Terpaksa Pacaran Berakhir Kebahagiaan

Terpaksa Pacaran Berakhir Kebahagiaan
Aku Rela


__ADS_3

"Asti? kamu sedang apa?"


tanya Alex menghampiri Asti yang sedang duduk di bangku taman.


namun seperti nya Asti tidak mendengar panggilan Alex.


"Asti! as,, Asti!"


Alex melambaikan tangan di depan Asti beberapa kali, membuat Asti keluar dari lamunannya.


"eh iya ada apa?"


Asti menatap ternyata tangan itu milik Alex.


"kamu kenapa? kok melamun?"


tanya Alex penasaran.


"tidak pak, saya hanya sedang berpikir kata kata yang tepat untuk skripsi saya di bagian penjelasan nya"


jawab Asti berbohong.


"oo boleh saya lihat? siapa tau saya bisa bantu?"


Alex pun hendak meraih laptop yang dipangku Asti, namun Asti segera menepisnya.


"gak perlu pak, saya tadi sudah mendapatkan kata kata nya kok"


jawab Asti cengengesan takut ketahuan.


"baiklah, saya boleh tanya sama kamu?"


tanya Alex mulai serius.


membuat Asti jadi salah tingkah, karena tatapan Alex padanya.


"boleh pak silahkan"


"sebenarnya kamu sama Kevin ada hubungan apa?"


Asti masih terdiam mendengar pertanyaan Alex.


"maaf kalau ini menyangkut hal pribadi"


ucap Alex yang mulai merasa canggung.


"ah iya gapapa kok pak. maaf pak itu adalah hal pribadi saya, saya kurang suka jika orang lain menanyakan tentang hal pribadi saya"


jawab Asti mencoba memilih kata, agar tidak menyinggung perasaan pak Alex.


"baiklah, saya tinggal dulu. kamu bisa lanjutkan skripsi kamu"


ucap Alex berdiri dan berjalan meninggalkan Asti.


"saya yakin kamu tidak akan menjawab pertanyaan saya dengan mudah as.. tapi saya akan mencari tahu kebenaran nya sendiri"


ucap Alex dalam hati.

__ADS_1


entah kenapa semenjak ia tahu bahwa Kevin dan Asti merupakan seorang teman, membuat ia merasa gelisah. ada rasa tidak suka kepada Kevin.


bahkan ia sendiri pun bingung apa yang terjadi dengannya. sebelum nya, saat SMA pun dia sering bertemu dengan Kevin. namun, rasa tidak sukanya tidak seperti sekarang ini.


dulu dia tidak suka karena memperlakukan adiknya dengan seenaknya. dia tau, bahwa adiknya sangat menyukai Kevin. bahkan tak jarang adiknya itu curhat tentang suasana hatinya yang tiap hari dekat dengan Kevin walaupun sering disuruh suruh olehnya.


hati kakak yang mana yang tega melihat adiknya tidak dihargai. namun sekarang rasa tidak suka itu semakin besar, saat ia mengetahui bahwa Kevin dan Asti satu kampus.


"aku tau, aku harus bertanya dengan siapa?"


ucap Alex dalam ruangan sembari menelpon seseorang.


••••••••••••••••••


jam makan siang, Alex pun segera pergi meninggalkan rumah sakit nya. siang ini dia akan berjumpa dengan seseorang.


sesampainya disana, ternyata orang tersebut sudah menunggu nya.


"maaf maaf gue telat kak"


ucap Alex sembari duduk.


"iya tenang aja Sans"


jawab Adi santai.


"apa ada perlu apa?"


Adi tutup point.


"lah emang kenapa? apa mereka melakukan kesalahan?"


tanya Adi yang khawatir.


"tenang kak. mereka aman. aku cuma mau bertanya tentang kepribadian seseorang di antara mereka"


"siapa?"


tanya di penasaran.


"Asti"


Adi terdiam. pikiran nya tadi memang benar.


"apa yang ingin kau tanyakan"


ucap Adi semabri menyeruputi kopinya.


"apa benar Asti dan kevin itu satu universitas?"


"iya benar. bahkan mereka sempat pernah jadian. itu yang aku dengar, bukan itu saja. mereka juga pernah jadi rekan"


jelas Adi.


