevin.
mereka pun berfoto-foto mengabadikan momen yang hanya satu kali seumur hidup itu. dengan ekspresi bahagia mereka pun berfoto-foto bareng dengan semua orang yang mengajak mereka berfoto.
"makasih"
ucap Asti di tengah tengah celah di saat semua orang fokus pada kamera.
Kevin hanya tersenyum, lalu mencium kening istrinya itu dengan lembut. saat momen itu Dateng, mereka yang sadar pun segera bergaya dan memotret nya.
Kevin yang sadar pun merasa malu, begitu juga dengan Asti yang langsung menunduk malu.
"jangan perlihatkan kemesraan kalian dihadapan kami! kami tau kalian sudah halal, tapi tolong mengertilah di sini masih banyak yang jomblo!"
goda Billy sembari menyindir David.
David yang merasa hanya bisa tersenyum dengan pasrah.
selama acara begitu banyak kebahagiaan yang dapat dirasakan oleh para tamu. terutama kedua pengantin yang sedang duduk mesra di pelaminan, terlihat Asti menyuapi Kevin makan ditengah tengah acara karena suami nya itu tiba tiba merasa lapar.
acara terus berlanjut hingga larut malam dengan kemeriahan. tamu semakin malam semakin ramai, membuat Asti dan Kevin tidak bisa istirahat atau sekedar duduk sebentar karena banyak tamu yang ingin berfoto dengan mereka.
acara selesai, Kevin dan Asti pun beristirahat di kamar hotel yang telah dipesan David sebelum nya.
saat mereka tinggal berdua di kamar hotel. rasa canggung di antara mereka pun terjadi, entah mengapa keduanya merasa sangat gugup. detak jantung satu sama lain kian tak terkendalikan.
"Vin, Kevin gak mau ganti baju duluan?"
tawar Asti memulai pembicaraan dengan nada yang gugup.
"kamu aja duluan"
jawab Kevin.
Asti pun langsung berjalan untuk mengganti pakaian nya, kebetulan Asti sudah membawa baju tidurnya. Asti pun menggantinya, ia memakai baju tidur yang ia bawa. baju tidur panjang merupakan pilihan Asti.
setelah selesai Asti pun keluar, saat keluar Kevin pikir Asti akan mengerti harus memakai baju apa untuk malam ini, ternyata ekspektasi nya sangat jauh. Kevin cukup kecewa dengan Asti saat keluar menggunakan baju tidur dan jilbab langsung.
Asti pun kembali mendekati Kevin.
"ayo cepat ganti baju! mau tidurkan?"
perintah Asti.
__ADS_1
"as, kau akan tidur menggunakan jilbab?"
tanya Kevin tutup point.
"emang kenapa?"
tanya balik Asti.
"aku ini sekarang sudah suami mu Lo as, bukan orang lain. masa kamu dihadapan suami menggunakan jilbab?"
"tapi Vin.."
"kau masih tidak mempercayai ku ya? makanya kau bersikap pada ku seperti orang asing?"
tanya Kevin dengan lembut sembari membelai wajah Asti.
"Vin, aku bukan tidak mempercayai mu
tapi aku malu vin.. ini pertama kalinya aku buka jilbab di depan laki laki setelah lama aku menutupnya"
jawab Asti yang jujur belum siap.
"apa kau mengizinkan ku untuk membuka jilbab mu? apakah kau mengizinkan ku untuk melihat rambut mu? secantik atau sejelek apapun kamu saat buka jilbab, kamu adalah istri ku, kamu sudah aku pilih. itu artinya aku sudah siap menerimamu apapun keadaan mu"
saat jilbab itu terbuka, betapa terkejutnya kevin melihat rambut Asti yang terikat. bukan masalah ikatan rambut yang berantakan yang Kevin kaget kan, tapi masalah rambut Asti yang berwarna.
Kevin tak percaya bahwa Asti mewarnai rambutnya. ya Asti mewarnai rambutnya sejak ia menjadi seorang dokter, Asti berfikir dengan mewarnai rambut itu akan membuatnya merasa fresh karena kerjaan yang menumpuk.
"jelek ya?"
tanya Asti yang malu menutup wajahnya dengan kedua tangan nya.
Kevin pun segera membuka tangan Asti, agar ia bisa melihat wajah istrinya itu
"bagus, perpaduan warna yang apik. atas hitam, tengah abu abu dan bawahnya warna galaxy. keren!"
puji Kevin, membuat Asti semakin malu.
"aku gak nyangka bahwa perempuan berhijab seperti mu, ternyata juga tidak ketinggalan jaman dalam hal rambut"
ucap Kevin lanjut.
"ya sekali kali kevin, rambut dimanja? habis ini janji deh gak warnai rambut lagi"
__ADS_1
"enggak sayang, gak gitu. aku mala kepengen kamu tetap mempertahankan hal seperti ini, ini sangat langkah. tapi ingat!! kau hanya boleh menunjukkan nya padaku, bukan pada orang lain termaksud ayah dan abang mu!!"
balas Kevin yang tetap ingin melihat penampilan Asti yang seperti ini di depannya.
"ini, kamu pakai ini!! baju tidur itu tidak cocok di badan mu!"
ucap Kevin sembari menyerahkan box kepada Asti.
"apa ini?"
tanya Asti yang tak tau isi dalam box tersebut.
perlahan pun Asti membukanya. terlihat isi dalam box itu adalah baju haram, Asti tak percaya jika Kevin akan memberikan baju haram itu secepat ini. Asti pun melotot pada kevin.
"kenapa?"
tanya Kevin balik dengan santai.
"Vin?"
"aku ini suami mu Asti. itu hal yang wajar dalam suami istri, apa aku gak boleh minta istri ku pakai baju itu? lagian juga ini akan menjadi ladang pahala bagi mu"
jawab Kevin yang berusaha mengancam Asti dengan statusnya sekarang yang sudah menjadi suami Asti.
"lagi lagi kau membawa status mu dalam hal ini!!"
kesal Asti pada Kevin.
"yaudah deh, gausah di pakai. toh percuma juga jika dipakai, Yang ada nanti mala nambah dosa bukan pahala karena kau tidak ikhlas melayani ku"
sahut Kevin yang memilih untuk bangkit dari duduknya.
"Vin, bukan gitu. Asti bukan gak ikhlas, tapi kan.."
"kalau masih ada kata tapi, itu tandanya kau menolak untuk melayani suami mu, Asti"
sambar Kevin, berjalan ke kamar mandi untuk ganti baju.
ya, Kevin sengaja melakukan ini pada Asti agar bisa membawa Asti masuk ke dalam perangkap nya. setelah selesai ganti baju Kevin pun bersikap tak acuh pada Asti, Kevin memilih untuk berbaring di ranjang kanan sembari memainkan hp.
Asti yang merasa bersalah pun merasa tak enak hati. dengan berat hati ia pun ke toilet mengganti bajunya. melihat Asti yang pergi ke toilet membuat Kevin merasa senang. saat Asti keluar Kevin pura pura tidak tau, bahkan saat melihat Asti menggunakan baju haram itu Kevin berlagak tidak tergoda.
__ADS_1
namun Asti yang tidak tau menahu bahwa ini adalah perangkap Kevin, terus berusaha meminta maaf pada Kevin, sampai akhirnya Kevin memaafkannya dan mulai beraksi dengan tubuh Asti.