
Atikah lalu menoleh ke arah pintu kamar nya yang masih terdengar suara ketukan pintu berkali kali.
“Siapa sih? Apa ibu kepala pelayan melihat aku ke mansion utama ya..” gumam Atikah dalam hati sambil pelan pelan melangkahkan kaki nya menuju ke pintu kamar nya.
“Apa dia akan marah ke aku ya?” gumam Atikah dalam hati lagi sambil tangannya membuka kunci dengan pelan pelan.
CEKLEK CEKLEK
Kunci pintu sudah terbuka, Atikah pun memutar handel pintu pelan pelan dan menarik daun pintu dengan pelan pelan. Dia khawatir jika Ibu kepala pelayan akan marah marah pada diri nya.
Dan saat pintu sudah sedikit terbuka, mata Atikah melotot sebab yang ada di depan pintu adalah pelayan bagian logistik bertubuh gempal berdiri sambil berkacak pinggang.
“Hei! Kamu orang baru mau cari masalah dengan aku ya?” ucap pelayan bagian logistik dengan nada tinggi dan mata melotot ke arah Atikah yang mata nya juga masih sedikit melotot karena kaget.
“Kamu lapor ke Tuan Vadeo kan?” tanya pelayan bagian logistik lagi
“Ngaku aja. Petugas penjaga pintu samping itu sudah menelepon ku dan cerita apa yang sudah kamu katakan pada Tuan Vadeo.” Ucap nya lagi sambil tangannya mendorong pundak Atikah hingga tubuh nya terhuyung ke belakang.
“Aku memang keberatan jika harus jadi kuli angkat angkat.” Jawab Atikah dengan nada ketus.
“Hmmm kata nya kerja di yayasan sosial suka bantu bantu. Disuruh bantu bantu dan dapat bayaran malah komplain, protes.” Ucap pelayan bagian logistik dengan tatapan sinis.
“Awas kalau kamu membuat masalah dalam hidupku!” ucap pelayan bagian logistik lalu menarik daun pintu kamar Atikah dengan keras.
“Kurang ajar benar dia, begini nasib nya menjadi seorang gadis sederhana dan miskin dibentuk bentak oleh pelayan senior.” Ucap Atikah dengan nada kesal lalu dia mengunci lagi pintu kamar nya.
__ADS_1
Atikah pun berjalan menuju ke meja tempat tas nya dia taruh.
“Aku akan menghubungi Richie aku ceritakan semua nya.” Ucap Atikah dan dengan segera dia mengambil hand phone nya dan mengusap usap layar hand phone nya untuk meng hubungi Richie.
Beberapa saat kemudian sambungan telepon nya sudah terhubung dengan Richie. Atikah menceritakan seluruh kejadian nya satu hari tadi dan masih didramatisir agar Richie iba dan transferannya ditambah banyak.
“Kamu coba kerja sama dengan pelayan di Mansion Jonathan kalau bisa dengan pengasuh kedua anak Alexandria. Kamu beri mereka tawaran bayaran yang banyak jika mau diajak kerja sama.” Ucap Richie memberi saran.
“Bagai mana bisa aku berbicara dengan para pengasuh mereka. Mereka berdua berada di Mansion Utama, sedang kan aku susah sekali untuk bisa masuk ke dalam Mansion utama. Penjagaan ketat, dan sepertinya penjaga pintu samping itu mendengarkan pembicaraanku dengan Tuan Vadeo. Dan dia menceritakan pada pelayan gempal itu.” Ucap Atikah menanggapi saran dari Richie.
“Kamu cari kesempatan saat pengasuh itu keluar dari Mansion utama kalau kamu tidak bisa masuk ke dalam mansion utama.” Ucap Richie lagi.
Dan tiba tiba Atikah tersenyum lebar dan mata nya berbinar binar.
“Ahaiiii aku punya cara Rich, sopir senior itu akan aku goda dia. Dia kan jauh dari isteri nya pasti rindu akan peluk hangat seorang perempuan.” Ucap Atikah dengan senyum lebar sebab dia punya ide untuk melakukan kerja sama dengan orang dalam Mansion Jonathan untuk menculik Valexa dan Deondria.
“Hmmm cari cara apa ya, agar aku bisa bertemu dengan Pak Sopir senior itu malam ini.” Gumam Atikah sambil mengusap usap layar hand phone nya mencari nama kontak pak sopir senior.
“Hmmm okey okey aku punya cara....” gumam Atikah lalu dia membatalkan melakukan panggilan suara, dan selanjutnya dia membuka aplikasi chatting nya dan dia mengetik ngetik untuk menulis chat pada pak sopir senior.
“Pak, saya mau minta tolong untuk mengantar saya ke garasi, dompet saya sepertinya tertinggal di dalam mobil.”
“Di dompet itu ada obat pusing saya Pak. Tolong ya Pak kepala saya pusing banget sekarang, saya butuh obat itu Pak.”
TING
__ADS_1
Dua pesan chat terkirim dan centang dua. Atikah pun dengan tidak sabar menanti balasan dari Pak Sopir senior.
Sesaat dua pesan chat Atikah untuk pak sopir senior sudah bercentang biru. Dan tidak lama kemudian ada balasan dari Pak Sopir senior.
“Iya aku akan antar kamu. Ini aku otw.”
Atikah pun tersenyum senang lalu dia menulis pesan chat ucapan terima kasih. Dan selanjutnya Atikah menaruh hand phone nya di atas meja.
Atikah lalu dengan segera keluar dari kamar dan segera menuju ke lift untuk ke lantai dasar. Sebab kamar dia berada di lantai paling atas. Dan kamar untuk penghuni karyawan laki laki pun berada di lantai yang berbeda.
Suasana gedung tempat penginapan para karyawan itu sudah tampak sepi, mungkin para karyawan sudah capek bekerja dan beristirahat di dalam kamar nya masing masing.
Beberapa menit kemudian Atikah sudah sampai di lantai dasar, dia segera melangkah menuju ke ruang tamu yang berada di dalam gedung itu. Di ruang tamu itu pun tampak sepi tidak ada satu orang pun du sana. Atikah lalu duduk menunggu Pak Sopir senior di ruang tamu. Atikah pun mulai berakting dia duduk dengan lesu sambil memijit mijit kepalanya.
Tidak lama kemudian terdengar suara langkah kaki mendekat dan tampak Pak Sopir senior sudah melangkah menuju ke ruang tamu.
“Apa kamu tunggu di sini saja aku ambilkan dompet kamu yang tertinggal.” Ucap Pak Sopir senior saat melihat Atikah duduk lesu sambil memijit mijit kepala nya.
“Saya ikut Pak, agar cepat ketemu dompet saya. Bapak kan belum pernah lihat dompet saya.” Ucap Atikah sambil bangkit berdiri.
Pak Sopir senior melihat Atikah yang pelan pelan bangkit berdiri sambil memegang kepala itu dia merasa iba dan kasihan.
“Hmmm mungkin dia kecapekan karena kerja ikut bantu angkat angkat barang. Kasihan.” Gumam Pak Sopir senior menatap iba pada Atikah sebab dia teringat akan anak perempuannya di desa yang sudah menginjak remaja, melihat sosok Atikah dengan penampilan sederhana nya.
Melihat ekspresi wajah Pak Sopir senior yang tampak ikut iba melihat keadaan nya Atikah pun di dalam hati nya senang tiada tara.
__ADS_1
“Aduhhh.” Gumam lirih Atikah kemudian sambil meringis pura pura kesakitan di kepalanya.