Valexa Deondria Kembar Ajaib

Valexa Deondria Kembar Ajaib
Bab. 27. Niat Jahat Atikah


__ADS_3

“Selamat pagi Pak..” sapa Atikah dengan ramah pada sosok yang berjalan tergopoh gopoh itu, yang tidak lain adalah Pak Sopir senior yang sudah dipanggil oleh Valexa dan Deondria lewat panggilan suara di hand phone nya.


“Pagi Neng, langsung ke ruang Ibu Kepala Pelayan saja..” jawab Pak Sopir senior sambil terus melangkah menuju ke garasi mobil keluarga Jonathan.


Atikah pun segera melanjutkan langkahnya menuju ke gedung tempat ruang kerja ibu kepala pelayan berada. Beberapa saat kemudian Atikah sudah sampai di depan pintu ruang kerja ibu kepala pelayan. Atikah pun segera mengetuk ngetuk pintu itu.


TOK TOK TOK TOK


“Masuk.” Suara ibu kepala pelayan dari dalam ruang kerja nya.


Atikah dengan cepat memutar handel pintu itu, sebab melihat Pak Sopir senior yang berjalan tergopoh gopoh dia takut jika sudah terlambat. Dengan cepat pula dia mendorong daun pintu, dan segera melangkah masuk ke dalam ruang kerja itu menuju ke meja kerja Ibu kepala pelayan.


“Maaf Bu, apa saya terlambat?” tanya Atikah sambil duduk di kursi di depan meja Ibu kepala pelayan.


“Tidak.” Jawab Ibu kepala pelayan. Lalu ibu kepala pelayan itu menyampaikan hasil keputusan terakhir Nyonya Jonathan yang menjadikan Atikah sebagai sopir pelayan.


“Bu, bukannya kemarin informasi nya lowongan kerja sopir buat Nona Nona kecil? Kenapa berubah menjadi sopir untuk pelayan?” tanya Atikah dengan nada kecewa.


“Iya ini keputusan Nyonya Jonathan tidak bisa diganggu gugat.” Ucap Ibu kepala pelayan itu. Dia tidak tahu jika itu kemauan Valexa dan Deondria.


“Jika kamu keberatan, kamu bisa mengundurkan diri.” Ucap Ibu kepala pelayan sambil menatap Atikah. Sebab dia pun sebenarnya tidak tega jika Atikah menjadi sopir pelayan sebab tugas nya berat di tenaga. Akan tetapi bagaimana lagi jika itu sudah keputusan dari Sang Nyonya. Begitulah yang ada di dalam pikiran nya.


Atikah tampak berpikir pikir lalu...


“Baiklah Bu.” Ucap Atikah yang memutuskan mau menjadi sopir pelayan sebab ini adalah kesempatan untuk bisa masuk ke mansion Jonathan, yang sangat lah susah bagi nya.


“Ayo sekarang aku antar kamu ke garasi aku tunjukkan mobil mana yang harus kamu bawa dan aku kenal kan dengan teman teman yang lain.” Ucap Ibu kepala pelayan sambil bangkit berdiri. Atikah pun juga ikut bangkit berdiri dan mereka berdua melangkah untuk keluar dari ruang kerja itu.


Saat mereka berdua sudah berjalan keluar dari gedung di mana ruang kerja ibu kepala pelayan berada dan baru saja akan melangkah menuju ke arah tempat garasi mobil berada. Tampak seorang pelayan bagian logistik bertubuh gempal berjalan dan mendekat ...

__ADS_1


“Bu, sudah siap belum sopir yang mau mengantar saya?” tanya seorang pelayan perempuan bagian logistik yang bertubuh gempal itu.


“Sudah ini Neng Atikah sopir baru kamu.” Ucap Ibu kepala pelayan dan mengenalkan Atikah pada pelayan bagian logistik itu.


“Ya sudah, sekalian kamu antar Neng Atikah ke garasi, kamu tunjukkan mobil nya dan langsung kalian ke pasar.” Perintah ibu kepala pelayan sambil menatap pelayan bagian logistik itu, setelah kedua bawahan nya saling kenal.


“Atikah besok lagi kamu datang lebih pagi. Atau tidur di sini. Sewaktu waktu dibutuhkan siap.” Ucap Ibu kepala pelayan selanjutnya sambil menatap Atikah.


“Ya Bu.” Ucap Atikah dengan sopan.


“Iya kalau mau belanja ke pasar tradisional itu harus pagi pagi agar dapat barang yang segar segar. Beda kalau belanja di mall bisa kapan saja. Tapi ini mau belanja dalam porsi super banyak untuk persediaan bahan makan para karyawan.” Ucap pelayan yang bertugas untuk pergi belanja itu dengan nada ketus dan berjalan mendahului Atikah.


Atikah dan sang pelayan itu pun terus berjalan menuju ke garasi.