"rekan apa?"


"rekan partner. Asti pernah jadi wakil ketua BEM seperti yang aku bilang pada mu. ya ketuanya si Kevin. Kevin juga mahasiswa kesayangan semua dosen, sama seperti Asti"

__ADS_1


sekarang Alex paham, ada rasa api dalam dirinya kini yang mulai membara mendengar ucapan Adi.


"kau suka dengannya?"


tanya Adi menatap Alex.


Alex terdiam, dia tak tahu harus jawab apa pada kakaknya yang sudah dia anggap kakaknya sendiri.


saat Adi menatap nya, Adi melihat tatapan yang dalam dari matanya. seakan matanya sedang berbicara kepada Adi, dan matanya mengatakan iya.


ada rasa kecewa sebenarnya, saat dia menatap mata Alex. namun, Adi tidak ingin memperlihatkan nya di depan Alex, karena dia sendiri pun menganggap Alex sudah seperti adiknya.


ya, jika kalian menebak Adi suka sama Asti. itu benar. tidak ada yang slaah dengan itu, walaupun dia dosen tetapi selama hatinya belum di tempati siapapun, itu adalah hak nya.


apalagi dia sering jumpa Asti, karena Asti merupakan kepercayaan nya. jadi tidak salah jika rasa itu timbul dengan sendirinya. dia kenal Asti yang memiliki kepribadian yang cukup sempurna, siapa yang tidak tertarik dengannya. ya, walaupun penampilan Asti seperti itu. bukan itu yang dicari oleh dosen tersebut melainkan rasa nyaman.


"kau tidak menjawabnya, sekarang aku paham gimana perasaan mu"


ucap Adi, memecahkan keheningan disana.


"kau itu sudah ku anggap seperti adikku sendiri. aku tau gimana kau? kau perjuangkan lah dia, karena yang ke dengar dia sudah putus dengan Kevin. tapi ingat, setelah kau perjuangkan kau jaga! bukan kau buang, karena dia merupakan mahasiswi kesayangan ku. akut tidak akan terima jika kau menyakitinya. jika kau menyakitinya kau akan berhadapan dengan dosennya ini"


ucap Adi sembari menepuk nepuk bahu Alex.


Alex mengangguk.


ya, walaupun dengan embel embel mahasiswi kesayangan nya. tapi setidaknya dia bisa mengungkapkan rasa nya kepada Alex. embel embel mahasiswi kesayangan nya mampu membuat hati Adi terluka.


namun tidak ada masalah bagi Adi, selama Alex bahagia. dia akan bahagia, walaupun harus merelakan orang yang ia cintai.


lagian dia juga sadar, bahwa Asti tidak akan menerima cintanya. karena usia yang terpaut jauh, dan dia merasa lega. karena Alex adiknya yang akan menjaga Asti.


walaupun bukan dia yang memiliki tapi setidaknya Alex adik yang dia anggap sebagai adiknya lah yang memiliki Asti, bukan orang lain.


"ya sudah, ayo dimakan. sebentar lagi aku akan pergi untuk balik ke rumah sakit"


ucap Adi.


"eh iya kak, mari kita makan"


Alex dan Adi pun memakan pesanan yang mereka telah pesan sembari mengobrol ngobrol tentang kegiatan mereka.


"baiklah, aku harus segera balik. makasih ya kak, atas waktunya dan informasi yang telah kamu berikan tadi"


ucap Alex sembari berdiri dan tersenyum.


"iya sama sama jangan sungkan sungkan untuk bertanya atau meminta tolong pada ku"


ucapa Adi sembari tertawa.


"baiklah, saya pamit kak"


Alex pun meninggalkan Adi masih duduk di bangku tersebut, sedangkan Adi menatap Alex yang berjalan melangkah keluar.


"aku rela Lex, demi mu aku rela mengalah. aku sudah menganggap mu sebagai adik kandung ku sendiri. mana mungkin aku bisa menghancurkan kamu, adikku. biarlah aku yang hancur, asal kamu bahagia. aku rela melepas kan nya demi kamu"


ucap Adi dalam hati, sembari berdiri dan pergi meninggalkan restoran tersebut.

__ADS_1


__ADS_2