Valexa Deondria Kembar Ajaib

Valexa Deondria Kembar Ajaib
Bab. 74. Masih Penasaran dan Khawatir


__ADS_3

“Ada apa Bul?” suara Vadeo setelah menggeser tombol hijau. Bang Bule Vincent pun di seberang sana melaporkan kesiapan para tamu tamu undangan untuk keberangkatan nya esok hari dan menanyakan pada Vadeo tentang kesiapan penjemput sesampainya di pulau Alexandria.


“Kamu tenang saja, mobil sudah stand by sejak sekarang. Guest house juga sudah siap. Pokoknya siap Bul. Kamar kamu dan Ixora juga kamar spesial di guest house. Itu kamar yang aku siapkan buat orang tua dan mertua namun mereka maunya tinggal satu rumah di sini.” Ucap Vadeo yang memang kini dia harus merenovasi rumah yang dulu direncanakan hanya untuk tinggal keluarga kecil nya. Kini harus ditambah lagi dua kamar besar untuk orang tua dan sang mertua.


“Okey kalau semua sudah siap aku tutup ya....” ucap Vadeo akan tetapi belum juga Vadeo memutus sambungan teleponnya....


“Pa.. aku mau omong sama Bang Bule. “ ucap Alexandria sambil merebut hand phone Vadeo.


“Bang, apa Tim misi memberi hadiah pada Kak Deo?” tanya Alexandria dan belum juga Bang Bule Vincent menjawab..


“Iya....” Teriak Valexa dan Deondria dengan lantang bin keras suaranya mereka berdua terdengar di telinga Bang Bule Vincent di seberang sana.


Dan akhirnya..


“Iya.” Ucap Bang Bule Vincent yang paham dengan kode dari kedua keponakannya.


“Sudah ya Al, ini ada tamu datang. Percayalah suami dan anak anak kamu baik baik saja.” Ucap Bang Bule Vincent lalu memutus sambungan telpon nya.


Waktunya pun terus berlalu dan Keesokan hari nya....


Tamu tamu sudah tiba di pulau Alexandria. Semua tamu tinggal di guest house suatu bangunan yang letaknya tidak jauh dari rumah yang tinggali oleh Vadeo dan keluarganya. Dealova pun juga menginap di salah satu kamar di guest house itu. Bang Bule Vincent dan Ixora juga menginap di kamar yang ada di guest house.


Vadeo yang masih penasaran dengan asal muasal cincin, ular besar dan pulau Alexandria itu bersiap siap akan menjumpai Bang Bule Vincent.


“Ma, aku akan ke guest house untuk menyambut tamu tamu.” Ucap Vadeo pada Alexandria yang tampak ikut sibuk di dapur bersama Ibu pelayan dan Nyonya Jonathan.


“Aku ikut tidak Pa? Ini sedang sibuk buat makanan untuk Aca dan Aya.” Ucap Alexandria yang tangannya tampak sibuk dengan alat dan bahan makanan.


“Tidak usah Ma, cukup aku saja.” Jawab Vadeo yang memang dia sengaja menuju ke guest house di saat Alexandria sibuk karena tujuan utama dia ke guest house untuk menemui Bang Bule Vincent agar Alexandria tidak mendengar percakapan nya.


“Baiklah sampaikan ucapan selamat datang ku pada mereka. “ ucap Alexandria sambil menatap Vadeo yang berdiri di dekat nya. Vadeo pun lalu mengangguk dan mencium pipi Alexandria. Setelah nya Vadeo berjalan menuju ke tempat Nyonya Jonathan lalu dia pun mencium pipi Sang Mama.

__ADS_1


Vadeo lalu melangkah keluar dari dapur dan terus berjalan keluar dari rumah untuk menuju ke guest house. Kedua anaknya tidak terlihat, mereka berdua senang bermain main dengan Nyonya William dan Tuan William. Sedangkan Tuan Jonathan berada di kebun sayur organik.


Tidak sampai sepuluh menit Vadeo sudah sampai di guest dengan berjalan kaki. Vadeo memberi ucapan selamat datang pada tamu tamu yang dia temui. Sedangkan yang sudah istirahat di dalam kamar tidak dia ganggu. Vadeo segera melangkah menuju ke kamar Bang Bule Vincent dan Ixora.


