
Sementara itu Mr Le yang masih di dalam kamar apartemennya. Setelah mendapat kabar teman temannya yang gagal mencari informasi tentang target sasaran dan gagal melakukan apa pun juga. Dia segera memakai baju lengkap dengan jas hitamnya. Senjata api jarak jauh tanpa suara pun dia taruh di saku jas nya.
“Hmmm pasti mereka sudah di dalam lingkaran keluarga Jonathan. Bukannya kemarin Nona Riris mengatakan jika terakhir kali melihat di lapas dengan memakai baju pengantin.” Gumam Mr Le, sambil melangkah keluar dari pintu kamar apartemennya. Mr Le pun terus melangkah keluar dari pintu apartemen nya. Dia segera menuju ke lift yang akan mengantar nya menuju lantai dasar tempat mobilnya terparkir.
Setelah sampai di tempat mobil nya. Mr Le pun segera masuk ke dalam mobil dan melajukan mobilnya keluar dari tempat parkir apartemen. Tujuan utama ke Mansion Jonathan.
“Aku harus segera sampai sana.” Gumam Mr Le dalam hati sambil terus mengemudikan mobilnya, membelah jalan raya menuju ke daerah kawasan lokasi mansion Jonathan.
Dan di waktu yang sama. di mansion Jonathan tepatnya di kamar pengantin. Justin dan Wika masih terlelap mereka tidak tahu jika Boy anaknya sudah berada di Quality School bersama keluarga Vadeo. Sepasang pengantin itu masih tertidur pulas karena semalam tidak bisa tidur sebab masing masing gelisah menahan hasrat yang bergelora. Dan akhirnya Justin tidur di tempat tidur dan Wika disuruh oleh Justin tidur di sofa.
Sama seperti kemarin malam, Justin terbangun lebih dulu karena perut merasa lapar.
“Hmm sudah pagi aku harap di luar sudah ada sarapan dan baju yang benar buat aku dan perempuan itu.” Gumam Justin sambil bangkit dari tidurnya. Sekilas dia melihat Wika meringkuk di atas sofa panjang. Justin terus melangkah menuju ke pintu kamar. Pelan pelan dia buka sedikit daun pintu itu. Tampak sudah ada meja dorong full dengan menu sarapan pagi. Justin pun segera menarik meja dorong itu dia masukkan ke dalam kamar.
“Sial tetap tidak ada kiriman baju.” Gumam Justin sambil mendorong meja itu dibawa ke sofa. Dia tidak melihat ada benda lain selain makanan di atas meja dorong itu.
“Bangun.” Teriak Justin saat sudah berada di dekat sofa. Wika yang sudah setengah sadar mendengar teriakan Justin langsung membuka matanya dan merubah posisi dari meringkuk menjadi terlentang.
Justin yang melihat ada yang melimpah di dada Wika yang tidak lain adalah dua semangka Wika yang menyembul di balik baju kurang bahan. Justin pun menelan saliva nya.
__ADS_1
“Apa kamu sedang hamil?” tanya Justin memberanikan diri sebab sejak melihat Wika mengusap usap perut nya dia tidak berani lagi menyentuhnya meskipun burungnya semalam meronta ronta merindukan lagi sarang yang hangat.
“Mana saya tahu Tuan. Saya melakukan begituan juga baru kemarin dengan Tuan. Sejak saya dikeluarkan dari Jonathan Co karena ketahuan hamil. Saya tidak berani melakukan lagi, saya takut....” Ucap Wika sambil bangkit dari tidurnya, lalu dia duduk di sofa panjang itu.
“Hah? Benarkah?” ucap Justin sedikit ada rasa senang di ruang batinnya. Justin pun lalu ikut duduk di sofa panjang tempat duduk Wika. Justin menoleh menatap Wika sambil pantatnya menggeser pelan pelan dan semakin tubuhnya menempel pada tubuh Wika. Telapak tangan Justin pun mulai menempel di paha Wika.
“Tuan nanti kita khilaf lagi.” Ucap Wika sambil menggeser pantatnya menjauh dari tubuh Justin. Wika tidak mau jika nanti mereka melakukan hubungan lagi, Wika yang disalahkan oleh Justin dituduh menggoda atau Justin beralasan karena khilaf.