Beberapa menit kemudian dua perempuan itu sudah masuk ke dalam garasi. Pelayan bagian logistik pun segera menunjukkan mobil box yang harus dibawa oleh Atikah. Mereka berdua pun segera masuk ke dalam mobil.


“Kamu nanti juga bantu bantu ngebawain barang belanjaan. Yang dilakukan sopir yang biasa antar aku begitu. Beritanya kan kamu biasa ngantar ngantar ibu ibu untuk bantu bantu jadi pasti sudah terbiasa angkat angkat barang belanjaan.” Ucap pelayan bagian logistik itu saat sudah mendudukkan pantatnya di jok mobil box.


“Sabar... Sabar.... mungkin ini test awal masuk kerja di Mansion Jonathan. “ gumam Atikah dalam hati sambil menyalakan mesin mobil.


Sementara itu Valexa dan Deondria riang gembira tidak terkira. Setelah Richardo sudah masuk ke dalam Mansion, mereka berdua pun langsung menyudahi sarapannya. Menelepon Pak Sopir senior lewat telepon Mansion dan selanjutnya pamit pada Opa, Oma dan Sang Papa. Lalu mereka berdua langsung melangkah meninggalkan ruang makan menggandeng tangan Richardo kiri dan kanan. Dan sudah lupa pada Vadeo sang Papa.


“Deo, kamu juga segera ke Jonathan Co. Aku hari ini mau istirahat mau ke villa sama Mama kamu.” Ucap Tuan Jonathan sambil melirik istrinya. Hari ini Tuan Jonathan akan goyang goyang enak di villa sepuasnya, tanpa ada gangguan urusan kerja dan cucu cucu nya. Vadeo pun hanya diam saja dan segera mengakhiri sarapan agar bisa segera menuju ke Jonathan Co.


Sementara itu Valexa dan Deondria pun sudah berjalan menuju ke mobil yang sudah siap untuk mengantar mereka.


“Om Yicado tungguin tita di cetoyah ya. (Om Richardo nanti tungguin kita di sekolah ya).?” tanya Valexa yang berada di sebelah kanan Richardo dengan nada suara manja.


“Iya.” Jawab Richardo sambil tersenyum dengan kepala menunduk ke kiri dan ke kanan untuk melihat dua puteri Tuan Vadeo yang tampak lincah ceria berjalan di samping nya.

__ADS_1


“Accccciiiiikkkkk.” Teriak mereka berdua sambil meloncat loncat kecil sambil terus melangkah menuju ke mobil.


Mereka pun segera masuk ke dalam mobil. Valexa dan Deondria duduk di sebelah kanan dan kiri Richardo di jok belakang kemudi. Pak sopir senior pun menjalankan mobil nya pelan pelan meninggalkan halaman mension Jonathan menuju ke play group tempat sekolah Valexa dan Deondria.


Mobil terus melaju dan beberapa saat kemudian mobil berhenti di lampu merah, dan tepat berada di belakang mobil box yang dikemudikan oleh Atikah.


“Ditakcon.. ditakcon Pak..” teriak mereka berdua saat melihat mobil box milik keluarga Jonathan yang akan ke pasar berada di depan mobil yang mereka tumpangi.


“Apa Non?” tanya Pak Sopir senior yang belum begitu paham kosa kata milik si kembar.


“Ditakcon Pak.. din.. din...” saut Deondria dengan lantang.


“Oooo diklakson.” Ucap Pak Sopir senior sambil tersenyum lebar dan tangan nya segera menekan klakson.


DIN DIN DIN DIN DIN


“Yagi yagi...(Lagi lagi)." teriak mereka berdua


DIN DIN DIN DIN DIN


Dan kedua bocah yang sudah tahu jika yang mengemudikan mobil box di depan nya itu adalah Atikah, mereka tertawa dengan riang dan terus menyuruh pak sopir senior membunyikan klakson.


Sementara itu Atikah yang membawa mobil box tampak emosi.


“Sudah tahu lampu masih merah main pencet klason saja. Tambah bikin emosi!” suara Atikah dengan sangat kesal.


“Itu kan mobil Juragan Neng.” Ucap pelayan bagian logistik sambil tersenyum karena tahu di dalam mobil di belakang nya itu ada dua puteri Tuan Vadeo yang menggemaskan bagi diri nya.


“Sapaan dari Pak Sopir senior mungkin Neng. Dia sekarang yang bertugas mengantar Nona Nona kecil.” Ucap pelayan bagian logistik itu kemudian.

__ADS_1


“Hmmm apa aku tabrak aja mobil dia terus aku bawa lari dua bocah itu sekarang, dari pada aku menjadi sopir pelayan dan kuli angkut barang begini.” Gumam Atikah dalam hati dan tampak berpikir keras.


...


__ADS_2