Valexa Deondria Kembar Ajaib

Valexa Deondria Kembar Ajaib
Bab. 243.


__ADS_3

“Kadang kita memang di hadapkan pada suatu pilihan yang sulit Bul. Di saat keluarga membutuhkan kita, tetapi kita juga harus membantu sesama, Apa lagi hubungannya masalah nyawa orang dan yang meminta tolong teman kita lagi.” Ucap Vadeo yang tampak berpikir pikir.


“Nah itulah, aku jadi galau. Jujur aku inginnya saat ini selalu berada di dekat isteri dan anakku. Aku rasanya juga ingin seperti kamu ini memangku anak, menimang nimang dan berjalan jalan apalagi aku sudah begitu lama mendamba kehadiran Arendo.” Ucap Bang Bule Vincent sambil mengusap usap kepala Raja yang dipangku oleh Vadeo.


Sesaat satu tangan mungil Raja terangkat dan terarah ke pintu kamar rawat itu bagai menyuruh Bang Bule Vincent pergi.


Vadeo memegang tangan Raja memosisikan tangan itu agar dalam keadaan normal tidak terangkat. Tetapi terus saja kembali terangkat dan menjulur ke arah pintu.


“Seperti nya Raja menyuruh kamu pergi Bul.” Ucap Vadeo dan bibir mungil Raja tersenyum.


“Aku pikir kamu memang lebih baik pergi sebentar untuk menemui Marcel. Kalian bicarakan hal hal pokok, tentang pekerjaan selanjutnya kamu kan bisa menyuruh anak buahmu yang mengeksekusi. Mumpung aku dan Alexa masih di sini. Oma dan Opa Jansen juga masih berada di sini. Setidaknya masih ada yang menemani Ixora. Sebentar juga anak anak sudah pulang dari sekolah mereka juga mau datang ke sini. Ixora akan banyak temannya.” Ucap Vadeo selanjutnya.


“Kita kadang memang harus menomor duakan kepentingan pribadi Bul, demi kepentingan umat.” Ucap Vadeo lagi.

__ADS_1


“Baik lah, aku titip anak dan istriku ya.. nanti kalau Opa dan Oma William datang kalau mereka marah marah, kamu harus membantu menjawab.” Ucap Bang Bule Vincent lalu dia bangkit berdiri dan berjalan keluar dari kamar rawat Alexandria.


Waktu pun terus berlalu, jam menunjukkan pukul sepuluh pagi lebih tiga puluh menit. Raja dan Asasta tidur nyenyak pada box mereka di ruang rawat Alexandria itu.


Tampak Vadeo sedang menyuapi makan Alexandria. Memang belum saat jam makan siang akan tetapi Alexandria sudah merasakan perutnya lapar.


“Pengaruh mereka berdua minum sangat kuat ya Ma, jadi Mama cepat lapar..” ucap Vadeo sambil menyuapi Alexandria dan Alexandria menjawab dengan menganggukkan kepalanya.


“Apa mereka berdua juga memiliki kekuatan seperti Aca dan Aya ya Ma..” ucap Vadeo selanjutnya.


Saat Vadeo akan berucap tiba tiba pintu terdengar lagi suara ketukan. Kini suara ketukan itu terdengar berkali kali dan beruntun, bagai banyak tangan yang mengetuk ngetuk .


“Itu pasti Aca, Aya dan Boy..” ucap Vadeo lalu menaruh piring makan Alexandria yang sudah habis isinya di atas meja, dia pun segera melangkah ke pintu kamar rawat Alexandria.

__ADS_1


Vadeo membuka pintu itu dengan cepat. Dan benar sosok tiga bocah itu segera berlari menghambur ke dalam kamar dan yang dituju langsung box bayi Raja dan Asasta. Twins girl langsung menarik kursi dan mereka berdua berdiri di atas kursi untuk melihat adik adiknya. Dan setelah ketiga bocah itu masuk Tuan dan Nyonya William juga masuk ke dalam kamar itu.


“Twins.. gantian dong aku juga ingin lihat Aja dan Ata..” ucap Boy.


“Sebentar Boy, mereka masih bobok kok...” jawab Valexa dan Deondria secara bersamaan.


“Deo, kamu yang menyuruh Bule pergi kerja di saat anaknya baru satu hari lahir, anak juga masih diinkubasi dia malah pergi kerja. Lupa dia bagimana dia dulu janji janji akan menjaga Ixora.” Ucap Nyonya William sambil menarik lengan kekar Vadeo. Sedangkan Tuan William tampak ikut bergabung dengan ketiga bocil untuk melihat Raja dan Asasta. Tuan William pun tampak menggendong Boy karena sudah tidak sabar juga ingin melihat Twins boy.


“Ma, Bang Bule Vincent Cuma sebentar untuk membicarakan yang pokok pokok saja, menggali informasi dan setelahnya nanti anak buahnya yang menindak lanjuti.” Ucap Vadeo sambil menatap wajah Nyonya William yang tampak emosi.


“Kasihan Ma, ada teman yang anggota keluarganya sedang diancam mau dibunuh... coba bayangin saja saat Mama dulu diculik bagaimana rasanya. Panik, takut dan ingin segera mendapat pertolongan kan...” ucap Vadeo mengingatkan Nyonya William di saat dalam masa penculikan agar muncul rasa empatinya. Mata Nyonya William pun berkedip kedip mencerna kalimat yang diucapkan oleh Vadeo.


“Tadi Raja juga menyuruh Bang Bule Vincent segera pergi menemui Marcel.” Ucap Vadeo lagi.

__ADS_1


“Kamu itu Raja, bayi masih merah juga diikut ikut kan.” Ucap Nyonya William lalu ikut melangkah menuju ke box bayi untuk ikut melihat Raja dan Asasta.


“Iya Oma Kucing .. Aja juga menyuruh Uncle Vin pergi... tuh Aja sudah bangun..” teriak Valexa dan Deondria secara bersamaan.


__ADS_2