Valexa Deondria Kembar Ajaib

Valexa Deondria Kembar Ajaib
Bab. 103. Menuju Bangunan Bawah Tanah


__ADS_3

Nyonya Jonathan dan Nyonya William lalu mencari cari bandara pesawat komersial yang paling dekat dengan pulau Alexandria Akan tetapi yang didapat hanya sebuah bandara kecil yang jadwal penerbangan hanya satu minggu sekali. Itu pun jadwal penerbangan tidak ada yang dari semua bandara di pulau Jawa.


“Hah, susah sekali harus transit transit. Bisa bisa mereka semua sudah balik kita baru sampai sana.” Gumam Nyonya Jonathan dengan nada kesal.


“Bagaimana kalau kita sewa kapal seperti yang Vadeo lakukan untuk mengantar barang dan para karyawan.” Ucap Nyonya William memberi usul masukan.


“Kapal besar hanya untuk mengantar kita berdua? Pasti suamiku akan marah marah.” Gumam Nyonya Jonathan.


“Nanti saja aku rayu suamiku, agar pesawat Vadeo bisa menjemput kita.” Gumam Nyonya Jonathan. Dan kedua Oma itu terus melanjutkan percakapan nya tentang rencana untuk menyusul ke pulau Alexandria.


Sementara itu di pulau Alexandria. Di atas bukit pohon asam. Bang Bule Vincent dan Richardo sudah kembali bergabung dengan Vadeo dan juga si kembar. Mereka berdua telah membawa peralatan yang diambil dari bagasi mobil. Bang Bule Vincent dan Richardo di saku celana cargonya juga sudah siap pisau lipat multi fungsi. Valexa dan Deondria pun juga, mereka berdua pun di saku celana cargonya juga ada pisau lipat multi fungsi.


Richardo dan Bang Bule Vincent lalu memasang senter kepala pada kepala mereka masing masing. Senter kepala yang bisa dipakai oleh para penyusur gua gua, atau penggali tambang di bawah tanah.


Saat melihat mereka semua sudah siap. Ular besar itu lalu menggerakkan tubuhnya dan berjalan meninggalkan singga sana si Kembar. Berjalan ke arah yang berlawanan dengan jalan yang biasa si kembar dan Vadeo datang.


Ular besar itu berjalan di barisan paling depan kemudian diikuti oleh Richardo, kemudian di belakang Richardo ada si Kembar lalu di belakang si kembar ada Vadeo. Dan Bang Bule Vincent berada di barisan paling belakang.


Mereka terus menyusuri jalan setapak yang sangat sempit. Banyak semak semak belukar di kanan kiri jalan yang mereka lalui. Dan sesaat mereka akan masuk ke jalan yang di samping kanan kiri dinding tanah atau bebatuan. Tampak jalan agak gelap.


Dan di saat akan melewati jalan yang gelap itu, yang mana Richardo dan Bang Bule Vincent akan menyala kan senter kepada nya. Mendadak mereka berdua kaget dan heran sebab tiba tiba sudah ada sinar di depan yang sangat terang bisa menerangi jalan mereka semua.

__ADS_1


“Do sinar apa?” suara Bang Bule Vincent agak keras dan sedikit menggema. Richardo yang masih kaget belum bisa mengeluarkan kata kata dari mulutnya.


“Sinang di tepaya ulal becal (sinar di kepala ular besar).” Ucap Valexa dan Deondria secara bersamaan. Ular besar itu di atas kepalanya memang kini mengeluarkan cahaya yang sangat terang yang bisa mempermudah orang orang di belakang nya yang berjalan mengikuti dirinya.


“Hmmm maka nya Aca dan Aya minta pakaian ala kamu Bul. Ternyata akan melakukan perjalanan seperti ini.” Ucap Vadeo pada Bang Bule Vincent yang berjalan di belakang nya.


“Yang bersinar itu apa mahkota ya Bro? Aku kok merasa macam masuk di dalam buku manuskrip itu perasaan ku dia memang jelmaan Raja Mahadiraja. “ ucap Bang Bule Vincent dengan suara pelan. Vadeo hanya diam saja sebab dalam hati sebenarnya dia merasa ada perasaan takut.


