Valexa Deondria Kembar Ajaib

Valexa Deondria Kembar Ajaib
Bab. 204.


__ADS_3

“Ayo masuk apa kamu tidak rindu makan masakan spesial para koki keluarga Jonathan? Gandeng tangan isteri kamu itu. Jangan memegangi burung kamu itu , dia tidak akan bisa terbang liar lagi, kamu sudah punya anak dan isteri yang sah.” Ucap Vadeo sambil menepuk pundak Justin. Justin tampak kaget lalu segera menggandeng tangan Wika yang terasa dingin karena gugup dan tidak menyangka akan menjadi isteri Tuan Justin dan menjadi bagian dari keluarga Jonathan dan keluarga William.


“Pak, ambil tas Justin itu dan simpan dahulu. Baru kali ini ada pengantin membawa tas baju kumal.” Perintah Vadeo selanjutnya pada Pak Sopir.


Mereka pun segera berjalan menuju ke pintu utama Mansion di mana Dealova dan Bang Bule Vincent masih berdiri menunggu.


“Selamat datang Kakak Justin.. Selamat menempuh hidup baru..., aku punya kado istimewa buat kalian berdua agar kalian semakin mesra dalam menjalani rumah tangga.” Suara Dealova dengan senyum lebarnya.


“Kak Wika, ini alat yang paling mujarab agar burung Kak Justin tunduk dan bersarang pada tempat yang tepat. Kado spesial dari Dealova.” Ucap Dealova sambil meraih tangan Wika dan menyerahkan raket nyamuk yang dia pegang itu pada Wika. Wika tampak bingung.


“Pegang dan jangan sampai lepas, titipkan dulu pada Nanny nya Boy.” Ucap Vadeo yang juga sudah berdiri di dekat pintu.


Justin pun melangkah masuk dan dipaksa oleh Vadeo agar terus menggandeng tangan Wika. Raket nyamuk hadiah dari Dealova sudah diserahkan pada Nanny nya Boy agar disimpan terlebih dahulu di kamar Boy yang berada di lantai satu di Mansion utama. Para kerabat yang hadir pun lantas berdiri dan memberi ucapan selamat pada Justin dan Wika.


Tadi Twins sudah memperkenalkan Boy pada kerabat kerabat nya yang duduk di ruang tamu dan ruang keluarga. Mereka pun menikmati jamuan dan berbincang bincang. Tidak ada acara formal hanya acara in formal penyambutan Justin dan keluarga baru nya. Acara resepsi sesungguhnya menunggu Tuan dan Nyonya Jonathan pulang.


Sesaat notaris keluarga Jonathan mendekati Vadeo yang sudah duduk di sofa sambil minum soft drink dingin.


“Tuan apa sudah ada nama lengkap Boy?” tanya sang notaris.


“Sebentar aku tanya pada Justin dan Papa Jo.” Ucap Vadeo lalu dia menatap Justin yang duduk di sofa panjang di samping Wika dan sedang berbincang bincang dengan salah dua kerabat.

__ADS_1


“Justin, Wika apa kalian sudah punya nama lengkap Boy?” tanya Vadeo agak keras. Justin dan Wika pun lalu diam dan menoleh ke arah Vadeo. Justin dan Wika tampak berpikir keras.


Akan tetapi tiba tiba terdengar teriakan suara imut dari ruang makan.


“Boy Justin Juniong ....” teriak Valexa dan Deondria.


“Okey, itu saja..” ucap Justin tampak menyetujui usulan dari Twins. Vadeo mengangguk anggukkan kepalanya dan berharap dengan menyetujuinya itu pertanda Justin benar benar mau menerima kehadiran Boy sebagai anaknya secara iklas.


Vadeo pun segera mengusap usap layar hand phone miliknya untuk menghubungi Tuan Jonathan, untuk menyampaikan nama panjang Boy. Dan Tuan Jonathan pun juga menyetujuinya.


“Kita sekarang yang di sini juga menjadi saksi jika Boy Justin Junior telah resmi menjadi bagian dari keluarga besar kita.” Ucap Vadeo dengan tegas dan keras sambil menatap orang orang di sekitarnya. Kerabat yang duduk di ruang tamu pun mendengar suara Vadeo tersebut.


