Valexa Deondria Kembar Ajaib

Valexa Deondria Kembar Ajaib
Bab. 189.


__ADS_3

“Hmmmm.. biar nanti saja bagaimana yang penting tugasku sebagai orang tua untuk mendidik mereka, mencukupi kebutuhan mereka lahir dan batin...” ucap Vadeo sambil menatap wajah kedua puterinya yang masih duduk di kursi singga sana nya.


“Ya sudah ayo pulang, buah buah nya dibawa pulang saja untuk oleh oleh Oma Oma.” Ucap Vadeo lalu bangkit berdiri. Semua pun tampak setuju. Mereka semua berjalan menuruni bukit pohon asam. Valexa dan Deondria tidak mau digendong mereka berdua berlarian menuruni bukit pohon asam itu. Sedangkan Vadeo, Bang Bule Vincent juga Richardo berjalan dengan kedua tangan mereka membawa buah buahan yang sudah berada di dalam keranjang anyaman pelepah pisang yang dibuat oleh Richardo. Buah asam yang diambil oleh Vadeo dan Bang Bule Vincent pun harus dibawa pulang.


Waktu pun terus melaju. Di rumah Vadeo dan Alexandria. Setelah acara makan siang selesai mereka pun siap siap akan pergi ke pantai.


“Kok kalian semua sudah mau pulang, aku dan Oma Jo kan baru saja datang kemarin.” Ucap Nyonya William saat melihat Alexandria sudah mulai berkemas kemas.


“Opa Jo sudah menyuruh Kak Deo pulang Ma, Opa William juga sudah menyuruh aku pulang. Aku dan Kak Deo harus mulai lagi mengurus perusahaan Ma. Gantian mereka yang mau berlibur. Aca dan Aya juga harus ke sekolah sudah terlalu lama izin.” Ucap Alexandria sambil terus melanjutkan mengemas ngemas barang barang mereka.


“Mama masih boleh kok berlibur di sini asal jangan jalan jalan lagi ke bukit asam itu.” Ucap Alexandria selanjutnya.


“Tidak Al, kapok aku ke sana, kalau tidak lagi sama Vadeo dan Twins aku tidak lagi berani.” Ucap Nyonya William dengan nada serius.


“Opa Opa mau berlibur di mana mereka?” tanya Nyonya William selanjutnya


“Entahlah Ma, aku tidak tanya pada Opa, paling golf he... he... “ jawab Alexandria sambil tertawa kecil sebab tahu hobby Opa Jo golf dan sering mengajak Opa William main golf bersama.


“Aku ikut kalian ke pantai saja sepi juga di sini kalau hanya sama Oma Jo.” Ucap Nyonya William lalu tampak dia berjalan untuk mencari Nyonya Jonathan.


Akhirnya semua pun ikut pergi ke pantai kecuali ibu pelayan yang masih bertugas di rumah Vadeo dan Alexandria itu.

__ADS_1


Tiga mobil pun berjalan berurutan meninggalkan halaman rumah Vadeo dan Alexandria untuk menuju ke pantai. Ibu pelayan ekspresi wajahnya terlihat sangat sedih sebab rumah besar itu akan kembali sepi. Berbeda dengan ekspresi wajah Vadeo dan Bang Bule Vincent yang tampak sumringah berharap segera sampai ke Villa pantai dan melaksanakan acaranya bersesi sesi yang sudah tertunda gara gara Oma Oma pingsan.


Vadeo yang duduk sendirian di jok belakang bibir nya senyum senyum sendiri membayangkan janji sang istri yang akan melayani bersesi sesi.


Mobil terus melaju dan setelah perjalanan satu jam lebih mobil sudah memasuki kawasan pantai Alexandria. Mobil pun langsung menuju ke lokasi Villa dan ketiga mobil itu berhenti di dekat pintu bangunan Villa.


“Hmmm percuma aku membawa sepatu sport untuk jalan kaki hanya dipakai satu kali saja. Kalau di pantai begini tidak pakai sepatu pun jadi..” ucap Nyonya William saat turun dari mobil dan terus melangkah menuju ke pintu bangunan Villa.


