
“Beb....” suara Bang Bule Vincent saat membuka pintu kamar.
“Ada apa Bang, jangan teriak teriak, Arendo baru saja memejamkan matanya sehabis minum asi.” Ucap Ixora yang baru saja menaruh Arendo pada box bayi. Arendo sudah baik semua organ tubuhnya dan bisa diperlakukan seperti bayi yang lahir dengan usia kandungan normal.
“Ayo kita ke Mansion Jonathan. Oma William akan ke sana membahas Twins Boy yang mengeluarkan cahaya matanya. Vadeo pasti akan marah ke kita.” Ucap Bang Bule Vincent sambil mendekati box bayi Arendo.
“Kita kan tidak mengatakan pada Mama.” Ucap Ixora sambil mengusap usap kepala Arendo agar tidak terbangun oleh suara orang tua nya.
“Mama pasti dengar saat kita berbicara di kamar. Sudah ayo aku gendong Arendo.” Ucap Bang Bule Vincent
“Pasti heboh itu nanti di Mansion Jonathan, kita harus ikut serta menghebohkan Mansion itu.” Ucap Bang Bule Vincent lagi sambil kedua tangan kekarnya terulur ke dalam box bayi Arendo.
“Bang, kasihan Arendo baru saja tidur.” Ucap Ixora sambil menarik tangan kekar Bang Bule Vincent yang akan mengambil tubuh mungil Arendo.
“Ado pasti akan senang bertemu dengan kakak kakaknya.” Ucap Bang Bule Vincent sambil tangannya tetap berusaha untuk meraih tubuh mungil Arendo dari dalam box bayi itu.
Dan tiba tiba...
__ADS_1
Kedua mata Arendo membuka.
“Tuh kan anakku terbangun... sssst... sssst... sssst....... ssssstt....” ucap Ixora dan berusaha agar Arendo tertidur lagi akan tetapi mata Arendo semakin terbuka lebar dan bibirnya tersenyum kedua tangannya pun bergerak gerak terarah pada Vadernya Bang Bule Vincent.
“Sini ikut Vader.” Ucap Bang Bule Vincent sambil mengakar tubuh Arendo dan bayi mungil itu tidak menangis namun malah tersenyum bibirnya.
“Ayo Beb, kita kamu dan Nanny siapkan keperluan Ado.” Ucap Bang Bule Vincent yang sudah menggendong tubuh Arendo.
Sedangkan Nyonya William sudah berada di dalam mobil bersama Dealova. Mereka hanya berdua di dalam mobil tidak ada pengawal dan tidak ada pak sopir. Dealova yang mengemudikan sendiri mobilnya itu dengan kecepatan penuh.
“Deal cepat dikit napa? Aku sudah tidak sabar untuk melihat Twins boy. “ ucap Nyonya William yang duduk di jok depan di samping Dealova.
“Beda lah Deal, ini pada masa masa darurat, urgen harus cepat sampai. Apa kamu tidak khawatir jika dua keponakan kamu yang sangat tampan itu dibawa kabur oleh Alien... hiiii membayangkan saja aku begidik ngeri.” Ucap Nyonya William sambil mengangkat kedua bahunya dan kepala menggeleng geleng dengan cepat.
“Ya jangan sampai lah Ma.. kalau kedua ponakanku yang sangat tampan itu dibawa Alien. Pasti tuh Alien juga akan membawa Aunty nya yang cantik jelita ini.” Ucap Dealova masih terus fokus pada laju kemudinya.
“Tenang Ma, sebentar lagi kita sampai. Tapi kita akan masuk ruas jalan yang ramai, aku akan mengikuti irama arus lalu lintas.” Ucap Dealova sambil mulai mengurangi kecepatan laju kemudi mobilnya.
__ADS_1
Beberapa menit kemudian mobil sudah memasuki pintu gerbang Mansion Jonathan. Dealova segera membawa mobil mendekati pintu utama Mansion. Saat mobil sudah berhenti, Nyonya William segera turun dari mobil dan melangkah menuju ke pintu utama dan meninggalkan Dealova yang masih memperbaiki penampilannya.
Saat Nyonya William sudah sampai di depan pintu utama, pintu utama Mansion itu terbuka dengan lebar dan muncul sosok Nyonya Jonathan di samping kiri dan kanannya Valexa dan Deondria yang tampil cantik ingin memamerkan pada Aunty Dealova nya.
“Kalian sangat cantik cantik seperti kecilnya Oma Kucing dulu.” Ucap Nyonya William sambil membungkuk menciumi wajah Valexa dan Deondria. Dua bocah itu hanya tertawa terkekeh kekeh.
“Ayo kita segera ke ruang makan dan setelahnya kita bahas penjagaan buat Twins boy.” Ucap Nyonya Jonathan sambil menarik tangan Nyonya William.
“Tapi suamiku belum datang. Makannya nunggu suamiku dulu. Aku mau lihat Twins boy dulu. Aku mau cek mata mereka berdua.” Ucap Nyonya William sambil terus melangkah. Dan tidak lama kemudian Dealova pun sudah masuk ke dalam Mansion utama. Dia menggandeng tangan Valexa dan Deondria kiri dan kanan sambil mengikuti langkah kaki Oma Kucing Dan Oma Jo.
“Ya mata mereka itu biasa biasa saja. Kata dokter mereka berdua juga sehat sehat saja. Dan tidak lagi mengeluarkan cahaya. Tapi entahlah nanti malam, dini hari mengeluarkan lagi tidak.” Ucap Nyonya Jonathan sambil melangkah di samping besan perempuannya.
“Siapa tahu akan mengeluarkan cahaya di depanku.” Ucap Nyonya William dengan nada serius dan penuh harap.
“Hmmm kalau begitu aku menginap di sini ya...” ucap Nyonya William selanjutnya sambil memegang lengan besan perempuannya. Nyonya Jonathan pun mengangguk setuju.
Sesaat mereka berdua sudah di depan pintu kamar Vadeo dan Alexandria, Nyonya Jonathan segera membuka daun pintu itu. Tampak Vadeo dan Alexandria sudah siap akan keluar kamar untuk menuju ke ruang makan. Sedangkan Twins boy tidak ada di dalam kamar itu.
__ADS_1
“Di mana cucu cucu tampanku?” tanya Nyonya William sambil mengedarkan pandangan matanya ke seluruh sudut kamar Vadeo dan Alexandria di dalam dua box bayi yang ber nuansa warna gold itu pun tampak kosong tak ada bayi di dalamnya. Di atas tempat tidur luas nan mewah elegan itu itu kosong hanya bad cover yang rapi menutupi tempat tidur itu.