
“Sial, ban kena.” Ucap pengawal yang mengemudikan mobil lalu dia pun membawa mobil untuk minggir ke tempat yang aman. Sementara Richardo segera melaporkan apa yang sudah menimpa mobil nya pada Vadeo.
“Kuyang ajal, dia mau belmain main dengan aku... (kurang ajar dia mau bermain main dengan aku).” Teriak Valexa yang sudah lebih dulu tahu sebelum Vadeo ditelepon oleh Richardo. Vadeo pun juga sudah melihat dari kaca spion kalau mobil Richardo berhenti menepi di pinggir jalan. Dan mobil Mr Le sudah berada di belakang nya.
“Hmmm benar dia nekat. Ma rendahkan posisi kepala Mama, anak anak tiarap!” perintah Vadeo sambil menambah laju kecepatan mobilnya.
“Meskipun mobil kita anti peluru tapi kita tetap waspada.” Ucap Vadeo sekali lagi. Mendengar hal itu dan mobil melaju dengan kecepatan penuh Boy semakin ketakutan dan mulai menangis lagi. Kini dia tidak lagi duduk di dalam pangkuan Alexandria mendengar Vadeo menyuruh bertiarap Boy pun memelorotkan tubuhnya dari pangkuan Alexandria lalu dia sembunyi di bawah jok sambil tangannya memegang kaki Alexandria dengan kuat kuat. Telapak tangan Boy sudah terasa sangat dingin bagai es. Alexandria pun meringkuk di atas jok tangannya memeluk kedua puterinya.
“Twins sembunyi..” teriak Boy di sela sela ketakutannya.
Akan tetapi Valexa dan Deondria tampak duduk tenang dengan tubuh yang dipeluk oleh tangan sang Mama. Mata Valexa dan Deondria terpejam.
Mobil terus melaju dengan kecepatan penuh.
Sementara itu mobil yang dikemudikan oleh Mr Le juga ikut melaju dengan kecepatan penuh. Mr Le tertawa terbahak bahak.
“Ha... ha... Kini saat nya aku harus menghentikan laju mobil itu. Aku yakin Tuan Muda Vadeo pasti akan panik jika sendirian berhadapan dengan aku untuk melindungi anak anak itu. Dan sudah bisa dipastikan dia pasti akan melindungi anak anaknya sendiri. Dan bocah itu akan bisa segera aku ekaekusi sendiri ha.... ha.... ha.....” Ucap Mr Le sambil tertawa terbahak bahak sebab sudah membayangkan kesuksesan berada di depannya.
“Dan aku pun tidak akan membiarkan anak istri Tuan Vadeo begitu saja, mereka bisa digunakan untuk menguras harta Tuan Vadeo ha.... ha....ha... “ suara Mr Le lagi yang berencana akan menjadikan anak isteri Vadeo sebagai sanderaannya.
Mr Le pun membuka kembali kaca jendela mobilnya tangan yang memegang senjata pun terulur keluar.
“Ha.... ha.... siap siap Tuan Muda Vadeo tepikan mobil Anda.. ha... ha.....” suara Mr Le sambil tertawa terbahak bahak.
__ADS_1
Akan tetapi di saat Mr Le masih tertawa terbahak bahak. Mobil yang dikemudikan oleh Mr Le tidak bisa melaju kencang.
“Sial ada apa dengan mesin Mobil ku. Ini sudah kecepatan full tetapi kenapa tiba tiba seret begini.” Gumam Mr Le terlihat bingung. Tangannya yang sudah siap mematukkan senjata apinya pun kembali masuk ke dalam mobil.
Mr Le tetap berusaha melajukan mobilnya akan tetapi tetap saja tidak bisa menambah laju kecepatannya, rasanya mobilnya justru semakin lamban dan berat untuk diajak melaju. Mobil Vadeo sudah semakin jauh melaju di depan.
Dan sesaat kemudian
DORRR
Suara keras dari bawah mobil Mr Le... Ban mobil Mr Le pecah.
“Sial, apa yang terjadi dengan mobil ku.” Umpat Mr Le dengan nada kesal lalu dia pun menepikan mobilnya.
