
“Sial, Bule sudah melakukan sesi di pantai. Aku malah tidur di sofa.” Gumam Vadeo dalam hati yang melihat sosok Bang Bule Vincent dengan tubuh basah dengan mengenakan celana boxer sambil menggendong tubuh Ixora yang juga basah tertutup oleh kain pantai. Bang Bule Vincent yang tidak melihat Vadeo itu terus melangkah dan segera masuk ke dalam kamarnya.
Vadeo terus melangkah menuju ke meja makan. Dibuka tudung saji dan hanya ada buah apokat dan buah pisang di dalam keranjang buah. Vadeo mengambil satu buah pisang dia kupas kulitnya dan langsung dia makan buahnya.
“Hmmm pelayan pasti sudah tidur.” Gumam Vadeo dalam hati lalu dia berjalan menuju ke dapur. Vadeo pun membuka buka lemari dapur dan juga pintu kulkas untuk mencari cari makanan yang bisa dimasukkan ke dalam perutnya.
Saat dia sedang membuka buka lemari dapur. Tiba tiba pintu dapur terbuka dan muncul sosok Bang Bule Vincent yang kini sudah mengenakan tshirt dan celana boxer yang kering.
“Eh Bro kok kamu juga di sini. Perutku lapar nih aku dan Ixora pengen makan mie instan. Aku akan membuatkan buat istriku tercinta.” Ucap Bang Bule Vincent sambil tersenyum puas berjalan mendekati lemari dapur juga. Vadeo tampak menatap tajam ke arah Bang Bule Vincent.
“Buatkan juga untuk aku pakai telur dua!” Perintah Vadeo lalu dia berjalan akan keluar dari dapur.
“Jangan lupa dikasih sayur yang banyak jangan terlalu matang sayur nya.” Ucap Vadeo lagi saat sudah sampai di dekat pintu.
“Huaha... ha... ha.. pasti dia sirik karena rencana nya belum terlaksana. Molor molor sendiri uring uringan sendiri.. ha... ha...” ucap Bang Bule Vincent sambil tertawa. Dan dia pun segera membuat mie instan pesanan sang istri tercinta dan juga bos Vadeo.
Setelah selesai memasak Bang Bule Vincent menaruh mie instan itu pada tiga mangkok. Dua mangkok dia bawa memakai nampan lalu dia melangkah meninggalkan dapur untuk menuju lagi ke kamarnya. Sementara Vadeo terlihat masih duduk di kursi makan sambil ngemil pisang.
“Mana punyaku?” tanya Vadeo saat melihat Bang Bule Vincent yang berjalan.
“Ambil sendiri di dapur.” Ucap Bang Bule Vincent terus melangkah. Vadeo pun bangkit berdiri lalu berjalan menuju dapur dan akhirnya dia makan mie instan itu di dapur. Setelah habis Vadeo melangkah meninggalkan dapur dan berjalan menuju ke kamarnya.
Vadeo lalu berjalan menuju ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. Setelah selesai masih dengan mengenakan bath robe dia berjalan menuju ke tempat tidur Alexandria.
__ADS_1
“Ma... “ ucap Vadeo sambil mencium wajah Alexandria.
“Ma.. katanya mau bersesi sesi di pantai kok malah tidur..” ucap Vadeo masih terus menciumi wajah istrinya.
“Pa, dingin... “ gumam Alexandria yang merasakan tubuh dingin Vadeo yang habis mandi.
“Ayo kita goyang goyang biar ga dingin..” ucap Vadeo dan Alexandria malah menutupi wajahnya dengan bantal.
“Ngantuk banget Pa. Tidur dulu.” Ucap Alexandria dan memungkinkan tubuhnya sambil terus menutupi wajahnya dengan bantal agar tidak diganggu oleh suaminya.
“Hmmm Bang Bule Vincent pasti melakukan sesi lagi di kamar setelah makan mie instan.” Gumam Vadeo lalu dia melepas bath robe nya dan naik ke atas tempat tidur membaringkan tubuhnya yang dipunggungi oleh Alexandria yang masih tidur meringkuk. Dan Vadeo pun lama lama tertidur juga.
Dan di saat jam tiga dini hari kini gantian Alexandria yang terbangun dia tidak lapar tapi karena tangan Vadeo yang menumpang di atas perutnya. Alexandria membuka matanya dan memindah tangan kekar Vadeo yang menumpang di atas perutnya. Sudah dipindah tapi tangan Vadeo kembali lagi menumpang di atas perutnya. Alexandria pun lalu bangkit dari tidurnya dan dia duduk di atas tempat tidur. Merasa tangannya tidak bisa menumpang di tubuh Sang Istri, mata Vadeo pun terbuka.