Melihat Wika terus menggeser pantatnya Justin yang memiliki otak licik pun justru semakin menggeser mendekat pada Wika agar Wika terus menggeser pantatnya, hingga Wika pun nyaris terjatuh.
Di saat Wika akan terjatuh Justin langsung memeluk tubuh Wika. Dan Justin pun segera membaringkan tubuhnya di atas sofa masih dengan memeluk tubuh Wika yang kini berada di atas tubuhnya.
“Tuan maaf tapi ini karena Tuan yang menggeser geser saya.” Ucap Wika takut takut sebab dia sudah merasakan burung Justin sudah menegang terasa di tubuh bawahnya. Hingga sarang hangat itu pun berdenyut denyut rindu akan kedatangan sang burung.
Melihat wajah Wika yang tampak sudah meminta Justin pun tidak menyia nyiakan dengan cepat tangannya merobek lagi baju kurang bahan yang dikenakan oleh Wika. Jari jarinya mulai bermain main di sarang hangat sana dan mulutnya mencari cari tempat favoritnya.
“Tuan jangan salahkan saya..” Ucap Wika yang menikmati permainan dari Justin.
“Hmmm tidak...” gumam Justin dengan suara parau lalu dia melanjutkan lagi kegiatannya. Jari jari lentik Wika pun mulai mulai bereaksi pada tubuh Justin dan lama lama mencari cari burung yang sudah meronta ronta.
__ADS_1
Mereka berdua pun melepas hasrat yang sudah membara sejak malam, dan pasti akan melakukan kegiatan entah satu paket atau lebih.
Beda di kamar pengantin yang suasana panas oleh gairah burung dan sarang hangat yang berdenyut denyut. Sama di Mansion Jonathan akan tetapi di pos keamanan di pintu gerbang. Petugas pintu gerbang jantungnya berdebar debar saat melihat ada mobil yang dicurigai melintas di depan Mansion.
“Itu mobil seperti nya sudah dua kali melintas di depan dan tampak pelan pelan saat di depan pintu gerbang.” Gumam petugas penjaga pintu gerbang saat melihat ada sebuah mobil dua kali melintas di depan pintu gerbang Mansion. Petugas keamanan itu lalu berjalan keluar dari bangunan kecil tempat dia bertugas. Dia melangkahkan kaki nya menuju ke jalan lalu menoleh ke kiri dan ke kanan.
“Itu kan mobil tadi kenapa berparkir di sana.” Gumam petugas keamanan saat melihat mobil yang mencurigakan berparkir akan tetapi agak jauh dari pintu gerbang Mansion Jonathan. Petugas keamanan itu lalu berjalan lagi menuju ke tempatnya berjaga untuk melihat tangkapan CCTV.
Dan saat melihat layar komputer.
“Sial dia berhenti di tempat yang tidak terjangkau oleh kamera CCTV.” Gumam petugas keamanan itu.
“Aku awasi dia secara manual saja. Aku peringati orang orang yang akan keluar dari Mansion.” Gumam petugas keamanan itu.
Beberapa waktu berjalan keadaan aman aman saja. Mobil mobil yang keluar masuk mansion Jonathan tidak mendapatkan perlakukan apa pun juga dari mobil yang berhenti itu.
Sementara itu mobil yang dicurigai oleh petugas keamanan itu terus berhenti sambil mengamati pintu gerbang Mansion Jonathan dari jauh. Orang yang berada di dalam mobil itu mulai tidak sabar.
“Hmmm seperti hanya pelayan yang keluar masuk ke dalam pintu gerbang.” Gumam orang yang ada di dalam mobil itu saat melihat ada beberapa mobil ke luar masuk pintu gerbang Mansion Jonathan akan tetapi dia tidak melihat sosok yang diinginkan.
__ADS_1
“Aku terlambat.” Gumamnya lagi. Lalu dia tampak mengusap usap layar hand phone miliknya untuk mencari informasi lebih lanjut tentang keluarga Jonathan. Dan beberapa saat kemudian mobil itu pun meluncur dengan cepat meninggalkan kawasan Mansion Jonathan.