Valexa Deondria Kembar Ajaib

Valexa Deondria Kembar Ajaib
Bab. 244.


__ADS_3

Sore hari Raja dan Asasta sudah siap dibawa pulang. Dua pengasuh Valexa dan Deondria yang menggendong Raja dan Asasta sebab mereka belum mendapatkan pengasuh baru. Dan Twins girl pun tidak keberatan jika dua pengasuh mereka itu mengurus adik adik mereka.


“Aku juga kuat menggendong mereka kok Pa... “ ucap Valexa yang berjalan di samping Vadeo.


“Hmmm Papa percaya tetapi jangan gendong mereka dulu ya...” ucap Vadeo sambil menunduk menatap Valexa yang berjalan digandengnya. Sedangkan Deondria digandeng oleh Alexandria.


Semua urusan administrasi sudah selesai kini mereka berjalan ke arah kamar rawat Ixora untuk berpamitan.


Valexa dan Deondria mengetuk ngetuk pintu kamar rawat Ixora. Dan tidak lama kemudian pintu kamar itu terbuka. Muncul sosok Nyonya William.


“Deo, ini sudah sampai sore. Kenapa Bule belum pulang. Sudah dihubungi katanya sebentar sebentar saja..” ucap Nyonya William saat membukakan pintu.


“Sabar Ma.. mungkin memang sedang ada hal yang sangat penting Ma..” ucap Vadeo sambil melangkah masuk dan masih menggandeng tangan Valexa.


“Iya Oma, Uncle masih membantu mereka. Besok aku dan Aya juga akan membantu mereka.” Ucap Valexa sambil menatap Nyonya William.


“Iya Oma, sekarang Oma jagain Aunty Ixora dan Ado dulu ya....” ucap Deondria sambil melangkah masuk bersama Alexandria.


Mereka berempat pun lalu berjalan mendekati Ixora untuk berpamitan. Tampak Tuan dan Nyonya Jansen masih setia menjaga Ixora. Sedang Tuan William sudah pulang karena ada urusan pekerjaan.


“Ix, kami pulang dulu ya.. semoga Ado bisa segera dibawa pulang juga.” Ucap Alexandria sambil memeluk Ixora.


“Iya Kak, tadi aku sudah omong omong dengan pihak rumah sakit, bisa beli alat alat medis buat Ado dan kontrak tenaga medis ke Mansion. Besok aku dan Ado juga bisa pulang kok.” Ucap Ixora saat mereka sudah saling mengurai pelukannya.

__ADS_1


“Iya itu lebih baik, Oma dan Opa Jensen bisa lebih nyaman jika menjaga kamu di Mansion atau di rumah. Sebagus apa pun fasilitas di rumah sakit tetap tidak nyaman lah.. aura nya beda ..” ucap Alexandria sambil menoleh ke arah Tuan dan Nyonya Jansen.


“Iya aku minta Ado dibawa ke Mansion dulu. Di rumah Bang Bule mungkin kurang tenang buat Ado. Takutnya anak buah Bang Bule Vincent ke luar masuk rumah.” Ucap Nyonya William yang juga sudah berada di dekat ke dua anak perempuannya yang habis melahirkan itu.


“Mama dan Papa Jansen setuju kita tinggal di Mansion William dulu.” Ucap Ixora selanjutnya.


“Mau ku sih semua dibawa ke Mansion William. Tapi besanku yang satu nya tidak setuju.” Ucap Nyonya William sambil melirik Vadeo.


“Ma.. Oma dan Opa Jo juga sudah menunggu nunggu Aja dan Ata, sekarang juga mereka berdua yang membawa pulang Twins boy.” Ucap Alexandria


“Hah.. mereka dulu kan menunggu nunggu cucu perempuan harusnya sekarang cucu cucu laki laki berada di Mansion William.” Ucap Nyonya William sambil cemberut.


“Oma kan sudah ada Ado.” Ucap Vadeo sambil mengusap usap punggung mertua perempuannya.


