
“Oma Kucing.” Gumam Richardo yang tampak kaget sebab muncul sosok Nyonya William dari arah ruang makan mansion utama sambil membawa nampan yang berisi beberapa gelas minuman segar.
“Hah kamu kok ikut ikut anak kucing memanggil diriku Oma Kucing.” Suara Nyonya William dengan nada kesal sambil terus melangkah menuju ke meja yang ada di dalam ruang keluarga itu.
“Maaf Nyonya. Saya kaget kenapa tiba tiba Nyonya William ada di sini, maka dengan spontan saya menyebut Oma Kucing.” Ucap Richardo dengan nada sopan saat Nyonya William sudah sampai di dekat meja dan menaruh nampan yang berisi minuman segar itu. Dan Nyonya William pun melotot ke arah wajah Richardo.
“Enak saja kamu bilang aku datang tiba tiba, kamu pikir aku itu hantu yang datang tiba tiba. Dan kamu itu malah mengulangi lagi menyebut aku Oma Kucing.” Ucap Nyonya William sambil menaruh pantat nya di sofa.
“Aku disuruh Alexandria ke sini untuk menjaga cucu cucu ku, sementara Oma Jo masih di villa.” Ucap Nyonya William kemudian.
“Maaf Nyonya.” Ucap Richardo sekali lagi.
Dan tidak lama kemudian dari arah tangga terdengar suara langkah kaki kaki kecil berlarian menuruni anak tangga. Sesaat kemudian sosok Valexa dan Deondria pun mulai muncul di ruang keluarga dengan wajah ceria nya.
Valexa dan Deondria sudah berganti baju seragam nya. Mereka berdua memakai pakaian ala Bang Bule dan Richardo, memakai celana cargo dan tshirt berwarna gelap. Rambut sebahu milik mereka minta diikat satu tinggi alias diekor kuda. Dia pun minta dipakaikan topi segala topi model base ball.
“Oma tucing......” teriak mereka berdua lalu menghambur mendekati Nyonya William dan segera memeluk sang Oma.
“Kalian kok pakai baju model beginian?” tanya Nyonya William sambil mengamati penampilan kedua cucu nya.
“Mau teja Oma....” ucap Valexa lalu mengambil satu gelas jus strowbery buatan sang Oma. Deondria pun juga melakukan hal yang sama.
“Teja apa?” tanya Nyonya William tampak bingung.
“Teja cama Ante Pin.” Jawab Deondria setelah menegak minumannya.
“Sama Bule kerja apa? Bukannya hari ini kamu tidak ada jadwal latihan maka Oma datang ke sini untuk menemani kalian bermain main.” Ucap Nyonya William sambil memegang rambut ekor kuda Valexa.
__ADS_1
“Di mansion aja ya, nanti Oma temani main boneka barbie.” Ucap Nyonya William lagi.
“Oma aja yan main bebi cama Nanny.” Ucap Valexa lalu menaruh gelas yang sudah habis isi nya.
“Ayo Om tita te yumah Ante Pin.” Ajak Valexa kemudian. Dan terlihat Deondria pun segera menghabiskan minumannya.
“Matacih Oma tucing ... enyak loh dus na...” ucap mereka berdua lalu memeluk Sang Oma. Richardo pun segera bangkit berdiri dan menggandeng tangan Valexa dan Deondria yang tentu saja pamit terlebih dulu pada Nyonya William.
Nyonya William hanya bisa duduk bengong menatap punggung mereka bertiga yang terus melangkah menjauh menuju ke pintu utama Mansion.
“Mosok aku yang disuruh bermain barbie dengan Nanny.” Gumam Nyonya William sambil geleng geleng kepala.
“Apa ini pembalasan mereka karena aku menginginkan cucu laki laki akhirnya dia jadi seperti itu.” Gumam Nyonya William hati mengingat di saat saat dulu sebelum Alexandria hamil dan di saat kehamilan Alexandria.
“Tapi mereka berdua kadang juga manis manis.” Gumam Nyonya William lagi lalu dia menyandarkan punggungnya di sandaran sofa, berharap kedua cucu nya tidak berlama lama pergi ke rumah Bang Bule Vincent.
Seperti tadi saat pulang dari play group nya, mereka berdua minta duduk di jok belakang kemudi dan menyuruh Richardo duduk di jok depan di samping Pak Sopir senior.
