Valexa Deondria Kembar Ajaib

Valexa Deondria Kembar Ajaib
Bab. 134.


__ADS_3

“Hei.. dengar tidak kalian? Masih saja berdiri mematung di situ!” teriak Mamah Mimi lagi karena dua pemuda itu akibat berdebar debar jantungnya sampai sampai tidak bisa berucap atau pun bergerak.


“Ke sini kalian berdua!” perintah Mamah Mimi yang tidak dengan suara keras akan tetapi bagai petir menyambar di telinga kedua pemuda itu. Dua pemuda itu saling pandang dengan ekspresi wajah yang sulit dikatakan sebab campur aduk perasaan mereka berdua, antara takut, sedih, kecewa dan pasrah menjadi satu.


Mau tak mau kedua pemuda tampan dan gagah itu membalikkan tubuhnya dan melangkah dengan gontai menuju ke tempat Mamah Mimi yang masih berdiri di depan meja. Tampak sosok Mamah Mimi menatap kedua pemuda itu dengan wajah tersenyum menyeringai.


“Kalian suruh teman teman kalian ini ke sini.” Ucap Mamah Mimi selanjutnya saat dua pemuda itu sudah sampai di depannya sambil telunjuk tangan Mamah Mimi menunjukkan tiga foto pemuda tampan di dalam daftar itu. Rasa plong di hati kedua pemuda itu, karena sepertinya mereka berdua aman dari serangkaian ritual Mamah Mimi yang melelahkan.


“Baik... baik... Mah.. Akan segera kami panggil mereka.” Ucap dua pemuda itu dengan penuh semangat.


“Hei apa kalian sudah tahu dengan siapa siapa yang aku inginkan ini.” Suara Mamah Mimi dengan nada tinggi karena kedua pemuda itu sudah cepat cepat berlari meninggalkan Mamah Mimi dan baru sekilas melihat foto foto yang ditunjuk oleh Mamah Mimi.


“Sudah Mamah..” teriak mereka berdua sambil keluar dari pintu kamar mewah Mamah Mimi.


Mamah Mimi pun tersenyum puas, lalu berjalan menuju ke kamar mandi untuk melakukan ritual mandi kembang sambil menunggu pemuda pemuda yang sudah ditunjuk untuk melengkapi serangkaian ritualnya.


Sementara itu di tempat lain di pulau Alexandria. Bang Bule Vincent yang sudah mendapatkan anak buah untuk dikirim ke kota tempat Mamah Mimi berada. Segera menghubungi kelima orang yang akan dikirimnya itu. Empat orang pemuda pemuda yang tampan dan gagah dan satu orangnya adalah Eveline anak buahnya yang sudah senior dan dijamin loyalitasnya.

__ADS_1


Untuk memudahkan dalam koordinasi Bang Bule Vincent membuat grup chat, Vadeo pun diikut sertakan dalam group chat itu termasuk Alexandria dan Ixora.


“Dah Bul, segera jelaskan tugas mereka!” perintah Vadeo pada Bang Bule Vincent.


“Bukannya kamu juga ada di dalam grup chat itu Bro. Kamu juga bisa menjelaskannya.” Ucap Bang Bule Vincent sambil menatap Vadeo yang kini telah berbaring di tempat tidur dan di sebelah kiri dan kanannya tubuh mungil kedua anaknya yang juga berbaring memeluk tubuh Vadeo.


“Bukannya mereka yang ada di grup itu anak buahmu? Kecuali Aku dan Alexa he... he... he...” ucap Vadeo sambil tertawa kecil.


“Dua pengawal keluarga Jonathan dan William pun kini sudah menjadi anak buahmu. Opa Jo dan Opa William sudah menyerahkan pengawal itu ke dalam tangan mu.” Ucap Vadeo lagi sambil menepuk nepuk pantat kedua anaknya agar kedua anaknya itu tidur.


Tanpa berdebat lagi dengan Vadeo. Bang Bule Vincent lalu memberikan penjelasan akan tugas ke lima orang yang akan dikirimnya itu. Bang Bule Vincent yang hand phone nya kini sudah mendapatkan jaringan full bagus berkat alat yang dikirim oleh Alexandria, kini pun dia melakukan panggilan suara di group chat.