Mereka pun terus berjalan mengikuti Sang Ular besar, menyusuri jalan dan lorong lorong yang sempit yang kadang gelap sekali kadang ada seberkas sinar masuk dari celah celah atas atau samping. Di saat jakan gelap sekali atau sinar dari celah sangat minim. Sang ular besar memberikan sinar dari kepalanya. Jalan yang mereka lewati berliku liku kadang keluar dari jalan yang gelap melwati jalan yang ada terang sinar matahari akan tetapi masuk lagi pada jalan yang gelap.


Sementara itu. Mobil yang mengantar Alexandria dan Ixora sudah memasuki halaman rumah. Setelah mobil berhenti Alexandria dan Ixora segera turun dari mobil dan melangkah masuk ke dalam rumah.


“Mama ga marah Kak, kalau kamar nya aku tempati?” tanya Ixora sambil terus melangkah di belakang Alexandria.


“Tidak lah, itu kan kamar hanya untuk tinggal selama berlibur di sini. Tidak ada barang barang privasi Mama kok.” Jawab Alexandria. Dan mereka berdua terus melangkah menuju ke dalam kamar mereka masing masing. Alexandria menaiki anak tangga sedangkan Ixora masuk ke dalam lift yang akan mengantarnya menuju ke lantai tiga tempat kamar orang tua mereka berada.


Alexandria terus menaiki anak tangga. Tidak lama kemudian dia membuka pintu kaca dan setelah masuk dari pintu kaca itu ,kaki nya menginjak di lantai dua tempat kamar dirinya dan suaminya berada. Kamar sebelah nya yang dulu digunakan untuk kamar kerja Vadeo sudah direnovasi menjadi kamar kedua anak nya dan tetap diberi pintu penghubung seperti kamar mereka di Mansion.


Setelah sampai di depan pintu kamar nya, Alexandria segera membuka pintu itu dan segera melangkahkan kaki masuk ke dalam kamarnya.


“Hmmm lumayan capek juga. Apalagi kalau ikut ke bangunan bawah tanah. Ngeri juga kalau ada serangga serangga. Kalau tubuh twins kan bisa memperbaiki sel sel nya kalau ada gigitan serangga.” Gumam Alexandria sambil melanjutkan langkah nya untuk menuju ke kamar mandi.

__ADS_1


Dan sesaat kemudian Alexandria tampak kaget saat akan buang air seni. Sebab di ****** ******** ada flek darah.


“Flek.” Ucap Alexandria dengan ekspresi kaget. Dan mencoba mengingat ingat kapan haid terakhirnya.


“Apa yang dikatakan Kak Deo benar ya? Haduh bagaimana ini, kalau terjadi sesuatu pasti aku dimarahi oleh banyak orang karena ikut ke bukit.” Gumam Alexandria sambil melepas celana dalem nya.


“Aku coba test nanti dan tanya ke Ixora saja.” Ucap Alexandria lalu segera menyelesaikan hajatnya.


Setelah selesai Alexandria segera berganti pakaian, lalu dia segera mengambil hand phone nya untuk menghubungi Ixora.


“Ix, cepat kamu datang ke kamarku ya. Ada flek darah di celana ku. Entah darah haid atau ... Aku takut jika aku hamil dan aku tidak tahu. Aku kan biasa haid ga teratur waktunya kadang maju kadang lambat.” Ucap Alexandria saat Ixora sudah menerima panggilan suara nya.


“Kakak coba test dengan test pack. Aku segera datang ke kamar Kaka sambil bawa alat periksa.” Suara Ixora di balik hand phone Alexandria.


“Cepat ya Ix.” Ucap Alexandria lalu memutus sambungan teleponnya.


Dan baru saja Alexandria Akan melangkah menuju ke lemari tempat dia menyimpan persediaan test pack nya. Hand phone milik nya berdering....


"Kak Deo apa ya?" tanya Alexandria pada diri nya sendiri


...

__ADS_1


__ADS_2