Saat sampai di depan pintu kamar Bang Bule Vincent dan Ixora. Vadeo mengetuk ngetuk pintu kamar itu .


TOK TOK TOK TOK


Pintu masih tertutup rapat


TOK TOK TOK TOK


Vadeo mengetuk lebih keras lagi. Dan beberapa menit kemudian pintu terbuka dan tampak sosok Bang Bule yang wajahnya tampak kesal.


“Tuan rumah tidak tahu diri menganggu privasi orang.” Ucap Bang Bule Vincent dengan nada kesal.


“Tamu tidak tahu diri, baru datang mau begituan.” Ucap Vadeo sambil tersenyum.


“Ixora kamu ke kamar Dealova dulu!” perintah Vadeo dengan suara keras agar Ixora yang berada di dalam kamar mendengar.


Setelah Ixora keluar dari kamar. Vadeo menutup rapat pintu kamar itu dan segera melangkah masuk ke dalam kamar dan segera duduk di sofa yang berada di dalam kamar itu.


“Deo kamu itu benar benar mengganggu.” Ucap Bang Bule Vincent dengan nada kesal sambil mendudukkan pantatnya.


“Kamu itu baru datang saja mau menyerbu Ixora dia mungkin masih capek. Nanti malam kan bisa setelah acara pesta.” Ucap Vadeo sambil menatap tajam Bang Bule Vincent


“Bul, aku mau tanya ke kamu.” Ucap Vadeo selanjutnya dengan nada serius.


“Tanya aja, tumben pakai laporan dan izin dulu.” Ucap Bang Bule Vincent dengan nada ketus.


“Bul, serius nih. Dulu siapa yang tinggal di pulau ini?” tanya Vadeo selanjutnya

__ADS_1


“Nama nya juga pulau tak bertuan sebelum kamu beli ya banyak orang masuk dan keluar.” Jawab Bang Bule Vincent masih dengan nada ketus.


“Emang nya ada apa? Kamu dulu beli kan juga tahu ini pulau kosong tidak berpenghuni. Hanya untuk bersembunyi sementara para penjahat.” Ucap Bang Bule Vincent selanjutnya sambil menatap tajam ke arah Vadeo.


DEG


Jantung Vadeo berdetak lebih kencang saat mendengar penjahat dari mulut Bang Bule Vincent.


“Apa kamu punya data data siapa saja penjahat yang sudah masuk ke pulau ini?” tanya Vadeo selanjutnya


“Punya.” Jawab Bang Bule Vincent singkat.


“Aku mau lihat sekarang Bul, tunjukan padaku sekarang.” Ucap Vadeo dengan nada serius.


“Kakak Deo, aku diundang ke sini untuk berpesta kenapa aku harus juga bekerja.” Ucap Bang Bule Vincent dengan raut muka memelas.


“Bul, ini sangat penting.” Ucap Vadeo dengan nada serius.


Vadeo lalu menceritakan pada Bang Bule Vincent tentang bukit pohon asam dan ular besar yang ada di di bawah pohon asam.


“Hah kenapa kamu dan Richardo tidak pernah cerita kepadaku.” Suara Bang Bule Vincent dengan nada dan ekspresi wajah yang tampak kaget.


“Selama ini ular itu sangat baik pada kami. Aku pun tidak cerita pada Alexandria, pasti Alexa akan melarang kami ke sana. Akan tetapi Valexa dan Deondria selalu mengajak ke sana.” Ucap Vadeo sambil menatap wajah Bang Bule Vincent dengan serius


“Aku pernah sampai pingsan melihat ular besar itu dipegang pegang oleh kedua anak itu.” Ucap Vadeo lagi.


“Namun kini aku khawatir jika ular itu jelmaan orang sakti yang jahat dan suatu saat akan menguasai kami terutama Valexa dan Deondria. “ ucap Vadeo selanjutnya dengan nada suara yang sangat serius.


“Bukannya ibu Ami sudah bilang mereka tidak dikuasai oleh roh roh jahat. “ ucap Bang Bule Vincent sambil menatap Vadeo.


“Iya Bul, tetap saja aku khawatir.” Ucap Vadeo.

__ADS_1


“Okey tapi tidak gratis ya..” ucap Bang Bule Vincent sambil bangkit berdiri untuk mengambil lap top nya guna melihat data data penjahat yang pernah masuk ke pulau Alexandria itu dulu.


....


__ADS_2