Beberapa menit kemudian di saat keluarga kecil Vadeo akan pulang Bang Bule Vincent datang.


“Ini orangnya sudah datang Ma...” ucap Vadeo saat membuka pintu dan ada sosok Bang Bule Vincent sudah berada du depan pintu dan mau masuk ke dalam kamar Ixora. Tampak Bang Bule Vincent wajahnya berkeringat karena dia berjalan dengan tergesa gesa.


“Aku cepat cepat sampai di sini sebelum kaluan semua pergi.” Ucap Bang Bule Vincent sambil mengusap keringat di dahinya.


“Kok sampai sore begini Bul. Kan aku bilang kamu bicarakan saja yang pokok pokok.” Ucap Vadeo yang tidak jadi keluar dari kamar rawat Ixora sebab dia pun juga ingin tahu berita tentang masalah Marcellino Hanson apalagi tadi Valexa bilang juga akan membantunya.


“Masalahnya sangat komplek dan rumit Bro.” Ucap Bang Bule Vincent lalu dia melangkah menuju ke kamar mandi untuk membersihkan diri dulu. Lalu dia menemui istrinya dan orang tua juga mertua perempuannya. Sedangkan Vadeo dan keluarga kecilnya menunggu duduk di sofa.

__ADS_1


“Saat aku sampai sana, Marcel masih di rumah sakit. Anaknya terkena kanker lagi.” Ucap Bang Bule Vincent sambil mendudukkan pantatnya di sofa.


“Padahal anak itu sangat cerdas. Dia masih balita sudah bisa meretas nomor hand phone. Awalnya hanya karena tidak ingin Papanya yang duda itu mempunyai pacar.” Ucap Bang Bule Vincent sambil tersenyum.


“Usia berapa?” tanya Vadeo


“Seusia Twins girl mungkin...” Ucap Bang Bule Vincent sambil menatap kedua ponakannya.


“Namanya Charlotte kan ...” ucap Valexa dan Deondria secara bersamaan.


“Iya kok kalian tahu..” ucap Bang Bule Vincent


“Tahu dong... untung kita sudah tidak celat kalau kita masih celat.. kita akan panggil dia Alot... “ ucap Deondria sambil tersenyum lebar lalu pahanya ditepuk oleh Valexa.


“Kalian bantu Uncle Vin ya, dari hasil rekaman percakapan yang sudah diretas oleh Charlotte itu. Sepertinya yang mengancam Ners Alamanda adalah orang itu orang kepercayaan Tuan Ernest tempat di mana Ners Alamanda itu bekerja. Tuan Ernest juga minta tolong pada Uncle untuk mengusut meninggalnya anak dan menantu dia yang sudah dua puluh dua tahun silam meninggal.” Ucap Bang Bule Vincent dengan nada serius sambil menatap wajah Valexa dan Deondria. Valexa dan Deondria tampak mendengarkan dengan serius. Sesaat pandangan mata kedua bocah itu menerawang jauh, mungkin pergi ke masa dua puluh dua tahun silam.


“Bul, dilarang memperkerjakan anak anak di bawah umur ya..” saut Vadeo yang tidak rela jika kedua anaknya dalam bahaya lagi berurusan dengan kejahatan.


“Bro, Bukan nya kata Bu Ami, Twins girl terlahir untuk membantu membasmi kejahatan.” Ucap Bang Bule Vincent sambil menatap wajah Vadeo dengan penuh permohonan.


“Terus kenapa kamu pulang sampai sore begini?” tanya Vadeo mengalihkan pembicaraan.


“Itu membantu mereka nikah kilat agar aman semuanya, sebab kemauan Charlotte, Marcel dan Alamanda tidur bersama dia. Lha kamu tahu kan Marcel duda bisa bisa tidak kuat itu burung Marcel jika seranjang dengan Alamanda yang masih perawan kinyis kinyis... Meski pun ada Charlotte tapi kan Charlotte tidur.” Jawab Bang Bule Vincent sambil tersenyum.

__ADS_1


__ADS_2