Valexa Deondria Kembar Ajaib

Valexa Deondria Kembar Ajaib
Bab. 254.


__ADS_3

“Ayo kita makan dulu.. Dilanjut nanti diskusi musyawarah untuk mencapai kata mufakat nya..” ucap Nyonya William sambil bangkit berdiri dan menarik tangan Ixora.


“Ma, makan dulu saja biar aku dan Bule belakangan saja, aku temani anak anak...” Ucap Vadeo sambil mengusap pelan pundak Alexa yang masih duduk di kasur lantai. Vadeo dan Bang Bule Vincent yang sudah terbiasa mendampingi Twins girl paham jika melihat kedua anak itu sedang diam bersedekap dan memejamkan mata, mereka berdua sedang bekerja keras. Alexa pun bangkit berdiri dan kini Vadeo pindah duduk di kasur lantai yang ukurannya luas dan tebal lembut itu.


“Ayo sekalian semua saja. Ayo Al ajak Aca dan Aya, kasihan perut mereka kalau terlalu malam baru diisi.” Ucap Nyonya William


“Tuh mereka sudah diam saja anteng begitu pasti sudah lapar.” Ucap Nyonya William lagi sambil menoleh menatap sosok mungil Valexa dan Deondria yang masih duduk diam bersedekap dan mata terpejam rapat. Nyonya William tidak tahu jika kedua anak itu sedang bekerja.


“Mereka sedang cilub ba dengan adik adiknya Ma.. “ ucap Bang Bule Vincent sambil ikut duduk di kasur lantai dan menggusur Dealova agar segera bangkit berdiri dan pindah ke ruang makan. Vadeo pun dengan spontan menepuk pantat Bang Bule Vincent dengan keras.


“Ayo ayo...” ucap Tuan Jonathan yang juga sudah berdiri.


“Aca dan Aya mau digendong Opa?” tanya Tuan William yang akan bangkit berdiri sambil menatap dua cucu perempuan. Dua anak itu masih sempat menggelengkan kepalanya di sela sela bekerja beratnya.


“Mereka mau menjaga adik adiknya dulu Pa. Biar saya dan Bule menemani mereka.” Ucap Vadeo dan Opa William pun segera bangkit berdiri. Namun tiba tiba...


“Eeee... Eeeee.... . Eeee.. “ teriak Opa William dengan tubuh yang akan terjatuh dan dia lalu terduduk di sofa.

__ADS_1


“Kenapa Pa?” tanya Vadeo dan Bang Bule Vincent secara bersamaan dengan nada panik sambil menatap sosok Papa mertua mereka yang terduduk di sofa.


“Kesemutan.” Jawab Tuan William sambil melihat kakinya.


“Oooo...” gumam Vadeo dan Bang Bule Vincent secara bersamaan.


“Maklum aku ternyata sudah tua sudah punya lima cucu... he.. he..” ucap Tuan William sambil tertawa kecil dan setelah kakinya membaik dia pun segera menuju ke ruang makan sebab sudah dipanggil panggil istrinya.


Sedangkan Vadeo dan Bang Bule Vincent masih setia menemani anak anak mereka. Valexa dan Deondria tampak terlihat masih serius , keringat di dahi mereka pun mulai bermunculan Meski pun ruangan itu ber AC. Raja dan Asasta pun terlihat terbaring dengan tenang seperti mengerti dan paham jika kakak kakak mereka sedang bekerja. Hanya Arendo yang mulut mungilnya terus bergumam dan kaki kaki nya bergerak gerak, mungkin heran kenapa tiba tiba kakak kakaknya diam tidak mengajak dirinya bercanda.


Tampak Bang Bule Vincent mengusap usap kaki mungil Arendo.


“Bul, kamu ambil air mineral sana buat Aca dan Aya, nanti mereka pasti butuh minum kalau sudah selesai!” perintah Vadeo pada Bang Bule Vincent.


“Nanny tolong ambilkan air mineral buat Twins girl. “ ucap Bang Bule Vincent yang melempar perintah pada Nanny, sebab dia tidak ingin ketinggalan informasi jika Valexa dan Deondria sudah selesai bekerja.


Beberapa menit kemudian, di saat yang sedang makan malam di ruang makan belum selesai. Valexa dan Deondria sudah membuka matanya.

__ADS_1


“Sayang apa yang sudah kamu lihat?” ucap Vadeo dengan nada lembut sambil segera mengangkat kedua tubuh anak gadis ciliknya lalu dipangku kedua dan kepala mereka berdua disandarkan pada dada bidangnya.


Dua tangan Vadeo membelai rambut kedua anaknya yang basah oleh keringat bahkan mulut Vadeo meniup niup untuk memberi angin. Bang Bule Vincent pun ikut mengibas ibaskan telapak tangannya memberi tambahan angin.


“Pesawat tanpa awak, yang mengintai negara negara...” ucap Valexa dan Deondria dengan nada serius.


“Hah? Kalau NASA tidak tahu berarti itu bukan pesawat mereka.” Ucap Bang Bule Vincent tampak kaget. Valexa dan Deondria pun menganggukkan kepalanya dengan mantap.


“Pesawat tanpa awak yang sangat canggih bisa mengintai semua sumber daya dan kekuatan setiap negara.” Ucap Valexa selanjutnya sambil meminta air mineral karena kehausan.


“Sayang apa itu sangat membahayakan?” tanya Vadeo dan kedua anak itu pun menganggukkan kepalanya dengan mantap.


“Bul, apa pesawat milik Negara yang sedang bertikai saat ini, yang menyebabkan dunia mengalami resesi.” Gumam Vadeo sambil membantu kedua anaknya minum air mineral.


“Coba aku tanya temanku yang bekerja di ESA, apa pendapat dia tentang benda misterius yang tertangkap teropong canggih milik NASA.” Ucap Bang Bule Vincent lalu mengambil hand phone miliknya dari saku celana cargonya.


Akan tetapi sesaat kemudian, tampak Tuan Nyonya William dan Tuan Nyonya Jonathan sudah masuk ke dalam ruang keluarga itu.

__ADS_1


“Ayo kalian segera makan.. Adddduuuuhhh itu Aca dan Aya sudah keluar keringat dingin itu pasti sudah sangat kelaparan. Kalian berdua itu tidak paham pada mereka... cepat angkat tubuh mereka bawa ke ruang makan. Kok malah diberi air mineral bisa kembung itu perut mereka.” Teriak Oma Kucing saat melihat kedua cucu perempuannya tampak rambutnya basah oleh keringat.


__ADS_2