Valexa Deondria Kembar Ajaib

Valexa Deondria Kembar Ajaib
Bab. 44.


__ADS_3

Bang Bule pun segera mengambil hand phone dari saku celana cargo nya. Dengan segera dia mengusap usap layar hand phone nya.


“Ada barang yang sudah dikirim menuju ke Singapore. Dicurigai itu barang dari Singapore lalu dikirim lagi ke negara lain, termasuk kemungkinan ke Indonesia.” Ucap Bang Bule sambil menatap pimpinan kantor itu.


“Alamat pengirim dan nomor hand phone fiktif.” Ucap Bang Bule lagi.


“Okey suruh mereka melacak terus keberadaan barang itu.” Ucap pimpinan kantor itu.


Bang Bule pun lalu mengusap usap layar hand phone nya untuk menghubungi kolega kerja nya yang berada di luar negeri. Ekspresi Vadeo tampak khawatir, khawatir akan keselamatan kedua anak nya karena dia sudah menanda tangani kontrak kerja yang melibatkan kedua anak nya itu. Dan kini pekerjaan yang berbahaya itu sudah berada di depan mata.


“Anak anakku harus segera bekerja ya?” tanya Vadeo yang dengan segera meraih tubuh Valexa dan Deondria kemudian di taruh di dalam pangkuannya.


“Tenang Deo, mereka akan aman.” Ucap Bang Bule sambil menatap wajah Vadeo yang teramat sangat cemas sambil memeluk kedua anak nya dengan erat.


“Kamu belum punya anak tidak bisa berempati bagaimana rasa hati ku ini.” Ucap Vadeo sambil menatap tajam ke arah Bang Bule.


“Tenang Tuan, Nona Valexa dan Nona Deondria akan aman.” Ucap pimpinan kantor itu sambil menatap wajah Vadeo yang masih cemas.


“Okey, ayo sekarang kita pulang. Kasihan Valexa dan Deondria sejak tadi belum istirahat.” Ucap Bang Bule selanjutnya dan dia bangkit berdiri. Lalu Bang Bule menggendong salah satu keponakannya dan Vadeo pun juga bangkit berdiri dan menggendong satu nya.


Sementara itu di Mansion Jonathan. Nyonya William masih menunggu kedatangan kedua cucu nya. Dia sudah mengirim chat di group wa keluarga kalau Valexa dan Deondria sedang mengikuti audisi menjadi artis. Saat ditanya artis apa Nyonya William pun tidak bisa menjawab, dia hanya menjawab mungkin artis model.


Sesaat Nyonya William langsung terlonjak kaget saat mendengar ada suara bel tamu dari pintu utama Mansion Jonathan. Dia pun langsung bangkit berdiri dan berjalan dengan cepat menuju ke pintu utama Mansion sebelum ada sang pelayan berjalan menuju ke arah pintu utama.


Dengan cepat Nyonya William membuka pintu utama itu. Saat pintu sudah terbuka betapa kecewa nya Nyonya William sebab yang ada di depan pintu adalah sosok Tuan dan Nyonya Jonathan yang tampak wajah mereka berdua segar berseri seri.

__ADS_1


“Hah aku kira cucu cucu ku yang datang.” Gumam Nyonya William sambil membalikkan tubuh nya.


“Apa Nyonya kecewa karena saya dan isteri saya sudah pulang.” Ucap Tuan Jonathan sambil melangkah masuk.


“Hmmm... bukan begitu Tuan saya sudah tidak sabar menunggu hasil test audisi Valexa dan Deondria.” Ucap Nyonya William sambil terus melangkah menuju ke ruang keluarga.


“Aku juga sudah tidak sabar, maka aku minta untuk segera pulang.” Ucap Nyonya Jonathan yang juga sudah melangkah di samping Nyonya William


“Tapi kamu janji nanti tetap melanjutkan.” Ucap Tuan Jonathan yang mau pulang namun minta isterinya melanjutkan goyang goyang sampai pagi.


“Ach itu mah tergantung situasi nanti he... he... he...” ucap Nyonya Jonathan sambil tertawa kecil.


Nyonya William dan Nyonya Jonathan lalu duduk di sofa di dalam ruang tamu sedang kan Tuan Jonathan terus melangkah menuju ke kamar nya. Kedua Nyonya itu tampak berbicara heboh membayangkan kedua cucu nya menjadi artis model terkenal.


