
Dua orang itu pun segera masuk ke dalam kamar Atikah. Ibu kepala pelayan itu sudah memiliki kuasa untuk menggeledah kamar para pelayan jika ada suatu hal yang mencurigakan. Apalagi kini ditambah oleh perintah dari Sang Nona Nona kecil.
“Coba kita lihat tas milik Atikah.” Ucap Ibu kepala pelayan sambil berjalan menuju meja tempat tas Atikah berada.
“O iya Bu, dia bawa tas itu waktu ke pasar.” Ucap pelayan bagian logistik sambil berjalan mengikuti langkah kaki Ibu kepala pelayan
Sesampai di meja yang ada di kamar Atikah itu Ibu kepala pelayan segera mengambil tas Atikah, dengan cepat dia membuka tas Atikah dan mencari dompet milik Atikah. Sedangkan pelayan bagian logistik hanya melihat nya.
Tidak lama kemudian.
“Ini ada dompet dia.” Ucap ibu kepala pelayan saat sudah mendapatkan sebuah dompet di dalam tas Atikah.
“Apa sebenarnya maksud orang baru itu.” Gumam Pelayan bagian logistik.
“Untung Nona Nona kecil itu sangat pintar, kalau Nyonya Alexa bisa melacak dengan aplikasi kalau Nona Nona kecil tanpa alat apa pun. Benar benar hebat.” Ucap pelayan bagian logistik selanjutnya.
“Ayo sekarang kita datangi Atikah di klinik kesehatan. Kita tunjukkan kalau dompet dia sudah ketemu.” Ucap Ibu kepala pelayan lalu mereka berdua melangkah akan meninggalkan kamar Atikah. Tangan ibu kepala pelayan masih membawa dompet milik Atikah.
Saat Ibu kepala pelayan dan pelayan bagian logistik sampai di depan pintu, mereka berdua tampak kaget sebab sosok Atikah sudah berada di depan nya.
Atikah yang sangat khawatir jika ada orang yang mengetahui hand phone aslinya setelah sarapan dan diperiksa oleh perawat dia mengatakan sudah baik keadaannya dan segera pergi meninggalkan klinik untuk kembali ke kamar nya dan akan bersiap siap untuk bekerja alasannya.
Atikah yang sudah berada di depan pintu kamar itu pun tidak kalah kaget nya, saat melihat ada dua orang keluar dari kamar nya.
“Kenapa masuk ke dalam kamarku tanpa minta izin dulu?” ucap Atikah dengan nada ketus sambil menatap tajam pada Ibu kepala pelayan dan pelayan bagian logistik. Dia sangat khawatir jika orang di depan nya itu sudah membuka buka hand phone miliknya terutama hand phone asli nya dengan akun Amelia.
“Aku memiliki kuasa untuk masuk kamar semua pelayan.” Ucap ibu kepala pelayan dengan tegas dan berwibawa.
“Dan lihat aku menemukan dompet yang kamu cari di dalam garasi, akan tetapi dompet kamu itu ada di dalam tas kamu.” Ucap ibu kapala pelayan sambil mengulurkan dompet milik Atikah.
__ADS_1
“Oooh.. Saya lupa.” Ucap Atikah sambil menerima dompet nya.
“Hah.. masih muda sudah pelupa.” Ucap pelayan bagian logistik sambil mencibirkan bibir nya.
“Lain waktu dicari dulu di dalam kamar kamu. Jangan terburu buru.” Ucap Ibu kepala pelayan sambil menatap Atikah.
“Maaf Bu, saya terlalu pusing saat itu.” Ucap Atikah sambil menundukkan kepala.
“Ya sudah kamu istirahat dulu sampai benar benar sehat.” Ucap ibu kepala pelayan lalu dia dan pelayan bagian logistik melangkah pergi meninggalkan Atikah.
Atikah pun segera berjalan masuk menuju ke kamar nya.
“Sial benar benar sial. Semoga saja mereka tidak melihat hand phone ku yang sebenarnya.” Gumam Atikah sambil melangkah masuk ke dalam kamar nya.
Sementara itu di dalam mansion utama. Vadeo tampak terheran heran saat Valexa dan Deondria yang tiba tiba telepon dan minta ibu kepala pelayan menggeledah kamar sopir baru itu.
“Orang itu memang benar benar mencurigakan.” Gumam Vadeo dalam hati sambil menatap kedua anak nya yang masih menyelesaikan sarapan pagi nya.
“Pa, Om Yicado cudah datang loh...” ucap Deondria dan Valexa secara bersamaan. Lalu mereka berdua menghabiskan susu di dalam gelas nya dengan cepat cepat.
