
Waktu pun terus berlalu. Akhirnya hari yang dinanti nanti pun tiba. Hari resepsi pernikahan Justin dan Wika. Keluarga besar Jonathan dan keluarga William sudah berada di hotel tempat resepsi pernikahan.
Twins tampil cantik dengan gaun putih berenda renda, dia akan mendampingi Wika. Boy pun juga sudah tampil keren dengan celana panjang dan tuxedo warna putih yang sama seperti yang dipakai oleh Papa Justin. Pengantin laki laki dan perempuan pun juga sudah siap.
Orang tua Wika dari kampung nun jauh di sana pun juga sudah dirias dengan pakaian yang sama dengan pakaian yang dipakai oleh Tuan dan Nyonya Jonathan.
“Tidak menyangka ya Pak kita akan besanan dengan orang besar. Kita jadi kayak artis. Lihat wajah Pak, kok jadi beda begini ya he... he.... mataku tadi diselotip juga Pak..” ucap ibunya Wika pada suami nya setelah dia selesai dirias dan sudah siap akan menuju ke ball room.
“Iya Bu, aku sampai tidak mengenali kamu tadi, aku kira kamu tadi siapa. Benar benar kamu jadi beda kalau di make up dan memakai baju bagus begini.” Ucap bapaknya Wika sambil terkagum kagum menatap istrinya yang sudah di make over.
“Pake juga ganteng gagah kayak menantuku he... he... wis bersyukur Pak, semoga Wika menjadi perempuan baik baik, menjadi istri dan ibu yang baik. Sebelumnya aku malu pada tetangga tetangga di desa saat tahu Wika hamil tanpa suami. Eee ternyata suaminya dari keluarga kaya raya meskipun hanya anak angkat tidak apa apa. Yang penting tanggung jawab dan baik keluarganya.” Ucap Ibu nya Wika dengan penuh syukur.
“Sudah ayo itu sudah dipanggil disuruh baris.” Ucap bapaknya Wika saat mendengar informasi oleh Master of Ceremony agar keluarga pengantin bersiap siap untuk menuju ke dalam ruang acara resepsi.
Mereka pun bersiap siap. Twins dan Boy tampak berdiri di barisan paling depan ketiga bocah itu tampak tersenyum lebar dan riang gembira.
“Twins aku baru lihat ada kue ulang tahun besar sekali.” Bisik Boy yang melihat ada kue tart menjulang tinggi di dalam ruang resepsi.
“Itu bukan kue ulang tahun Boy, tapi kue pernikahan.” Bisik lirih Valexa dan Boy pun mengangguk angguk kepalanya sambil melihat ada boneka pengantin di atas kue.
__ADS_1
Wika menggandeng lengan Justin. Di belakang Wika dan Justin berdiri Nyonya Jonathan dan Tuan Jonathan juga kedua orang tua Wika. Gaun pengantin Wika tidak memakai ekor yang panjang dan tidak memerlukan gadis gadis yang memegang ekor. Mereka pun berjalan masuk ke dalam ruang resepsi setelah master of Ceremony mempersilahkan pengantin dan orang tua pengantin masuk dan menempatkan diri ke pelaminan.
Sedangkan Vadeo, Alexa juga Bang Bule Vincent dan Ixora sudah sejak tadi berdiri di dalam ruang resepsi untuk menyambut para tamu undangan yang sudah datang. Alexa dan Ixora tampil cantik dengan kebaya dan kain panjang kembaran.
“Pa, mana souvenir pesanan Papa?” tanya Alexa yang tidak melihat souvenir pesanan Vadeo. Yang dibagikan pada tamu undangan souvenir pesanan dirinya.
“Papa gak pe de ya dengan souvenir nya akhirnya dibatalkan.” ucap Alexa lagi sambil tersenyum.
“Nanti Ma, saat mereka pulang baru dibagikan.” Jawab Vadeo dengan suara pelan.
Acara resepsi pun berjalan dengan lancar, jamuan makan sangat memuaskan para tamu undangan, hiburan yang disuguhkan pun benar benar menghibur hati para tamu, juga souvenir pernikahan pesanan dari Alexa yang berupa kipas kayu cendana asli dari Bali membuat para tamu undangan perempuan bahagia. Harumnya kayu cendana benar benar membuat pikiran rileks. Acara itu pun diliput oleh beberapa media.
“Jika berkenan silahkan para tamu undangan mengambil lagi souvenir dari kami. Suvenir kedua agak besar tidak bisa ditaruh di dalam tas Nyonya Nyonya dan Nona Nona maka kami berikan saat para tamu undangan pulang.” Ucap Vadeo dengan mantap suara nya memenuhi ruang resepsi itu. Semua tamu undangan tampak senang dengan ucapan Vadeo itu. Dan mereka sangat penasaran dengan souvenir kedua.
“Souvenir kedua ini adalah suatu benda keramat bagi mempelai laki laki.” Ucap Vadeo selanjutnya dan semakin membuat para tamu undangan penasaran.
Acara resepsi pernikahan Justin dan Wika pun usai. Karena tamu undangan sangat penasaran dengan souvenir kedua. Mereka pun segera beranjak meninggalkan ruang resepsi karena mereka sudah memberikan selamat pada pengantin dan orang tua sebelum menyantap jamuan.
Saat sampai di depan pintu di atas meja tampak banyak raket nyamuk. Petugas penerima tamu pun memberikan raket nyamuk souvenir kedua itu pada para tamu.
__ADS_1
Para tamu itu mengerutkan dahinya akan tetapi masih penasaran kenapa raket nyamuk menjadi barang keramat pengantin laki laki.
“Lumayan juga ini barang, bisa dibawa saat kita kegiatan out door atau saat live in.” Ucap salah satu tamu sambil tersenyum menerima raket nyamuk dari petugas.
Sementara itu di ruang tahanan di kantor polisi. Riris yang berada di sana bisa mendengarkan siaran televisi acara resepsi pernikahan Justin.
“Hiks... hiks... “ isak tangis Riris sambil duduk di pojok ruang tahanan.
“Sudah Ris, terima saja nasib. Aku sudah kapok Ris tidak mau lagi ikut ikut.. Aku hanya meminjamkan hand phone dan mengantar kamu jadi ikut ditahan gini. Aku juga dikeluarkan dari tempat kerjaku. Untung ga ada rugi berlipat lipat.” Ucap teman Riris yang juga ikut ditahan.
“Justin... hiks... hiks... dia sudah bahagia dengan Wika dan anak sialan itu...” ucap Riris lagi..
“Bukan anak sialan Ris. Mungkin dia memang ditakdirkan untuk menyatukan Justin dan Wika. Kamu tidak berjodoh dengan Justin, Ris.. sudah terima nasib saja. Bukan hanya kamu yang bernasib seperti itu sudah pacaran bertahun tahun tetapi tidak berjodoh.” Ucap teman Riris lagi.
“Kamu kok malah membela mereka sih!” teriak Riris yang belum bisa mengiklaskan Justin.
"Hiks .. hiks... hiks... hiks..." isak tangis Riris lagi. teman Riris masih terus berusaha untuk menghibur dan menenangkan Riris.
"Mereka bahagia sedangkan aku berada di ruang tahanan ini dengan tubuh kesakitan akibat ulah Mr Le dan aku akan di penjara lagi hiks.. hiks.. Amel sialan merekomendasikan orang semacam Mr Le, kerjaan tidak benar malah buat aku sakit dan masuk penjara lagi... hiks... hiks..." ucap Riris yang masih menangis dan kini mulai menyalahkan Amelia.
__ADS_1