Mobil pun segera berjalan meninggalkan halaman Mansion Jonathan sesuai perintah Nona Nona kecil. Di saat di perjalanan menuju ke rumah Bang Bule Vincent, tampak dua bocah itu saling menghadap wajah nya dengan tatapan mata yang serius. Ahhh begitulah mungkin cara mereka berdua dalam berkomunikasi agar tidak ada orang lain yang mendengarkan. Richardo yang penasaran sesekali menoleh ke belakang akan tetapi dia tetap tidak bisa mendengar kata kata yang keluar dari mulut mulut mungil nan cantik itu.
Beberapa menit kemudian mobil sudah memasuki halaman rumah Bang Bule Vincent.
“Ah cudah mau puyang meyeta...” ucap Valexa dan Deondria saat di teras melihat dua orang laki laki bertubuh tegap memakai jaket kulit berwarna hitam tampak sedang berpamitan dengan Bang Bule Vincent.
Dan di saat mobil yang membawa Valexa dan Deondria masih menuju ke tempat untuk terparkir, dua orang tamu Bang Bule Vincent itu sudah berjalan menuruni anak tangga dan terus melangkah menuju ke mobil mereka yang terparkir.
“Ayo tepat tuyun...” ucap Deondria saat mobil sudah berhenti. Mereka berdua pun segera membuka pintu mobil.
__ADS_1
“Daya daya Oma tucing datang tita teyambat.” Ucap Valexa dengan cepat meloncat dari dalam mobil sebelum Richardo membantu mereka untuk turun dari mobil.
“Tapi na tita dapat jus cegal tan enyak.... “ ucap Deondria sambil tersenyum lebar sebab memang jus strowbery buatan Oma William sangat enak bagi mereka karena perpaduan buah strowbery dan susu yang pas ditambah gula yang dipakai adalah gula batu yang sudah dihaluskan.
“Iya cih...” ucap Valexa yang terus berjalan di samping Deondria. Mereka berdua tidak berlarian sebab mobil tamu Bang Bule Vincent pun sudah berjalan meninggalkan halaman rumah Bang Bule Vincent.
Sedangkan Bang Bule Vincent yang melihat kedua ponakan tercinta nya datang, dia segera menuruni anak tangga dan melangkah untuk menyambut dua bocah itu. Bang Bule Vincent tampak tersenyum lebar sebab melihat kedua ponakan itu berpenampilan ala ala diri nya.
“Sayang kenapa tidak memakai kaca mata hitam ha... ha... ha... “ ucap Bang Bule Vincent sambil tertawa bahagia. Dan seterusnya dia menggendong satu persatu ponakan nya dan dicium pipi nya kiri dan kanan.
“Endak Ante...” jawab mereka berdua, mungkin jika memakai kaca mata hitam akan menghalangi saat mereka saling berkomunikasi dalam senyap.
Mereka pun bertiga pun segera melangkah menuju ke dalam rumah Bang Bule Sedangkan Richardo mengikuti dari belakang. Sementara Pak Sopir senior masih menunggu di dalam mobil.
“Ante tita mau teja cama Ante.” Ucap Valexa saat mereka sudah memasuki ruang tamu di dalam ruang Bang Bule Vincent. Tampak Bang Bule Vincent menatap tajam ke arah Valexa yang sudah duduk di kursi di ruang tamu.
“Keren... kalian memang keren.” Teriak Bang Bule Vincent dengan senyum lebar nya sebab dia yakin jika kedua ponakan itu bisa membaca pikirannya.
“Sayang ayo kita bicarakan di kamar Uncle saja.” Ucap Bang Bule selanjutnya sambil mengulurkan kedua telapak tangannya untuk untuk menggandeng tangan mungil Valexa dan Deondria.
“Do kamu tunggu di ruang keluarga saja. Ini pembicaraan proyek baru yang boleh dengar baru aku dan orang orang inti saja.” Ucap Bang Bule sambil menatap Richardo. Valexa dan Deondria pun dengan semangat sudah menggandeng telapak tangan Bang Bule Vincent dan menariknya agar segera melangkah menuju ke kamar Bang Bule Vincent.
“Proyek baru apa sih, kenapa aku sekarang malah tersingkir karena anak anak kecil itu.” Gumam Richardo dalam hati sambil masih berdiri mematung menatap punggung tiga orang yang melangkah menjauh.
“Becuk Om Yicado duda itut tokkkkk.” Teriak Valexa dan Deondria, sementara Bang Bule Vincent terdengar tertawa bahagia.
......
__ADS_1