“Iya dan turun dari bukit pun kita digotong.” Ucap Nyonya Jonathan yang berjalan di sampingnya juga menyetujui ucapan sang besan perempuan.


“Dan pakai diseret juga pengawal kurang ajar!” ucap Nyonya William dengan nada kesal.


Mereka semua terus masuk ke dalam kamarnya masing masing. Vadeo melarang Valexa dan Deondria tidur saat ini, biar nanti malam kedua anak nya itu langsung tidur dan tidak mengganggu dirinya dan Alexandria.


Saat Vadeo masuk ke dalam kamar tampak Alexandria sudah duduk di sofa sambil menatap layar lap top yang sudah aktif di atas meja. Jari jarinya pun sudah sibuk di atas tuts tuts keyboard.


“Sayang kalau kamu istirahat saja, jangan bermain main sekarang kita main mainnya nanti malam saja.” Ucap Vadeo sambil berjalan mendekati Alexandria yang tampak serius menatap layar lap top.


“Siapa yang bermain main Pa. Ini aku ngecek laporan perusahaan. Besok saat aku masuk bisa langsung paham apa yang sudah terjadi selama aku di sini.” Ucap Alexandria tanpa mengalihkan pandangan matanya dari layar laptop.


“Hah.. gara gara Opa Opa ini...” gumam Vadeo lalu dia duduk di samping istrinya dengan lesu. Dan lama lama Vadeo pun tidur di sofa sementara Alexandria tetap masih sibuk mengamati laporan laporan perusahaan.

__ADS_1


Saat Alexandria sudah menyudahi pekerjaannya, dia menutup layar lap top nya, lalu bangkit berdiri. Vadeo yang masih tidur tadi bersandar di sandaran sofa kini membaringkan tubuh nya di sofa panjang itu. Vadeo tidur dengan nyenyak hingga jam makan malam tiba pun Vadeo masih pulas tidurnya. Mungkin capek naik ke bukit dan manjat pohon asam juga kekenyangan makan siang dan makan durian terlezat.


“Pa, bangun.. makan dulu sudah ditunggu anak anak..” ucap Alexandria sambil menepuk nepuk lengan Vadeo.


“Hmmm ...” gumam Vadeo masih terpejam kedua mata nya.


“Pa.. bangun..” ucap Alexandria lagi masih menepuk nepuk lengan Vadeo.


“Tinggal saja..” gumam Vadeo masih dengan mata terpejam dan Alexandria pun meninggalkan Vadeo, karena semua sudah menunggu di ruang makan.


Setelah Alexandria sudah selesai makan malam Vadeo pun masih tertidur pulas di sofa. Dibangunkan jawabnya Cuma hmmm hmmm saja. Dan akhirnya hingga Alexandria tidur di tempat tidurnya Vadeo juga masih pulas tidur di sofa.


Dan saat di tengah malam, perut Vadeo berbunyi krucuk krucuk... Vadeo pun membukakan matanya karena dia merasakan lambungnya minta diisi.


“Hahhh sudah larut malam begini.” Ucap Vadeo saat membuka mata karena yang menyala di kamarnya hanya sinar redup lampu tidur.


“Ahhh Alexa juga sudah tidur.” Gumam Vadeo saat bangkit dari tidurnya dan melihat istrinya sudah terbaring di tempat tidur yang luas itu. Vadeo pun berjalan meninggalkan sofa itu menuju ke pintu kamar.


“Hmmm nanti setelah aku makan aku bangunkan Alexa.” Ucap Vadeo dalam hati sambil membuka pintu kamar nya dengan cepat. Vadeo pun melangkahkan kaki dengan cepat cepat menuju ke ruang makan. Karena perutnya sudah berbunyi krucuk krucuk terus minta diisi.


Akan tetapi di saat Vadeo sedang melangkah menuju ke ruang makan, di dalam lampu yang remang remang pandangan matanya menangkap dua sosok orang....

__ADS_1


Dan ekspresi wajah Vadeo terlihat sangat kesal.


__ADS_2