Boy yang berada di ruang makan bersama Twins pun juga mendengar. Tampak kini bibirnya tersenyum senang.


“Terima kasih Twins...” ucap Boy selanjutnya.


“Cama cama Boy Justin Juniong.” Ucap Valexa dan Deondria sambil tersenyum lebar, mereka berdua bahagia sebab Boy sudah bisa tersenyum senang.


Waktu pun terus berlalu acara penyambutan kedatangan Justin dan keluarga nya pun telah usai. Para kerabat sudah ada yang pulang dan ada yang menginap di Mansion Keluarga Jonathan, bukan di Mansion utama.


“Justin kamu dan Wika bisa istirahat di kamar pengantin yang sudah di sediakan. Biar Boy istirahat di kamarnya sini.” Ucap Vadeo sambil menatap Justin dan Wika yang masih berdiri di dekat pintu utama Mansion, karena mengantar para kerabat yang pulang dan pergi ke Mansion Keluarga.

__ADS_1


“Jangan lupa kamu mandi yang bersih dulu.” Ucap Vadeo sambil tersenyum lalu dia melangkah masuk akan menuju ke kamar menyusul Alexa yang sudah lebih dulu berjalan menuju kamar karena sudah sangat lelah.


Justin lalu melangkah keluar dari pintu utama untuk menuju ke mobil sebab letak mansion Keluarga agak jauh jika berjalan kaki. Dia meninggalkan Wika begitu saja. Wika yang memakai kain panjang dan kebaya itu tidak bisa melangkah cepat apalagi dia juga memakai high heel.


Wika hanya diam saja tidak berani memanggil Justin yang terus melangkah menuju ke mobil. Wika tetap berjalan pelan pelan menuruni anak tangga agar tidak terjatuh.


“Sabar... yang penting Boy mendapat pengakuan itu lebih dari cukup buatku. Aku sadar ini akibat kesalahanku dulu.” Ucap Wika dalam hati dan terus melangkah menuju ke mobil yang siap akan membawa pengantin menuju ke kamarnya. Sedangkan Ibu Rina, Mbok Nah dan Pak No sudah pulang ke rumah Ibu Rina.


“Tuan kenapa isterinya tidak digandeng?” tanya Pak Sopir saat Justin sudah masuk ke dalam mobil. Dan Justin hanya diam saja.


Sesaat kemudian Wika sudah masuk di dalam mobil. Mereka hanya diam saja dan mobil berjalan pelan pelan menuju ke Mansion Keluarga. Di saat mobil sudah berhenti pun Justin tampak cuek. Dia membuka pintu mobil dengan cepat dan dengan langkah lebarnya dia turun dari mobil dan berjalan meninggalkan Wika begitu saja.


“Sabar ya Neng...” ucap Pak Sopir lirih.


“Sana ikuti Tuan Justin, kalau ketinggalan jauh dan tidak tahu kamarnya minta di antar oleh pelayan.” Ucap Pak Sopir kemudian sambil menoleh ke belakang melihat Wika yang agak kesusahan turun dari mobil.


Sementara itu Justin terus melangkah dan menuju ke kamar pengantin dia sudah diberi tahu letak kamarnya oleh Vadeo.


“Lebih baik aku istirahat dengan Boy, dari pada dengan perempuan itu. Pasti selama ini dia sudah gonta ganti laki laki.” Gumam Justin dalam hati sambil membuka pintu kamarnya dengan cepat.


Justin segera masuk ke dalam kamar. Dia segera membuka jas pengantinnya dan membuka baju kemejanya. Setelah itu dia membuka celana panjangnya. Semua pakaian itu dia taruh ke keranjang pakaian kotor.

__ADS_1


Dan tidak lama kemudian pintu terbuka tampak sosok Wika yang diantar oleh seorang pelayan. Ekspresi wajah Wika kaget saat melihat Justin yang sudah memakai celana boxer saja. Wika masih berdiri mematung di depan pintu. Jantung nya berdebar debar lebih kencang. Sejak dia tinggal di rumah Ibu Rina dia tidak lagi melakukan hubungan badan dengan laki laki. Dia selalu mendapat nasihat dari Ibu Rina dan mbok Nah agar menjaga anak dan dirinya baik baiknya.


__ADS_2