Valexa Deondria Kembar Ajaib

Valexa Deondria Kembar Ajaib
Bab. 206.


__ADS_3

Sementara yang Wika di dalam kamar mandi, dia mandi dengan menggunakan shower belum ada keberanian untuk mandi berendam di dalam bath up mewah itu. Meskipun di dalam hati dia sangat ingin untuk mandi berendam dengan air hangat dan busa buih sabun melimpah seperti yang pernah dia lihat di tayangan film film iklan sabun mandi. Wika takut jika sedang berendam tiba tiba Justin memanggil dirinya.


Wika pun mandi dengan cepat cepat, dia pun mengguyur rambutnya, dia mandi keramas, membersihkan semua hair spray yang tadi disemprotkan oleh make up artist pada rambutnya. Saat sudah selesai mandi. Wika mengambil handuk yang terlipat manis di rak yang ada di dalam kamar mandi itu.


“Kenapa ukurannya tidak lebar ya...” gumam Wika saat membuka lipatan handuk itu. Setelah Wika mengeringkan tubuhnya dengan handuk ukuran sedang itu, Wika mencari cari bath robe akan tetapi tidak ada. Wika pun lalu melilitkan handuk berukuran sedang itu, kira kira lebar hanya enam puluh centi meter saja, jadi hanya bisa menutupi bagian dada dan sangat pas di tubuh bagian sensitif bawah nya.


“Haduh bagai mana ini, baju di lemari tidak ada yang benar. Bath robe tidak ada. Handuk aja kok ya ga ada yang lebar.” Gumam Wika yang merasa tidak nyaman saat melihat penampilan dirinya di pantulan cermin kamar mandi yang lebar itu.


“Baju pengantin sudah penuh keringat.” Gumam Wika sambil melihat gaun pengantin yang dia taruh di keranjang baju kotor.


Wika tidak berani keluar dari kamar mandi. Dia hanya berjalan mondar mandir di dalam kamar mandi itu.


Sedangkan Justin yang duduk di sofa sudah tidak begitu sabar untuk menunggu Wika selesai mandi. Justin ingin segera meminjam hand phone milik Wika.


“Lama sekali perempuan itu mandinya, pasti dia berendam dan tertidur di bath up.” Gumam Justin dengan nada kesal lalu dia bangkit berdiri dan berjalan menuju ke kamar mandi.


TOK TOK TOK


TOK TOK TOK


Justin mengetuk ngetuk pintu kamar mandi itu dengan sangat keras.


“Cepat keluar! Apa kamu pingsan di dalam!” teriak Justin dengan suara keras.

__ADS_1


Wika yang berada di dalam kamar mandi semakin gemetaran. Masih dengan tubuh terlilit oleh handuk minimalis Wika berjalan menuju ke pintu kamar mandi


TOK TOK TOK


TOK TOK TOK


“Sebentar Tuan.” Suara Wika dan sesaat Wika memutar handel pintu lalu menarik daun pintu itu pelan pelan.


“Hah....” gumam Wika tampak kaget melihat Justin yang hanya mengenakan G string berdiri di depan pintu kamar mandi. Wika pun secara spontan menutup lagi pintu kamar itu dengan rapat rapat bahkan dia berdiri bersandar memunggungi daun pintu itu.


Sementara Justin juga terlihat masih berdiri mematung karena terpesona melihat tubuh sexie Wika yang hanya terbalut oleh handuk minimalis.


“Hmmm dada dia terlihat lebih besar dari pada lima tahun lalu.” Gumam Justin sambil menelan air liurnya. Burung nya yang selama lima tahun belakangan hanya bersarang pada telapak tangannya sendiri kini mulai meronta ronta menginginkan sarang hangat yang sebenarnya.


“Akan terlalu senang perempuan itu jika aku menyentuhnya.” Gumam Justin dengan sombong nya, menolak kenyataan yang kini dia rasa.


“Hai, kamu jangan Ge eR! Aku tidak akan menyentuh kamu! Ingat itu! Camkan itu!” teriak Justin lagi.


“Aku hanya ingin pinjam hand phone kamu. Telepon di kamar mati. Aku mau telepon Deo untuk minta pakaian yang benar.” Teriak Justin lagi.


