
hari pernikahan kian mendekat membuat Asti merasa khawatir. ia takut keputusan nya ini salah. tapi ia juga tidak bisa membatalkan nya begitu saja, karena persiapan pernikahan sudah hampir delapan puluh persen.
semua nya sudah dipersiapkan dengan baik, mulai dari baju, makanan, WO, gedung, undangan semua sudah dipersiapkan. bahkan hantaran pun sudah diserahkan pada Asti.
"cie, yang besok akan nikah.. hari ini mau kemana nih?"
ejek Reysa, menggoda calon pengantin.
"apaan sih, Rey!! kayak Lo gak pernah aja!!"
jawab Asti yang kesal.
"Rey, jangan diganggu ah calon pengantinnya. entar dia ngambek Loh Rey, Terus acara pernikahan nya dibatalkan!!"
sambung Clara yang bercanda.
"yaudah ya kak, aku pergi dulu"
ucap Asti meninggal kan kedua saudara nya itu.
•••••••••••
tok tok tok tok
"bentar!!"
jawab Kevin yang baru saja turun untuk makan.
Kevin pun membuka kan pintunya
ceklek..
betapa terkejutnya Kevin saat membukakan pintunya. kedua bidadari yang Kevin sayangi kini berdiri dihadapan Kevin. mereka berdiri dengan tatapan yang selama ini Kevin ingin kan.
"mom!! mama!!"
panggil Kevin yang tak percaya.
"kenapa?"
tanya keduanya dengan kompak, sontak membuat Kevin semakin kaget.
"mom, kok dateng gak bilang bilang?"
tanya Kevin yang khawatir, takut jika momi nya itu mencari masalah nantinya.
"kenapa momi harus lapor ke kamu? momi kan ingin ngasih kamu kejutan? emang salah?"
jawab Momi yang kesal melihat sikap anaknya.
"mama juga, kenapa mama Dateng hari ini? bukan kah mama bilang mama akan dateng besok?"
tanya Kevin kini bergantian pada mama nya itu.
"ini rumah mama, jadi mama berhak datang kapan saja. kenapa kamu jadi yang ngatur?"
jawab mama Kevin yang kesal karena putra asuhnya itu seperti tidak senang dengan kejutannya.
__ADS_1
"kak!!! kemari lah!!"
panggil Kevin, karena tak sanggup meladeni kedua malaikat tak bersayap ini.
"kenapa Vin?"
jawab kakak Kevin yang berjalan menghampiri Kevin, namun saat sampai diposisi Kevin betapa terkejutnya ia melihat kedua wanita yang berdiri di depan pintu saat ini.
"mama!! Tante!! kok, kalian dateng nya samaan?"
tanya kakak Kevin langsung setelah melihat kedua orang tersebut yang masih berdiri didepan pintu sembari memegangi koper masing masing.
kakak Kevin pun langsung melirik pada sang adik dengan tatapan yang takut, takut jika keduanya akan bertengkar. Kevin yang di tatap pun hanya bisa diam karena tak tahu dengan apa yang akan terjadi.
"kamu gak senang mama pulang?"
tanya mama Kevin.
"bukan gitu ma, kan kata mama pulang nya besok? Tante juga gak ngasih kabar kalau mau kesini, kalau kasih kabarkan aku bisa menyambut Tante dengan baik?"
sambar Zain dari belakang, karena melihat ekspresi kepanikan istri nya itu.
