Valexa Deondria Kembar Ajaib

Valexa Deondria Kembar Ajaib
Bab. 237.


__ADS_3

“Enti Dealova... adik adikku sudah keluar...” teriak Valexa dan Deondria saat gadis cantik yang berlari lari itu sudah sampai di dekat mereka.


“Selamat ya Sayang...” ucap Dealova sambil mencium Valexa dan Deondria


“Selamat Kak Alexa dan selamat Kak Deo...” ucap Dealova selanjutnya pada Alexa dan Vadeo, dia pun mencium pipi kedua kakaknya itu.


“Aku jadi bingung nich mau ke mana dulu...”


“Kalau ke kak Alexa sudah jelas Kakak sehat dan baik baik. Kalau ke ruang persalinan juga tidak bisa melihat Kak Ixora. Paling hanya lihat Papa berjalan mondar mandir dan Mama yang pasti akan bolak balik ke toilet.”


“Twins... yok kita lihat adik adik kamu saja!” ajak Dealova sambil menatap Valexa dan Deondria yang masih digendong oleh Tuan dan Nyonya Jonathan. Sedangkan brankar yang berisi Alexandria sudah berlalu menuju ke ruang perawatan dan Vadeo pun terus menemani isteri tercinta.


“Ayooo Enti....” ucap Valexa dan Deondria sambil kedua nya mengulurkan kedua tangan mereka untuk meminta gendong pada Dealova.


“Aih.. kalian sudah besar jalan sendiri, Aunty tidak kuat menggendong kalian berdua.” Ucap Deondria yang masih menatap Valexa dan Deondria.


“Gendong Enti... “ teriak mereka berdua dengan manja dan kedua tangan mereka masih terulur.


“Enti, kalau menggendong kami nanti kalau ada Dokter keren pasti akan terpesona pada Enti.” Ucap Deondria dengan nada serius.


“Iya Enti... “ ucap Valexa dengan nada serius juga.


“Kalian bisa saja. Tapi benar juga nanti kalau ada cowok keren pasti akan simpati padaku he.... he.... he... ayo lah tapi gendong depan dan belakang.” Ucap Dealova sambil tertawa. Dan akhirnya dia menggendong Valexa dan Deondria.

__ADS_1


“Aya pegangan yang erat.” Ucap Tuan Jonathan saat menaruh tubuh mungil Deondria di punggung Dealova. Twins girl tertawa bahagia saat sudah digendong oleh Dealova. Dealova pun segera melangkah menuju ke ruang bayi untuk melihat Raja dan Asasta.


Beberapa menit kemudian mereka bertiga sudah sampai di depan ruang bayi yang berdinding kaca tebal. Dealova segera menuju di depan dinding kaca yang bisa untuk melihat bayi bayi di dalam ruang tersebut.


“Itu Enti, adik adik ku!” ucap Valexa sambil temu mik jari mungilnya menunjuk pada box bayi. Dealova pun segera melangkah ke arah yang ditunjuk oleh Valexa.


“Wowww ganteng nya mereka.” Ucap Dealova saat melihat dua bayi yang sama berada pada box yang berdampingan dan di dua box itu tertulis Nyonya Alexandria Vadeo.


“Nama panjang mereka siapa Twins?” gumam Dealova sambil mengamati dua keponakan barunya.


“Raja Avirodhya Adiwangsa, itu yang adikku...” ucap Valexa sambil tersenyum lebar.


“Asasta Avirodhya Radendra, itu adikku.” Ucap Deondria sambil memandang Asasta.


“Kok, gitu mereka berdua itu adik kalian.” Ucap Dealova sambil terus menatap Raja dan Asasta.


“Ihhhh mereka ikut tersenyum macam tahu saja sedang diomongi.” Ucap Dealova ingin memegang dua keponakan barunya itu akan tetapi tidak bisa karena terhalang oleh dinding kaca tebal.


“Yok, kita balik lihat Mama, ga ada Dokter keren di sini. Pegel aku gendong kalian.” Ucap Dealova. Dan di saat Dealova akan membalikkan tubuhnya.


“Twins......” teriak suara anak kecil sambil berlari larian.


“Boy, jangan berlari.” Teriak Wika mengingatkan Boy. Wika tidak bisa berlari mengikuti Boy, sebab perut Wika tampak membuncit dia pun sedang hamil tidak boleh berlarian.

__ADS_1


“Twins, tunggu...” teriak Boy lagi, dia pun menurut pada Sang Mama untuk tidak berlari dan menunggu Sang Mamanya.


Beberapa menit kemudian Wika yang digandeng oleh Boy pun sudah sampai di dekat Dealova dan Twins.


“Selamat ya...” ucap Wika dan Boy secara bersamaan.


“Aunty gendong aku, aku juga ingin lihat wajah Raja dan Asasta. Mama tidak boleh menggendong aku.” Ucap Boy sambil mendongak menatap Dealova.


“Hmmm yang terpesona pada aku bukan Dokter keren, tapi Boy yang keren.” Gumam Dealova sambil menatap Valexa dan Valexa hanya tertawa, Deondria pun juga tertawa dan selanjutnya dua bocah itu pun memelorotkan tubuhnya agar gantian Boy yang digendong oleh Dealova agar bisa melihat adik adik mereka.


“Terima kasih Aunty.” Ucap Boy dan Wika secara bersamaan.


“Kak Wika kapan nih lahiran adik Boy, ga sekalian saja itu Kak Ixora sudah masuk di ruang persalinan.” Ucap Dealova yang masih menggendong Boy karena Boy tidak ada puas puasnya melihat Raja dan Asasta.


“Masih lama Aunty, ini baru masuk lima bulan...” ucap Wika sambil mengusap usap perut buncitnya.


“Papa baru cari uang yang banyak dulu Aunty untuk biaya lahiran adik ku.” Ucap Boy dengan nada serius. Justin memang disuruh oleh Vadeo untuk mulai bertanggung jawab pada keluarga kecilnya secara berangsur bantuan mulai dikurangi bukan karena pelit tetapi karena untuk melatih Justin untuk bertanggung jawab dan tidak bergantung pada bantuan Vadeo dan Tuan Jonathan.


Dealova pun mencium pipi Boy lalu menurunkan tubuh Boy karena dia sudah capek menggendong tiga bocah itu.


Dan sesaat kemudian terdengar bunyi dering hand phone milik Dealova yang berada di tas kecilnya. Dealova pun segera mengambil hand phone miliknya itu.


“Mama...” gumam Dealova lalu segera menggeser tombol hijau.

__ADS_1


“Deal kamu di mana? Cepat ke sini!” Suara Nyonya William di balik hand phone milik Dealova.


“Apa Kak Ixora sudah melahirkan?” tanya Dealova akan tetapi sambungan panggilan suara sudah terputus.


__ADS_2