Wika yang di dalam kamar mandi sedikit lega. Meskipun dia sudah siap untuk melayani Justin yang sudah resmi menjadi suaminya, akan tetapi karena dia sudah lama tidak disentuh oleh laki laki Jantung nya benar benar berdetak lebih kencang hingga tubuhnya menjadi gemetaran. Dan Wika pun juga menerima dengan lapang dada jika Justin tidak mau menyentuhnya.


“Maaf Tuan, hand phone saya dibawa Boy.” Ucap Wika jujur apa adanya sebab memang hand phone miliknya ditaruh di kamar Boy bersama raket nyamuk hadiah dari Dealova, dia lupa tidak mengambilnya.

__ADS_1


“Hah!” suara Justin mendesah kesal.


“Kamu cepat keluar kalau kamu pingsan di kamar mandi. Aku juga nanti yang disalahkan oleh Vadeo.” Suara Justin masih dengan nada kesal lalu dia membalikkan tubuhnya dan segera melangkah meninggalkan lorong kamar mandi itu. Justin kembali melangkah menuju ke sofa. Membiarkan agar Wika keluar dari kamar mandi.


Wika pun akhirnya terpaksa memakai salah satu dari lingerie yang ada di dalam kamar mandi itu. Wika memilih warna lingerie hitam dengan maksud agar tidak menarik perhatian mata Justin, akan tetapi saat dia pakai justru membuat tubuhnya semakin sexie memesona, kulit mulus kuning langsatnya terlihat semakin cerah menggoda tangan laki laki untuk menyentuhnya.


Wika berjalan tampak bingung mau duduk di mana. Dia pun terlihat menundukkan wajahnya malu malu. Justin yang duduk di sofa pun gerakan reflek kepala nya menoleh ke arah Wika.


“Kamu sengaja menggoda!” suara Justin keras namun sudah agak parau karena jantungnya berdebar debar dan jakun nya pun sudah naik turun.


“Tidak Tuan, tidak ada baju yang benar.” Ucap Wika lalu dia berjalan dengan cepat menuju ke tempat tidur dan segera dia naik ke atas tempat tidur. Bermaksud untuk menutupi tubuhnya dengan selimut akan tetapi tidak ada selimut. Wika pun menutupi tubuhnya dengan bantal bantal yang ada.


“Tidak menggoda kok mapan di tempat tidur.” Gumam Justin, dan Justin pun sudah mulai gelisah. Burungnya kembali berdiri, karena kepalanya terus secara reflek menoleh ke arah di mana Wika berada. Tidak bisa dipungkiri tubuh sexie Wika sangat menarik perhatiannya. Meskipun Wika menutupi tubuhnya dengan bantal bantal akan tetapi tetap saja tubuh sexie Wika mengintip di balik bantal bantal itu dan justru semakin menarik perhatian Justin.


“Sial.” Gumam Justin yang burungnya sudah menegang. Justin pun bangkit berdiri, dia masih merasa gengsi untuk mendekati Wika. Justin pun berjalan menuju ke kamar mandi, dia akan melakukan solo karier seperti yang biasa dia lakukan selama di lapas.


“Sial harus bersolo karier lagi.” Gumam Justin sambil membuka pintu kamar mandi dengan cepat cepat.


Setelah melepas hajatnya, Justin pun keluar dari kamar mandi. Dan sialnya lagi, saat berjalan secara reflek kepala nya menoleh ke tempat tidur. Ucapan dan reaksi tubuh Justin tidak sinkron.


Tampak Wika yang sudah lelah karena acara akad nikah dan penyambutan dari kerabat Jonathan, tertidur di atas tempat tidur. Bantal bantal yang tadi digunakan untuk menutupi tubuhnya bergelimpangan menjauh dari tubuhnya. Hingga tubuh sexie nya terpampang jelas di mata Justin.


“Sial, kenapa berdiri lagi.” Gumam Justin sambil menunduk melihat burungnya yang sudah menegang lagi.

__ADS_1


“Dia itu benar benar tidur, atau memang sengaja menggoda aku...” gumam Justin lalu melangkah pelan pelan menuju ke tempat tidur. Tangan Justin begitu ingin meraba tubuh mulus Wika yang tergolek hanya terbungkus oleh lingerie sexie itu.


__ADS_2