Sementara itu mobil Vadeo terus melaju dengan kencang dan aman.
“Mama telepon Ante Pin agal menuju ke jalan tadi (Mama telepon Uncle Vin agar menuju ke jalan tadi).” Suara Valexa yang membuka matanya. Alexandria pun menegakkan tubuhnya lalu dia mengusap usap layar hand phone miliknya untuk menghubungi Bang Bule Vincent.
“Hallo, ini Richardo sudah menghubungi aku katanya ban mobilnya terkena tembakan. Bagaimana dengan kalian?” suara Bang Bule Vincent di balik hand phone milik Alexandria.
“Aman, Bang Bule segera meluncur ke jalan X.” Ucap Alexandria seperti perintah dari Twins.
“Cepat Ante, tangkap oyang jahat itu jangan bialkan dia kabul... ( Cepat Uncle, tangkap orang jahat itu jangan biarkan dia kabur..).” teriak Deondria sambil mendekatkan wajahnya pada hand phone milik Alexandria.
__ADS_1
“Okey okey Sayang, aku minta bantuan polisi yang berjaga di dekat jalan itu.” Suara Bang Bule Vincent lalu sambungan telepon itu pun terputus, sebab bang Bule Vincent segera menghubungi teman teman polisi yang berada di sekitaran jalan itu.
“Boy ayo keluar sudah aman.” Ucap Valexa sambil melongok kan wajah nya untuk melihat di bawah jok. Boy masih sembunyi sambil memeluk kaki Alexandria, dia masih ketakutan sebab Vadeo masih melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh.
Alexandria yang merasakan telapak dingin Boy masih menempel di kakinya pun segera membungkuk dan meraih tubuh mungil Boy yang masih berjongkok di bawah jok.
“Sini Boy, sudah aman.” Ucap Alexandria
“Takut Aunty....” Jawab Boy yang masih trauma apalagi mobil masih melaju dengan kecepatan penuh.
“Pa... kuyangi kecepatannya Boy macih takut.” Teriak Valexa dan Deondria secara bersamaan.
“Hmmm Papa ingin segera sampai Jonathan Co, Sayang... Kamu pikir Papa tidak panik tadi.. Papa ingin segera sampai dan cepat cepat istirahat.” Ucap Vadeo tanpa mengurangi kecepatan laju mobilnya. Valexa dan Deondria pun hanya bisa menepuk jidat nya sendiri sendiri.
“Ayo Boy keluar dari persembunyian mu situasi sudah aman. Kamu bisa duduk lagi di depan.” Ucap Vadeo sambil sekilas menoleh ke belakang dan terus melajukan mobilnya dia ingin segera sampai di Jonathan Co dan segera masuk ke dalam ruang kerjanya untuk beristirahat sejenak di sana.
“Ayo Boy, sekarang mobil melaju kencang bukan karena ada orang jahat di belakang tetapi Uncle Deo ingin segera sampai.” Ucap Alexa sambil kembali berusaha untuk mengangkat tubuh mungil Boy yang masih memegang erat kaki nya.
Boy pun kini pelan pelan melepaskan pegangannya pada kaki Alexandria dan dia mau diangkat oleh Alexandria. Boy didudukkan oleh Alexandria di sampingnya tampak wajah pucat Boy. Alexandria mengusap usap kepala Boy. Twins pun memberikan air mineral pada Boy.
“Minum Boy, jangan takut lagi...” Ucap Valexa sambil mengulurkan tangannya memberikan air mineral. Alexandria pun menerima air mineral itu dan meminumkan nya pada Boy.
“Apa orang jahatnya sudah ditangkap?” tanya Boy setelah meminum air mineral.
__ADS_1
“Ante Pin cudah akan menangkapnya.” Jawab Deondria.
“Boy kamu becuk ikut latihan di yumah Ante Pin agal kamu tidak takut takut jika ada oyang jahat.” Ucap Valexa selanjutnya. Vadeo yang mendengar ucapan Valexa pun mengangguk anggukan kepala nya setuju dengan ucapan Valexa itu dan dia terus melajukan mobilnya masih dengan kecepatan penuh.