"yaudah ma, ayo masuk dulu. pasti kalian capek kan? habis pergi perjalanan jauh"
ajak Zain sembari mengambil koper milik kedua bidadari itu.
mama dan momi Kevin pun pergi ke kamar mereka masing masing, dimana momi ditempatkan dikamar tamu. mama dan momi Kevin berencana untuk membersihkan diri terlebih dahulu, karena perjalanan yang cukup memakan waktu itu membuat seluruh badan merasa lengket dan gatel.
setelah itu mereka turun untuk mengisi perut mereka yang kosong sejak pagi tadi, sementara waktu sudah menunjukkan pukul dua belas siang. kakak Kevin, yang membuat makanan dalam porsi sedikit, kini ia sibuk di dapur karena harus menambah porsi makanan, mengingat ada dua tamu yang Dateng secara dadakan.
tepat Mama dan Momi Kevin sampai di ruang makan, makanan pun sudah siap di sajikan. mereka pun menikmati makanan mereka dengan khidmat.
"kalian kenapa menatap mama seperti itu sih?"
tanya mama Kevin yang risih dengan tatapan kedua anaknya itu.
"mama, mama gak lagi ke sakit kan? atau ke sambet apaan gitu?'
tanya Kevin yang memastikan kesehatan mama nya.
"emang kenapa sih Vin? ada yang salah dari mama?"
tanya balik mama Kevin.
"enggak ada yang salah sih. cuma tumben, kok mama sama momi gak beran.."
jawaban Kevin yang belum selesai langsung dipotong oleh momi Kevin
"kamu ingin melihat momi dan mama tidak akur? kamu ingin melihat kami berantem, gitu?"
"bukan gitu mom, kan tumben aja gitu kalian akrab. selama ini juga momi selalu ngelarang Kevin untuk dekat dengan mama"
jawab Kevin yang tak ingin ada salah paham.
"kau ini ya Kevin, buat selera makan mama hilang saja. kami akur salah, kami ribut juga salah, mau nya apa sih!"
sambar mama Kevin yang kesal.
__ADS_1
"enggak gak salah ma, mama dan Momi gak salah. yang salah aku, yang negatif thinking sama hubungan kalian berdua!!"
jawab Kevin yang menyesali pemikirannya itu.
jawaban Kevin membuat semua orang yang mendengar nya tertawa.
"bi!! buatkan teh manis untuk mama dan Tante ya bi!! sekarang!"
perintah kakak Kevin.
tak lama kemudian teh tersebut dihidangkan di ruang tamu.
"mom, katakan pada Kevin. kenapa momi kesini?"
tanya Kevin tutup point.
"Kevin, mama tidak pernah mengajarkan sikap ini pada mu!"
Marah mama Kevin, karena melihat tingkah laku anaknya yang sedikit tidak sopan.
"tak masalah. ini biasa. momi kesini ingin menjenguk mu, momi dapat laporan bahwa urusan mu sudah selesai disini!"
jawab Momi Kevin.
"Kevin gak bisa pulang sekarang mom? ada satu acara yang wajib Kevin datengin? ini menyangkut bisnis juga!"
tolak Kevin, yang sudah menduga pasti momi nya itu akan memaksanya untuk pulang.
"acara apa?"
tanya momi Kevin yang memancing.
"acara pernikahan David. yang kebetulan aku dan dia sudah bekerja sama cukup lama"
jawab Kevin yang malas menanggapi pertanyaan momi nya.
"kenapa gak kamu wakili aja sama asisten kamu? kan sama aja kan?"
"gak bisa mom. ini penting!!"
jawab Kevin dengan tegas.
"sepenting apa Kevin, sampai gak bisa di wakilkan? apa calon pengantin perempuan nya juga teman mu?"
sambar mama Kevin yang mulai ikut bergabung.
"maksud mama apa?"
tanya Kevin yang gugup.
"apa pengantin perempuan nya Asti? makanya ini gak bisa diwakilkan?"
jawab mama Kevin.
"mama tau berita itu dari mana?"
tanya Kevin yang tak percaya.
__ADS_1
"momi tau dari Andara! Andara yang ngasih tau momi tentang hal ini. jadi momi bermaksud untuk mengajak mu pulang, momi sudah yakin jika menyangkut Asti pasti kamu kekeh tidak akan pulang"
jawab Momi yang menyambar.