“Ke pantai.” Jawab Alexandria asal. Vadeo lalu melihat jam dinding. Saat di lihat waktu sudah hampir pagi. Vadeo pun langsung bangkit dari tidurnya dan dia dengan cepat turun dari tempat tidur bahkan meloncat seperti yang biasa dilakukan oleh Valexa dan Deondria.
“Ayo Sayang kita sekalian melihat sun rise. Nanti keburu Oma Oma bangun pasti orang tua itu akan melihat sun rise.” Ucap Vadeo lalu dia menggendong tubuh istrinya.
Vadeo sambil menggendong tubuh Alexandria ala bridal itu melangkah menuju ke pintu dan segera melangkah keluar kamar. Dengan langkah lebarnya Vadeo berjalan ke luar dari pintu bangunan Villa itu. Angin laut di dini hari berhembus mengenai tubuh Vadeo yang hanya mengenakan boxer itu. Hembusan angin itu tidak membuat Vadeo menggigil kedinginan akan tetapi justru membangkitkan gairahnya. Sedangkan Alexandria hanya pasrah di dalam gendongan Sang suami. Kedua tangan Alexandria mengalung pada leher Vadeo.
Kaki telanjang Vadeo sudah menginjak pasir pasir pantai dan sesaat kemudian air laut pun telah menyapa telapak kaki Vadeo. Vadeo lalu membaringkan tubuh Alexandria di atas pasir pantai itu. Cukup tempat itu untuk melakukan acara bersesi sesi agar terpaan air laut tidak terlalu dalam.
Sinar rembulan yang tidak penuh cukup memberi penerangan redup pada dua insan yang saling cinta dan sayang itu. Sambil membaringkan tubuh Sang istri Vadeo mencium dengan lembut bibir Alexandria. Alexandria pun membalas ciuman lembut sang suami. Mereka terus saling cium dan saling peluk. Ciuman mereka pun semakin menuntut dan semakin bergairah. Suara deburan riak kecil ombak semakin membuat mereka berdua larut dalam gairah cinta. Baju piama tidur Alexandria dan celana boxer Vadeo pun kini sudah mengapung apung di atas permukaan laut di bawa oleh riak kecil ombak akan tetapi semakin lama semakin menjauh dari pantai.
__ADS_1
Dan sesaat kemudian.
Kukkukruyuk.......
Suara kokok ayam jantan pertama terdengar. Mungkin itu ayam pelihara pegawai petugas Villa pantai. Dan sesi pertama pun telah selesai. Vadeo menjatuhkan tubuhnya di samping Alexandria.
“Pa, bajuku hanyut ke sana. Papa ambilkan.” Suara Alexandria yang takut jika nanti tidak bisa kembali ke gedung Villa tanpa baju dan sudah ada orang bangun.
“Sayang tega banget kamu aku habis ngenjot kamu mosok harus renang ambil baju. Nanti pasti juga akan balik lagi ke sini kena ombak lagi.” Ucap Vadeo yang masih mengatur nafas.
Alexandria pun kini membalikkan tubuhnya dan Vadeo yang sudah siap melakukan sesi kedua segera menciumi punggung istrinya dan mereka pun melakukan sesi berikutnya dan lagi lagi dan lagi hingga fajar pun akan datang menyingsing. Dua insan itu terkapar dengan penuh kepuasan di pantai. Vadeo dan Alexandria saling peluk dan cium.
“Love you Al...” bisik Vadeo dan Alexandria pun mencium lembut bibir Vadeo. Tangan Vadeo mengusap usap perut datar Alexandria.
“Yang kuat ya Nak...” ucap Vadeo sambil terus mengusap usap perut Alexandria.
Dan tiba tiba ... Mereka berdua sayup sayup mendengar suara Nyonya Jonathan dan Nyonya William.
“Pa, Oma Oma sudah menuju ke pantai itu pasti mau lihat sun rise. Baju ku Pa. Mana tidak lagi balik ke sini.” Ucap Alexandria yang mulai tampak panik. Alexandria pun lalu membalikkan tubuhnya dan tidur tengkurap.
“Papa cari sana, dan ambil keburu Oma Oma sampai ke sini.” Ucap Alexandria lagi.
“Sudah tidak terlihat Ma.” Ucap Vadeo yang sudah tidak lagi melihat baju piama Istrinya dan celana boxer miliknya.
__ADS_1