Dan sesaat kemudian terdengar suara bel di pintu utama Mansion.


Beberapa saat kemudian dengan cepat kedua Nyonya itu membuka pintu dengan tidak sabar. Dan pintu pun terbuka dengan lebar.


“Haduh cucu cucu ku tidur karena kecapekan nya.” Ucap Nyonya William dengan nada dan ekspresi wajah kecewa. Nyonya Jonathan yang sudah sangat rindu dengan celoteh kedua cucu nya itu pun tidak kalah kecewa nya, saat melihat Valexa dan Deondria tidur dengan nyenyak dalam gendongan Bang Bule dan Vadeo.


“Iya Ma, mereka sangat capek.” Ucap Vadeo sambil berjalan masuk.


“Ayo Bul, langsung du bawa ke kamarnya.” Ucap Vadeo selanjutnya. Bang Bule Vincent dan Vadeo pun terus melangkah sambil menggendong Valexa dan Deondria. Nyonya Jonathan dan Nyonya William pun melangkah mengikuti Bang Bule dan Vadeo.


“Hmmm bagaimana audisi mereka? Apa mereka lolos?” tanya Nyonya William dengan tidak sabar.

__ADS_1


“Lolos Ma, tapi Mama di bawah saja biar mereka tidak terganggu.” Ucap Vadeo dengan pelan.


“Ooo iya iya seorang artis harus cukup istirahat nya. Okey okey aku sebagai menejer nya harus mengatur jadwal mereka berdua.” Ucap Nyonya William sambil mengangguk anggukkan kepala nya.


“Nyonya aku juga menejer nya. Kita satu satu.” Ucap Nyonya Jonathan yang juga mau menjadi menejer buat cucu nya.


“Okey satu satu.” Ucap Nyonya William. Dan mereka berdua pun lalu kembali duduk di sofa ruang keluarga untuk mengatur jadwal kedua cucu cucu nya.


Sementara itu Vadeo dan Bang Bule terus melangkah menaiki anak tangga menuju ke kamar si kembar.


Vadeo pun lalu menyuruh kedua pengasuh Valexa dan Deondria untuk mengganti baju kedua anaknya itu dengan pelan pelan agar mereka berdua nyaman tidurnya. Topi dan ikat rambut kedua nya sudah dilepas oleh Vadeo sejak di dalam mobil tadi.


“Bro bagaimana cara mengatakan pada Oma Oma itu?” Tanya Vadeo yang kini sudah duduk di sofa yang berada di dalam kamar si kembar.


“Hmmm aku juga bingung.” Jawab Bang Bule yang masih berdiri itu sambil garuk garuk kepala.


“Pasti mereka akan marah pada kita jika tahu yang sebenarnya.” Gumam Vadeo sambil memijit mijit pelipisnya.


“Bagai mana kalau kita di phk jadi menantu nya Bro?” ucap Bang Bule sambil melangkah menuju ke sofa lalu duduk di samping Vadeo.


Dua pengasuh Valexa dan Deondria yang masih mengganti baju Nona Nona kecilnya tampak mengernyitkan dahi mendengarkan pembicaraan Tuan Tuan Muda itu. Setahu mereka dari berita yang disebarkan oleh Nyonya William kedua Nona Nona kecil nya akan menjadi artis, dan tugas mereka berdua akan bertambah banyak akan tetapi akan mendapat tambahan gaji dan bonus yang sangat tinggi. Dan setelah mendengar pembicaraan dari Tuan Tuan Muda itu ada kemungkinan tambahan gaji dan bonus tinggi hanya suatu ilusi belaka.


“Apa kamu sudah menghubungi Alexa, Bro?” tanya Bang Bule kemudian.


“Belum.” Ucap Vadeo lalu dia bangkit berdiri. Bang Bule Vincent pun ikut bangkit berdiri dan mengikuti langkah kaki Vadeo.

__ADS_1


“Kamu tunggu di bawah, aku akan menghubungi Alexa ini waktunya dia akan bangun.” Ucap Vadeo yang sudah melangkah keluar dari kamar si kembar untuk menuju ke kamar nya. Bang Bule Vincent pun melangkah untuk menuruni anak tangga dengan lesu sebab dia harus siap siap menjawab pertanyaan pertanyaan dari Oma Oma seorang diri.


__ADS_2