Valexa dan Deondria yang belum tidur itu langsung bangkit dari tidurnya sambil mendekati Bang Bule Vincent yang juga duduk di tempat tidur yang luas berlapis sprai kain beludru halus dan lembut berhias renda renda indah itu.


“Danan campe menjadi manca dong... ayus ceyayu bawa cenjata yahacia buwatan Enti Icoya.. ( Jangan sampai menjadi mangsa dong.. harus selalu membawa senjata rahasia buatan Aunty Ixora).” Suara Deondria dengan lantang sambil mendekatkan wajahnya di layar hand phone Bang Bule Vincent.


“Enti Epeyin ambil cenjata yahacia buwatan Enti Icoya di yuang yahacia Ante Pin. Bawa yan banak.. ajali meyeka dayam mendunakan cenjata yahacia itu.. (Aunty Eveline ambil senjata rahasia buatan Aunty Ixora di ruang rahasia Uncle Vin.. Bawa yang banyak .. ajari mereka dalam menggunakan senjata rahasia itu).” Suara Valexa yang tidak kalah lantang dari suara saudara kembarnya, dua bocah itu pun berebut untuk memegang hand phone milik Bang Bule Vincent. Sementara Vadeo masih berbaring dan tidak menerima panggilan di group yang baru saja dibuat oleh Bang Bule Vincent itu dengan maksud agar kedua anaknya itu tidur. Akan tetapi malah sekarang mereka berdua yang memberi perintah pada anak buah Bang Bule Vincent.

__ADS_1


“Sayang.. Kalian kenapa belum tidur, kalian harus beristirahat ya.. “ suara Alexandria yang juga turut serta aktif di grup yang sedang melakukan panggilan suara itu.


“Iya Mama.. “ ucap Valexa dan Deondria lalu menyerahkan hand phone milik Bang Bule Vincent pada pemiliknya. Dua bocah itu lalu kembali membaringkan tubuhnya di samping sang Papa Vadeo, akan tetapi kedua bocah itu telinganya masih mendengarkan percakapan di dalam group chat itu. Dan Vadeo kembali menepuk nepuk pantat kedua anaknya dengan lembut, akan tetapi karena Vadeo merasakan tubuhnya capek justru dirinya yang mulai terkantuk kantuk.


Sementara itu Bang Bule Vincent masih sibuk memberi penjelasan dan arahan pada orang orang yang akan dikirim. Terdengar sayup sayup suara Alexandria memberikan informasi jika nomor hand phone asli pemilik akun palsu di group emak emak pencinta permata sudah didapatkan termasuk nomor kontak hand phone semua orang orang yang terlibat dalam usaha memburu harta karun di pulau Alexandria.


“Kamu selalu up date lokasi orang orang itu di group ini Al.” Suara Bang Bule Vincent.


“Kalau begitu segera kalian berlima berangkat ke tempat itu. Ingat jaga barang barang rahasia kalian. Kalian nanti bilang saja dari kota sebelah.” Ucap Bang Bule Vincent selanjutnya.


“Bagaimana dengan id card kami Bang.” Tanya anak buah Bang Bule Vincent yang junior itu.


“Kamu tenang saja Eveline sudah menyiapkan segalanya.” Jawab Bang Bule Vincent karena organisasi Bang Bule Vincent resmi maka akan mendapat bantuan dari lembaga lembaga negara terkait.


Dan setelah Bang Bule Vincent selesai memberikan arahan dan penjelasan tugas pada anak buahnya. Panggilan suara di group itu pun sudah usai. Bang Bule Vincent meletakkan hand phone miliknya. Lalu dia menepuk paha Vadeo dengan keras, Vadeo yang terkantuk kantuk pun kaget dan spontan menendang tubuh Bang Bule Vincent.


“Sialan kamu Bro!” umpat Bang Bule Vincent yang tubuhnya terdorong oleh tendangan kaki Vadeo dan untung tidak jatuh ke lantai.

__ADS_1


“Kamu itu yang sialan bikin kaget saja.” Ucap Vadeo dengan pelan karena mata masih mengantuk


“Bro kamu segera transfer untuk segala biaya pengiriman mereka.” Ucap Bang Bule Vincent selanjutnya dan dia pun kini membaringkan tubuhnya di samping Valexa.


__ADS_2