“Jangan tergesa gesa, Om Richardo masih memeriksa mobil yang akan kalian pakai. Papa khawatir jika perempuan itu memasukkan sesuatu yang membahayakan kalian di dalam mobil kita.” Ucap Vadeo dengan tenang sambil menatap kedua anak nya dengan penuh kasih sayang.
“Aman Pa...” ucap mereka berdua sambil tersenyum lebar menatap Sang Papa yang masih mengkhawatirkan keselamatan mereka berdua.
Valexa dan Deondria pun tampak akan turun dari kursi mereka, pengasuh mereka berdua pun segera membantu mereka berdua. Setelah turun dari kursi nya Valexa dan Deondria berjalan mendekati Sang Papa untuk menjabat tangan dan mencium punggung tangan Sang Papa. Vadeo yang juga telah selesai sarapannya pun segera mengulurkan tangan nya pada kedua puteri nya. Dia pun mencium puncak kepala kedua puteri nya itu.
“Jangan malas dan nakal ya...” ucap Vadeo pada kedua puteri nya.
“Iya Pa....” jawab mereka berdua sambil membalikkan tubuh mungilnya yang sudah ada tas mungil di punggung mereka berdua. Mereka berdua pun berjalan dengan riang menuju ke pintu utama diikuti oleh dua pengasuh mereka.
__ADS_1
Saat Vadeo masih melihat sosok kedua anak nya yang berjalan dengan riang menuju ke pintu utama. Tiba tiba hand phone di dalam saku kemeja nya berdering. Vadeo pun segera mengambil hand phone nya sambil bangkit berdiri meninggalkan ruang makan itu.
Saat di lihat di layar hand phone nya tampak nama kontak Bang Bule Vincent sedang melakukan panggilan suara. Dengan segera Vadeo segera menggeser tombol hijau.
“Sorry Deo aku sibuk banget semalam.” Suara Bang Bule Vincent saat Vadeo sudah menerima panggilannya.
“Sibuk apa? Lembur dengan Ixora?” tanya Vadeo
“Bukan Bro bener bener masalah pekerjaan masalah pengedaran narkoba, terindikasi akan masuk dalam jumlah banyak.” Ucap Bang Bule selanjutnya.
“Ohhhh.” Gumam Vadeo.
“Gini Bul, nanti sore aku aku akan ke rumah kamu tanya tanya tentang masa lalu.” Ucap Vadeo selanjutnya
“Masa lalu apa?” tanya Bang Bule Vincent kepo.
“Apa di sekolah dasar kita dulu ada yang nama nya Atikah?” tanya Vadeo selanjutnya
“Atikah....” ucap Bang Bule tampak berpikir pikir mengingat ingat...
“Lupa Bro, yang aku ingat sih yang populer karena cantik dan pinter nya.. kalau biasa biasa saja aku tidak bisa mengingat mereka kan banyak he... he...” Ucap Bang Bule sambil tertawa kecil.
“Ada apa Bro, aku laporkan pada Alexandria kalau kamu akan main main dengan perempuan lain.” Ucap Bang Bule selanjutnya.
“Bukan, Aca dan Aya mengatakan kalau sopir baru yang bernama Atikah itu juga pernah ada di sekolah dasar kita. Dan orang itu sangat mencurigakan baru satu hari kerja saja sudah membuat masalah.” ucap Vadeo menjelaskan.
“Mencurigakan bagaimana? Dan bagaimana Aca dan Aya bisa tahu kalau Atikah itu juga bersekolah di sekolah kita?” tanya Bang Bule secara beruntun.
“Itulah maka nanti sore aku akan ke rumah kamu. Tidak bisa dijelaskan lewat telepon. Aku juga akan segera berangkat ke Jonathan Co. Kamu tahu kan aku harus urus pekerjaan seorang diri, Alexandria belum pulang, Papa Jo malah pergi ke villa setelah Richardo mulai bekerja di sini.” Ucap Vadeo selanjutnya lalu dia pun segera memutus sambungan telepon nya sebab waktu terus berlalu dan dia ada jadwal meeting di pagi hari.
__ADS_1
Sementara itu di seberang sana. Bang Bule Vincent yang masih memegang telepon nya tampak berpikir pikir tentang apa yang sudah diucapkan oleh Vadeo. Tentang perempuan yang bernama Atikah dan kemampuan kedua ponakan nya yang memiliki intuisi dan insting yang sangat tajam.
“Hmmm dua anak itu bisa juga aku libatkan untuk misi misiku.” Gumam Bang Bule Vincent sambil tersenyum bahagia.